
"Brak_brak_brak..
Fiona menggebrak_gebrak pintu Apertemen Adiknya Fiola,
"Ish..Siapa yg datang tengah malam seperti ini,? "Ucap Fiola kesal karna mengganggu waktu tidurnya..
"Ceklek..
"Lama sekali kau membuka pintunya hah, "Bentak Fiona setelah pintu terbuka..
"Kau? mau apa kau kesini? "Tanya Fiola tak suka,
"Terserah aku mau kesini, atau tidak, yg membeli Apertemen ini adalah Papa ku, jadi aku berhak datang kesini kapan pun aku mau, "Ucapnya angkuh..
"Ya, kau benar, tapi Papa memberinya untuk ku, dan bukankah kau juga mendapatkannya? bahkan milikmu lebih bagus, dan lebih mewah?
"Berisik, aku akan tinggal disini sementara, aku, akan menjual apertemen ku, dan aku akan tinggal disini sebelum mendapatkan apertemen baru,
"Aku tidak mengijinkan kau tinggal di apertemen ku. aku tidak ingin berbagi tempat denganmu, sekarang keluar dari apertemen ku, "Usir Fiola..
"Kau berani mengusir ku, bahkan kau tak berhak tinggal disini, "Bentaknya lebih keras dari sang pemilik rumah.
"Kau memang gila Fiona, Aku sudah tak ingin berurusan dengan mu, sekarang pergi dari apertemen ku, atau aku panggil keamanan untuk menyeretmu dari apertemen ku..
"Sombong sekali kau, kau berani padaku sekarang hah? "Bentaknya
"Seharusnya ini aku lakukan dari dulu pada mu, tapi aku buta karna kasih sayangku padamu, dan untungnya tuhan cepat menyadarkan aku, jika kakak yg aku selalu bantu, selalu kusayangi, dan selalu ku prioritas kan, ternyata hanya memanfaatkan ke baikan ku saja, Sekarang kau pergi dari apertemenku, aku sudah tak peduli denganmu, aku tak ingin berurusan dengan wanita tak berperasaan seperti mu, pergi dari sini, pergi, "Usir Fiola lagi, dengan berteriak
"Heiii kau, tidak akan bisa mengusir ku dari tempat ini, ini milik Papa, apertemen ini milik Papa, dan kau anak tak tau diri, kau tidak perduli bukan pada Papa..kenapa kau masih menempati pemberian Papa.. kau tak perduli kepada Papa sama sekali, bahkan sudah satu minggu Papa mendekam di jeruji besi, kau tidak datang untuk membesuknya. anak macam apa kau ini, kau bilang aku tidak berperasaan,? lantas kau apa? anak tidak tau diri hah.."Bentak Fiona..
"Itu adalah hukuman untuk Papa, kalian sudah mempermainkan aku, dan aku yakin sebentar lagi kau juga akan mendapatkannya, kau juga akan mendapatkan balasan atas semua yg telah kau lakukan padaku,
"Kurang ajar kau, "teriak Fiona lalu menjambak rambut Fiola dan memukul wajah nya dengan tangannya berulang_ulang, "Kau berani padaku anak sialan, anak bodoh, kau senang melihat Papa di penjara, dasar tidak tau diri kau, "Fiona terus menjambak rambut adiknya sampai dirinya merasa puas, setelah merasa puas dan melihat adiknya tak berdaya, Fiona pun berhenti memukul dan menjambak Fiola,
"Dengar aku baik_baik, Fiona mencengkram dagu Fiola, kau hanya sekor tikus yg mencari kenyamanan tanpa berusaha apa pun, maka jangan terlalu sombong, "Ujarnya lalu pergi ke dalam kamar meninggalkan Fiola yg sedang menangis...
"Bik, apa Vino ada" Tanya Radit pada salah satu asisten rumah tangga Vino..
"Ada Tuan Radit, Tuan Vino di kamar, sudah beberapa hari ini Tuan Vino berdiam diri di kamar,
"Ada apa dengannya Bik? hanphonenya juga tidak dapat di hubungi beberapa hari ini? "Tanya Radit bingung, Radit mendatangi kediaman Vino karna bingung sahabat yg selalu mengganggunya setiap hari tiba_tiba menghilang ntah kemana bepeberapa hari belakangan ini, bahkan hanphonenya pun tak dapat di hubungi..
"Ya Sudah Bik, Biar saya liat coba, "Radit pun bergegas naik keatas menuju kamar sahabatnya..
"Ceklek...
Vino melihat kearah pintu terbuka, "Ada apa kau kesini ?"Tanyanya malas.
"Heiii...ada apa dengan mu? kau terlihat kacau, apa kau ada masalah? "Tanya Radit cemas melihat sahabatnya tersebut..
"Tidak..aku hanya ingin sendiri , aku ingin menenangkan pikiranku, pergilah, aku ingin sendiri, "Usirnya yg tak biasa..
"Tunggu_tunggu, kau mengusirku? kesalahan apa yg ku perbuat hingga kau mengusir ku? "Tanya Radit bingung..
"Tidak ada yg salah padamu, permasalahannya ada pada ku, "Ucapnya sedih.
"Permasalahan apa yg membuatmu, begitu frustasi? "Tanya Radit serius..
"Aku bertemu dengan wanita itu?
__ADS_1
"Siapa yg kau maksud, " Tanya Radit tak mengerti.
"Diana..Aku bertemu dengannya beberapa hari yg lalu, Kau tau dia sudah sembuh, bahkan dia terlihat sangat bahagia, dan tubuhnya tidak kurus seperti dulu pas kita menemukannya waktu sakit, sekarang dia terlihat berisi, dan cantik."Ujar Vino mengingat kembali pertemuannya dengan Diana, beberapa hari yg lalu.
"Lalu kenapa kau jadi seperti ini? bukan kah kau selalu bilang pada ku ingin berjumpa lagi dengannya lantas kenapa kau bersedih? harusnya saat ini kau bahagia, karna dapat berjumpa lagi dengannya."Tanya Radit bingung.
"Karna Diana wanita bersuami...
"Pffttt"
Radit tertawa terbahak_bahak mendengar ucapan sahabatnya, Ha ha ha.." Jadi kau mencintai wanita bersuami, "Ujarnya masih menertawakan sahabatnya..
"Plak
Vino melempar buku tepat mengenai kepala Radit, "Kau menertawakan ku? aku sedang bersedih, kau malah menertawakan ku hah, " bentak Vino kesal..
"Sudah ku katakan, cari tahu dulu tentang statusnya, jangan memberikan hati mu pada seseorang yg belum tentu bisa kau miliki, kau malah menyerah kan sepenuhnya hati mu untuk wanita yg tak kau ketahui setatus dan keberadaannya, kau sangat lucu No, "Ujar Radit masih menertawakan sahabatnya..
"Kau berdiam diri di kamar, mematikan hanphone membuat wajahmu terlihat menyedihkan, hanya karna wanita bersuami, Ck_Ck_Ck..Sudah ku katakan wanita itu merepotkan jangan terlalu kau memikirkannya jika memang kau berjodoh tuhan akan mengirimnya padamu, sekarang kau bangun, bersihkan tubuhmu, ayo kita bersenang_senang, agar isi kepalamu yg beku itu mencair , "Radit mendorong Vino masuk ke kamar mandi..
"Ha ha ha..Vino masih tertawa saat mereka sampai di Club, "Radit memilih mengajak sahabatnya ke Club, biasanya setelah mereka masuk kedalam Club, rasa pusing dan permasalahan akan hilang seketika..
"Apa kau akan terus menertawakan ku hah? "teriak Vino,
"Aku masih membayangkan bagaimana expresi wajah mu saat mengetahui dia sudah bersuami, ha ha ha, Radit kembali tertawa. O,ya apa suaminya tampan? "Tanya Radit di tengah_tengah tawanya..
"Mana ku tau, aku tak berjumpa dengan suaminya,
"Lantas kau tau dari siapa jika wanita itu telah memiliki suami?
"Dia yg mengatakannya pada ku, jika sekarang dia tak bekerja karna suaminya melarangnya untuk bekerja..
Setelah Vino merasa cukup tenang, Radit mengajak sahabatnya tersebut, untuk menemui Davin, karna Radit mendapatkan kabar jika istri dari sahabatnya tersebut kecelakaan, dan Vino mengiyakan ajakan Radit.
"Pak Juki.."Sapa Radit saat pak juki membukakan pintu gerbang milik kediaman Anggara..
"Tuan Radit, Tuan Vino, apa kabar? sudah lama gak kesini " Sapa Pak juki, Salah satu saptam kediaman Anggara..
"Baik pak Juki, Davinnya ada Pak?
"Ada Tuan Muda, baru sampai lima belas menit yg lalu.
"Ok. terimakasih Pak juki, " Lalu Radit dan Vino pun masuk kedalam rumah Davin..
Davin yg hendak naik ke atas untuk memberikan camilan untuk istrinya mengurungkan niatnya saat melihat kedua sahabatnya masuk..
"Hayy Vin... "sapa Vino dan Radit berbarengan..
Davin mengerutkan keningnya saat melihat kedua sahabatnya datang kerumahnya.." Ada apa kalian kesini "Tanya Davin santai..
"Ckk..
"Apa kau tidak bisa menyambut kami dengan senyum bahagia, "Ujar Vino yg sudah biasa melihat sahabatnya seperti itu..
"Apa itu? "Tanya Vino melihat Davin membawa makanan di tangannya..
"Makanan untuk istriku.."
"Sepertinya enak, "Ucap Vino hendak mengambil Brownies yg di bawa Davin, namun dengan cepat Davin mengamankannya.
__ADS_1
"Ini milik istriku, kau tidak boleh menyentuhnya "Ujar Davin mengamankan.
"Hanya sedikit aku tidak akan menghabiskannya,
"Bik..Teriak Davin..
"Iya Tuan, ada yg bisa saya bantu?
"Bik, berikan ini pada Diana, jika Diana bertanya keberadaan ku, katakan padanya aku disini, Sedang kedatangan tamu..
"Baik Tuan" Jawab Bik Sum lalu pergi mengantarkan Camilan untuk Diana.
"Diana? istrimu bernama Diana? "Tanya Vino sedikit terkejut dengan nama Diana,
"Iya, bukan kalian tau itu nama istriku."jawab Davin.
"Sorry Vin, aku lupa" Ucap Vino di iringi tawa..namun hatinya sedikit meronta mengingat nama Diana membuatnya ingat kembali pada perempuan yg beberapa bulan ini memenuhi isi kepalanya..
"Bagaimana keadaan istrimu, Vin? "Tanya Radit di tengah_tengah obrolannya..
"Sudah lebih baik, "Jawab Davin
"Apa Wanita gila itu sudah di temukan? "Tanya Radit
"Sudah..Tapi aku belum menangkapnya, aku akan membernya pelajaran saat waktunya tepat, "Ujar Davin tenang..
"Hey, Apa kau akan melukai seorang Wanita? bukankah kau sendiri yg bilang tidak akan pernah menyakiti Wanita? "Tanya Vino
"Itu pengecualian, dia hampir membunuh istri ku, aku tidak akan membiarkannya hidup begitu saja, "Ucapnya Dingin..
Suara langkah kaki mengalihkan penglihatan tiga sahabat yg sedang mengobrol tersebut..
Vino yg melihat sosok Diana berada di hadapannya membulatkan matanya terkejut, ,
"Apa dia Diana yg disebut oleh Davin tadi? apa dia Diana istri dari Davin? gumam Vino yg terlihat jelas keterkejutannya melihat Diana
Radit yg melihat Vino terkejut, menyadarkan nya dengan menepuk pelan bahunya, mengisyaratkan agar Vino tak membuat Davin curiga terhadapnya..
"Loh Vino, Tuan Radit? "Sapa Diana heran..
Davin yg mendengar istrinya memanggil nama kedua sahabatnya bingung.."Loh Sayang kamu kenal dengan Vino dan Radit? " Tanya Davin , bingung..
"Iya Dav, Mereka pernah menolong aku waktu aku pingsan dulu, " Jawab Diana santai
"Apa pingsan? kapan? Dimana? "Tanyanya beruntun..
"Eum..i,itu..Waktu aku pulang terlambat dulu,
"Pulang terlambat ? Bukan kah kau bilang, kau kerumah Ibu waktu itu? "Selidik Davin
"Maaf kan aku, "Ujar Diana menunduk..
"Vino yg melihat perdebatan antara Davin dan Diana, menjadi gusar, bagaimana bisa dirinya mencintai, istri dari sahabatnya sendiri..
"Bodoh_bodoh, kenapa aku baru mengingatnya, kenapa aku baru mengingat jika Diana wanita yg dulu pernah ku temui di pesta pernikahannya dengan sahabat ku sendiri. bodoh_bodoh, "Vino terus mengutuki dirinya sendiri, karna sewaktu menolong Diana sama sekali tak mengingatnya.
"Dit apa benar yg di katakan istriku jika kalian pernah menolongnya? "Tanya Davin di tengah_ keterkejutan Radit dan Vino.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya🤗🤗***
__ADS_1