TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Penolakan yg kesekian kali


__ADS_3

"Hmm...aku sangat lelah.."Guman Rina merebahkan tubuhnya, setelah sampai di kostannya.


"Tok-tok-tok


"Ceklek..


"Radit....


"Apa aku mengganggumu? "tanya Radit pada Rina..


"Masuklah...


"Apa kau membenciku? "Tanya Radit setelah masuk kedalam kostan Rina..


"Kenapa kau menanyakan itu?


"Aku ingin jawaban, bukan pertanyaan..


"Ya aku benci perlakuan memaksamu, "jawab Rina pelan.


"Apa kau benar-benar tidak memiliki sedikitpun persaan pada ku? "tanya Radit memastikan kembali perasaan Rina terhadapnya, jika memang Rina menolaknya kembali, Radit akan memantapkan hatinya untuk melupakan Rina..


Rina Diam tak menjawab pertanyaan Radit, "Rina...Aku tidak akan memaksamu untuk menerima ku, aku hanya ingin memastikan perasaan mu terhadapku, untuk yg terakhir kalinya, aku akan bertanya sekali lagi, Apa kamu tidak memiliki perasaan pada ku, Rina?


Rina masih diam, ntahlah apa yg dia pikirkan hanya Rina yg tahu.


"Baiklah...aku sudah tau jawabannya, semoga kau bisa mendapatkan pria yg baik dan bisa memahami semua keinginanmu, terimakasih untuk waktu mu beberapa bulan ini, aku bahagia pernah mengenalmu, selamat tinggal, karena mungkin mulai dari sekarang aku tidak akan menemui atau mengganggumu lagi, Maaf telah membuatmu tidak nyaman dengan kehadiranku selama ini, permisi.. "pamit Radit


Rina diam mematung saat Radit menyatakan perpisahaan padanya.."Kenapa ini sangat menyakitkan. maafkan aku telah melukaimu, Radit aku juga mencintai mu, sangat mencintaimu, tapi aku juga takut akan sakit setelah kau mengetahui masalaluku. "gumam Rina.

__ADS_1


.


.


..


Radit Pov


Saat aku sampai di Hotel pikiranku tidak menentu, isi kepalaku hanya di penuhi Rina Rina dan Rina, aku frustrasi memikirkannya, akhirnya aku bangun dari malasku, aku memantapkan diriku untuk menemuinya untuk yg terakhir kalinya, ya jika dia menolakku lagi aku akan memantapkan hati ku, jika aku memang kalah, aku akan pergi menjauh dari dirinya...


Aku pun mengetuk pintu kost'an, ternyata dia ada di dalam, kemungkinan dia juga baru sampai, karena aku melihat dia masih menggunakan tas selempangnya, aku mengutarakan kembali perasaan ku, dan ternyata aku mendapat penolakan kembali, miris memang tapi itulah cinta, beberapa bulan yg lalu sebelum aku mengenal Rina aku berpikir tidak ada wanita baik yg bisa aku percaya untuk ku miliki, namun aku salah, pertemuan ku dengannya, di awali aku menolongnya dan dari hari itu aku mulai sering bertemu dengannya, dan yg lebih mengejutkan lagi ternyata dia adalah sahabat dari istri sahabat ku..


Aku sempat membencinya, karena prasangka buruknya dulu padaku, aku menolongnya dulu dari preman di jalanan, di pingsan aku membawanya ke apartemenku yg dekat dengan tempat dimana dia pingsan waktu itu aku menyuruh dokter keluarga untuk memeriksanya, ternyata dia mempunyai trauma, dulu aku tidak tahu trauma apa yg di deritanya, yg aku tahu dia wanita yg ceroboh dan tidak tau berterimakasih, karena disaat dia bangun dari pingsannya dia menuduhku melakukan sesuatu padanya, dan lebih parahnya lagi tidak ada terimakasih darinya, dia pergi dengan kumat kamit aku bisa melihatnya, dia seperti sangat kesal, aku yakin dia sedang menyumpah serapah diriku..


Dan aku kembali lagi bertemu dengannya di Hotelku, waktu itu aku melihatnya di depan hotel aku pikir dia hanya lewat saja dan ternyata dia datang untuk menjadi pelayan Catring yg disediakan di hotel, ternyata menu itu adalah menu tempatnya bekerja, dan hari demi hari aku semakin sering bertemu dengannya, ntahlah yg jelas waktu itu aku marah pada tuhan karena seringnya bertemu dengannya.


Dan Waktu itu aku begitu terganggu, aku takut memang benar jody bisa bersama dengan Rina, dan waktu itu aku mulai mengatakan pada Davin dan Vino tentang perasaan ku, mereka membantuku, namun sekeras apa pun mereka membantuku, tidak membuat Rina menerima ku, aku mendapat penolakan beberapa kali, namun dengan tidak tau malunya aku terus mengganggunya..dan untuk penolakan kali ini mungkin aku harus tahu diri jika cinta memang tidak harus di paksakan, karena aku menyadari dulu aku pernah menikah tanpa cinta, dan pada akhirnya aku mendaptkan penghianatan karena memang tidak ada cinta di antara aku dan mantan istriku dulu..


Sekarang Aku sudah memutuskan akan melupakannya sulit memang, tapi aku akan mencobanya, dan aku memutuskan untuk pergi keluar negeri, untuk beberapa bulan kedepan, mungkin dengan menjauh aku bisa melupakannya lebih cepat, pengecut memang tapi aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, karna cinta yg ku miliki untuk Rina begitu besar..


Aku pun memutuskan pergi ketempat Davin untuk berpamitan, sekaligus membicarakan tentang rencana klien Davin yg ingin menggunakan Revorma hotel untuk mengadakan pesta pernikahan putri kliennya, yg akan di adakan dua hari dua malam di Hotekku, dengan mem'booking. seluruh hotel karna Kliennya mengundang rekan bisnisnya dari beberapa negara, dan dia ingin mem'booking seluruh hotelku..Yg berada di tengah kota..


.


.


.


"Dit, ada apa kau kesini? "tanya Davin mengahampiri sahabatnya yg baru saja sampai..

__ADS_1


"Apa aku menggaggu waktu istirahat kalian Vin? "tanya Radit tak enak, Radit tau jika Davin pasti lelah karna lima hari yg lalu menemani istrinya di rumah sakit, hari ini dia baru kembali dan Radit mengganggu waktu istirahatnya..


"Tidak masalah, apa kau ada masalah? "selidik Davin...


"Aku akan keluar negri, masalah Hotel yg ingin klienmu gunakan aku serahkan pada Vino, "


"Kau bisa ceritakan padaku tentang masalahmu, "Ujar Davin mengabaikan pekataan Radit..


"Aku hanya ingin menenangkan diri untuk beberapa bulan kedepan, "Ujarnya tenang..


"Apa Rina menolakmu? "tebak Davin.


"Ya dia tidak pernah menyukaiku, dia menolaku, "ucapnya sedih..


"Apa kau benar-benar mencintai dia..jika kau mencintainya perjuangkan cintamu, Nona Rina memiliki masalalu yg cukup berat, dia tidak mudah menerima pria tanpa mengenalnya lebih lama, rasa suka dia pada pria lebih besar rasa takutnya, kau harus banyak bersabar menghadapi perasaannya.."Ujar Davin serius.


"Ntahlah, tapi aku akan tetap pergi, aku akan menenangkan pikiranku sejenak.


"Baiklah, aku akan mendukung semua keputusan yg kau ambil, semoga dengan kau pergi akan membuat perasaanmu membaik, "Ujar Davin bijak..Davin tidak ingin membuat sahabatnya kembali terpuruk seperti delapan tahun yg lalu.


"Baiklah aku pulang dulu, besok aku akan berangkat pagi, kau urus semua yg di butuhkan di hotel nanti ya, aku percayakan semuanya pada kau dan Vino, "Ujar Radit lalu pergi meninggalkan kediaman Anggara.


"Siapa yg datang bertamu, Dav. ? "tanya Diana saat Davin masuk kedalam kamarnya.


"Radit, dia berpamitan besok akan pergi ke luar negri..


"Apa dia benar-benar akan pergi? kenapa dia tidak bisa menunggu sebentar lagi, Rina juga menyukai Radit, tapi dia malu dengan masalalunya, aku yakin jika Radit bersabar sebentar lagi Rina akan membuka hatinya...


"Sayang aku tau kamu sangat peduli pada teman mu, tapi ada baiknya kita tidak terlalu ikut campur dengan urusan perasaan mereka, selama ini kita sudah membantu Radit untuk mendapatkan hati Nona Rina, tapi memang Nona Rina belum bisa membuka hatinya..biarkan waktu yg akan menyatukan perasaan mereka, berikan mereka waktu sedikit untuk saling mengenal satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2