
Emapat bulan kemudian..
"Bik...Bikkk...Bik Summ.."teriak Diana memanggil bik Sum
"Astaga Non...Non kenapa? "tanya Bik sum terkejut melihat majikannya mengerang kesakitan sambil duduk di lantai.
"Bik, tolong perutku sakit, Bik."
"Tunggu Non, saya panggilkan mang Maman sama Pak Asep dulu..
Setelah memanggil Mang maman dan Pak Asep..Diana pun di bawa kerumah sakit. "Dokter tolong dok, ini sudah sangat kesakitan, "Teriak Bik Sum pada dokter dan suster saat sampai di rumah sakit, Dengan sigap Suster membawa kursi roda dan mendudukan Diana disana, "
Pak Asep sibuk menghubungi Davin yg tak kunjung mengangkat panggilannya, dan akhirnya Pak Asep menghubungi ruangan sekertarisnya Feby, Setelah tersambung dan mengatakan jika majikannya sedang di larikan ke rumah sakit, pak Asep pun menutup sambungannya. Pak Asep kembali menekan tombol hanphonenya kali ini Pak Asep menghubungi Ayah dan Ibu Diana..setelah berhasil menghubungi orang-orang terpenting untuk Nona mudanya, pak Asep kembali menghampiri Bik Sum yg sudah menangis sedari tadi...
"Bagaimana Pak Asep, Apa Tuan Sudah dapat di hubungi? "Tanya Bik Sum
"Tuan Muda sedang Meeting, tapi saya sudah menghubungi sekertarisnya tadi untuk segera memberi tau Tuan, jika saat ini Nona Muda sedang di rumah sakit, "jawab Pak Asep.
"Keluarga Pasien atas nama Nyonya Diana? "Tanya Suster
"Suster ada apa? Suami Nona Muda kami belum sampai, keluarganya belum ada yg sampai, "jawab Bik Sum khawatir..
"Kami butuh persetujuan untuk melakukan Operasi Caesar, karna air ketuban nyonya Diana sudah pecah dari tadi, kami menghawatirkan Bayi didalam perut Nona Diana akan keracunan.
"Baik Sus, tunggu sebentar saya akan kembali menghubungi tuan kami, "Baru Bik Sum akan menekan tombol panggilan untuk Tuannya, terlihat panggilan masuk dari Tuan Mudahnya..
"Tuan, dimana Tuan sekarang? segerahlah datang, Tuan, Nona Diana harus segera di Operasi dokter membutuhkan ijin dari Tuan untuk melakukan Operasi, "Ujar Bik Sum melalui sambungan telephone yg tidak memberi celah untuk Davin bicara..
"Bagaimana keadaannya sekarang Bik? "Tanya Davin cemas di sebrang sana..
"Nona Diana sekarang ada di dalam ruangan UGD Tuan, Nona sedari tadi menangis, "jawab Bik Sum sambil menangis,
.
.
Sepuluh menit setelah menghubungi Bik Sum Davin pun sampai di Rumah sakit, "Bik Diamana Diana? "tanya Davin khawatir setelah bertemu dengan Bik Sum..
"Mari ikut saya Tuan..
Setelah mengikuti Bik Sum, Davin pun sampai diruangan Diana.."Sayang bagaimana keadaan mu, mana yg Sakit? "tanya Davin memegang perut Diana khawatir..
"Dav, ini sangat sakit, Dav..aku tidak kuat "jawab Diana menangis menahan sakit yg luar biasa,
"Apa Tuan suami dari nyonya Diana? "tanya Suster kepada Davin..
"Iya Benar Sus,
"Baik, tolong segera tandatangani berkas ini, kami harus segera meng-operasi pasien, "Ujar Suster menyodorkan berkas yg harus di tandatangani oleh Davin.
.
.
.
Setelah menandatangani persetujuan operasi, Diana langsung di bawa keruangan Operasi, satu jam, dua jam, Davin menunggu di depan Ruang Operasi, Namun belum ada tanda-tanda Operasi selesai,
__ADS_1
"Nak Davin, Bagaimana keadaan Diana,Nak? "Tanya Ibu Mina setelah menghampiri Davin,
Davin yg cemas langsung memeluk Bu Mina, "Bu Diana sedang melakukan Operasi didalam, tadi Diana menangis bu kesakitan, "Ujar Davin yg tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya lagi, "Siapa yg memberi tahu Ibu jika Diana di rumah sakit? "tanya Davin setelah menyadari kedatangan mertuanya, Bahkan Davin tidak mengingat siapapun saat ini, yg ada di pikirannya hanya keselamatan Diana..
"Pak Asep yg memberitahu Ibu, Sudah jangan menangis, kita Doakan bersama agar Operasinya berjalan dengan lancar, Ibu dan Anak selamat,
Davin hanya mengangguk sebagai jawaban, tidak berselang lama dokter keluar dari ruangan Operasi, "Dokter bagaimana keadaan Istri dan anak saya? "tanya Davin setelah mendapati dokter yg mengoperasi Diana keluar,
"Operasinya lancar, Ibu dan anak sehat, jika Tuan ingin melihat Istri dan putra Tuan silahkan, dan untuk yg lain bisa melihatnya nanti saat pasien sudah di pindahkan ke ruang inap "jawab dokter
Tanpa menunggu lama, Davin langsung masuk kedalam, "Sayang...."Davin langsung menciumi seluruh wajah Diana ..
"Dav, lihat junior dia terlihat menggemaskan, "Ujar Diana tersenyum melihat kearah Suster yg sedang menggendong junior, rasa sakit lelah hilang bergantikan senyuman ketika melihat wajah putranya
"Nah ini Tuan, Nyonya. putra Tuan dan Nyonya, Putra anda begitu tampan, "Ujar Suster memberikan junior kepada Diana..
"Haii sayang...
"Haloo Putra tampan Papa, Wecome to the new World, "Ujar Davin membelai rambut junior..
.
.
Setelah di bersihkan. Diana pun di pindahkan keruang Inap Vip, "Nak bagaimana keaadaan mu? "tanya Bu Mina setelah masuk keruangan Diana,
"Ibu, Diana langsung menangis saat melihat ibunya, "Bu, maaf kan Dian jika selama ini selalu merepotkan ibu, membebani ibu, menyakiti ibu, maaf kan Diana Bu, Diana tidak tau jika melahirkan sesakit ini, Dian tidak tau jika melahirkan sesulit ini. maafkan Dian "Ujar Diana yg baru mengetahui perjuangan melahirkan itu sangat menyakitkan bahkan dirinya bertaruh nyawa saat akan melahirkan Junior..
"Sudah..Sudah. kamu tidak pernah merepotkan ibu, ataupun menyakiti ibu, kamu adalah putri kebanggaan ibu, kamu adalah karunia tuhan untuk ibu, sekarang kamu sudah tau perjuangan menjadi seorang ibu, maka belajarlah menjadi lebih dewasa lagi..
"Iya Yah, Dian sangat bahagia saat ini..
"Sekarang kamu istirahat, pasti kamu lelah setelah melewati mulas dan sakit, ayo baringkan tubuhmu dengan benar.."Ujar Pak Rasyid membenarkan cara tidur Diana..
"Ceklek
Suara pintu terbuka, "Dian.....selamat yaaaa, "teriak Rina yg sudah kembali ceria seperti biasa..
"Dian, bagaimana keadaanmu, "tanya Rita saat menghampiri Diana..
"Di selamat ya,...mana juniornya.."Timpal Fiola
"Makasih ya kalian sudah mau jengukin aku kesini, aku baik, junior di kamar Bayi, paling nanti pukul empat sore baru di antarkan kesini lagi.."Jawa Diana..
"Yasudah Di, aku mau lihat junior dulu ya, "Ujar Rita mengajak kedua sahabatnya untuk melihat Putra Diana dan Davin..
"Dav, aku sangat lapar, "Ujar Diana yg merasakan lapar, karna sewaktu Diana merasakan mulas dia belum memakan nasi, Diana hanya memakan Roti saat menemani Davin sarapan..
"Tunggu sebentar ya, aku tanya dokter dulu, apa yg harus kamu makan, dan tidak kamu makan, "jawab Davin, lalu Davin keluar dari ruangan Diana, dan setelah tiga puluh menit Davin kembali dengan menenteng sebuah paperback yg berisikan makanan..
"Aku belikan bubur untuk mu, sekarang kamu makan ya, "Ujar Davin mendudukan Diana dengan bersender di tumpukan bantal yg Davin tumpuk..
Setelah puas melihat junior tiga wanita heboh datang lagi keruangan Diana,
"Di, bagaimana bisa kamu memiliki putra setampan itu...
"Di, junior sangat menggemaskan..
__ADS_1
"Kamu tau Di, tadi junior tersenyum, dan aku memfotonya, lihat ini, dia benar-benar sangat menggemaskan..."Ucap tiga sahabatnya yg heboh.
"Hai kalian, jangan terlalu rame ini rumah sakit, Putra ku pasti tampan kamu tidak bisa melihat bibitnya begitu mempesona putra ku pasti akan tampan seperti Papanya, "puji Diana..
"Sekarang kau baru mengakui jika aku tampan, dulu saja kau bilang ingin junior mirip dengan bule, setelah melihat junior kau baru sadar jika suamimu lebih tampan dari bule..."Ujar Davin ikut berkomentar.
"Wow wow...kau masih mengingatnya, waktu itu aku hanya bercanda, mana mungkin aku menginginkan putra ku mirip dengan orang lain, kau yg membuatnya, dan aku yg melahirkan, masa keluarnya mirip bule, bisa-bisa seusai melahiran aku di kirim pada orang tua ku, olehmu..
"Hai selamat sore semuanya, "sapa Radit dan Vino yg baru sampai,
"Kenapa selalu bertemu dia dimana-mana, menyebalkan.."Grutu Rina saat melihat Radit tersenyum padanya..
"Hai Rina kamu disini juga, "Radit menyapa Rina yg disapa terlihat tersenyum kecut padanya, tanpa membalas sapaan..
Rita menyenggol tangan Rina, memberi kode agar menyapa Radit kembali , "Hei pangeran tampan sedang menyapamu, kenapa kau tidak membalas sapaannya, "Bisik Rita..
"Untuk apa? itu tidak penting dia menyapapun memiliki modus tersembunyi, pria seperti dia jangan di kasih kesempatan untuk berteman karna tujuannya bukan berteman tapi dia punya tujuan lain, "Rina kembali berbisik menjawab ucapan Rita..
"Berarti Dia adalah laki-laki yg normal, seharusnya kau bangga dengan itu, "Rita kembali berbisik..
"No..no...no..aku tidak tertarik pada pria, aku pun tidak berniat untuk dekat dengan pria..
"Apa maksud dengan perkataanmu, apa kau sekarang menjadi LESBY.."Ucap Rita terkejut dengan kata-kata. tidak tertarik pada pria..
Plakk..Rina memukul bahu Rita dengan tasnya, "Apa maksudmu, "Ucapnya keras hingga menjadi pusat perhatian semua orang yg berada diruang tersebut..
"Hehehe...Maaf ini ada kesalahan dari mulut berbisa Rita yg membuat saya kelepasan , "Ujar Rina tersenyum kikuk menyadari ucapannya tadi..
"Apa kalian sedang bergosip, "Tanya Diana tanpa rasa dosa..
Rita dan Rina beradu pandang, mendapat pertanyaan dari Diana, "Ya...Rita menggosipkan mu, Dia - "Ujar Rina santai
"Heiii apa-apaan kau ini, aku ti- "potong Rita.
"Kau berani membicarakanku di belakangku, ? "Tutur Diana menatap tajam pada Rita..
"Ishh...kau ini, mana ada aku berani bergosip atau membicarakan mu, aku akan menceritakan sesuatu padamu nanti, ini sangat penting, kau pasti akan terkejut dengan berita ini, "Ujar Rita tersenyum senang bisa menggoda sahabatnya..
"Kenapa kau melihat ku seperti itu, jika kau berani katakan saja.."tantang Rina..
"Hussttt kenapa jadi ribut seperti ini, sudah-sudah..kalian ini tidak dimana, tidak dimana selalu saja Ribut, sekarang ibu mau pamit dulu untuk pulang, kalian temani Diana, tapi jangan ribut "Sergah ibu Mina melerai keributan antar Rina Rita dan Diana..
"Nak, ibu pulang dulu ya, ibu mau periksa rumah dulu, tadi ibu meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan, setelah selesai dengan urusan di rumah ibu akan segera kembali kesini lagi "Bu Mina berpamitan untuk pulang terlebih dahulu, karna kepanikan tadi saat menerima telephone dari Pak Asep membuat Bu Mina meninggalkan rumah dalan keadaan berantakan..
"Hai Rina.."Radit kembali menyapa Rina,
"Dasar Laki-laki tidak tau diri, kenapa dia selalu menggangguku, .
"Tuan Radit, tempat disini begitu luas karna Tuan Davin menginginkan kenyamaanan untuk istrinya, apa Tuan Radit bisa sedikit menjauh, karna semakin anda mendekat kepada saya, itu akan semakin saya mendekat kepada Diana, dan akan membuat Diana tidak akan nyaman, "Ujar Rina ketus, Rina tidak nyaman dengan perhatian Radit belakangan ini, karna belakangan ini Radit selalu mengganggu Rina, bukan mengganggu untuk membuat Rina kesal, namun Radit datang untuk memberinya perhatian, Namun Rina yg membenci pria menganggapnya pengganggu, dan Rina tidak suka itu..
"Pffttt..
"Pffttt..
Davin dan Vino tertawa pelan saat Radit mendapat petuah dari Rina..
"Pelan-pelan saja tidak perlu terburu-buru. karna wanita suka dengan hal yg santai dan romantis bukan geresak grusuk.."Bisik Vino dengan senyuman mengejeknya..
__ADS_1