
Setelah kepergian Radit dan Vino dari kediamannya, Davin langsung memeluk Diana, "Maafkan aku, maaf karna telah membuatmu kesulitan, aku laki_laki yg tidak berperasaan, aku laki_laki yg tidak berguna , maaf kan aku.."Ucapnya sungguh_sungguh.
"Sudah Dav, aku sudah melupakan semua itu, bukan kah kau berjanji akan memulai semuanya dari awal lagi,? kita lupakan masalah dulu, kita mulai dari awal lagi..
Davin memeluk erat Diana, setelah mendengar kata_kata Diana..
"Dav..Aku susah untuk bernafas, "Diana memukul pelan dada Davin..
"Maaf Sayang..
"Aku ingin melihat keadaan Rita sebentar..kamu mau ikut?
"pergilah, aku masih ada pekerjaan..
"Ya Sudah aku ke kamar Rita dulu..
"Heemm..
"Tok_tok_tok...
Ceklek..
"Di...masuk, "Ujar Rita saat membuka pintu kamarnya..
"Bagaimana keadaanmu?
"Aku baik..Di, terimakasih ya kamu sudah mau mengurus dan memberi ku tumpangan, tapi aku harus pergi Di, aku tidak bisa lama_lama tinggal disini, aku tidak enak pada suami mu, lagian aku harus kerja..
"Rit, tapi kamu masih sakit, lihat tubuhmu saja masih banyak luka memar, pak Jimmy tidak menerima kariawan yg babak belur seperti ini, "Canda Diana.
"Pak jimmy, aku kedipin juga langsung luluh, kamu tidak usah khawatir, aku akan baik_baik saja, lagi pula Rina sekarang sudah mendapatkan kosan baru untuk aku dan dia, jadi ayah ku tidak akan tau..
"Tapi dia tau tempat kerjaan mu, Rit..
"Sudah..kamu tidak usah khawatir, aku bisa meghadapi dia..
"Apa menghadapi? Cih, bahkan kau babak belur di tangannya, kau bilang hadapi.?
"Itu karna aku tak melawan, aku masih menghargai dia sebagai ayah ku, tapi besok jika dia berani datang untuk menyakitiku lagi, aku akan keluarkan tenaga superku untuk menghadapinya.."
"Tapi aku takut Ritaaa..Aku khawatir padamu...
"Hey...kita di ciptakan bukan menjadi orang lemah, kau ingat bagaimana permasalahan yg datang silih berganti mengadapi kita,? kita bisa mengahadapinya, ini hanya orang tua, mana mungkin aku tidak dapat mengahadapinya,
"Kau terlalu sombong..
"He he he..ini bukan sombong tapi kenyataan kau ingat waktu kita bertiga di hadang pereman dulu? aku bahkan melumpuhkannya hanya dengan satu tendangan, hehe
"ha ha ha, Diana tertawa keras saat Rita mengingatkan pada peristiwa Rita menolong Diana, yg ingin di ganggu oleh pereman, "Iya, Iya aku ingat, kau membuatnya menangis hingga pereman itu kapok mengganggu ku lagi..
Davin dan Bobby yg mendengar Diana tertawa seketika beradu pandang..
"Bob. bukankah itu suara istriku? ada apa dengannya?
"Nona tertawa Tuan..
"Ish Aku tau, Tapi kenapa?
Bobby hanya menggeleng..
"Ish Kau tak berguna, "Ucap Davin kesal yg mendapat jawaban gelengan kepala dari Bobby..
"Tuan..Apa perlu saya mengecek keadaan Nona.
"Kita lihat bersama, aku khawatir terjadi sesuatu, Diana tidak pernah tertawa sekeras ini selama menikah dengan ku, "Ujar Davin bingung
"Ayo Tuan, "Ajak Bobby sigap..
"Ceklek..
Davin dan Bobby yg sudah masuk kedalam kamar Rita kembali beradu pandang heran, Davin mengayunkan dagunya bertanya bingung kepada Bobby..
Bobby hanya menggeleng kepala saat Davin mengisyaratkan pertanyaan pada dirinya..
Diana dan Rita terus tertawa bersama, tak menyadari kedatangan Davin dan Bobby. mereka terus tertawa hingga tak sengaja Rita melihat ada dua pasang mata melihat ke arah mereka...
__ADS_1
"Di..Rita seketika diam, dan memberi isyarat matanyanya kepada Diana,
"Diana yg melihat Rita memberi isyarat ikut diam dan melihat ke arah Davin yg terlihat bingung melihat ke arahnya..
"Dav kamu disini? ada apa? "Tanya Diana bingung..
"I,Itu kamu tidak apa_apakan? "
"Aku? kenapa denganku?
"Aishhh...Davin berjalan mendekati Diana, kau tertawa hingga terdengar ke ruang kerjaku, aku pikir kau kenapa_napa..
"Maaf, aku mengganggu konsentrasi bekerjamu .."
Bobby yg berada di daun pintu, memandang Rita, hingga yg di pandang menjadi salah tingkah,
"Khem, Rita berdehem mencairkan suasan hatinya yg tidak karuan saat melihat Bobby memandangnya..
"Maaf Tuan jika saya membuat anda terganggu, "Ucap Rita sungkan..
"Tidak masalah Nona Rita, saya hanya terkejut mendengar tawa Diana, saya tidak pernah mendengar sebelumnya..
"Tuan Davin, eum saya mau mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan Tuan selama ini, saya akan kembali ke kosan saya, saya sudah sehat, saya juga harus kembali berkerja, sekali lagi terimakasih atas bantuan Tuan,
"Tinggalah disini Nona Rita, Nona belum pulih sepenuhnya, jika anda kembali ke kosan anda .apa anda tidak takut ayah anda kembali menyakiti dan menjual anda kembali? "Ujar Davin..
"Terimakasih Tuan atas kepedulian anda.. saya akan menjaga diri saya darinya..Anda tidak perlu khawatir..
"Davin melihat ke arah istrinya yg diam saja, lalu menggenggam tangannya,
"Biarkan Rita pergi Dav, kita tidak bisa melarangnya, "Ujar Diana, yg sudah membicarakan periahal keputusan Rita untuk pergi dari rumahnya.
"Jika itu sudah keputusan Nona Rita, saya tidak bisa melarangnya,
"Terimakasih Tuan, saya akan berkemas
"Baik Nona, jika anda memerlukan bantuan anda bisa menghubungi saya, "
"Terimakasih Tuan, atas semua kebaikan yg Tuan beri untuk saya, "Ucap Rita sopan
"Terimakasih sebelumnya Tuan, tapi itu tidak perlu, saya akan kembali menggunaka taxi. "Tolak Rita Sopan
"Itu akan membuat istri saya cemas Nona, Diana akan marah terhadap saya, jika terjadi sesuatu kepada anda saat di perjalanan.
"Sudah jangan menolak, jika kau menolak di antar Bobby, aku akan menyuruh Pak Maman untuk..
"Saya akan mengantar Nona Rita, Nona Muda, Potong Bobby saat Diana Akan menyuruh Mang Maman yg akan mengantar Rita. "Ucap Bobby memotong ucapan Diana..
"Tuh Bobby akan mengantar mu, Diana mendekati Rita dan berbisik, semangatt meluluhkan hati Bobby, "Ujar Diana tersenyum
"Aku sudah menyerah.."Ucap Rita yg membuat Bobby dan Davin mengerutkan keningnya..
"Plak
"Aw sakit..kau menganiayaya ku."Ujar Rita pura_pura kesakitan
"Kau pantas mendapatkannya, belum apa_apa kau sudah menyerah, " Ujar Diana kesal
"Apa anda takut ayah anda kembali menyakiti anda , Nona? "Tanya Davin yg menyalah artikan obrolan istri dan sahatanya tersebut,
Diana dan Rita, sontak beradu pandang lalu tertawa bersama,
"Ha _ha _ha
"Bukan itu Davin, "Ucap Diana masih tertawa.
"Ck...dasar wanita, sungguh merepotkan "Ucap Davin lalu pergi meninggalkan Diana dan Rita,
Setelah kepergian Davin dan Bobby kedua sahabat itu kembali tertawa.."Ha_ha_ha
"Davin dan Bobby yg berada di ruang tamu hanya menggelengkan kepala, mendengar kedua wanita tersebut tertawa terus menerus..
Setelah selesai berkemas_kemas Rita pun berpamitan pada para asisten rumah tangga yg telah membantunya selama berada di kediaman Anggara. setelah selesai berpamita kepada asisten rumah tangga, Lalu Rita berpamitan pada Diana Dan Davin pemilik rumahnya..
"Di aku pamit ya, terimakasih untuk semua bantuan mu pada ku selama ini, aku tidak tau jika tidak ada kamu dan Tuan Davin, lalu Rita memeluk Diana, dan berbisik.. aku mungkin sudah menjadi pelayan pria hidung belang di luaran sana. "bisiknya
__ADS_1
"Husstt.. jangan berkata seperti itu..pria hidung belang di luar sana tidak akan mau pada wanita bar_bar sepertimu " Bisik Diana.
"Kau benar..."Jawabnya murung..
"Hey apa kau benar_benar ingin di belai pria hidung belang, "Ucap Diana keras, yg membuat Davin dan Bobby memandang ke arah Rita..
"Eh.. Rita kaget mendengar Diana berkata dengan keras..Tidak_tidak..kalian jangan mendengarkan ucapannya, "Ucap Rita saat melihat Davin dan Bobby melihat kearahnya..
"Ish.Mulut mu tidak ada remnya" Ucap Rita kesal..
"He _he _he.. Diana tertawa menggaruk kepalanya yg tak gatal, karna merasa bocor.
"Maaf.."Ucapnya
Setelah berpamitan Bobby mengantar Rita, hening tidak ada percakapan antar Bobby dan Rita, walau Bobby baru mengenal Rita namun Bobby tau betul sahabat dari Nona Mudanya tersebut, orang yg riang bukan wanita pendiam,
"Kemana saya akan mengantarkan anda Nona? "Tanya Bobby di tengah_tengah keheningan..
"Perempatan depan ambil kiri, dari situ tak jauh" Jawab Rita tanpa melihat Bobby..
"Apa Nona lapar? "Tanya Bobby.membuat Rita menoleh seketika pada Bobby..
"Apa Nona tidak keberatan jika kita mampir sebentar untuk makan? "Bobby kembali bertanya.
"Huh...
Rita membuang nafasnya pelan, "Tidak, saya tidak keberatan..
"Ish dasar laki_laki tidak konsiten, kemaren kau mengabaikan ku, sekarang kau baik_baik pada ku, kalau beginikan hati ku jadi kalah lagi, ahhh..jantung ku jangan lompat_lompat, bersahabatlah dengan raga mu, kita sama disakiti olehnya, jangan biarkan dia menggoyah kan kita lagi, berkerja samalah, batin Rita..
"Anda ingin makan apa Nona? "Tanya Bobby menyadarkan Rita dari lamunannya..
"Sa. saya..saya suka semua makanan."jawab Rita sekenanya..
"Baiklah..kita berhenti di restoran depan, "Ujar Bobby,
"Setelah sampai restoran, Bobby langsung memesan makanan yg di inginkannya.." Nona apa anda sudah ingin memesan makanannys? "Tanya Bobby yg melihat Rita hanya membalik_balikan menu di tangannya..
"Ah iya Tuan, saya pesan nasi goreng saja, "Jawab Rita..
Setelah pramusaji mencatat pesanan yg di minta oleh Bobby dan Rita, pramusaji pun pergi.
"Nona....maafkan saya jika saya menyinggung perasaan Nona waktu itu, "Ujar Bobby di tengah diamnya Rita..
Rita melihat ke arah Bobby..
Deg_Deg _Deg..
"Tuh kan_tuh kan..jantungku mendadak ingin keluar lagi, gumam Rita saat bertatapan dengan Bobby
"Lupakan itu Tuan, maafkan saya sudah lancang.."Ujar Rita di tengah ke gugupannya..
Keduanya diam kembali setelah percakapan singkat, tak lama pelayan datang mengantar pesanan mereka, "permisi Tuan Nona pesanan anda sudah siap.."Ujar pelayan sopan
"Terimakasih."Ucap Rita saat pelayan selesai meletakan makanan di atas meja mereka..Rita dan Bobby pun mulai menyantap makanan, setelah selesai mereka melanjutkan perjalananya..
"Terimakasih Tuan Bobby, "Ucap Rita setelah sampai di kosannya.
"Sama_sama Nona Rita."Jawab Bobby santai
Rita yg sudah membuka seatbelt hendak turun,namun kembali duduk tegak mengurungkannya nitanya.."Tuan untuk hutang saya waktu itu, beri saya waktu untuk melunasinya, "Ujar Rita mengingat kembali hutangnya pada Bobby..
"Anda tidak usah memikirkan itu Nona.."Jawab Bobby tenang...
"Terimakasih.."Ujar Rita lalu keluar dari mobil yg di kendarai Bobby, Bobby melihat Rita hingga masuk kedalama kosannya, setelah Rita tak terlihat lagi, Bobby pun pergi
.
.
.
.
.Aku kasih 2 chapter hari ini, kalian kasih aku semangat juga yg dengan kasih like komen dan vote...Selamat membaca
__ADS_1
.Bersambung....