
Setelah selesai makan malam Davin dan Diana masuk kedalam kamar,,
Davin yg merasa canggung,memulai percakapan untuk menghilangkan rasa canggungnya..
"Khem Davin menetralkan suaranya,, "Apa yg kau lakukan seharian di rumah? "Davin memulai percakapan tanpa melihat ke arah Diana,,
Diana yg tadi hanya diam,mendongkakan kepalanya mengarah ke Davin,," Saya hanya Tidur dan menonton televisi saja seharian tadi "Jawab Diana pelan.
"OH..,"Hanya satu kalimat yg Davin katakan..
"Tu, eh Davin eum " Diana ragu untuk bicara..
"Katakan, "Ucap Davin yg melihat Diana gugup tak kunjung bicara..
"Apakah saya boleh ke rumah Ibu besok? eum saya ingin memberi oleh-oleh yg kita beli sewaktu di Bali, "Ucap Diana Ragu _ragu..
"O ya. Aku melupakan oleh-oleh itu,, baiklah besok aku akan mengantar mu kesana,"Ucap Davin santai..
"Itu tidak perlu. saya akan pergi kesana sendiri, "jawab Diana cepat..
Davin mengerutkan dahinya.sambil melirik ke arahnya,, "kenapa, kamu tidak ingin aku mengantar mu? "Tanya Davin
"Tdak. bukan seperti itu saya hanya tidak ingin merepotkan Kamu saja,
saya akan pergi menggunakan taxi,
"Taxi?
"Kenapa?
"lantas untuk apa sopir jika kau pergi menggunakan taxi, selidik Davin,
untuk apa aku membayar sopir dan asisten di rumah ini jika tidak ada pungsinya, kamu masak sendiri, kamu keluar sendiri, untuk apa aku membayar mereka semua? jika kamu ingin melakukan semua sendiri,mulai besok akan ku memecat semua pekerja di sini, "Ucap Davin kesal terhadap Diana..
"A, apa? ja- jangan lakukan itu, kasihan mereka membutuhkan pekerjaan ini, "Jawab Diana ter bata-bata...
"Untuk apa? mereka tidak berguna, "Jawab Davin dingin..
"Saya akan pergi bersama sopir besok, saya juga tidak akan mengerjakan pekerjaan apa pun di rumah ini,tapi jangan pecat mereka kasihan mereka.."Ujar Diana memelas,
"Bagus..menurut lah.jadi istri penurut dan patuh,kamu akan terlihat lebih manis "Ucap Davin, namun tetapi untuk besok biar aku yg akan mengantarkan mu..
"Tapi Tu-
"Tidak ada tapi -tapian, dan tidak ada bantahan, "Ujar Davin memotong ucapan Diana tak ingin ada bantahan..
"Baiklah.."Jawab Diana pasrah.
.
.
.
Esok harinya Diana dan Davin berangkat ke rumah Ibu Mina, orang tua Diana"
Apa kamu tidak akan terlambat berangkat ke kantor ? "Tanya Diana,ini pertama kalinya Diana menyapa Davin dengan kata kamu,
"I m the Boss,. "Jawab Davin sombong..
"Ah ya ya ya anda bossnya, "gumam Diana
maaf saya lupa akan hal itu, "Ucap Diana sambil tersenyum masam..
__ADS_1
......**Kediaman Ibu Mina**......
Tak lama kendaran yg mereka tumpangi pun berhenti tepat di depan rumah Bu Mina..Diana langsung berhambur keluar dari kendaraannya tanpa menunggu Bobby membukakan pintu kendaraannya..
Davin hanya menarik nafas melihat Diana keluar,,
Diana langsung berlari masuk kedalam tanpa menunggu Davin..
"Ibu Dian pulang. "teriak Diana..
Bu Mina yg sedang berada di dapur langsung berlari menghampiri putrinya,,
"loh. kok kamu kesini gak bilang_bilang Nak? "Tanya Bu Mina heran.
"Kejutan dong Bu...apa Ibu sekarang tidak ingin melihat Dian lagi "dengan nada sedih Diana berucap,
"Bukan maksud Ibu seperti itu, ibu hanya bertanya, kenapa kamu kesini tidak memberi kabar? terus apa Tuan muda mengijinkan mu kesini? "tak sengaja Bu Mina melihat ke arah pintu melihat Davin sudah berdiri tegap disana,
"Tuan ada disini? mari masuk Tuan "ucap Bu Mina sopan..
Davin pun masuk, menghampiri mertuananya tak lama Davin mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan mertuanya tersebut..
Bu Mina kaget melihat Davin mengulurkan tangannya, dengan gelagapan Bu Mina membalas uluran tangan menantunya tersebut,,
"Astaga... ini benar Tuan Davin,? ya tuhan ini kali pertama aku berjabat tangan dengan Tuan Muda, Aku pikir ini tidak akan terjadi ternyata aku bisa berjabat tangan dengan Tuan Muda.."Batin Bu Mina
"Silahkan Tuan Muda duduk saya akan ambilkan minum sembentar."
"Tidak perlu Bu, kebetulan saya harus segera ke kantor, saya titip Diana disini hari ini, di rumah Diana bosan sendiri tidak ada teman,
"Bu Mina langsung melihat ke arah Diana, Diana yg mengerti keterkejutan Ibunya menganggukkan kepala, sebagai jawaban..
"Ah tentu saja Nak Davin, biarkan Diana disini pergi lah hati-hati di jalan.."ucap Bu Mina
Davin melangkah kaki hendak keluar, namun seketika berhenti, "Ah iya aku lupa.. sepulang aku dari kantor aku akan menjemput mu, jadi tunggu aku menjemput, bersenang-senang lah disini "ucap Davin, lalu pergi meninggalkan kediaman Bu Mina..
"Apa di jemput ?aku bukan anak kecil,kenapa harus di jemput segala sih,kenapa dia sekarang terlihat baik..Aku yakin dia merencanakan sesuatu, "gumam Diana yg belum bisa percaya sepenuhnya..
"Nak kamu tidak mengantarkan suami mu kedepan ? "Tanya Bu Mina sambil menepuk bahun Diana
"Ah iya Bu Dian lupa, Diana pun berlari melihat Davin kedepan..melihat Davin telah masuk kedalam mobil Diana pun hanya melihat mobil berjalan sampai tak terlihat lagi
Diana masuk kembali ke dalam rumahnya..
"Bu, Dian bawa oleh-oleh untuk Ibu, Ayah ,dan lina, lihat ini Bu, "Ucap Diana antusias memperlihatkan banyaknya oleh-oleh yg Diana bawa olehnya..
"Nak. ini banyak sekali, apa suami mu tidak marah kamu membelikan kami semua sebanyak ini? "Tanya Bu Mina tak enak.
Diana tersenyum,, "Tidak Bu malah ini semua yg membeli Tuan Davin sendiri.."Jawab Diana
"Apa hubungan mu baik Nak dengan Tuan Davin? "Selidik Bu Mina..
"Tentu saja Bu, kenapa Ibu mempertanyakan hal seperti itu?
"Ibu hanya Takut Tuan Davin tidak menerimamu, dan memperlakukan mu dengan buruk..
"Ibu ini bicara apa, Tuan Davin memperlakukan Dian dengan baik Bu, ternyata dia tak seburuk yg Dian pikirkan,,
dia baik dan perhatian, hanya saja dia masih terlihat dingin, "ucap Diana sambil tersenyum melihat ke arah bunya..
__ADS_1
"Ibu rasa kalau Tuan Muda Dingin itu memang karakternya Nak, karna selama ibu kerja bersama keluarga Anggara, Ibu tidak pernah melihat Tuan Muda tersenyum, "Ucap Bu Mina mengingat sifat Menantunya..
"Mungkin..
"O ya Bu, Ayah kemana? Diana sampai lupa sama Ayah he_ he _he."Diana tersenyum melihatkan giginya karna melupakan sang Ayah..
"Eum Ayah...Ayah sudah mulai bekerja lagi Nak, "Jawab Bu Mina takut -takut, karna Diana pasti akan marah jika tau Ayahnya sudah mulai bekerja lagi..
"Apa Bu, kerja? Bu Ayah kan masih sakit, kenapa Ibu membiarkan Ayah berkerja ? ,memang uang yg di berikan Ibu mertua Dian sudah habis? "Terlihat jelas kekhawatiran di wajah Diana, Diana merasa bersalah harus melihat Ayahnya bekerja di saat kondisinya belum begitu sembuh..
"Ibu sudah melarangnya, namun Ayah mu bersikeras tetap ingin bekerja, Ayah mu tidak ingin terlalu banyak merepotkan mertua mu, Ayah dan Ibu malu kepada Nyonya jasmine, Nyonya Jasmine sudah terlalu banyak membantu kita, Ibu dan Ayah malu jika harus menadah tangan terus menerus pada mertuamu...
"Tapi Bu, apa itu tidak akan membuat Ayah kembali sakit, ? Dian takut jika Ayah memaksa untuk bekerja Dian takut Ayah kembali sakit..
"Bu Mina tersenyum melihat putrinya mengkhwatirkan Ayahnya, Ayah mu sudah sembuh Nak, dia sudah kembali seperti dulu, kamu tidak perlu terlalu cemas, "Ujar Bu Mina menenangkan putrinya yg begitu mengkawatirkan keadaan Ayahnya..
"Syukur lah Bu jika memang Ayah sudah kembali sehat seperti dulu, Dian hanya khawathir dengan Ayah..
"Sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi ya..O ya, ayo Ibu ingin lihat oleh-oleh kamu bawa tadi, "Bu Mina mengalihkan topik pembicaraan agar Diana tak terlalu mencemaskan Ayahnya.
Diana dan Bu mina mengobrol tertawa sampai tak menyadari kedatangan pak Arsyid..
"Khem..Pantesan Ayah di cuekin ternyata ada tamu,.."Ucap Pak Rasyid saat telah mendekat pada Istri dan Putrinya..
Diana yg mendengar suara Ayahnya langsung menghambur memeluknya,, "Ayah sudah pulang, apa Ayah lelah? Ayah laper? Diana memberi pertanyaan beruntun pada sang Ayah.
Pak Rasyid tersenyum melihat putrinya yg tak pernah berubah selalu memberi perhatian yg berlebihan.. "Iya Ayah laper nih. Ibu masak apa hari ini? "Tanya Pak Rasyid..
"Astaga" Bu mina menepuk jidatnya,
"Maaf Yah, Ibu lupa memasak, ibu keasikan mengobrol jadi lupa untuk memasak, Tunggu sebentar ya, Ibu masakin buat Ayah sekarang, "Ujar Bu Mina, lalu pergi ke dapur..
Bu Mina pun memasak, tidak membutuhkan waktu yg lama menu sederhana yg di buat Bu Mina matang, Setelah menu di siapkan Bu Mina memanggil Suami dan putrinya untuk menyantap makan siang..
"Ayah, Dian, ayo masakannya sudah matang.."Teriak Bu Mina dari ruang makan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Berambung
.
.maaf masih banyak typo,
jangan lupa tinggalkan jejak nya ya.
__ADS_1
selamat membaca