
"Bu bukan kah, itu pelayan yg dulu pernah menumpah kan jus ke baju ku, jadi mereka sudah lama mempermainkan aku, kau lihat saja Vin, kau akan menyesal telah mempermainkan dan menolak ku, "Ucap Fiona pelan mencengkram setir kemudi nya,
Pukul tujuh pagi, Fiona sudah mengawasi perumahan elit yg di tempati oleh Davin, Fiona ingin mencari tau sosok wanita yg membuat Davin menolak nya, dan betapa terkejut nya Fiona, saat mendapatkan Davin mencium mesra, wanita yg dulu pernah menumpah kan jus kepada nya,
"Kau menolaku, demi wanita kampungan seperti dia, lihat saja Vin, aku akan membuat pelajaran untuk istri kampungan mu itu , gumam Fiona,
Setelah mengetahui, siapa wanita yg sudah mengisi hati Davin, Fiona pergi meninggalkan kawasan tersebut, untuk menyusun rencana nya,
.
.
.
.
.
.
..........Kediaman Tuan Felix.........
"Pah, apa rencana Papa untuk memberi pelajaran kepada Davin? "Tanya Fiona pada Sang papa, saat sampai di kediaman nya
"Kamu lihat saja nanti, Papa akan membuat di hancur, sehancur_hancur nya, Papa akan membuat dia menjadi seorang pecundang yg tidak memiliki apa_apa dan akan membuat dia tidak ingin hidup lagi, karna merasa hina pada diri nya sendiri.
"Apa yg akan Papa lakukan,? Aku tidak ingin Papa menyakitin Davin, Papa boleh memberi dia pelajaran, tapi tidak menyakiti nya, jika itu terjadi aku tidak akan memaaf kan Papa, "protes Fiona.
"Apa yg kamu lakukan Sayang, buka mata mu, Davin sudah menghancurkan keluarga kita, lihat sekarang, perusahaan yg Papa bangun dari Nol, sekarang telah di hancur kan oleh nya, Apa yg kamu harap kan dari laki_laki seperti dia?
"Aku mencintai nya, pah. aku ingin memiliki nya, aku memang marah pada nya, tapi aku tidak ingin dia terluka, ingat jangan pernah papah menyakiti nya, papa hanya boleh memberinya pelajaran, tapi tidak boleh menyakiti fisik nya, "Ancam Fiona pada sang papa
Tap_tap_tap
Suara langkah kaki menghentikan obrolan antara Tuan Felix dan Fiona,
"Sayang kamu pulang, "Sapa sang papa
Fiola hanya melirik pada sang papa, tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan nya.
"Huh, kau sangat sombong, mana janji mu untuk mengembalikan Asset yg sudah Davin ambil dari keluarga kita, waktu itu kau bicara dengan penuh kesombongan akan mengembalikan semua nya, tapi mana kau tak bisa melakukan apa_apa, kau tetap lah Fiola yg tak bisa melakukan apa_apa, kau hanya anak manja yg selalu merengek meminta, "Ujar Fiona merasa paling pintar
Fiola tersenyum masam, mendengar ucapan sang kakak, dulu Fiola sangat menghormati kakak nya, semenjak mengenal Davin, dan memperebutkan Davin, Fiola baru menyadari bahwa kakak nya tidaklah menyayangi nya, Fiona sang kakak hanya memanfaatkan diri nya untuk menggapai semua keinginan nya..
Fiola tetap tak menjawab semua yg di ucapkan sang kakak, Fiola memilih pergi meninggalkan Papa dan kakak nya,
"Sayang, minta maaf lah pada adik mu, dia tidak sepenuh nya salah dalam hal ini, "Tuan Felix memberi saran pada Fiona,
"Papa nyuruh aku minta maaf, Kesalahan apa yg ku perbuat pada wanita bodoh itu,? dia itu bodoh pah, dia tidak tau, apa_apa, namun dia sok_sokan, sok pintar, "Ujar nya kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
. .........Caffe..........
"Terima kasih Tuan, semoga kerja sama kali ini menguntugkan untuk kita, "Ujar klien yg baru saja mengadakan rapat dengan Davin..
"Pasti Tuan, saya tidak akan mengecewakan anda, "Jawab Davin..
"Bob, kita ke pusat, kita pantau pembangunan disana, aku tidak ingin ada kesalahan walau hanya sedikit,
"Baik Tuan..
.
.
.
.
.
. ...........Kota pusat...........
Setelah sampai di pusat kota XX, Davin melihat_lihat pembangunan yg sudah hampir mencapai 80% ,
"Ok ini sudah bagus, aku puas dengan kinerja kalian, " Ucap Davin puas.
Tanpa Davin sadari ada pasang mata yg terus mengintai nya,
"Tuan Awass, Bobby mendorong Davin hingga tersungkur, dan membuat kepala nya terbentur ke lantai, dan membuat terluka hingga mengeluar kan darah,
"Aww..Davin memegang kepala nya yg terasa pusing, dan mengeluarkan darah.
"Bob, Davin menghampiri Bobby yg sudah tak sadarkan diri, karna tertiban matrial dari atas yg membuat kepala dan bahunya mengeluarkan banyak darah,
"Ayo bantu saya angkat ke mobil, "Ujar Davin cemas
__ADS_1
"Tuan, Sepertinya ada yg sengaja ingin melukai anda, "Ujar salah satu pekerja, yg tak sengaja melihat sesorang berlari mencuriga kan.
"Sial, ada yg berani bermain_main dengan ku,
Davin langsung merogoh saku nya, untuk mengambil benda pipih milik nya,
"Halo..Jod berangkat ke jakarta sekarang, ada tugas penting untuk mu, Davin bicara pada seseorang di sebrang sana setelah sambungan nya terhubung.
" Baik Tuan, Maaf Tuan, Apa Bobby tidak bisa menyelesaikan tugas nya dengan baik, "Tanya seseorang di sebrang sana.
"Tidak, Bobby saat ini sedang terluka karna menyelamatkan ku. datanglah cepat, " Perintah Davin, lalu menutup sambungan nya
.
.
.
.
.
...............Rumah Sakit..........
"Dok tolong, sahabat saya, dia terluka parah "Teriak Davin panik saat sampai di rumah sakit,
.
.
.
.
.
.
.
.............Kediaman Anggara..........
"Praanggg
Suara gelas yg tak sengaja terjatuh oleh Diana, "Astaga, Diana memegang dada nya kaget, ada perasaan gelisah saat gelas tersebut jatuh dan pecah..
"Tidak ini hanya kaget saja, tapi ada apa dengan ku,? kenapa aku merasa gelisah, gumam nya,
.
.
.
.
.
"Bagaimana dok keadaan nya? "Tanya Davin setelah Dokter yg menangani Bobby keluar dari ruangan pemeriksaan,
" Luka pasien cukup parah, bahu sebelah kiri mengalami patah, dan di bagian kepala mengalami luka yg serius, saya harus melakukan Oprasi untuk nya sekarang juga, saya juga membutuhkan tanda tangan untuk persetujuan dari pihak keluarga pasien.apa keluarga pasien ada?
"Saya yg akan bertanggung jawab, pasien sudah tidak memiliki siapa_siap lagi, hanya saya yg selalu bersama nya,
"Baik, jika begitu anda bisa tandatangani berkas ini, Dokter menyodorkan kertas yg berisikan pernyataan, Davin pun langsung menandatangani berkas tersebut, agar segera melakukan tindakan untuk Bobby,
.
.
Davin merogoh hanphone nya kali ini Davin akan menghubungi istri nya.
Tuutt_tuutt_tuutt
Tak butuh lama sabungan tersambung,
"Halo Dav, kamu baik_baik saja kan, saut Diana di sebrang sana, dengan beberapa pertanyaan, terdengar jelas bahwa Diana sedang khawatir.
Davin mengerut kan kening nya, saat mendengar suara istri nya meng khawatir kan dirinya, karna Davin belum memberi kabar tentang diri nya saat ini, pada Diana.
"Sayang kamu mengetahui sesuatu? "Tanya Davin, saat Diana memberi kesempatan Davin untuk menjawab,
"Apa maksud kamu Dav? Dav dari tadi perasaan ku tak tenang, tadi juga aku menjatuh kan gelas tidak sengaja hingga pecah, kamu baik_baik saja kan Dav, "Tanya Diana masih khawatir,
Davin tersenyum, saat mendengar alasan Diana mencemaskan nya, Davin begitu bahagia, saat istrinya bisa merasakan, saat dirinya dalam keadaan tidak baik,
"Sayang, aku baik_baik saja, hanya saja Bobby sedang terluka, tadi di proyek ada kecelakaan, yg membuat Bobby terluka,
"Apa Kamu sekarang di rumah sakit Dav?
"Iya aku sedang menemani Bobby,
"Aku kesana sekarang, kirimkan alamat rumah sakit nya, "Ucap Diana,
"Sayang tidak perlu, kamu istirahat saja, kamu juga belum pulih sepenuh nya, kamu diam di rumah ya, istirahat,
"Tidak, aku akan menyusul mu kesitu, berikan aku alamat nya, " Ucap nya keukeh.
"Ya sudah, kamu hati_hati ya, O ya sayang bawakan aku pakaian ganti, baju ku kotor, aku tutup ya telphone nya,
Sesampai nya di rumah sakit, Diana langsung mengedar kan pandangan nya mencari sosok lelaki yg membuat nya gelisah.
__ADS_1
"Sayang, panggil Davin setelah melihat keberadaan istri nya,
"Davin, Ya tuhan, kau terluka, "Tanya Diana kaget melihat perban yg berbalut di kepalanya,
"Sayang tenang. aku tidak apa_apa, ini hanya sedikit terluka, kamu tenang, Ok.
"Bagaimana aku bisa tenang, kau terluka Dav, "Ucap nya Khawatir. sudah berkaca_kaca
"Sekarang ganti pakaian mu, Ayo aku bantu, "Diana menarik Davin agar mengikutinya, untuk mencari toilet, agar bisa mengganti pakaian nya,
Sesampai nya di dalam Toilet
"Sayang jangan nakal ini rumah sakit, "Ujar Davin menggoda Diana, saat Diana membantu membuka kan kemeja yg di gunakan oleh Davin.
"Issh, Diana mencubit perut Davin.
"Aw, sakit Sayang, kamu tidak lah kasihan pada ku, aku ini sedang sakit, tapi kau malah menambah kan nya, "Davin memelas kan wajah nya.
"Kau memang pantas mendapatkan nya, "Namun tangan nya sibuk memakaikan pakaian untuk Davin.
Davin tersenyum melihat istri nya bicara tak henti_henti, Davin senang melihat istri meracu seperti itu, itu bentuk peduli Diana pada dirinya.
"Cup
Davin mencium bibir Diana yg sedang mengoceh, mengomeli nya,
Diana Diam seketika saat mendapat ciuman dari Davin,
"Dav, Apa yg kau lakukan, ini tempat umum, jika ada yg melihat bagaimana? "Ucap Diana panik takut ada yg melihat,
Davin langsung meraup wajah Diana gemes, saat melihat kepanikan di wajah nya,
Davin tersenyum, "Sayang jika memang benar ada yg melihat kita, aku akan berbangga diri mengenalkan pada mereka bahwa dirimu adalah istri ku, "Ujar nya gemes mencubit kedua pipi Diana,
.
.
.
.
.
.
.
.
Di tempat lain..
"Bodoh, kenapa kau bisa sampai gagal, aku sudah membayar mu dengan sangat mahal, hanya melakukan pekerjaan seperti itu saja kau gagal, kau benar_benar bodoh, "Ucap nya marah,
"Maaf kan saya Tuan, saya janji tidak akan membuat anda kecewa lagi, saya janji akan membuat dia segera menemui ajal nya, "Ucap seseorang meyakinkan Tuan nya.
"Pergi untuk beberapa waktu, menjauh lah dari kota ini, karna saya yakin Davin akan mencari mu,
"Baik Tuan..
.
.
.
.
.
........Paris........
"Bereskan si berengsek itu, beri dia pelajaran, dia sudah berani menyentuh putra ku, "Ujar Tuan Gunawan marah, saat menerima kabar dari orang suruhan nya,
"Baik Tuan, "Jawab seseorang di sebrang sana.
"Pah, Ada apa? "Tanya nyonya Jasmine yg melihat raut wajah dingin suami nya,
"Tidak ada apa_apa, hanya masalah kantor, tidur lah ini sudah sangat larut, "Ucap Tuan Gunawan, menyuruh istri nya untuk istrahat, karana waktu Paris menunjukan pukul 00:24
Nyonya Jasmine pun mengikuti apa yg di katakan suami nya, ....
.
.
.
.
.
.
. Bersambung..
Dirgahayu Rebublik indonesia merdeka, 75 tahun indonesia maju, Semoga kesejateraan dan kedamaian selalu menyertai masyarakat indonesia,
Walau pun tahun ini tidak bisa mengadakan lomba, tetap semangat ya di rumah aja, kalau mau bikin lomba, bikin di dalam rumah aja ya untuk sekeluarga aja, soalnya bingung kalau mau ngadain lomba makan kerupuk di luar harus pakai masker, di tutupin masker ntar gak abis_abis tuh kerupuk
__ADS_1
.................**MERDEKA**..................