
"Kau berani mengusir dan menolak ku, Kau lihat saja nanti, kau akan membayar penghinaan ini, aku pasti kan itu,
Wanita tersebut mengumpat sepanjang jalan menuju lift, Fiona merasa Davin sudah menghinanya dengan menolak ajakannya,
.
.
.
.
.
.
.
.
"Pah..."Panggil Fiona, Setelah sampai kantor sang Ayah, Fiona mengadu pada Tuan Felix..
"Sayang ada apa kau kesini? tumben sekali, "tanya sang Ayah, melihat putri sulungnya mengunjungi kantornya.
"Pah..Aku ingin Davin, Aku ingin Davin datang merengek memintaku, menjadikan ku istrinya, buat dia, berada di posisi terendah, hingga dia, merengek meminta bantuan papah, "ujar Fiona yg ingin memiliki Davin dengan cara apa pun.
"Ada apa dengan mu sayang? bukan kah kau sudah sepakat dengan Fiola, akan membuat Davin jatuh cinta pada salah satu dari kalian?
"Aku tidak mau, pah. pokoknya aku mau, Davin memilih aku, Dia sudah mengihna ku, dengan menolak dan mengusir ku dari kantornya, "adunya pada sang Ayah..
"Tidak mungkin Davin melakukan itu, Papa tahu, jika Davin buka orang seperti itu, Dia adalah orang yg selalu memberi kepuasan pada Kliennya, Davin tidak akan melakukan itu terhadap mu,
"Apa Papa tidak percaya lagi pada ku? Aku ini putri Papa, putri Papa sedang di hina olehnya, namum papah malah membelanya, Apa Papa sudah tidak sayang lagi sama aku Hah, "bentaknya keras pada sang Ayah..
"Sayang tenangkan dirimu, Ok..Nanti papah akan bicarakan ini dengan Davin, kita memiliki kerjasama yg menguntungkan untuk kita, jika Davin menolak mu, kita akan gunakan itu, untuk membuat Davin menerima mu, Papa akan segera mendatangi Davin untuk membicarakan masalah ini, sekarang kamu pulang istirahatlah, "ujar sang ayah menyuruh putri sulungnya pulang karena tak ingin ada kekacawan di kantornya, sebab putri sulungnya tersebut, mempunyai sifat yg keras.
.
.
.
.
.
.
.
Drrtt_drrtt_drrtt..
Suara getaran Hanphone milik Davin, mengalihkan pandangannya, dari orang_orang yg sedang melakukan meeting bersamanya, Davin mengacuhkan panggilan tersebut, memilih fokus pada meetingnya,
Setelah Meeting selesai Davin, melihat benda pipihnya, 17 panggilan tak terjawab dari Tuan Felix.
"Cek..Wanita itu pasti telah mengadu, "grutu Davin
Davin pun mengubungi kembali Tuan Felix,
Tut_tut.. Tidak membutuh kan waktu lama, orang di seberang sana menerima panggilan nya..
"Halo Tuan Felix, Apa kabar? sapa Davin..
"Kabar baik, Tuan Davin, Apa anda begitu sibuk hingga menolak panggilan saya, "tanya Tuan Felix di sebrang sana,
"Maaf kan Saya Tuan, kebetulan tadi saya sedang mengadakan meeting, bersama klien saya, "jawab Davin,
"Maaf jika memang saya mengganggu, saya ingin bertemu dengan anda, apa anda ada waktu? "tanya Tuan Felix..
"Baik Tuan Felix, Dimana saya bisa menemui anda? ..
"Kita bertemu di caffe xx, Saya akan sampai 20 menit lagi,
"Baik Tuan, saya akan menemui anda disana, lalu panggilan pun terputus..
"Huh, sudah ku duga, Wanita itu akan melakukan ini,
__ADS_1
"Ada masalah Tuan,? "Tanya Bobby melihat raut wajah Tuannya yg terlihat menahan marah,
"Wanita sialan itu, sudah mengadu pada Tuan Felix, lakukan sesuatu, jika mereka melakukan hal yg kau takut kan kemaren."ujar Davin lalu pergi,
"Kenapa seakan_akan aku pemilik perusahaan yg takut akan ke rugian, aku hanya takut, Tuan rugi, dengan memutus kerja sama dengan FF Group, jika anda tidak masalah dengan kerugian tersebut, saya dengan senang hati memutus kerja sama dengan FF Group yg menyusah kan itu, "grutu Bobby..
"Selain bekerja dan mengumpat, kau juga ternyata suka menggertu juga, "ucap Davin menagetkan Bobby,
"Eh Tu.tuan.."ucap Bobby gelagapan
"Kita temui Tuan Felix, Di Caffe xx. "ujar Davin lalu melanjutkan langkahnya menuju kendaraan yg akan mengantarnya menemui Tuan Felix,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Maaf Tuan Davin, saya terlambat, jalanan begitu padat hingga membuat saya terjebak kemacetan, "ucap Tuan Felix memberitahukan keterlambatannya datang..
"Tidak masalah Tuan Felix.."jawab Davin santai,
"Tuan Felix, sebelumnya Saya minta maaf, jika saya boleh tau, ada kepentingan apa yg membuat tuan Felix, ingin bertemu dengan saya, di tengah_tengah waktu anda yg sangat padat, "tanya Davin memulai obrolanya dengan Felix.
"Untuk membicarakan masalah putri sulung saya, "jawab Tuan Felix tanpa ragu,
"Maksud Tuan Apa? "Davin bertanya seolah_olah tidak tau maksud Tuan Felix.
"Fiola adalah putri sulung saya, "saya sangat menyayanginya, dan apapaun yg dia inginkan akan saya berikan, to the poin saja, saya ingin Tuan Davin menikah dengan putri sulung saya Fiona, karena Fiona menyukai anda semenjak pertama bertemu dengan anda Tuan Davin, "jelas Tuan Felix tanpa ragu,
"Maafkan saya sebelumnya Tuan Felix, bagaimana mungkin saya menikahi putri anda, sedangkan saya telah menikah, saya sudah memiliki istri, tidak mungkin saya menikah lagi.."jawab Davin mengagetkan Tuan Felix
"Apa, menikah? anda sudah menikah? kenapa saya tidak mengetahuinya?
"Maaf Tuan Felix, itu karna keluarga saya tidak mengundang media, karena keluarga saya tidak ingin, mengekpose kegiatan_gitan pribadi kami, "Jelas Davin tenang,
Namun tidak dengan Tuan Felix yg merasa geram, Dia tidak ingin putrinya terluka karna mendapat penolakan,
"Tuan Davin anda tahu betul sekarang kita sedang melakukan kerja sama, dengan keuntungan yg besar, dan anda tau betul jika saya memutus kerja sama kita, maka anda akan mendapat kerugian yg cukup besar bukan, jika anda masih ingin melangsungkan kerja sama kita, maka tinggalkan istri anda, dan menikahlah dengan putri saya, "ujarnya, lalu pergi meninggalkan Davin,
"Apa jika posisi anda, ada di posisi saya, anda pun akan melakuanhal sama, Tuan Felix,? "ujar Davin memberhentikan langkah Tuan Felix..
Tuan Felix berbalik, menghampiri Davin kembali, " Saya akan melakukan apa pun untuk ke bahagian putri saya, walau pun, harus menghancurkan anda, "jawabnya angkuh,
Davin tersenyum mendengar ucapan Tuan Felix, "anda terlalau, berambisi Tuan, demi membahagiakan putri anda, anda harus menghancurkan kehidupan orang lain? Apa putri anda akan bahagia dengan yg anda lakukan , "ujar Davin sesantai mungkin saat bicara,
"Dengar baik_baik, jika anda menyakiti putri saya, maka anda harus menerima akibatnya, "tunjuk Tuan Felix,
"Apa yg Tuan Felix katakan, bahkan saya tidak melakukan apa_apa, Saya hanya mengatakan jika saya memiliki istri, tidak mungkin saya akan menikahi putri anda, dengan status saya sebagai suami orang lain, "ujarnya, yg masih menahan emosi,
"Maka ceraikan istri anda, lalu menikah dengan putri ku, Fiona, maka perusahan mu akan aman, "ancam Tuan Felix lalu pergi meninggalkan Davin Dan Bobby..
"Tuan, kita harus membuat strategi untuk membuat Tuan Felix mengurung kan niatnya memutus kerjasamanya, dengan Anggara Group. " ujar Bobby mulai berpikir untuk mencari ide_ide yg bisa membuat Tuan Felix merubah keinginannya,
"Biarkan saja, Aku tidak peduli dengan itu, yg aku ingin saat ini tidak berhubungan dengan FF group, kita akan memutus kerja sama dengan FF Group, tapi masih dengan keuntungan yg kita telah sepakati dulu, "ujarnya dingin..
"Bagaimana bisa? ish Tuan kau selalu membuat teka teki, "gumam Bobby lalu berjalan mengekori Tuannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.Anggara Group
"Jika mereka akan menggunakan cara licik, aku pun sama, akan melakukan hal yg sama, "ujar Davin kepada asistennya setelah sampai di kantor.
"Apa yg Tuan akan lakukan? "tanya Bobby yg masih bertanya_tanya.
"Temukan aku dengan Fiola, Adik dari Fiona, jangan membuatnya curiga tentang apa pun, Aku akan, membuat mereka yg bergantung pada ku, melalui wanita itu,
Bobby menyeritkan keningnya tak mengerti,
"Tugas Mu hanya mempertemukan aku dengan Fiola, secara tidak sengaja, tidak usah banyak berfikir,
"Baik Tuan, "Bobby pun menjawab dengan, masih bertanya_tanya, apa yg akan di lakukan oleh Tuannya tersebut
.Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore Davin pun, memutuskan untuk pulang, menemui istrinya, yg masih berada di rumah sakit,
.
.
.
.
.
Setelah sampai di ambang pintu Davin langsung menyapa sang istri.
"Hai sayang, bagaimana keadaan mu sekarang,? apa sudah lebih baik dari tadi pagi, "tanyanya lalu mencium kening sang istri.
"Aku jauh lebih baik sekaran, bagaimana pekerjaan mu apa semua lancar? "tanya balik Diana..
"Semuanya lancar, "jawab Davin.. lalu Davin beralih menyapa mertuanya. "Bu maaf sudah membuat Ibu lelah dengan menunggu Diana seharian disini, "ujarnya tak enak..
"Kamu itu bicara apa Nak, Diana putri Ibu, tidak Ada kata lelah, untuk seorang ibu menjaga anaknya, "jawab Bu Mina
"Apa kalian sudah makan? "Davin bertanya
"Sudah Dav..Ibu tadi pagi membawa makanan dari rumah, aku memakan masakan Ibu,
"Baguslah jika sudah makan, jangan melewatkan makan mu, jika itu terjadi aku tidak akan memaafkan mu lagi, "ancamnya lalu membelai rambut Diana,
"Ceklek
Suara pintu terbuka, membuat semua mengalihkan pandangannya ke arah pintu yg terbuka,
"Halo putri Ayah, Bagaimana keadaan mu? "tanya Pak Rasyid saat masuk kedalam ruangan Diana,
"Ayah sudah pulang kerja, Ayah pasti lelah pulang kerja langsung kesini, "ujar Diana merasa kasihan pada sang ayah.
"Ayah tidak pernah lelah jika harus bertemu putri Ayah yg cantik ini. "jawab Pak Rasyid tersenyum,
"Ayah bawakan brownies kesukaan mu, "Pak Rasyid mengangkat pelastik yg di pegangnya,
"Wah Dian sudah lama tidak memakan brownies itu, Dian mau..Dian mau "pintanya seperti anak kecil.
"Sini Ibu siapkan untuk mu.."Bu mina pun menyiapkan untuk putrinya tersebut.
Davin hanya tersenyum melihat kepribadian Diana yg tak pernah Davin lihat sebelumnya, sepengetahuan Davin, Diana adalah gadis yg pekerja keras dan dewasa, ternyata berbanding balik saat bersama keluarganya, Diana begitu manja.
.
.
.
.
.
.
.Bersambung.
__ADS_1