
Jam menunjukan tepat pukul lima sore,, Davin yg sudah berjanji akan menjemput Diana pun telah tiba di pekarangan rumah Bu Mina.,
"Nak itu pasti suara mobil suami mu. "Bu Mina, memberi tahu Diana yg sedang asik mengobrol dengan Ayah dan adiknya..
"Iya Bu, Dian lihat dulu Bu ke depan,
"Diana pun keluar sudah menemukan suaminya yg berada di ambang pintu,, "Kamu sudah kembali..
"Hemm. "Jawab Davin dengan gumaman.
Pak Rasyid dan lina langsung berdiri setelah melihat Davin masuk, berjalan ke arah mereka
"Tuan muda Davin, sudah sampai, mari silahkan duduk, "Pak Rasyid mempersilahkan Davin untuk duduk, sementara Bobby di luar menunggu Tuannya,,
Tak lama Bu Mina membawa minuman untuk Davin, "Silahkan Nak Davin di minum tehnya,
"Terima kasih Bu, "Jawab Davin
Bu Mina juga tak lupa memberi minum pada Bobby, dan menyuruhnya masuk untuk bergabung, namun Bobby menolak secara halus ajakan Bu Mina,
"Baiklah Nak Bobby, saya masuk dulu, "ucap Bu Mina,
"Silahkan Nyonya, "jawab Bobby sopan
Di Ruang keluarga Davin berusaha untuk mengobrol, dengan mertuanya, walau pun ini kali pertama untuk Davin, sebisa mungkin Davin santai..
Pak Rasyid begitu bahagia melihat menantunya bisa mengobrol dengannya, pak Rasyid tidak menyangka dibalik dinginnya Davin,ternyata mempunyai seribu kebaikan yg tidak pernah di perlihatkan, Davin bicara sopan,tidak memperlihatkan kesombongan atau kekuasan di depan mertuanya tersebut,
"Ya tuhan..Ampuni aku yg telah perpikiran buruk terhadap menantu ku, aku hanya takut jika putri ku menikah dengannya akan menderita,ternyata aku salah tuhan,dia laki-laki yg baik,sangat baik,limpahkan semua kebaikan mu, pada putri dan menantuku, "gumam pak Rasyid,,
Davin yg melihat Diana tertawa lepas bersama Lina,sedikit menyunggingkan senyumnya,
"Kenapa aku baru menyadari, jika dia begitu manis saat tersenyum,,beberapa hari di rumah ku,aku tidak pernah melihatnya tersenyum seperti itu,,apa dia tersiksa tinggal di rumah ku, ? "gumam Davin...
Pak Rasyid yg menyadari,Davin tersenyum ke arah Diana, ikut tersenyum,
"Ekhm..Tuan muda, jika Tuan muda tidak keberatan tinggalah disini sampai makan malam, Apa Tuan sibuk malam ini? "Tanya Pak Rasyid..
"Tidak Yah, Saya tidak sibuk,, saya akan makan malam disini, "Jawab Davin menerima tawaran Sang mertua.
Diana yg mendengar ucapan Davin langsung melihat ke arahnya "Apa kamu tidak keberatan makan malam disini? "Tanya Diana menyakinkan ucapan Davin.
"Tentu tidak, kenapa aku harus keberatan, "jawabnya santai.
"Ya Sudah, sana ajak suami mu istirahat Nak.Tuan muda pasti lelah seharian bekerja,, "ucap pak Rasyid,
"Baik Yah
"Mari ikut saya. "Ajak Diana kepada Davin
Sebelum melangkah, Davin melihat ke arah Pak Rasyid.
"Yah, Ayah bisa panggil saya Davin, Saya menantu Ayah, anggap saya sebagai anak Ayah, jangan panggil saya seperti itu,,
karna saya merasa asing jika Ayah memanggil saya dengan sebutan Tuan, "Pinta Davin,
Pak Rasyid diam sesaat, lalu tersenyum "Terima kasih Nak, kamu sudah mau menerima kami sebagai keluarga, pergilah istirahat pasti kamu lelah seharian bekerja,
"Baiklah Yah, "jawab Davin..
Davin pun mengikuti Diana hingga ke kamarnya ini kali pertama Davin masuk kedalam kamar Diana,
"Maaf Jika kamu tak nyaman di kamar ini, "Ucap Diana takut Davin tak nyaman berada di kamarnya, kamar milik Diana memang besar namun tak sebesar kamar milik Davin, yg luasnya tiga kali lipat dari kamar Diana.
"Tidak masalah, ini sudah cukup nyaman. "Jawab Davin..
__ADS_1
"Mau mandi, "Tanya Diana.
"Tidak.. nanti saja di rumah, lagipula aku tidak membawa baju ganti.." Jawab Davin.
"Baiklah, kamu istirahat saja dulu,, saya akan menyiapkan untuk makan malam, "ucap Diana sambil berlalu meninggalkan Davin,
Di dapur Diana Dan Bu mina memasak sambil mengobrol,Diana juga membicarakan perihal Nyonya Jasmine yg memilih untuk tinggal di paris,
Setelah selesai memasak Diana naik ke atas untuk membangunkan Davin,, karna sudah waktunya untuk makan malam, "Dav.. Davin" bangun,Diana menepuk bahu Davin pelan untuk membangunkan Davin,
Davin pun mengeliat,dan membuka matanya, saat membuka matanya yg pertama di liahat adalah istrinya Davin tersenyum ke arah..
"Ada apa dengannya,, dia tersenyum, ini pertama kalinya aku melihat dia tersenyum pada ku,ternyata dia bisa tersenyum juga, "batin Diana
"Eumm, ini sudah waktunya makan malam bangun lah,mari kita makan dulu.."Ucap Diana.
"Baik, aku cuci muka dulu. " ucap Davin,
Tak lama mereka pun turun menyusul keluarga Diana ke ruang makan, "Maaf sudah membuat kalian menunggu, Davin tak enak melihat mertuanya menunggu dirinya,
"Tidak masalah Nak, Ayo duduk lah, "Bu Mina mempersilahkan Davin untuk duduk bergabung dengan mereka.
"Ayo mari duduk disini Nak, timpal Pak Rasyid.
Bobby sang asisten, yg di ajak untuk bergabung untuk makan malam bersama menolak dengan sopan, Bobby beralasan belum lapar, Bobby hanya menunggu di depan kemudi sampai Tuannya selesai.
Setelah selesai, makan malam dan mengobrol,Davin dan Diana undur diri untuk pulang,
"Ayah,Ibu,Dian pulang ya,sambil memeluk ibunya, Dek "Diana memanggil adiknya lina,
"Iya kak, Ada apa? "Jawab Lina
"Jangan menyusahkan Ayah sama Ibu ya, jaga Ayah sama Ibu,sekolahnya yg rajin, jangan nakal, "Diana menasehati adiknya.
"Apa kaka, sedang mengejeku,? sejak kapan aku nakal?aku ini anak yg ber prestasi, jadi kaka tenang saja "ujar Lina sombong,
Davin yg ada Di sebelah Diana menimpali ucapan Diana,, "Belajarlah dengan rajin jika kamu berhasil dengan nilai bagus kak Davin akan kasih kamu Hadiah, apa pun yg kamu mau "timpal Davin..
"Wahhh. benarkah itu kaka ipar,? Lina akan belajar dengan sungguh-sungguh jika begitu "jawabnya antusias,
"Tentu saja, apa pun yg kamu mau akan kaka kasih,asal dengan nilai bagus tinggi dan memuaskan, "jawab Davin,
"Baiklah kaka ipar, lina akan belajar dengan sungguh-sungguh,
"Ya sudah Ayah, Ibu,Dian Sama Davin pamit dulu ya.. Diana dan Davin pun masuk ke dalam kendaraan ,yg sudah di buka kan pintu oleh Bobby,
.
.
.
.
.
.
.........Kediaman Anggara..........
Setelah sampai kediaman Anggara, Davin langsung masuk kedalam,dan melanjutkan langkahnya ke kamar, untuk membersih kan diri,karna merasa tubuhnya sudah sangat lenget karna keringat seharian di luar tanpa mengganti baju dan mandi,
Sementara Bobby, undur diri, setelah mengantar ke dua majikannya..
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian,Davin ikut duduk di atas tempat tidur tepat di samping Diana,
__ADS_1
"Apa kau bersenang-senang hari ini ? "Tanya Davin, setelah mendaratkan tubuhnya di samping Diana.
Diana yg sedang melihat-lihat hanphonenya mengalihkan pandangannya ke arah Davin" "Tentu saja, hari saya berseng-senang " jawab Diana antusias
"Apa kamu ingin setiap hari kesana?, "Tanya Davin
"Ada apa ? kenapa kamu berkata seperti itu? "Tanya Diana heran,
"Aku hanya takut kamu bosan disini sendiri, jika di sana ada Ibu yg akan menemani kamu ngobrol, "Jawab Davin..
"Disini banyak pekerja saya tidak akan kesepian ,saya bisa berteman dengan mereka, "Ucap Diana santai,
"Hemm teserah padamu, "Ucap Davin bingung, dengan wanita di sebelahnya, bagaimana tidak, kebanyakan wanita di luaran sana selalu menghindari berkomunikasi dengan para pelayan, karena mereka berbeda, namun berbeda dengan Diana dia tak pernah membedakan dirinya dan pelayan, walau sekarang statusnya adalah Nyonya Muda di keluarga Anggara, Namun itu tak membuat Diana berubah,
"Kenapa dia mirip sekali dengan mama? pantesan saja mama menikah kan ku dengannya,ternyata dia wanita yg baik,tidak seperti wanita kebanyakan nya yg hanya menmanfaat kan uang ku saja,, "gumam Davin.
"Ayo tidur ini sudah malam, Davin menarik Diana untuk merebahkan tubuhnya, dengan santainya Davin memeluk Diana,
Diana terbengong kaget, mendapat pelukan dari Davin yg tiba_tiba.
"Ada apa dengannya.tiba_tiba memeluku,? Dia tidak sedang hilang ingatan bukan? "gumam Diana..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.**Bersambung.
jangan lupa like,komen,dan vote ya,
__ADS_1
selamat membaca**.