
Pagi harinya Davin terbangun mendapati istrinya yg sedang memeluknya, Davin tersenyum saat melihat wajah istrinya. "Semalam kau menolaku, untuk tidur bersama sekarang kau sendiri yg mendatangiku dan memeluku, "Gumam Davin membelai rambut Diana..
"Eumm.."Diana mengerjap-ngerjapkan matanya hendak bangun.."Dav, kamu sudah bangun, "TanyaNya santai..
"Sejak kapan kamu pindah tidur kesini?
"Ntah lah, aku lupa, mungkin aku tertidur sambil berjalan kesini, "jawabnya tanpa dosa.
"Apa kau semalam kedinginan tanpa pelukan ku? "tanya Davin di iringi godaan..
"Dav, aku ingin makan bubur buatan mu, "Ujarnya manja, tanpa menjawab pertanyaan Davin..
"Bu-bubur bu-buatan aku,
"Harusnya aku sudah tau jika dia manja seperti ini pasti akan meminta hal-hal yg aneh, "gumam Davin
"Iya Dav, bubur buatan mu, aku ingin sekali makan bubur buatanmu, "ujar Diana mengulang kata-katanya..
"Sayang, aku tidak pernah membuat bubur, jika aku membuatkan mu bubur, aku takut nafsu makan mu akan menghilang karna memakan bubur buatanku, "jawab Davin..
"Aku akan menghabiskan satu dua mangkuk jika kamu yg membuatnya, Ayo sekarang bangun aku sudah sangat lapar, "paksa Diana
"Tapi say-
"Ayo Dav, junior sudah meronta-ronta dari tadi ingin memakan bubur buatan Papanya, "Rengeknya memaksa Davin..
"Tapi Sayang, aku tidak mengerti cara membuat bubur, "Tutur Davin memang tidak mengerti,
"Bik Sum, akan mengajarimu,
"Kenapa tidak Bik Sum saja yg membuat, jika Bik Sum, yg membuat tidak akan di ragukan lagi rasanyakan, Sayang. "
"Tidak mau, aku ingin kamu yg membuat, "Jawab Diana masih dengan memaksa.
"Huhh...Baiklah , "Ujar Davin pasrah..
.
.
.
"Wahh...sepertinya di kediaman Anggara mendatangkan koki baru nih, "Ledek Mama jasmine setelah melihat putranya berkutat di dapur dengan menggunakan celemek.
"Hehehe...Mama benar, aku baru menginterviu nya tadi pagi, "Seru Diana menimpali mertuanya untuk menggoda Davin..
"Tadinya Mama mau sarapan diluar. setelah melihat koki baru di rumah ini, sepertinya mama harus mengurungkannya, mama harus mencicipi masakan koki baru di rumah ini, "ucap mama jasmine masih dengan godaan.
"Harus dong mah, mama bakal nyesel nanti jika tidak bisa mencicipi masakan Chef DAVIN...."ucap Diana dengan menekankan nama Davin..
"Diam...Kenapa kalian terus mengoceh, aku jadi tidak konsentrasi, nah kan aku lupa apa yg tadi aku masukan, Ah kalian wanita-wanita perusak susana, menjauhlah, "Usir Davin kesal,
"Hahaha.."Mama jasmine tertawa lepas takala melihat wajah frustasi putranya..
"Aku seperti mimpi melihat mama tertawa seperti itu, aku tidak tahu kapan terakhir aku melihat senyum bahagia seperti itu, "gumam Davin, tersenyum.
"Baiklah-baiklah kami akan menunggu di meja makan, Ayo sayang kita tunggu Chef Davin di meja makan saja, jika kita disini akan membuat konsentrasinya hilang, "Ujar mama jasmine merangkul tangan Diana lalu berjalan menuju ruang makan..
Seperti anak kecil yg menunggu ibunya akan membawa makanan, Diana dan mama jasmine memegang sendok di masing-masing tangannya...
__ADS_1
"Taraaaa....Buburnya sudah datang , "ujar Davin meletakan bubur tersebut di hadapan dua wanita yg di cintainya..
Diana dan mama jasmine beradu pandang saat bubur yg di nanti telah sampai di hadapan mereka berduan, Diana menelan salviannya takala melihat bubur yg berwarna kecoklatan dihadapanya..
"Eum..Sayang sepertinya mama akan terlambat menemui teman mama, mama akan sarapan bersama teman mama saja ya, "Ujar mama jasmine beralasan ingin menghindari makanan yg disediakan Davin.
"Loh, mah. tadi antusias banget nunggu masakan Davin, sekarang udah mateng masa mau pergi, ayo cobain sedikit aja mah, pasakan pertama Davin, "tawar Davin memaksa.
"Tapi Na-
"Ayo, "Ujar Davin mendudukan kembali mama jasmine ke bangku yg tadi hendak di tinggalkannya..
"Wahhh...Vin sepertinya kamu menjadi koki hari ini, "Ucap Papa gunawan menghampiri Istri putra dan menantunya untuk bergabung di meja makan..
"Iya, Pah...hari ini aku yg membuat sarapan, "jawab Davin bangga..
"Apa yg kau Ma - "Papa Gunawan berhenti bicara sesaat setelah melihat bubur yg ntah apa bentuknya. Papa Gunawan menelan salviannya saat melihat bubur tersebut,
"Kenapa kalian diam saja, ayo makan, "Seru Davin lalu menuangkan kesetiap mangkuk yg ada di hadapan mama papa dan istrinya..
"Dav, Cukup..."Teriak Diana saat Davin menyendokan bubur ke dalam mangkuknya..
"Kenapa? bukankah kau sendiri yg bilang akan menghabiskan satu sampai dua mangkuk jika aku yg membuatnya, "Ucap Davin mengingatkan kata-kata Diana yg tadi di ucapkannya,
"Itu. Tadi.....kemarikan aku akan memakannya "Ujar Diana pasrah..
"Ya tuhan...pare lebih enak paitnya ketimbang bubur ini. "gumam Diana yg ingin memuntahkan makanan yg Davin buat.
Mama jasmine melihat kearah Diana dengan seksama, ingin melihat ekspresi wajahnya saat memakan bubur buatan Davin..
"Bagaimana, Enak? "tanya Davin tak sabar mendengar penilaian Diana atas masakan pertamanya..
Diana mengangguk, tanpa ekspresi..
"Sayang keluarkan, keluarkan bubur yg telah kamu telan, ayo sayang keluarkan, "Ujar Davin menepuk-nepuk tengkuk Diana agar bubur yg Diana telan dapat keluar lagi,
"Apa junior baik-baik saja? ayo sayang kita ke dokter kita suruh dokter mengeluarkan bubur yg kamu telan tadi, "Ujarnya panik..
"Dav...Tenanglah junior tidak kenapa-napa..aku tidak akan keracunan hanya karna makan bubur gosong.."Tutur Diana menenangkan Davin..
"Mah, Pah...kalian belum memakannya kan?
Mama jasmine dan Papa Gunawan hanya mengangguk saat putranya bertanya..
"Ah syukurlah...Bik....Bibik, "Teriak Davin memanggil Bik sum,
"Iya Tuan Muda, ada yg Bibik bisa bantu? "jawab Bik Sum..
"Bik, singkirkan makanan ini semua buang, buatkan orange juce buat Diana, dan tolong siapkan roti gandum untuk Papa dan mama, "perintah Davin..
"Baik Tuan..
.
.
.
..........Rumah Sakit........
__ADS_1
"Rin, sementara kamu tinggal di apartemen ku dulu ya, "tawar Rita setelah selesai membereskan barang-barang Rina yg akan di bawa pulang..
"Rit. jelaskan dulu pada ku, apa yg terjadi padamu? kenapa wajah mu memar begini,? "tanya Rina saat melihat wajah Rita penuh memar..
"Aku akan ceritakan nanti saat kita sampai di apartemen ku, sekarang kamu ikut aku,
"Rit, aku akan pulang ke kostan saja, aku akan jaga diri aku baik-baik kok, "tolak Rina tak enak..
"Nona Rina, sebaiknya untuk sekarang anda ikut dengan Kami dulu, sebelum kami mendapatkan bukti-bukti Burton dan menyerahkan nya kepada polisi, anda tidak bisa kembali kekost anda, karna itu akan membahayakan anda sendiri, "Ujar Bobby
"Iya Ayo Rin, kita pulang bukankah kau ingin pulang, "Ajak Rita,
Rita pun mengajak Rina tinggal di apartemannya untuk sementara waktu, itu semua atas izin dari Bobby karna dengan adanya Rina di apartemannya bisa menemani istrinya saat Bobby meninggalkannya nanti..
.
.
.
..........Apartemen Bobby.........
"Ah kalian lama sekali, aku sampai pegal nih.. "Keluh Diana yg sudah menunggu Rita dan Rina di depan apartemen Bobby sejak dua puluh menit yg lalu..
"Loh Di, kenapa kamu disini? "tanya Rita bingung.
"Taraaaa, aku bawa makanan kesukaan Kita. kita akan merayakan kepulangan Rina.."Seru Diana antusias menyambut kepulangan Rina..
"Haii semuanya, "Sapa Fiola yg ikut datang ke apartemen Bobby,
"Loh,Kamu juga kesini Fio..kamu kok tau tempat ku? kamu kesini dengan siapa? "tanya Rita beruntun..
"Aku kesini diantar Vino..
"Ya sudah ayo masuk, "Ajak Rita mempersilahkan sahabat-sahabatnya untuk masuk kedalam kediamannya..
Setelah masuk mereka pun mengobrol. berbagai pertanyaan menyerbu Rita. "Rit apa yg sebenarnya terjadi dengan mu? "Tanya Rina yg sedari tadi sudah menahan mulutnya ingin bertanya..
"Iya Rit, kenapa kamu menjadi jelek begini, "Timpal Diana diiringi dengan ledekan
"Siapa yg melakukan ini pada mu Rit? "Timpal Fiola yg sama penasarannya..
"Haloo....semuanya. apa kalian bisa bertanya satu-satu.."Jawab Rita bingung..
"Ya sudah..apa yg terjadi padamu? kenapa wajahmu penuh memar seperti ini? apa ayah mu datang lagi, "Tanya Diana curiga..
"Iya, Ayah ku datang kesini kemaren dia berulah lagi.."jawab Rita jujur..
"Kenapa bisa, bukankah ayah mu di penjara? "timpal Rina..
"Aku tidak tau, kenapa ayah ku, bisa keluar dari penjara, kalian tau kemaren yg menelphone ternyata bukan tukan pipa, ternyata itu adalah suruhanya ayah ku, "jawab Rita.
.
.
__ADS_1
.
.Bersambung..