
Setelah pergulatan semalam
Diana terbangun di pagi hari, saat hendak bergerak Diana merasakan sakit di bagian area sensitifnya
"Aw _Aw...
"Kenapa ini sangat sakit, ini sangat perih bagaimana aku bisa berjalan , jika seperti ini, "gumam Diana.
Davin yg mendengar rintihan Diana langsung bangun, "Ada apa? apa ada yg sakit? "Tanya Davin khawatir.
"I-ini, ini sangat perih "ujar Diana malu-malu..
Davin tersenyum saat Diana bicara malu_malu, "Itu tidak akan lama , "ucap Davin sambil tersenyum..
"Ta-tapi. saya ingin membersihkan diri, "Ujar Diana sambil bergerak menahan sakit dan perih di bagian pangkal pahanya,,
"Tanpa menunggu aba-aba Davin langsung menggendong Diana, menuju kamar mandi,
"Dav..Davin. turun kan saya, saya bisa jalan sendiri "Terak Diana malu, karna sampai saat ini Diana tak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya, karna sehabis pergulatan semalam Diana langsung tertidur hingga pagi,, Diana langsung menenggelam kan kepalanya ke dada bidang Davin karna malu ..
Setelah sampai kamar mandi, Davin langsung membaringkan Diana di dalam bathtub,
"Mau ku bantu untuk mandi. "Ujar Davin menggoda..
"Ti..tidak tidak, tidak perlu saya bisa sendiri "jawab Diana takut dan malu..
"Benarkah? aku sedang baik hati, "Ucap Davin semakin menggoda Diana,,
Wajah Diana sudah merah merona,saat Davin terus saja menggodanya,, "Keluarlah aku akan membersihkan diri "Usir Diana yg sudah merasa kesal di buat Davin,
Davin yg melihat Diana sedikit kesal malah semakin ingin menggodanya, dengan senyumannya, Davin terus menggoda Diana, "Ekhmm...kau tau jika kita bermain disini, itu jauh lebih menyenangkan "ucap Davin dengan senyuman menggoda..
Diana yg mendengar itu langsung memandang Davin dengan mata melotot, Tuan DAVIN PUTRA ANGGARA, bisakah anda tinggalkan saya,.. saya ingin mandi tanpa ada yg mengganggu, "Teriaknya kesal.
"Ha _ha _ha..Davin tertawa keras saat Diana terlihat begitu kesal terhadapnya,,
"Sejak kapan kau berani kepada ku? kau sudah berani meninggi kan suara di hadapan ku? "Ujar Davin masih dengan senyuman menggodanya,
"Ini kamar mandi ku,ini rumah ku,tidak ada yg berani mengusir ku dari rumah ku sendiri. "ucap Davin pelan tepat dekat daun teling Diana. "kau berani mengusir ku dari kamar mandiku sendiri, "Davin tersenyum mengedip kan sebelah matanya pada Diana,
"Itu, bukan-bukan maksud saya mengusir mu..hanya saja saya ingin mandi sendiri "Jawab Diana menunduk takut..
"Lantas apa tadi kau meneriaki ku? dengan menyebut nama lengkap ku dengan nada yg sangat keras? "Tanya Davin berpura-pura kesal terhadap Diana.
"Itu - itu ...Davin saya mohon, saya ingin mandi, jika saya seperti ini terus, saya bisa masuk angin "Ujar Diana memelas..
"Baiklah karna ini juga sudah hampir siang, maka aku akan berbaik hati melepaskan mu..Davin mendekatkan kembali tubuhnya pada Diana dan berkata , panggil aku jika kau sudah selesai, "Ucapnya lalu bangun meninggalkan kamar mandi tersebut,
"Ada apa dengan Tuan dingin itu,? kenapa dia berubah menjadi menjengkelkan seperti itu, dia terus saja menggoda ku,,Aissh aku malu sekali,dia melihat seluruh tubuh ku tanpa menggunakan apapun,, "batin Diana
Setelah beberapa menit Diana pun keluar dari kamar mandi, Diana hanya menggunakan handuk yg di lilit di atas dadanya, Davin yg melihat itu langsung menyunggingkan senyum berniat menggodanya kembali....
"Ekhmm...apa kau sengaja ingin menggoda ku, "ucap Davin dengan senyuman jahilnya,,
"Sa _saya tadi lupa membawa pakaian ganti, karna tiba-tiba kamu gendong saya tadi ke kamar mandi, "ucap Diana membela diri...
"Benarkah begitu, "Davin mendekat
langsung memeluk Diana dari belakang Diana yg mendapatkan pelukan itu diam mematung
"Ish kenapa dia peluk-peluk segala sih
"batin Diana..
"Kamu sangat wangi, aroma ini benar-benar membuat ku tak ingin melepaskan mu, "ucap Davin sambil mencium tengkuk leher Diana...
Diana kaget mendapat ciuman di tengkuknya Diana langsung melepaskan pelukan Davin,,
"Maaf, saya mau ganti pakaian dulu "Ucap Diana lari menghindar dari Davin, dengan merasakan perih di pangkal pahanya Diana pergi ke ruang ganti setelah Davin melepaskan pelukannya,,
Davin yg melihat tingkah istrinya i tersenyum dan menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"
Dia benar- benar menggemaskan, "batin Davin.
Davin pun pergi ke kamar mandi untuk membersih kan diri setelah beberapa menit Davin pun keluar,,Davin melihat Diana sedang mengganti seprei,yg semalam mereka gunakan,
"Biarkan Bik Sum yg melakukan itu, kamu istrahat aja "Ujar Davin sambil berjalan mengambil pakaian yg sudah di siapkan oleh Diana,,
"Tapi ini. diam sesaat,
"Ini ada noda darahnya, tidak enak jika Bik Sum yg mengganti "Jawab Diana sambil memegang seprei yg di gunakan semalam,
"Tidak apa-apa biarkan Bik Sum saja, "ulang Davin meyakinkan Diana, Davin tidak ingin istrinya kelelahan, "istirahatlah
eum itu, apa itu masih sakit? "Tanya Davin ragu_ragu melirik ke arah bawah Diana,,
Diana yg melihat Davin melirik ke bagian bawah Reflek langsung menutupi dengan telapak tangannya,,
"Apa yg kau tutupi,, bahkan aku tidak dapat melihatnya, karna baju mu itu menghalangi nya "ucap Davin yg tidak hentinya menyunggingkan senyum..
"Pakailah -pakaian mu. nanti kamu kesiangan "ujar Diana mengalihkan pembicaraan yg menurutnya sangat menyakiti pendengaran.
"Masih banyak waktu. aku tidak ada meeting siang ini..tapi nanti sore ada,aku akan pulang terlambat, tidak usah menunggu ku untuk makan malam. "ucap Davin..
"Baiklah .."Jawab Diana
"Apa kau tidak ingin membantu ku memakaikan dasi ini,.
"Kemari , saya akan membantu mu, Diana langsung memakaikan dasi yg akan di pakai oleh Davin, Setelah Diana mendekat Davin terus saja memperhatikan wajah istrinya tersebut,
"Sudah.."Ucap Diana..
"Ayo kita turun "ajak Davin
"Tetaplah di kamar istirahat, aku akan mengambilkan sarapan untuk mu,
"Kenapa sarapan di kamar? saya tidak sakit,, kenapa tidak sarapan bersama-sama di bawah "tanya Diana..
"Apa kau sudah bisa jalan dengan benar, "tanya Davin,
"Sudah lah diam,menurut Ok.
Davin keluar untuk mengambilkan sarapan,
tak lama Davin kembali dengan roti bakar dan 2 gelas susu..
ayo kita sarapan bersama, "ajak Davin..
Setelah selesai sarapan Davin pergi ke kantor,
.
.
.
setelah sampai kantor,seperti biasa Davin disibukan dengan dokumen-dokumen yg menumpuk,,Bobby yg selalu ikut dalam pekerjaan Davin membantu Davin untuk menyelesaikan pekerjaannya,, "Tuan apa Tuan akan makan siang di luar? " tanya bobby.
"Hemm..
"kita makan di caffe depan saja "ucap Davin tanpa melihat bobby.
"Baiklah Tuan, "jawab bobby.
tok..tok.. tok..
Suara ketukan pintu dari luar mengalihkan penglihatan bobby,, berbeda dengan Davin pria itu tidak menggubris suara ketukan pintu tersebut,dia hanya fokus pada dokumen-dokumennya.
"Masuk "jawab bobby
"Ma'maaf Tuan ada tamu yg memaksa untuk masuk, "lapor feby
__ADS_1
"Siapa? "jawab bobby
"Seorang wanita, dia berkata kekasih Tuan Davin,namanya Nona Gisel tuan "lapor feby..
Davin yg mendengar nama Gisel langsung mendongkakan kepalanya,,raut wajahnya berubah menjadi sangat dingin,
"Suruh dia pergi, "ucap Davin yg membuat feby terbengong
"Apa aku tidak salah mendengar, tuan davin menyuruh ku untuk mengusirnya,, berarti dia memang bukan kekasih tuan davin ya,,yess aku masih ada kesempatan untuk mendekatinya,,
"Kenapa kau masih berdiri disitu hah ",bentak Davin..yg melihat feby tak kunjung keluar.
"Ba..baik tuan "jawab feby segera keluar..
di ruang tunggu
maaf Nona Tuan Davin tidak bisa di ganggu saat ini beliau banyak pekerjaan, "ucap feby ramah..
"Tidak mungkin Davin mengabaikan aku,,kamu tidak bilang yg datang adalah aku, "tanya Gisel
"Sudah Nona,,Tuan Davin memang tidak ingin menerima tamu untuk saat ini."
"Aku tidak percaya dengan mu, "ujar Gisel yg berjalan menuju Ruang Davin,
feby yg melihat Gisel berjalan ke arah pintu ruangan Davin,lari mengejar Gisel, "Tolong Nona, jangan mencari keributan disini,
"Hey, dengar pekerja rendahan,aku ini kekasih Davin,tidak ada yg berahak melarang ku termasuk kamu "tunjuk Gisel angkuh..
"Sialan dia menghina ku,,seandainya aku tau siapa dia,dan dia bukan kekasih Tuan Davin akan ku pastikan aku akan menjambak dan mencakar wajah nya, "batin feby..
"Tapi Nona, saya tidak mengijinkan anda untuk masuk "jawab feby..
"Heyy...kamu pikir saya butuh ijin mu hah,,minggir "Gisel mendorong tubuh feby,
suara ke gaduhan di luar terdengar hingga ke dalam ruanga Davin,, Davin yg mendengar langsung keluar,,
"Ada apa ini? kenapa kalian Ribut di depan ruangan ku, "dengan dingin Davin melihat ke arah Gisel,,
Gisel yg menyadari kedatangan Davin langsung memamerkan senyumannya, .
"Vin, sekertaris mu melarang aku menemui mu, "ucap Gisel,
Davin yg mendengar Ucapan Gisel langsung menatap tajam ke arah nya,,
"Untuk apa kau datang kesini? "tanya Davin dengan pandangan tak bersahabat.
"Vin sampai kapan kamu menghindari ku seperti ini? aku sudah mencerita kan semuanya kepada mu, "Ujar Gisel memelas
"aku ingin bicara dengan mu please.Gisel memohon.
"Aku sibuk, "jawab Davin acuh..
"Please, "Gisel memelas sambil mengatup kan kedua tangannya.
Davin yg melihat itu tak tega,walau bagaimana pun Gisel pernah menjadi masa lalunya.
"Baiklah kita bertemu di caffe depan "ucap Davin lalu pergi meninggalkan Gisel,,
Namun Gisel kembali mengejar Davin,,
"Vin...vin tunggu aku, kita berangkat bersama ya ke caffenya, "pinta Gisel merengek.
Davin yg sudah jengah dengan ucapan Gisel membalikan badannya melihat ke arah Gisel,
pergi sendiri,atau tidak ketemu sama sekali "jawab Davin dengan tatapan membunuhnya,
.
.
.
__ADS_1
Segini dulu ya..
jangan lupa tinggalkan jejak