Terpaksa Menikahi Si Culun

Terpaksa Menikahi Si Culun
Ikut Merasakan Kesedihannya


__ADS_3

Belum dapat informasi akurat tentang masalah yang membuat semua berantakan. Kisah ini menunggu kapan sang empu bisa tenang lagi. Berat menjalani, membuat dua insan saling ada rasa suka harus terluka.


Ingin tidur susah memejamkan mata, ketika terbangunpun yang ada hanya pikiran kosong. Tidak tahu jalan baiknya. Semua tidak ada celah untuk memperbaiki. Hanya Cakra yang jadi harapan kami, yang semoga saja bukti segera dia temukan.



[Gimana? Apa ada perkembangan baru?]


[Hhh, belum ada Bos]


[Kenapa suara kamu terdengar lelah begitu]


[Gimana tidak lelah. Saudara laknat kamu itu kurang ajar betul. Semua pekerjaan diserahkan padaku, sedangkan dia hanya duduk manis. Suka sekali menyuruh ini itu. Padahal dia tidak ada kerjaan, tapi kenapa aku juga yang harus jadi korban. 'Kan kesel banget, bos. Selama bertahun-tahun kerja sama kamu, baru kali ini tubuhku terasa remuk redam begini. Huwaaa, tolongin dong bos. Aku tidak tahan lagi. Bukan hanya kerjaan saja yang dia suruh, tapi mau ngopi saja harus dilayani bagaikan raja. Kalau tidak jadi pemegang perusahaan saja sudah kujitak kepalanya itu]


Cakra berkeluh kesah panjang lebar. Mendengarnya jadi kasihan juga, tapi jika menolong semua pasti berantakan, sementara diriku tidak bisa menginjak lagi diperusahaan itu.



[Kamu yang sabar dan tahan dulu. Kita harus melakukan tugas masing-masing sesuai rencana. Untuk sementara kamu turuti saja perintahnya. Suatu saat kita akan bikin dia jungkir balik. Kekuasaanku sekarang tidak ada artinya, sebab semua orang pemegang saham mendukung si Kenzo]


[Baiklah, Bos] Jawaban lesu, ingin menolong tapi tidak banyak yang bisa dilakukan.


[Jangan saja kamu ribut dengannya. Bisa gawat nanti, sebab pasti akan diusirnya juga. Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membantu mendapatkan perusahaan itu kembali. Kenzo orang licik, jadi kamu harus hati-hati dan selalu siap siaga]


[Iya, bos. Gimana sama hubungan kamu sama Liona?]


[Masih sama, tidak ada kemajuan dan perkembangan. Malah dia terus saja bersedih dan aku tidak tega melihatnya]


[Kamu juga harus banyak besabar, bos. Dia sudah terlalu terluka, jadi mau menjelaskan pasti akan susah]


[Hm, semoga cepat berakhir bagi kita berdua. Terima kasih masih bersamaku dalam berjuang mendapatkan apa yang jadi hak milikku]


[Iya, bos. Kamu adalah teman sekaligus atasan yang baik, maka jangan khawatir dan sedih, sebab orang baik itu pasti akan dikelilingi orang baik juga]


[Hm. Sudah, lanjut kerja sana. Hati-hati]

__ADS_1


[Iya, bos. Kamu juga]


Percakapan diawal pagi tersudahi. Banyak kebimbangan hadir, apakah semua bisa terselesaikan? Sementara lawan kami juga sulit untuk ditaklukkan. Kenzo bukan sembarangan orang yang bisa diremehkan begitu saja. Banyak kelicikan dan akal bulusnya, yang bikin seseorang seketika tumbang dan tunduk.


Dinginnya air shower, membuat pikiran sejenak melupakan masalah yang terjadi. Mata terus terpejam merasakan titikkannya. Rambut yang menutup mata langsung kusibak kebelakang. Tangan mengosok-gosok tubuh dengan sabun. Begitu nyaman meredakan masalah dengan air. Beban terasa ikut hanyut bersamanya.


Lama juga bergulat dengan kedinginan. Baju mulai membaluti tubuh. Tidak ada rencana hari ini. Kerjaan hanya duduk termenung dan memikirkan sesuatu cara.


Aku tidak mengerti cinta dengan baik.


Aku tidak tahu jika cinta akan datang begini.


Perasaan ini tidak mengikuti keinginan.


Jika tahu begini, tidak akan memulainya.


^^^Aku berharap ini hanya mimpi.^^^


^^^Aku berharap semua ini bisa nyata.^^^


^^^Hingga aku bodoh, bisa menyesalinya.^^^


Aku berharap akan berakhir dengan takdir.


Karena luka itu tertinggal padaku.


Tetapi saat tahu segalanya.


Aku masih serakah ingin memilikimu terus.


^^^Aku pikir semua akan begitu mudah.^^^


^^^Mulai berpikir ini awal yang salah.^^^


^^^Namun aku percaya, bisa memanggilmu.^^^

__ADS_1


^^^Dan ingin mengapaimu lebih lama lagi.^^^


Apa yang harus kulakukan?


Dimana salahnya?


Apa aku harus merelakan cinta.


Asal kau tahu, sangat rindu tentangmu.


^^^Sekarang aku tidak bisa menahan diri lagi.^^^


^^^Semua terasa sulit dari arah manapun.^^^


^^^Berharap cinta kita akan bersatu.^^^


^^^Namun apakah itu akan nyata saat ini?.^^^


Pakaian sudah rapi. Berjalan-jalan sebentar ingin menghirup udara pagi. Pesona kampung bikin sejuk pikiran dan menetramkan jiwa. Tangan terbentang lebar, membiarkan udara melewati tubuh yang berdiri tegak. Mata terpejam, merasakan detik-detik tiupan angin itu begitu sejuk mengudara.



Suara berisik seseorang yang sedang berbicang begitu mengusik diriku yang sedang bertapa berdiam diri.


"Sepertinya aku mengenal suara itu?"


Berlarian kecil dibalik pohon, agar tidak diketahui jika barusan aku ada disekitar mereka.


"Astaga, 'kan benar aku kenal sang pemilik suara itu? Duh, ngapain sih Kenzo datang ke sini? Sekarang kayak akrab sama liona juga?"


Ingin menguping apa yang sebenarnya mereka bincangkan. "Sial, kenapa aku tidak bisa mendengarkan?"


Sedikit geram juga, kenapa si pria sialan itu beraninya dekati Liona. Pikiran mulai memunculkan tebakan kecurigaan. Mengingat Kenzo orangnya berbahaya, maka harus extra mengerahkan semua kekuatan agar bisa mengalahkannya.


"Aku akan cari tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan? Kenapa setelah dapat perusahaan, tapi kamu kelihatan akrab sama Liona juga. Atau jangan ... jangan-? Ah, mana mungkin, tapi dari gerak geriknya sepertinya memang ada yang kurang ingin menghancurkan diriku."

__ADS_1


"Awas saja kamu, Kenzo. Jika berani menyantuh kulit gadisku itu, maka akan kubuat kamu keok seketika. Dasar pria jahat, tidak cukup kekuasaan tapi hatimu juga sudah terbutakan."


__ADS_2