The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 10


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Jam baru menunjukan pukul enam pagi, tapi Alish sudah sibuk didapur untuk membuat sarapan. Zehan yang masih lelap dengan tidurnya mendadak bangun karena mencium aroma harum dari masakan yang sedang dimasak Alish.


Zehan bangun beranjak dari tidurnya dan mendekat menghampiri Alish. Zehan duduk di kursi membuat Alish mengalihkan pandangannya sesaat lalu kembali lagi fokus pada masakannya.


" Maaf,, aku sudah membangunkan Kakak ya. " ucap Alish tanpa mengalihkan pandangannya.


Zehan hanya menjawab dengan deheman singkat. Zehan memilih diam dan memperhatikan Alish. Wajahnya terlihat serius, karena lagi-lagi semalam bayangan samar muncul lagi dalam tidurnya. Mungkin bayangan dari masa lalunya. Tapi lagi-lagi, semua masih buram, tidak jelas.


" Kakak kenapa,,? " tanya Alish tiba-tiba.


Zehan tersentak kaget dan mengalihkan pandangannya dari Alish.


" Tidak apa-apa. Kau sedang memasak apa,,? Baunya harum sekali. " tanya Zehan berusaha mengalihkan pembicaraan.


Alish tersenyum.


" Aku masak nasi uduk atau biasa disebut nasi lemak. Sebentar lagi siap. " jawab Alish.


Zehan hanya mengangguk dan lagi-lagi terdiam.


" Kak,, nanti aku mau ke lapangan sana, yang ada tenda pengantinnya. " ujar Alish.


" Kau mau apa disana,,? " tanya Zehan.


" Pengantin yang menikah disana, anaknya Pak RT. Dan aku diminta tolong untuk membantu disana. " jelas Alish.

__ADS_1


" Membantu apa,,? " tanya Zehan singkat.


" Membantu mengangkat dan mencuci piring kotor, piring bekas para tamu makan. " jawab Alish sambil mengangkat nasi uduk nya yang sudah matang dan menaruhnya didalam wadah nasi.


Lagi-lagi Zehan tersentak. Mendengar pekerjaan yang akan dilakukan Alish nanti, membuat Zehan meringis pilu. Dia benar-benar menyesal karena tidak bisa membantu apa-apa.


" Nanti Kakak mau ikut atau mau dirumah saja,,? " tanya Alish seraya meletakkan nasi uduk beserta lauk tempe orek, dan telur dadar iris tipis. Tak lupa pula sambal kacangnya.


" Maafkan aku, Lish. " ucap Zehan tiba-tiba dengan suara lirih.


Alish duduk sambil mengernyitkan dahinya.


" Untuk,,? " tanya Alish singkat.


" Karena kehadiranku membuatmu semakin bertambah susah. Dan melakukan pekerjaan keras seperti itu. " ujar Zehan pelan dan penuh penyesalan.


Alish tersenyum mendengarnya.


Semakin lama semakin besar kekaguman Zehan pada Alish. Sosok wanita tangguh dan berhati seperti malaikat.


" Nanti aku ikut denganmu. " tekad Zehan walau dia tau tidak akan bisa membantu apa-apa.


Alish mengangguk sambil tersenyum.


Mereka pun mulai sarapan karena setelah itu Alish harus mandi dan bersiap untuk melakukan pekerjaan tambahannya.


Ditempat acara pernikahan,,,

__ADS_1


Zehan terus membuntuti kemanapun Alish pergi. Dari mengumpulkan piring kotor, menyisihkan sampahnya, mencucinya hingga mengelap piring dan sendok itu. Pekerjaan yang dinilai Zehan sangat melelahkan. Dan menurut Zehan tamu undangannya terus menerus datang dan seakan tiada habisnya.


Zehan terpaku melihat peluh dan keringat yang keluar dari tubuh Alish namun senyuman masih tetap menghiasi bibir mungilnya. Hati Zehan merasa sakit dan teriris. Alish hanya sesekali saja beristirahat untuk makan dan kekamar mandi.


Zehan mengucapkan syukur saat hari menjelang malam dan acara sudah hampir selesai.


" Selesai,,. " ucap Alish begitu piring dan perabotan lainnya selesai dicuci Alish.


Zehan mengelap kening Alish yang penuh dengan keringat menggunakan punggung tangannya. Alish menatap Zehan seketika. Pandangan mereka beradu. Degup detak jantung Alish seakan jedag jedug macam music saja.


Lagi-lagi Zehan merasakan getaran aneh didadanya. Alish mengalihkan pandangannya karena wajahnya mulai terasa panas karena malu. Alish bergegas pergi menemui sang pemilik acara dan berpamitan pulang. Alish dengan senyum lebarnya, menerima amplop putih yang berisikan uang upah dari pekerjaannya tadi. Dan tak lupa dia mengucapkan terimakasih.


Alish beranjak dari tempat itu diikuti oleh Zehan. Alish merasa malu dan serba salah. Alish masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, begitu mereka sampai didalam rumah. Sementara Zehan merebahkan tubuhnya diatas selimut tebal yang tadi pagi tidak sempat dibereskan Alish.


****


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan ke haluan.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌


******


__ADS_2