
*** **WARNING,,,,
Mengandung adegan untuk usia 21+.
Untuk para bocil, yang masih jomblo dan yang belum mempunyai pasangan, silahkan menyingkir. Apabila tetap nekat, dosa ditanggung sendiri. Othor tidak tanggung jawab.
Terimakasih*,,, *
Zehan melepaskan cium an nya untuk sesaat, nafas mereka saling memburu. Zehan menatap lekat Alish, membuat Alish kembali merasa malu. Zehan membelai lembut pipi Alish.
" Kamu yakin sudah siap melakukannya malam ini,,? " tanya Zehan dengan suara bergetar, karena menahan gai rah nya.
Alish mengangguk dengan wajah yang semakin memerah. Zehan tersenyum dan merapikan anak rambut Alish yang sedikit berantakan.
Zehan mengecup mata, kening, hidung, pipi dan berakhir di bibir. Zehan kembali ******* bibir Alish dengan lembut. Alish kembali mengalungkan lengannya dileher Zehan.
Sementara tangan Zehan kembali menyusuri tubuh Alish. Dengan perlahan, Zehan mulai membuka penutup tubuhnya dan tubuh Alish. Bibir mereka masih saling menge cap, men cium, dan me *****. Lidah mereka saling bertaut dan saling bertukar saliva.
Zehan melepaskan cium an nya dan bibir nya mulai turun ke leher Alish. Di kecup, dan di gigit nya dengan pelan hingga meninggalkan kissmark disana.
Bibir Zehan kembali turun dan berhenti di da da Alish. Mata nya menatap gunung kembar milik Alish yang sudah mene gang. Dimainkan nya salah satu ujung puncak gunung tersebut dengan ujung jari nya, sementara ujung yang satu lagi di cium, di kulum, di hisap dengan bibir nya.
Tubuh Alish semakin mene gang dan bibir mungil nya mengeluarkan desa han kecil yang membuat Zehan semakin ber naf su.
Tangan Zehan mulai me raba penutup terakhir yang ada di tubuh Alish. Desa han Alish semakin mengencang saat Zehan mengusap pelan segitiga bermuda milik Alish.
Dibuka nya penutup terakhir itu, membuat Alish merapatkan kedua pa ha nya, berusaha menutupi bagian inti nya yang sedang dipandangi Zehan dengan kagum.
Zehan membuka kedua pa ha Alish hingga terlihat lah lembah yang ditutupi sedikit rumput. Zehan mengusap nya pelan membuat Alish kembali mengeluarkan desa han nya.
Zehan mendekatkan bibir nya di lembah itu dan men cium nya, membuat tubuh Alish sedikit menekuk karena merasakan sesuatu yang sangat berbeda, membuat darah nya berdesir hebat.
__ADS_1
Dimainkan lidah Zehan di lembah yang sudah mulai sedikit basah itu, tubuh Alish semakin mene gang. Entah dorongan dari mana, Alish justru mendorong kepala Zehan hingga semakin menempel dengan lembah nya.
Zehan semakin bersemangat memainkan lidah nya, membuat Alish kembali men desa h. Semakin liar lidah Zehan bermain, semakin mengencang suara desa han yang dikeluarkan Alish. Hingga akhirnya,,,
" Aakkhhhh,,, "
Alish mendapatkan pelepasan pertamanya. Zehan tersenyum puas, dia pun mengambil tisu dan membersihkan lembah milik Alish yang sudah sangat basah itu. Alish merasa sangat malu dengan perlakuan Zehan.
Zehan kembali berada diatas tubuh Alish dan menahan tubuhnya dengan kedua lengannya supaya tidak menindih Alish. Zehan menatap Alish dengan lekat membuat Alish semakin malu.
" Bisa kita lanjutkan,,,? " tanya Zehan dengan suara serak, karena menahan ga irah nya.
Wajah Alish memerah dan hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Zehan kembali men cium bibir Alish, dan melu mat nya. Tangan Alish kembali melingkar dileher Zehan.
Dengan perlahan, Zehan mulai memasukkan benda pusaka nya ke dalam lembah milik Alish yang ternyata masih sangat sempit itu.
Alish sedikit meringis saat Zehan mulai mendorong pelan, berusaha menerobos penghalang tipis yang berada di dalam lembah itu.
Setelah berjuang sekian saat, akhirnya benda pusaka milik Zehan itu pun, bisa menerobos masuk kedalam lembah milik Alish. Dan disaat yang sama saat benda pusaka Zehan masuk lembah, Alish sedikit memekik karena menahan perih dan sakit di bagian inti lembah nya.
Zehan berhenti untuk sesaat dan membiarkan benda pusaka nya berada di dalam lembah itu. Zehan kembali melu mat bibir Alish, berusaha mengalihkan rasa sakit yang sedang dirasakan Alish.
Setelah wajah Alish lebih tenang setelah beberapa saat lalu meringis menahan sakit dan airmatanya, Zehan kembali melanjutkan permainannya.
Penyatuan dua tubuh berbeda jenis kelamin itu pun berlangsung panas dengan terdengar nya suara desa han dan erang an yang saling bersahutan.
Malam yang dingin itu terasa panas didalam kamar milik Zehan dan Alish. Keringat mereka mulai bercucuran dan membasahi tubuh keduanya.
Erang an panjang terdengar dari mulut kedua insan tersebut saat mereka mencapai puncak ke nikmat an bersamaan. Calon Zehan junior keluar memenuhi rahim milik Alish.
Alish merasakan bagian inti lembah nya terasa penuh dan hangat. Sementara Zehan merasakan pusaka nya berkedut kencang. Nafas mereka saling memburu. Untuk sesaat, Zehan tidak melepaskan penyatuan nya.
__ADS_1
Membiarkan semua calon Zehan junior nya keluar dan bersemayam didalam rahim milik Alish. Zehan tersenyum sambil menatap mata Alish dengan lekat.
" Terimakasih,,. Karena telah menjaganya dan memberikannya yang pertama untukku. Aku mencintaimu,,, " ucap Zehan dengan nafas yang masih ter engah-engah.
Alish pun ikut tersenyum dan mengangguk tanpa menjawab karena nafasnya yang masih terengah-engah.
Zehan menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh Alish setelah memastikan calon Zehan junior nya sudah keluar semua.
Zehan membetulkan posisi tubuh Alish supaya lebih nyaman saat tidur nanti. Zehan ikut merebahkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dan tubuh Alish dengan selimut.
Alish sudah mulai terlelap sementara Zehan masih menatap wajah Alish yang terlihat lelah namun masih bisa tersenyum. Zehan merasa beruntung, mendapatkan istri seperti Alish yang masih orisinil.
Wanita yang menjaga kesuciannya dan memberikan nya hanya pada suaminya. Zehan mengecup kening Alish dengan lembut. Dia pun ikut memejamkan matanya, menyusul Alish yang sudah lebih dulu pergi ke alam mimpi.
******
~~ **Bersambung ,,,,,
Semoga aja lolos review,,, bingung revisi nya kalau sampai ditolak lagi kayak kemarin. Do'a kan semoga lolos,,,
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌********
__ADS_1