
" Siapa Kakak itu,,? " tanya anak lelaki yang bernama Andi itu menunjuk kearah Zehan dengan dagunya.
Alish tersentak kaget, tidak menyangka kalau Andi juga dapat melihat Zehan. Alish pun menoleh kearah Zehan dengan tatapan bingung nya.
Alish dan Zehan saling berpandangan. Zehan memberi kode agar Alish bertanya pada Andi.
Alish pun menghampiri Andi diikuti oleh Zehan.
" Maksud Andi apa, sayang,,? " tanya Alish dengan ragu.
" Kak Alish tidak usah berpura-pura. Andi tau kalau Kak Alish juga bisa melihat Kakak yang sedang berdiri dibelakang Kak Alish. " jawab Andi masih terus menatap tajam kearah Zehan.
Zehan mendekat dan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Andi.
" Kamu benar-benar bisa melihat Kakak,,? " tanya Zehan, dan Andi mengangguk.
" Kakak memakai jaket dan topi serta tutup kuping untuk mendengarkan musik yang menggantung dileher Kakak. " jawab Andi membuat Alish dan Zehan sedikit terkejut. Andi menyebutkan headphone dengan sebutan tutup kuping.
" Kamu tidak takut pada Kakak,,? " tanya Zehan, Andi menggeleng sebagai jawaban.
" Kamu mau ga bicara berdua dengan Kakak sebentar,,? " tanya Zehan lagi dan Andi hanya mengangguk.
Zehan menoleh kearah Alish dengan sedikit mendongak.
" Kau masuklah dulu kedalam. Temui dan bantu Bunda didalam. Andi biar sama aku dulu. " ucap Zehan.
Alish menghela nafas dan mengangguk.
" Andi, Kak Alish masuk kedalam dulu. Andi sama Kakak ini dulu ya, duduk disana saja. " ujar Alish seraya menunjuk kearah ayunan.
Dan lagi-lagi, Andi hanya mengangguk sebagai jawaban tanpa bicara. Zehan mengulurkan tangannya dan menggandeng Andi menuju ayunan. Sementara Alish masuk kedalam Yayasan untuk membantu Bunda Ani.
__ADS_1
Zehan dan Andi duduk di masing-masing ayunan yang bersebelahan. Sesekali mereka mengayunkan ayunan nya.
" Sudah berapa lama Kakak mati,,? " tanya Andi memecah kesunyian.
" Sudah dua tahun. " jawab Zehan singkat.
" Kakak tidak ingin tau siapa Kakak yang sebenarnya,,? dan bagaimana Kakak bisa mati,,? " tanya Andi lagi.
Sontak Zehan menghentikan laju ayunan nya dan menoleh kearah Andi yang masih memaju mundurkan ayunan nya. Zehan mengerutkan keningnya.
" Bagaimana kamu bisa tau kalau Kakak tidak ingat siapa Kakak,,? Dan bagaimana Kakak bisa mati,? " tanya Zehan balik bertanya.
" Siapa sebenarnya anak ini,,? Bagaimana dia bisa tau kalau aku hilang ingatan,,? " tanya Zehan dalam hati.
" Andi bukan siapa-siapa. Dan Andi hanya sedikit berbeda dari mereka semua yang ada disini. Andi memiliki sedikit keistimewaan. " ujar Andi sambil memberhentikan ayunan nya.
Lagi-lagi Zehan tersentak kaget, karena Andi bisa tau apa yang dipikirannya.
Andi menoleh kearah Zehan dan tersenyum kecil.
" Kakak benar-benar tidak ingin tau siapa Kakak,,? " Andi mengulang pertanyaannya.
" Tentu saja Kakak ingin, tapi Kakak sama sekali tidak mengingatnya. Dan hanya baru-baru ini saja Kakak mendapatkan ingatan dan bayangan yang masih samar. Dan itupun hanya melalui mimpi Kakak. " jawab Zehan.
" Itu karena Kakak sebenarnya belum mati. Kakak saat ini dalam keadaan kritis alias koma dirumah sakit. Kakak mengalami kecelakaan karena sabotase dari seseorang yang iri sekaligus dendam sama Kakak. Dan dia orang terdekat Kakak. " jelas Andi membuat Zehan beranjak dari ayunan dan berjongkok didepan Andi.
Zehan meraih tangan kecil Andi dan menggenggamnya. Zehan menatap serius Andi.
" Jadi sebenarnya Kakak masih hidup,,? " tanya Zehan dengan suara bergetar, menahan gejolak dalam dadanya.
Andi mengangguk.
__ADS_1
" Kakak bisa kembali ke tubuh asli Kakak apabila Kakak sudah bisa merubah dan menghilangkan semua sifat buruk Kakak. " jawab Andi dan lagi-lagi Zehan tersentak kaget.
" Kakak punya sifat buruk,,? " tanya Zehan.
Andi kembali mengangguk.
" Buruk,, bahkan sangat buruk. Kakak terlalu sombong, arogan, kasar dan kejam. Tak jarang Kakak menghina, memaki, memukul, menendang dan tak segan-segan memecat bawahan Kakak tanpa rasa belas kasihan. " jelas Andi membuat Zehan merasa lemas seketika.
" Seburuk itukah aku dulu,,? mengapa dada ini terasa sakit dan sesak,,? " batin Zehan lirih.
" Kakak beruntung, karena masih diberi kesempatan. Dan saat ini, hanya Kak Alish yang bisa membantu Kakak merubah dan menghilangkan semua sifat buruk Kakak itu. Kakak tau sendiri kan, bagaimana baik hati dan mulianya sifat Kak Alish,,? " Zehan mengangguk, dan mata Zehan mulai berkabut.
" Kakak juga harus bisa berjanji, setelah Kakak sadar, Kakak tidak akan membalaskan dendam pada orang yang sudah melukai Kakak. Anggap saja itu sebagai hukuman untuk Kakak. Dan sebelum Kakak bisa kembali ke tubuh Kakak, Kakak juga harus menemui seseorang untuk meminta maaf dengan tulus. Karena Kakak telah melukai hati dan fisik orang itu. Orang yang sangat berjasa pada Kakak. " jelas Andi panjang lebar.
Tanpa terasa, air mata menetes dari sudut mata Zehan. Hatinya benar-benar sakit mendengar penjelasan Andi. Menyesal,, ya,, Zehan sangat menyesal. Zehan meraup wajahnya dengan kasar. Dan Zehan jatuh terduduk karena lemas.
****
~~ **Bersambung,,
Jangan lupa, mainkan jari kalian untuk menekan like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.
Hargai hasil pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari Othor,,
❤❤❤✌✌✌**
__ADS_1
****