The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 62


__ADS_3

** Maaf,, othor up siang. Karena gantian ngetik cerita baru othor. Lanjutan novel "Sahabatku Menjadi Pasanganku ". Jangan lupa mampir,,, Judulnya " Betawi Versus Mandarin "



Oke deh,,, happy reading guy's,,


Lope lope sekebon untuk reader's,,


****


*


*


*


" Aaahhh,,,, " lahar panas milik Zehan keluar memenuhi rahim sangat istri. Begitu pun dengan Alish, yang kembali mendapat pelepasan nya.


Zehan membiarkan miliknya itu didalam sana, sampai semua benihnya keluar. Zehan sangat berharap, benihnya itu segera berkembang menjadi janin didalam rahim Alish.


Zehan mengeluarkan miliknya dan menjatuhkan tubuh nya disamping tubuh Alish. Nafas mereka masih memburu,, dan keringat mereka masih membasahi tubuh keduanya.


" Terimakasih, sayang. " ucap Zehan. Alish hanya mengangguk sambil mengatur nafasnya.


Setelah nafasnya kembali teratur, Zehan membetulkan posisi tidurnya. Kepalanya diletakan diatas bantal. Tak lupa juga, Zehan mengangkat sedikit tubuh Alish dan menyandarkan kepala Alish didadanya.


" Tadi siang aku bertemu dengan Rayhan, dan dia mengajakku ke perusahaan Choi's Corporation. Kamu pernah dengar,,,? " Alish mengangguk.


" Pernah. Waktu itu teman satu kerja aku menceritakan nya saat dia membacanya di berita online. Katanya, perusahaan itu adalah salah satu perusahaan besar yang membangun banyak gedung dan Hotel di negara ini. "


" Itu benar. Apa kamu tahu, siapa pemiliknya,,? " tanya Zehan, dan Alish menggeleng.


" Dia Adikku. " Alish terkejut dan menatap Zehan.


Zehan tersenyum lalu mengecup kening Alish sekilas.


" Lebih tepatnya, Adik sepupuku. Mamanya adalah adik kandung Papaku. Karena Tante ku itu menikah dengan pria bermarga Choi,, maka Tante dan anaknya mengikuti marga suaminya. " jelas Zehan dan Alish mengangguk mengerti.


" Adikku itu bernama William Choi, dan aku memanggilnya Willi. Sebenarnya dia tinggal di Korea,, namun karena aku yang memilih tinggal disini, akhirnya dia pun mengikutiku. Ayahnya membangun sebuah perusahaan disini, untuk nantinya akan dikelola oleh Willi. Dan sekarang, Willi harus bolak-balik Indonesia Korea. Orangtua dan adiknya ada disana, sementara perusahaan nya ada disini. "


" Lalu,,? " tanya Alish. Zehan menarik nafas panjang.


" Tadi Rayhan mengajakku ke perusahaan Willi. Ternyata, perusahaan Papaku akan bekerja sama dengan perusahaan Willi untuk membuat dan membangun sebuah komplek perumahan elit. Willi dan Rayhan memaksaku untuk ikut ambil alih dalam kerjasama tersebut. Namun aku masih ragu. "


" Kenapa,,,? "


" Aku ragu karena Papa. Kamu tahu sendiri kan, bagaimana hubungan ku saat ini dengan Papa. Dan aku juga ragu untuk menerimanya karena kamu. "

__ADS_1


" Aku,,,? Tapi aku kenapa, Bby,,? " tanya Alish bingung.


Zehan mengusap lembut pipi Alish dan mengecup hidung mungilnya.


" Aku tidak mau membuat waktu kebersamaan ku denganmu, berkurang. Aku akan sering sering berangkat pagi dan pulang larut. Aku tidak bisa mengantar atau menjemputmu bekerja. Aku juga pasti akan sangat jarang memakan masakanmu. Karena waktuku pasti akan banyak dihabiskan diluar sana. " keluh Zehan, membuat Alish tersenyum lembut.


Alish memeluk pinggang Zehan lalu mengecup pipinya dengan lembut.


" Tidak apa-apa, Hubby. Bukankah malamnya kita masih bisa bertemu,,,? "


" Tapi tetap saja,, hanya sebentar. Dan itu kurang bagiku. " Alish tertawa kecil karena Zehan merajuk.


" Hubby harusnya bisa menunjukkan pada Papa, kalau Hubby masih bisa bangkit dan berkarya walau tanpa harta dari Papa. Semoga saja Papa bisa lunak hatinya dan mau merestui pernikahan kita. Dan semoga Papa bisa menerima ku sebagai menantunya. " bujuk Alish.


Zehan memeluk tubuh mungil Alish.


" Maafkan aku,,. Aku masih belum bisa membahagiakanmu. Dan Papa masih belum bisa merestui kita. Papa benar-benar sangat keras kepala. " ujar Zehan dengan lirih.


" Bukankah Hubby juga sama keras kepalanya dengan Papa,,? " goda Alish.


Zehan seketika langsung menatap Alish dan menggigit pipinya pelan.


" Sshhttt,,, sakit Hubby. " Alish meringis sambil memegang pipinya.


" Makanya,, jangan pernah meledek ku lagi. "


" Maafkan aku, Hubby. Ambil saja pekerjaan itu. Bukankah pekerjaan itu lebih baik dari pada Hubby terus-terusan menjadi sopir taksi online,,? Memang Hubby tidak takut, aku cemburu,, karena pasti banyak wanita yang menggoda dan mendekati Hubby,,? "


Pertanyaan Alish membuat Zehan mengeratkan pelukannya dan tertawa.


" Aku justru ingin melihatmu cemburu, sayang. "


Alish mengerucut kan bibirnya, begitu mendengar ucapan Zehan. Membuat tawa Zehan semakin kencang.


" Dengarkan aku, sayang. Secantik dan seseksi apapun wanita yang ingin menggoda ku,, mereka tidak akan pernah berhasil, sayang. Karena apa,,? Karena disini dan disini hanya ada dirimu dan namamu. " ujar Zehan sambil menujuk ke kepala dan dadanya.


Alish tersenyum bahagia mendengar ucapan Zehan yang sedikit gombal menurut othor,,,


" Terimakasih,, Hubby. "


" Baiklah, sayang. Aku akan mendengarkan ucapanmu tadi. Aku akan menerima kerjasama itu. Tapi kamu jangan marah dan jangan pernah menyesal, apabila aku jarang ada waktu untukmu. " Alish mengangguk.


" Tapi ngomong-ngomong,, apa kamu tahu, apa pekerjaan ku sebelum kita bertemu dan menikah,,,? " tanya Zehan dan Alish menggeleng.


" Aku seorang arsitek. Namun diperusahaan Papa, aku menjabat sebagai CEO. Disaat hasil karyaku disetujui, aku pasti akan ikut campur didalamnya. Aku akan terjun langsung untuk mengawasi pembangunannya. Mengawasi dari mulai bahan bangunan, alat-alat, hingga para pekerja nya. Aku tidak mau mengambil resiko ada kecurangan didalamnya. Karena itu akan merusak karya indahku. " ujar Zehan dengan sombongnya.


Alish cukup terkejut mendengar ucapan Zehan. Alish sama sekali tidak tahu, apa pekerjaan suaminya itu sebelumnya. Yang Alish tahu, Zehan berasal dari keluarga berada dan bekerja di sebuah perusahaan besar tanpa tahu apa jabatannya disana.

__ADS_1


Alish merasa rendah diri, dan merasa semakin tidak pantas menjadi pendamping hidup seorang Zehan Lee. Wajah Alish berubah muram.


Zehan melepaskan pelukannya dan beranjak dari posisi tidurnya. Zehan duduk diikuti oleh Alish. Wajah Alish masih menunduk dan terlihat muram.


" Kamu kenapa, sayang,,,? " tanya Zehan cemas.


Alish menarik nafas panjang. Berusaha meringankan rasa sesak didadanya.


" Maafkan aku, Hubby. Aku baru tahu, siapa dirimu. Dan aku merasa tidak pantas bersanding denganmu. " jawab Alish dengan lirih dan suaranya terdengar parau, seperti menahan tangis.


Zehan merasa sesak dan nyeri didadanya, melihat wajah muram Alish dan suara tangisnya yang tertahan.


Zehan langsung menarik tubuh Alish dan memeluknya erat, membuat Alish tidak dapat lagi menahan air matanya.


Zehan merasa kan dadanya basah dan hangat karena airmata Alish. Hatinya terasa sakit dan nyeri.


" Aku mohon,, jangan menangis. Hatiku sakit, melihat airmatamu. Aku sudah pernah melihatnya, dan aku tidak ingin melihatnya lagi. Bukan dirimu yang tidak pantas denganku,, harusnya aku yang merasakan itu. Kamu wanita cantik, penyayang, sabar dan sempurna. Aku hanyalah pria penuh salah dan dosa. Aku yang tidak pantas untukmu. "


" Aku yang memilihmu dari pada harta dan jabatan. Aku butuh kasih sayang dan cinta dari mu. Aku merasa nyaman dan bahagia bersamamu. Jangan pernah lagi kamu mengatakan seperti itu,, Dan jangan lagi, airmata ini keluar dari mata indahmu. Aku mohon,,, dan aku sangat mencintaimu. "


Zehan melepaskan pelukannya dan mengecup kening Alish dengan lembut. Diusapnya pipi Alish yang basah karena airmata, dan kemudian dikecup nya juga kedua mata itu.


" Jangan pernah menangis lagi,,,. Dan jangan pernah tinggalkan aku. Tetaplah bersamaku, selalu,,,. Oke,,? "


Alish berusaha untuk tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Zehan kembali memeluk Alish, lalu merebahkan tubuhnya, dengan Alish yang masih ada di pelukannya.


" Sekarang kita tidur. Dan lupakan pembicaraan kita tadi, oke,, ? "


Lagi-lagi Alish hanya mengangguk tanpa menjawab. Hanya mengeratkan pelukannya sebagai jawabannya. Zehan kembali mengecup kening Alish, lalu mulai memejamkan matanya. Begitu juga dengan Alish, berusaha untuk tidur.


******


~~**Bersambung ,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**


*****

__ADS_1


__ADS_2