
" Aku tidak akan pernah melupakan Kakak. Do'a ku, dimana pun nanti Kakak berada, semoga itu adalah yang terbaik untuk Kakak. Dan semoga Kakak selalu bahagia. " ucap Alish dengan suara yang bergetar, berusaha menahan untuk tidak menangis.
" Terimakasih,,, " sahut Zehan parau.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju toko tempat Alish bekerja. Mereka diam selama sisa perjalanan ke toko. Tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing.
****
Tiga minggu berlalu dengan cepat. Selama itu pula, Alish merasakan perubahan pada diri Zeyan. Alish merasa Zehan sekarang lebih pendiam, lebih sabar dan tak jarang ikut membantu Alish saat menolong orang tentu saja tidak ada satu orang pun yang tau atau melihatnya.
Dan selama itu pula, setiap malam ingatan dari masa lalunya terus datang dan semakin jelas siapa dirinya. Membuat Zehan merasakan sesak yang teramat sangat didadanya.
Zehan masih ingat dengan sangat jelas malam dimana dia mengingat siapa dirinya. Dia adalah anak tunggal dan menjadi pewaris salah satu dari perusahaan yang berpusat di Korea.
Lee's Corporation nama perusahaan milik keluarganya yaitu Keluarga Lee. Ayah dan Ibu Zehan bernama Mark Lee dan Iriana Sabilla. Ibu Zehan asli orang Indonesia sementara Ayahnya ber kenegaraan Korea. Zehan sendiri bernama Zehan Lee dan dia mengurus salah satu cabang perusahaan Lee's Crop yang ada di Indonesia sementara kedua orangtuanya mengurus perusahaan pusat yang ada di Korea.
Sejak Zehan beranjak remaja dan saat itu Zehan baru saja bersekolah tingkat atas atau SMA, kedua orangtuanya sudah meninggalkannya di Indonesia dan diurus oleh pelayan kepercayaan keluarga mereka. Dan karena alasan itulah, yang membuat Zehan kesal sekaligus marah pada orangtuanya.
Zehan juga mulai memberontak, sering bolos sekolah, bertindak kasar pada pelayan dan penjaga, serta memiki pergaulan bebas seperti pergi ke Bar, minum minuman keras dan mabuk-mabukan saat dirinya mulai kuliah. Walau begitu, Zehan tidak pernah bermain perempuan, hanya mabuk-mabukan saja.
Begitu lulus kuliah dan menjabat menjadi CEO di perusahaan Lee's Crop,, sifat dan sikap buruk Zehan semakin menjadi-jadi. Dia bersikap kejam, arogan dan semena-mena terhadap karyawannya. Dari membentak, menampar hingga memecat mereka, walaupun kesalahan yang mereka lakukan hanya hal yang sepele.
Flashback on,,
" Ze,,, mama mau bicara sama kamu. " tegas Ibu Zehan yang bernama Iriana Sabilla.
Zehan menoleh sekilas kearah Sabilla yang sedang berdiri di pintu kamarnya lalu melanjutkan kegiatannya memakai sepatunya.
" Ze,, mau sampai kapan kamu seperti ini, sayang,,? " tanya Sabilla lembut seraya menghampiri Zehan.
Zehan yang telah selesai memakai sepatunya, mendongakkan kepalanya.
" Seperti apa maksud mama,,? " Zehan balik bertanya, lalu berdiri dan berjalan kearah walk in closet nya.
Zehan meraih jaket kesayangannya yang berwarna hijau army dengan warna merah dibagian dalamnya, tak lupa dengan topi dengan warna yang sama. Dia memakainya seraya berjalan menghampiri mamanya yang masih belum menjawab pertanyaannya.
" Maksud Mama, mau sampai kapan kamu bersikap arogan, kejam susah diatur dan selalu pergi ke bar dan pulang larut malam sambil mabuk-mabukan,,? " Sabilla mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
Zehan berdiri didepan Sabilla sambil mengerutkan dahinya.
" Salah siapa hingga Ze bertindak seperti ini,,? " Zehan balik bertanya dengan suara lirih.
Sabilla terdiam sementara Ze menghela nafas panjang dan membuangnya kasar.
" Ze kadang bingung dan sering bertanya-tanya, sebenarnya Ze anak kandung Mama dan Papa atau bukan,,? " tanya Zehan lagi.
Sabilla tersentak mendengar pertanyaan Zehan.
" Tentu saja kamu anak kami, mengapa kamu bisa bertanya seperti itu, sayang,,? " sahut Sabilla sedih.
" Benarkah,,? Lalu mengapa dengan teganya kalian selama bertahun-tahun meninggalkan Ze sendiri disini hanya ditemani Bi Minah dan Paman Rahmad. Mama dan Papa menjadikan seorang pelayan dan sopir sebagai pengasuh Ze. Orang tua Ze disini mereka atau Mama Papa,,? " seru Zehan kesal.
Plakk,,,
Sontak Sabilla menampar pipi kanan Zehan. Zehan memegang pipi bekas tamparan sang Mama sambil tersenyum kecut. Selang beberapa detik kemudian, Sabilla tersadar sambil melihat tangannya yang gemetar dan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Terimakasih untuk tamparannya, Ma. Ze pergi,,. " ucap Zehan lalu beranjak pergi meninggalkan Sabilla yang masih terdiam mematung dikamar Zehan.
Sabilla tersadar, lalu berlari mengejar Zehan yang sedang berjalan menuruni tangga rumahnya.
Zehan terus berjalan tanpa menoleh. Bi Minah menanti Zehan dibawah dekat tangga.
" ZE,,,!!! " panggil Sabilla lagi dengan lebih kencang.
" Den,,. Itu Nyonya memanggil Aden. " ujar Bi Minah begitu Zehan sampai didepannya.
" Biarkan saja, Bi. Ze pergi,,, dan tidak pulang malam ini. " sahut Zehan sambil berlalu tanpa menoleh kearah Bi Minah.
Sabilla menangis diujung tangga, sementara Zehan sudah keluar dari rumah menuju garasi.
Paman Rahmad yang sedang mengelap mobil milik Zehan, menoleh kearah Zehan yang berjalan menghampirinya.
" Aden mau pergi lagi,,? " tanya Paman Rahmad lembut.
" Iya, Paman. Dan malam ini Ze ga pulang. " sahut Zehan.
__ADS_1
" Kenapa Den,,? Bertengkar lagi dengan Nyonya,,? " tanya Paman Rahmad masih dengan suara lembut.
" Ya, begitu deh. " jawab Zehan cuek.
" Jangan begitu atuh, Den. Bagaimana pun juga dia adalah Ibu kandung Aden. Tidak baik kasar pada orangtua. " ujar Paman Rahmad menasehati.
" Ckk,, Paman ga usah ikut campur urusan Ze, Paman urusin aja tuh mobil. " sahut Zehan kasar.
Paman Rahmad tersenyum.
" Itu memang tugas Paman, Den. Dan sudah menjadi tugas Paman juga untuk menasehati Aden untuk tidak bertindak kasar pada Nyonya. Dosa besar, Den,, bila kita menyakiti hati seorang Ibu, apalagi sampai membuatnya menangis. Seburuk-buruk seorang Ibu, dia tetaplah orang mulia bagi seorang anak, karena surga ada ditelapak kaki Ibu. " nasihat Paman Rahmad bijak.
Zehan merasa kesal dan marah mendengar nasihat Paman Rahmad.
Plakkk,,,
Zehan menampar pipi Paman Rahmad kencang, membuat kaki Paman Rahmad mundur beberapa langkah. Zehan mendorongnya dengan kasar.
" Minggir,,!! Ze mau pergi. Sekali lagi Ze peringatkan Paman, jangan ikut campur urusan Ze. Ingat,,!! Posisi Paman disini hanya seorang sopir,, jangan terlalu ikut campur urusan majikan. Mengerti,,,!! " bentak Zehan kasar lalu masuk kedalam mobil.
Paman Rahmad tersentak mendengar ucapan Zehan. Hatinya terasa sakit dan nyeri. Anak majikan yang diasuhnya bertahun-tahun, tiba-tiba saja bertindak kasar padanya. Bahkan menghinanya. Mata Paman Rahmad berkabut, dan dengan langkah gontai, Paman Rahmad membawa kakinya masuk kedalam dan menuju kamarnya.
****
~~ Bersambung,,
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang susah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor,, karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor.
❤❤❤✌✌✌
__ADS_1
****