The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
Seasons 2 : Cowok Narsis dan Cewek Bar-bar # bab 2


__ADS_3

** Masih Flashback on,,


*


*


*


" Hei,,, kenapa wajahmu,,? Benar-benar terlihat sangat jelek. " ejek Zehan pada William yang sudah duduk dihadapannya.


Saat ini, William sudah berada di kantor Zehan. Wajahnya merengut saat masuk kedalam ruangan Zehan.


" Matamu harus segera di periksa, Hyeong. Sejak lahir, wajahku itu sangat tampan, walaupun dalam keadaan cemberut. " jawaban Narsis yang keluar dari mulut William, membuat Zehan berdecih.


" Cih,,,,. Narsis mu masih seperti dulu. Percuma tampan, kalau masih menjadi jomblo akut. "


William melotot kearah Zehan saat dirinya diejek jomblo akut.


" Hei,,, aku bukan jomblo,,!! Hanya saja aku belum menemukan yang pas dihatiku. " elak William tegas.


" Ya,, ya,, ya. Terserah apa katamu. Jadi,,,? " Zehan ingin mendengar lanjutan cerita William.


William menarik nafas panjang lalu mulai menceritakan awal kejadian penjambretan tadi.


" Saat gadis itu berkelahi, awalnya kukira dia laki-laki. Karena dia menggunakan topi dan kaos yang di dobel dengan kemeja longgar. Namun saat mendengar suaranya, aku benar-benar dibuat terkejut. Ternyata dia seoarang gadis. "


" Gadis itu sangat lihai saat berkelahi, padahal saat itu dia membawa gitar dipunggung nya. Namun itu tidak menghalangi kelincahan nya dalam berkelahi. "


" Apa dia cantik,,? terdengar kau sangat mengaguminya. " tanya Zehan memotong cerita William.


" Walaupun kulitnya tidak seputih gadis-gadis lain, namun tidak mengurangi kadar kecantikannya. Apalagi kalau sudah tersenyum. " William bercerita sambil tersenyum sendiri, membuat Zehan menggelengkan kepalanya.


" Lalu siapa gadis itu,,? " tanya Zehan lagi, membuat senyuman di bibir William menghilang. Dia menghela nafas panjang.


" Itulah bodohnya aku, Hyeong. Aku terkesima dengan ucapan bijak dan senyumannya, membuatku tidak sadar, kalau dia sudah pergi. "


Zehan ingin tertawa, namun melihat wajah sendu William, membuatnya menjadi tidak tega.


" Memang apa yang gadis itu katakan,,? "


" Aku memberinya uang sebagai tanda terimakasih, tapi dia menolaknya. Bahkan dia juga mengatakan kalau dia menolongku dengan ikhlas. Dia mencari pahala bukan sedekah. "


Zehan menarik sudut bibirnya, dia tersenyum tipis.


" Hmm,,, gadis yang menarik. " batin Zehan.


" Lalu,,, apa yang akan kau lakukan selanjutnya,,? Apa kau tidak ingin mencari tahu siapa dirinya,,? " tanya Zehan sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


" Emm,, apakah boleh, Hyeong,,? " William balik bertanya.


" Tanyakan pada hatimu. " jawab Zehan dengan singkat.


William kemudian tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


*


*


*


Flashback off,,


*


*


" Jadi,,,? Sekarang kau sudah tahu siapa gadis itu,,? " William mengangguk.


" Gadis itu yatim piatu, dia mempunyai seorang adik yang masih bersekolah SD. Dan dia juga mengurus keponakannya yang baru berusia dua tahun, anak itu juga yatim piatu. "


" Kasihan sekali anak itu, masih kecil sudah ditinggal pergi kedua orang tuanya. " lirih Zehan dengan sendu. Dia merasa miris sekaligus kasihan.


" Kedua orang tua anak itu adalah Kakak dari gadis itu. Mereka meninggal karena menjadi korban tabrak lari. Dan oleh sebab itu, gadis itu mengurusnya. Gadis itu juga hanya seorang pengamen jalanan. " wajah William semakin sendu. Zehan tersenyum tipis.

__ADS_1


" Jangan menghina atau memandang rendah pekerjaannya yang hanya seorang pengamen. Mungkin dia melakukan itu karena ada alasan tertentu. Aku justru salut padanya, tidak malu bekerja sebagai pengamen, karena dia pasti juga repot harus mengurus dua orang anak kecil. " ucap Zehan dengan bijak.


" Ya,, kau benar Hyeong. Dia menjadi pengamen karena bisa setiap saat pulang kerumah untuk mengurus adik dan keponakannya itu. Dan dari mengamen juga, dia bisa mendapatkan uang untuk makan setiap harinya. "


" Benarkan. " William mengangguk.


" Gadis itu sangat tomboy dan sedikit bar-bar karena aku sering melihatnya berkelahi. "


" Hei,,,. Hidup dijalanan itu sangat berbeda dengan kehidupan normal biasa. Jalanan itu kejam, kalau dia tidak membekali dirinya seperti itu, dia akan sangat mudah untuk ditindas. " William menghela nafas.


" Tapi itu berbahaya, Hyeong. "


" Itulah resiko yang harus dia tanggung. Dia juga pasti sadar dengan konsekuensi nya. " William terdiam.


" Apa kau benar-benar sudah jatuh cinta padanya,,? " William menunduk sambil mengangguk.


" Maka berjuanglah. " William mengangkat wajahnya.


" Tapi seperti nya sulit, Hyeong. "


" Kenapa,,? " Zehan mengernyitkan dahinya.


" Gadis itu sangat membenci orang kaya. " ucap William lirih.


" Why,,,? "


" Aku mencari tahu dari tetangganya. Mereka bilang, gadis itu sangat membenci orang kaya karena yang menabrak Kakak dan Kakak iparnya adalah orang kaya yang tidak bertanggung jawab. "


" Gadis itu sempat melaporkan nya pada polisi, namun ternyata pelakunya sudah membayar polisi tersebut, sehingga bukti dari CCTV di jalan tersebut, tiba-tiba menghilang. Bahkan mereka juga membayar saksi yang melihat kejadian agar untuk tutup mulut. "


" Gadis itu sangat marah, bahkan mengutuk pelaku tersebut. Oleh karena itu, gadis itu sangat membenci orang kaya. Dia berpikir kalau semua orang kaya itu sama, kejam dan tidak bertanggung jawab. " wajah William benar-benar sendu.


Zehan mengepalkan tangannya, karena merasa kesal dengan pelaku penabrakan yang bebas berkeliaran dan tidak dihukum.


" Dasar orang kaya kejam. " Zehan benar-benar marah.


" Bukankah kita juga orang kaya, Hyeong,,? "


Zehan sontak menoyor kepala William, saat mendengar ucapan William.


Namun sesaat kemudian, wajahnya kembali berubah serius.


" Apa kau tahu keluarga dengan nama belakang Smith,,? " tanya William tiba-tiba.


Zehan terdiam sesaat, berusaha mengingat nama itu.


" Aku seperti pernah mendengarnya. Nanti akan ku tanyakan pada Papa. Memang kenapa dengan keluarga itu,,? Jangan bilang kalau keluarga itulah pelakunya,,? " Zehan berusaha menebak-nebak.


William mengangguk, dan Zehan kembali menarik nafas panjang.


" Akan kuminta Papa untuk mencari tahu. Kapan kejadian itu,,? "


" Kira-kira setahun yang lalu. "


" Baiklah,, kau tunggu saja kabar dariku. Ngomong-ngomong,, sejak tadi kau selalu menyebutnya dengan 'gadis itu', apa kau masih belum tahu namanya,,? " William menepuk dahinya seketika.


" Aku lupa, Hyeong. Nama gadis itu Fatimah. Tapi dia lebih sering dipanggil dengan nama Imeh. " Zehan menghela nafas penjang membuat William menatapnya bingung.


" Kau kenapa, Hyeong,,? " tanya William.


" Sepertinya kau akan sulit untuk mendapatkan gadis itu. "


" Kenapa,,? " tanya William lagi.


" Pertama,,, bukankah kau bilang kalau gadis itu membenci orang kaya,,? " William mengangguk.


" Dan kau termasuk dalam salah satu keluarga terkaya. " William kembali sendu.


" Kedua,, apakah kau sudah membicarakannya pada Mommy Sarah,,,? " William menggeleng.


" Dan kau juga pasti belum tahu kan, Mommy Sarah setuju atau tidak,,? " lagi-lagi William mengangguk.


" Dan yang ketiga,, ini yang paling penting. "

__ADS_1


" Apa,,? "


" Kalian berbeda keyakinan. " William tersentak kaget.


" Darimana kau tahu, Hyeong,,? "


" Dari namanya sudah jelas. Fatimah adalah nama salah satu anak kesayangan dari Baginda Nabi. Dan Baginda Nabi sendiri adalah panutan bagi kami umat Muslim. " William terdiam.


" Apakah kami tidak bisa bersatu,,? " Zehan menggeleng.


" Kalaupun kalian memaksa untuk bersatu dengan keyakinan kalian yang berbeda, aku takut kalian akan mengalami kesulitan di kemudian harinya. "


" Perbedaan keyakinan dan prinsip, tidak selalu berjalan mulus. Aku takut selalu terjadi pertengkaran, yang mengakibatkan terjadinya perceraian. Bagi kami umat Muslim,, Allah sangat membenci perceraian. "


" Dan bagi kami umat Muslim,, apabila kalian tetap menikah walau beda keyakinan, itu sama saja kalian kumpul kebo, sama saja dengan berzina. "


William semakin terdiam, dia menundukkan kepalanya.


" Apa aku juga harus pindah keyakinan agar bisa bersamanya,,? " suara William mulai bergetar. Zehan kembali menggeleng.


" Jangan berpindah agama atau keyakinan atas dasar cinta. Tapi lakukan dengan hati dan karena Allah. Karena atas dasar cinta, tidak akan berhasil, karena semua itu hanya keterpaksaan. "


" Itu tidak baik. Dan pasti, akan kembali pindah agama setelah merasa sudah bersatu dan saling memiliki. Karena hati-mu tidak tegas dan tidak mantap pada satu agama. "


William kembali terdiam. Hati, dan pikirannya benar-benar kacau saat ini.


" Lalu apa yang harus aku lakukan, Hyeong,,? "


" Renungkanlah,,,!! Dan mantapkan hati-mu, agama dan keyakinan mana yang kau pilih. "


" Dan untuk urusan keluarga Smith,, biar aku dan Papa yang mengurusnya. Kau tenangkanlah hati dan pikiranmu dulu. " William mengangguk.


Zehan menghela nafas panjang lalu berdiri.


" Aku keluar duluan, aku sudah terlalu lama meninggalkan Alish. " lagi-lagi William hanya bisa mengangguk.


" Hyeong,,, apa bingkisan untuk anak yatim tadi masih ada,,? " tanya William sebelum Zehan keluar dari ruang kerja itu.


" Masih,,,."


" Boleh aku minta dua,,? "


" Untuk,,,? "


" Untuk Adik dan keponakan nya Fatimah. " Zehan tersenyum.


" Baiklah,, nanti akan aku siapkan. Aku keluar,, "


" Terimakasih, Hyeong. " ucap William sambil mengangguk.


Kepalanya kembali tertunduk. Pikirannya kacau dan hatinya sakit. William benar-benar kalut.


" Baru pertama aku merasakan apa itu jatuh cinta, namun begitu banyak halang dan rintangan yang menanti. " gumam William sedih.


*


*


*


~~ ***Bersambung,,,


{ Mohon maaf apabila kalimat othor yang kurang sesuai dengan pendapat kalian. Othor hanya menyampaikan pendapat othor yang sudah diajarkan oleh guru pengajian othor.


Dan othor juga mohon maaf,, othor tidak bermaksud untuk membedakan atau menjelekkan suatu agama. Karena cerita ini hanya tiktif dan tidak nyata. Sekali lagi mohon maaf dan jangan tersinggung. }


##


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤🙏🙏**

__ADS_1


**


__ADS_2