The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 02


__ADS_3

Malam yang terang dalam sekejap berubah. Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya.


" Yah,, hujan..!! " pekik seorang gadis yang masih menggunakan seragam kerjanya yang berwarna biru dengan garis merah dan kuning.


Gadis itu mempercepat laju kayuh sepedanya kearah halte terdekat. Tepat sepuluh meter didepannya. Gadis itu memarkirkan sepedanya dan buru-buru berteduh di halte tersebut.


Gadis muda itu bernama Ghaziyah Alishbah, biasa dipanggil Alish. Gadis itu mengibas-ngibaskan air yang ada di baju seragamnya. Dan tanpa sengaja, air tersebut mengenai seorang lelaki yang sedang duduk termenung di halte tersebut.



Alish menghampiri lelaki tersebut seraya meminta maaf.


" Aduh,, maaf Kak. Aku ga sengaja. Maaf,, maaf,,. " ucap Alish pelan merasa tidak enak.


Lelaki itu mengangkat wajahnya dan memandang Alish dengan tatapan datarnya.


" Maafin aku, Kak. Aku ga sengaja tadi. Aku hanya berusaha mengeringkan air di bajuku ini. Soalnya besok mau dipakai kerja lagi. Ini seragam aku satu-satunya. Maafin aku ya, Kak. " pinta Alish dengan sedikit memohon seraya duduk disamping lelaki itu.


Lagi-lagi lelaki itu memandang Alish dengan heran, membuat Alish mengerutkan keningnya.


" Kakak kenapa,,? " tanya Alish seraya mengibaskan tangannya didepan wajah lelaki itu.


" Ya ampun,,,!! Gila,,, tampan banget. Ahhh,,,, " jerit Alish dalam hati.


" Kamu bisa melihat aku,,? " tanya lelaki itu.


Alish memandang heran lelaki itu. Dan sedetik kemudian Alish tersenyum.


" Ya ampun, Kak. Mata ku masih normal untuk bisa lihat Cogan macam Kakak ini. " sahut Alish terkekeh.


" Serius,,, kamu benar-benar bisa lihat aku,,? " tanya lelaki itu lagi.

__ADS_1


Alish mengangkat dua jari telunjuk dan tengahnya, ✌.


" Suer, Kak. Aku serius,, dua rius malah. " jawab Alish masih terkekeh.


" Kalau beneran bisa lihat aku, coba kamu sebutin, aku pakai baju warna apa,,? " tantang lelaki itu.


Alish mengernyitkan dahinya. Kedua alisnya menyatu. Bingung sekaligus heran dengan maksud lelaki itu. Dipandang nya wajah lelaki itu dengan tajam dan lelaki itu menganggukkan kepalanya. Alish menarik nafas panjang.


" Oke,, biar Kakak puas, aku sebutin ya. Kakak memakai kaos oblong putih polos dengan jaket dua warna. Warna merah di bagian dalam dan hijau army di bagian luar. Kakak pakai celana jeans hitam, sepatu hitam dengan garis putih merk terkenal yang berlogo tanda ceklis. Memegang topi loreng hijau army, terus ada headphone warna merah putih yang menggantung dileher Kakak. Dan satu lagi yang pasti, Kakak ganteng tapi mukanya agak pucat dikit. Tapi tetap ganteng kok,,. PUAS,,??!! " jelas Alish dengan menekankan kata puas.


Lelaki itu terperangah mendengar penjelasan Alish. Dan melihat ke sepatu, celana dan bajunya.


" Cewek itu benar. Dia bisa melihat aku. " batin lelaki itu.


" Kamu ga takut sama aku,,? " tanya lelaki itu.


Alish tertawa membuat lelaki itu terpana.


" Ya ampun, Kak..!!! Aku masih waras dan normal. Mana mungkin aku takut sama Cogan kayak Kakak. " sahut Alish disela tertawa nya.


Lelaki itu melihat seseorang pria datang mendekat kearah halte tempatnya duduk.


" Coba kamu tanya pria itu. Kamu disini sendiri atau berdua,,? " pinta lelaki itu seraya menunjuk kearah pria yang baru saja sampai untuk berteduh.


Lagi-lagi Alish mengernyitkan dahinya.


" Ish,, Kakak aneh. Oke,, aku tanya. " sahut Alish.


Alish pun menghampiri pria yang baru tiba itu, yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Maaf Kak,, mau tanya. Sekarang jam berapa ya,,? Ponsel aku lowbat. " sapa Alish.

__ADS_1


Pria itu menoleh kearah Alish dan tersenyum.


" Jam setengah sebelas malam, Dik. Udah malam,, kamu baru pulang kerja,,? " tanya pria itu.


" Iya, Kak. Kebetulan tadi aku masuk siang, baru banget pulang eh,, dikasih hujan. Jadinya aku neduh dulu deh disini. " jelas Alish.


" Ohh, gitu. Ya udah,, Kakak duluan ya. Itu taksi online Kakak udah sampai. Kamu hati-hati ya,, udah malam banget lho. Kamu juga sendirian lagi disini. Langsung pulang ya, kalau hujannya udah agak reda. " ujar pria itu membuat Alish melongo.


" Sendirian,,? Terus cogan itu siapa dong,,? " batin Alish mulai takut.


" Iya Kak. Makasih. " sahut Alish berusaha tenang. Suaranya bergetar menahan takut.


" Ya udah. Kakak duluan, ya. " pamit pria itu seraya masuk kedalam mobil.


Alish mengangguk. Dan dengan takut-takut, Alish menoleh kearah lelaki tadi. Lelaki itu tersenyum membuat Alish semakin takut dan merinding.


****


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤🙏🙏🙏**


****

__ADS_1


__ADS_2