
Masih flashback on,,
Masih dengan Rahmad Pov,
" Halo selamat malam,, dengan kediaman Lee. Ada bisa saya bantu,,? " sapaku sopan.
".... "
" Ya, benar. Zehan Lee putra tunggal keluarga ini. Ada apa ya, Pak,,? " tanyaku kembali merasa tidak enak.
".... "
Aku terdiam mematung, airmataku mengalir tiba-tiba. Gagang telepon itu terlepas seketika dari tanganku. Dadaku sesak dan hatiku sakit,, sangat sakit. Kepalaku menggeleng, tak percaya dengan apa yang kudengar.
Aku tersadar, saat Minah menepuk pelan bahuku. Aku menoleh lalu memeluk Minah erat. Airmataku mengalir deras.
" Ada apa, Mas,,? Siapa yang menelepon barusan,,? " tanya Minah seraya mengelus pelan punggungku.
" Zehan, Bu. Ze,,, kecelakaan. Dan saat ini sedang dibawa kerumah sakit. Keadaan nya mengkhawatirkan dan mengenaskan. " jawabku dengan suara parau dan bergetar.
Minah tersentak kaget, dan langsung melepaskan pelukanku.
" Yang benar, Mas,,? " tanya Minah panik.
Aku hanya bisa mengangguk sambil memegang kedua bahu istriku. Seketika Minah merasa kakinya lemas dan tak kuat berdiri. Sontak aku langsung menahan tubuh istriku dan menuntunnya untuk duduk. Belum sempat kami duduk,,,
" Telepon dari siapa, Mad,,? Dan mengapa kalian menangis,,? " tanya Nyonya Sabilla yang tiba-tiba saja muncul.
Aku dan Minah tersentak dan saling pandang. Kami hanya bisa terdiam membisu. Panik dan bingung, bagaimana harus menjelaskannya.
" Ada apa,,? Kenapa kalian diam saja,,? " tanya Nyonya Sabilla lagi.
Aku memejamkan mataku sambil menarik nafas. Dan dengan terpaksa menjelaskan pada Nyonya Sabilla.
" Baru saja ada telepon dari rumah sakit, Nyonya. " jawabku pelan.
" Lalu,,? " Nyonya Sabilla mulai tidak sabar.
" Den Ze,, kecelakaan. Dan kondisinya kritis. " jawabku masih pelan,, sangat pelan tapi cukup untuk membuat Nyonya Sabilla terguncang hati dan jiwanya.
Nyonya Sabilla jatuh terduduk lemas di lantai, dan menangis kencang.
" Anakku,,,? Tidak,, tidak mungkin. Kau pasti bohong, Mad,,! " pekik Nyonya Sabilla sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Aku hanya bisa tertunduk dan ikut menggeleng.
" Itu benar, Nyonya. " sahutku semakin membuat Nyonya Sabilla menjerit kencang.
" Tiddaakkk,,,!!!! Anakku,,,!!! " jerit Nyonya Sabilla.
Aku dan Minah berusaha untuk menenangkan nya. Minah memeluk tubuh Nyonya Sabilla dan mengusap punggungnya perlahan. Mereka berdua menangis sesenggukan.
Aku berusaha untuk tenang walau dalam hatiku sangat takut. Dan tidak dapat dipungkiri, airmataku ikut mengalir.
Kami pun segera bersiap menuju rumah sakit. Dalam hatiku hanya bisa berdoa, semoga Zehan selamat. Nyonya Sabilla pun sudah menghubungi suaminya yang masih berada di Korea.
Begitu kami sampai dirumah sakit, kami bergegas lari menuju tempat informasi rumah sakit tersebut dan bertanya tentang Zehan.
" Selamat malam, Ibu dan Bapak. Ada yang bisa saya bantu,,? " tanya suster jaga tersebut ramah.
Dikarenakan Nyonya Sabilla terus saja menangis dipelukan Minah, akhirnya aku yang menjelaskan.
" Malam suster. Kami ingin bertanya tentang informasi korban kecelakaan atas nama Zehan Lee. "
" Sebentar ya, Pak. Saya periksa dulu. "
Suster itu mulai fokus dengan layar komputer nya. Sesaat kemudian,,
" Korban masih dalam penanganan, Pak. Saat ini masih ada didalam ruang IGD. Ruangan IGD ada disebelah sana, Pak. " jelas suster tersebut seraya menunjuk ke sebuah ruangan yang berada tidak jauh dari tempat itu.
" Terimakasih, Sus. "
" Sama-sama, Pak. "
Lalu kami pun bergegas menuju ruangan IGD. Kami menunggu di kursi tunggu depan ruangan itu. Aku berdo'a tanpa henti dalam hatiku. Entah kenapa, perasaanku sangat tidak enak.
Setengah jam kemudian,, seorang dokter keluar dari ruangan itu. Kami pun segera menghampirinya.
" Dokter,, bagaimana keadaan anak saya,,? " tanya Nyonya Sabilla tidak sabar.
" Anda keluarga korban,,? " Dokter itu balik bertanya, dan kami hanya bisa mengangguk.
Dokter itu menarik nafas panjang dan tertunduk lemah.
" Maafkan kami, Nyonya. Kami sudah berusaha yang terbaik. Keadaan korban saat ini sedang kritis dan dalam keadaan koma. "
Seketika Nyonya Sabilla jatuh terduduk lemas, begitu Dokter itu selesai menjelaskan.
__ADS_1
" Saat ini, korban sudah kami pindahkan dalam ruang ICU, Nyonya. " lanjut Dokter itu.
Hatiku saat itu benar-benar hancur. Menyesali karena tidak dapat mencegah Zehan pergi saat marah tadi.
" Kalau begitu saya permisi. " Dokter itu pamit, dan segera menyadarkanku.
" Terimakasih, Dok. " sahutku lalu membantu Nyonya Sabilla untuk berdiri.
Kami pun kemudian pergi ke ruang ICU. Dan hatiku semakin bertambah hancur saat melihat tubuh Zehan yang dipenuhi dengan alat bantu untuk bisa bertahan hidup. Lagi-lagi,, tanpa kusadari, airmataku kembali mengalir dari sudut mataku. Dan Nyonya Sabilla makin menjerit histeris.
Flashback off,,,
" Paman,,,. Paman kenapa,,? " suara Alish menyadarkan lamunan Rahmad.
" Paman tidak apa-apa, Alish. Hanya teringat dengan Zehan. " suara Rahmad terdengar sangat lirih.
Zehan tertunduk dan kembali menyesali perbuatannya yang telah lalu.
" Maaf, Paman. Kalau boleh Alish tau, bagaimana kejadian yang sebenarnya,,? bagaimana Kak Zehan bisa kecelakaan,,? " Alish memberanikan diri untuk bertanya.
Rahmad menghela nafas panjang dan membuangnya kasar.
" Malam itu, Zehan bertengkar Ibunya dan pergi dari rumah dalam keadaan marah dan kesal. Bahkan Paman pun ikut terkena dampak kemarahannya. Saat itu, Paman hanya sedikit menasehatinya. Tapi karena saat itu, hati Zehan sedang diliputi emosi, dia semakin marah. Bahkan tanpa sengaja, Zehan menampar dan mendorong Paman. "
Alish tersentak lalu menoleh kearah Zehan dan menatapnya dengan tajam. Zehan melirik Alish dan kembali menunduk.
" Zehan pergi dalam keadaan marah dan membawa mobilnya dengan kencang. Lalu terjadilah kecelakaan itu. Mobilnya menerobos lampu merah dan tertabrak truk besar hingga mobilnya berguling-guling. Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, ternyata rem mobil Zehan blong. Ada yang menyabotase mobilnya. Dan setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata orang yang membuatnya celaka adalah orang terdekatnya sendiri. Sahabat, sekaligus sepupunya Zehan sendiri. "
Alish semakin terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa, seorang sahabat sekaligus saudara bisa begitu jahat,,?
****
~~ Bersambung
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌
****