The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 50


__ADS_3

" Perlu bantuan, Mas,,? " tanya Bejo.


" Emm,, boleh kalau Mas Bejo lagi ga ada kerjaan. " jawab Zehan.


" Ya sudah, Mas. Nanti saya juga bakalan ajak temen-temen saya buat bantuin, biar sekalian kenal sama Mas Zehan. " ujar Bejo semangat.


" Oke kalau begitu. Nanti saya tunggu dirumah, kalau bisa habis shalat dzuhur saja. Soalnya saya mau nganterin makan siang dulu buat Alish. "


" Siap, Mas. Sekalian saya juga mau bilang ke istri saya dulu. Dia pasti seneng banget, Mas. Akhirnya bisa beli beras lagi. " sahut Bejo ynag kembali membuat Zehan merasa miris dengan keadaan keluarga Bejo.


Setelah mengantar Bejo sampai ke lapangan tempat biasa Zehan parkir, Zehan kembali melajukan mobilnya mencari restoran untuk membeli makan siang.


Karena waktu yang sudah mepet, Zehan memilih membeli makanan direstoran padang. Zehan memesan dua nasi komplit dengan lauk, sayur, lalapan dan sambal ijo.


Zehan meletakkan salah satu nasi didalam mobilnya, setelah dia membayar dikasir. Sementara nasi yang satu lagi, dia antarkan untuk Alish dengan berjalan kaki, karena memang jarak dari restoran padang itu dengan toko Alish bekerja hanya berjarak beberapa meter saja.


Zehan masuk kedalam toko, dan kembali menjadi bahan kekaguman dari pegawai maupun pembeli ditoko itu.


" Permisi, Mba. Alish nya ada,,? " tanya Zehan pada salah satu pegawai toko.


" Alish,,,? " ulang pegawai wanita itu dan Zehan mengangguk.


" Anda siapa nya,,? " tanya pegawai itu lagi.


" Saya suaminya. " jawab Zehan dengan santainya sambil tersenyum.


Sontak pegawai wanita itu dan beberapa orang pegawai lainnya kaget mendengar jawaban Zehan.


" Kak Zehan,,,,. " tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.


Zehan menoleh lalu tersenyum dan menghampiri Alish yang sedang berjalan kearahnya.


Alish meraih tangan Zehan dan mengecup punggung tangannya. Zehan tersenyum semakin lebar lalu menyerahkan bungkusan nasi padang yang tadi dibelinya.


" Maaf,, aku cuma bisa beli ini. " ucap Zehan, Alish tersenyum.


" Ga pa-pa kok, Kak. Oh ya,, Kakak udah lama disini,,? " tanya Alish, Zehan menggeleng.


" Aku baru datang. Sekalian aku mau bilang, setelah ini aku mau memindahkan barang-barang kerumah kontrakan kita yang baru. Karena besok sudah dimulai renovasi rumahnya. Dan maaf,, aku mungkin ga bisa jemput kamu. " jelas Zehan dan lagi-lagi Alish tersenyum.


" Iya, ga pa-pa. Justru aku yang minta maaf karena ga bisa bantuin Kakak beberes. " sahut Alish.


Zehan kembali tersenyum dan mengusap pelan rambut Alish.

__ADS_1


" Ya sudah. Aku pulang dulu ya, mau makan siang juga terus shalat. Kamu jangan lupa makan siang terus shalat. " Zehan pamit sekaligus mengingatkan. Alish mengangguk.


" Iya. Kakak hati-hati nyetir mobilnya. " Zehan mengangguk lalu pergi dari toko itu.


Begitu Zehan keluar, Alish langsung dikerubuti oleh teman-teman kerjanya. Mereka mencecar Alish dengan berbagai pertanyaan yang hanya dijawab Alish dengan senyuman dan anggukan.


.


.


.


.


Sesampainya dirumah, Zehan langsung makan siang lalu segera melaksanakan kewajibannya yaitu shalat dzuhur. Walaupun masih belajar, setidaknya Zehan ingin berusaha lebih baik menjadi mualaf yang taat.


Setelah rapi shalat, Zehan memasukan pakaian Alish yang ada didalam lemari kedalam koper. Sementara baju Zehan memang masih ada didalam koper, belum dibereskan. Tentu saja harus Zehan yang mengepak pakaian Alish, tidak mungkin Mas Bejo atau teman-teman nya kan.


Disaat Zehan sedang membereskan peralatan dapur, Bejo dan teman-teman nya datang.


" Assalamu'alaikum, Mas Zehan. " seru Bejo sedikit kencang.


" Wa'alaikumsalam,,, " sahut Zehan dari dalam rumah.


" Eh, Mas Bejo. Cepat juga datangnya Mas. " Bejo hanya nyengir sebagai jawaban.


" Oh iya, Mas. Ini kenalin dulu, teman-teman saya. " Bejo memperkenalkan temannya satu persatu.


" Yang ini namanya Amir, ini Yanto, ini Firman, ini Lukman dan yang ini Ari. " Zehan bersalam dengan mereka bergantian.


" Kenalkan,, nama saya Zehan. Terimakasih sudah bersedia membantu saya. " ucap Zehan dengan ramah.


Ya,, semenjak bangun dari koma nya, Zehan selalu berusaha berubah sikap. Menghilangkan semua sifat buruknya. Sifat egois, arogan, sombong dan kejam telah hilang secara perlahan.


" Sama-sama, Mas. Kami yang seharusnya berterima kasih, karena Mas Zehan sudah membantu kami keluar dari krisis ekonomi yang kami alami karena pandemi ini. Bahkan Mas juga sudah membayar kami dimuka, itu sudah sangat membantu perekonomian keluarga kami. Kami semua berhutang budi sama Mas Zehan. " jawab Yanto.


" Bener, Mas. Sudah sangat jarang, orang kaya dan ber-uang seperti Mas ini, mau membantu sesama yang sedang kesulitan seperti kami. " ujar Ari.


" Sekali lagi, kami semua berterima kasih sama Mas Zehan. Keluarga kami juga menyampaikan rasa terimakasih mereka sama Mas. " ucap Firman.


Zehan hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya. Hatinya terasa sangat damai dan bahagia, karena bisa membantu mereka yang membutuhkan, bahkan berulang kali mengucapkan terimakasih.


" Sama-sama. Sudah,,, jangan terus berterimakasih, saya jadi merasa sungkan. Mari silahkan masuk, kita bisa mulai memindahkan barang-barang. Takut kesorean. " sahut Zehan lalu masuk kedalam diikuti dengan yang lain.

__ADS_1


" Kalau hari ini tidak selesai, besok bisa kita lanjutkan lagi Mas. Sambil nungguin bahan matrial datang. " ucap Bejo.


" Ya, nanti kita atur lagi. " jawab Zehan.


Mereka pun mulai mengangkut barang-barang dan memindahkannya kerumah kontrakan Zehan yang baru. Mereka bahu membahu memindahkan barang-barang milik Alish yang kebetulan memang tidak terlalu banyak.


Bahkan sebagian ada yang akan Zehan buang setelah dia membeli yang baru. Banyak barang milik Alish yang sudah tidak layak pakai.


Zehan memesan makanan ringan dan minuman secara online untuk Bejo dan kawan-kawan. Terlalu merepotkan kalau harus membuatnya sendiri.


Tanpa terasa, hari sudah menjelang sore. Dan barang-barang yang akan dipindahkan hanya tinggal sedikit lagi.


" Mas Bejo,, saya titip sebentar ya, lanjutkan saja sisanya. Saya mau menunggu Alish didepan, sudah waktunya dia pulang. " ucap Zehan.


" Iya, Mas. Ga pa-pa, lagian ini cuma tinggal sedikit lagi. Ga sampai magrib juga sudah selesai. " sahut Bejo.


" Iya, Mas. Terimakasih,,. " ucap Zehan, lalu beranjak keluar dan menunggu Alish didepan, dekat dia memarkirkan mobilnya.


Dan benar saja, tak lama kemudian, Alish datang dan mendekat kearah Zehan sambil tersenyum.


" Kenapa nunggu di sini, Kak,,? " tanya Alish seraya mengecup punggung tangan Zehan.


Zehan tersenyum lalu mencium pucuk kepala Alish dengan lembut.


" Iya, memang aku sengaja. Sekalian mau ajak kamu langsung kerumah kontrakan baru. Sudah hampir semua barang-barang kita dipindahkan. " jawab Zehan membuat Alish sedikit terkejut.


" Jadi yang Kakak bilang tadi serius kalau hari ini kita langsung pindah,,? " tanya Alish dan Zehan hanya mengangguk.


******


~~ ****Bersambung lagi,,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**

__ADS_1


****


__ADS_2