The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 76


__ADS_3

** Maaf,, di bab sebelumnya ada beberapa typo,, dan sudah othor revisi kembali. Kita lanjut bab selanjutnya.


Kalau ada typo lagi,, harap maklum. Nanti akan othor perbaiki lagi.


Terimakasih,, dan selamat membaca. **


*


*


*


Beberapa hari kemudian,,


Setelah kondisi Zehan benar-benar sudah membaik,, Zehan pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun sesuai kesepakatan,, mereka akan terlebih dahulu memeriksakan kandungan Alish di Dokter kandungan atau biasa disebut dengan Dokter Obgyn.


Dokter yang menangani Zehan memang melarangnya beberapa hari yang lalu, saat Zehan bersikeras ingin memeriksakan kandungan sang istri.


Oleh karena itulah,, saat ini Zehan dan Alish tengah berada didalam ruangan Dokter kandungan dirumah sakit yang sama dengan Zehan dirawat.


Mereka memang sudah membuat janji satu hari sebelumnya,, saat Zehan sudah diijinkan untuk pulang. Dan William lah yang mengurus semuanya. Tentu saja karena paksaan dari sang Mommy.


Walau sebenarnya, tanpa dipaksa pun, William sudah pasti akan membantu mengurus segala keperluan Hyeong nya saat dirumah sakit.


Saat ini, Zehan sedang menatap Alish yang tengah berbaring di brankar, untuk diperiksa. Seorang suster memberikan gel diatas perut Alish yang sudah mulai membuncit. Dan Dokter pun kemudian meletakkan sebuah alat kecil yang terhubung dengan layar.


Dengan perasaan yang tidak menentu,, Zehan terus menatap kearah perut Alish. Dokter wanita yang bernama Dokter Fatima itu mengulum senyumnya melihat wajah was-was Zehan.


" Silahkan anda lihat dilayar, Tuan Muda Lee. " ucap Dokter Fatima,, Dokter senior ahli kandungan.


Sontak Zehan langsung mengalihkan pandangan menuju layar monitor. Namun wajah Zehan terlihat semakin bingung, melihat gambar yang menurutnya sangat tidak jelas itu.


" Apa yang harus saya lihat, Dokter,,? " tanya Zehan sambil menggaruk tengkuk lehernya.


Dokter Fatima dan Suster yang membantu, tertawa kecil mendengar pertanyaan Zehan, sementara Alish tersipu malu akan keluguan sang suami.


Dokter Fatima menunjuk dua buah janin yang kecil,, masih sebesar buah ceri dengan panjang sekitar 1,25 cm.


" Ada dua buah janin didalam rahim istri Tuan. Dan saat ini usia kandungannya sudah delapan minggu. Untuk panjang janin sendiri masih tergolong normal karena mereka kembar. " jelas Dokter Fatima.


Mata Alish sudah berkaca-kaca saat melihat layar dan setelah mendengar penjelasan dari Dokter. Sementara Zehan langsung tersenyum lebar, setelah melihat gambar dilayar.


" Ternyata kalian benar-benar kembar. Dan kalian berdua lah yang sudah membawa Ayah kembali. Terimakasih anak-anak ku. " ucap Zehan dalam hati.

__ADS_1


Matanya pun mulai berkabut saat mengingat wajah kedua anak kembar yang ditemuinya. Mereka tampan dan cantik juga sangat pintar.


" Apakah ada kendala yang Anda rasakan, Nona muda Lee,,? " tanya Dokter Fatima sementara suster membantu membersihkan gel dari perut Alish.


" Tidak ada, Dokter. Hanya sedikit mual saat pagi hari,, namun tidak parah. " jawab Alish seraya turun dari brankar kemudian berjalan menuju Zehan dan duduk disampingnya.


" Baiklah,,. Saya akan menulis resep dan memberikan anda vitamin, obat penguat kandungan dan obat untuk mengurangi rasa mual. "


" Terimakasih, Dokter. " ucap Zehan dan Alish bersamaan.


Dokter Fatima tersenyum seraya mengangguk. Dia memberikan secarik kertas berisikan resep obat yang harus ditebus di apotik rumah sakit oleh Zehan dan juga Alish.


Zehan menerima nya dan tak lupa mengucapkan lagi rasa terimakasih nya.


" Sama-sama, Tuan Muda Lee. Semoga anak dan istri anda sehat sampai waktu nya melahirkan nanti. "


" Aaminn,,,. Sekali lagi, terimakasih Dokter. "


Zehan dan Alish pun keluar dari ruangan Dokter Fatima. Dan tangan Zehan terus menggenggam tangan Alish sejak mereka keluar dari ruangan Dokter Fatima, sampai mereka berjalan pulang setelah menebus obat.


William mengirim salah satu supir kantor untuk menjemput Zehan dan Alish. Sementara mobil Zehan sendiri, saat ini berada di parkiran perusahaan William. Rayhan memindahkannya dari tempat proyek, beberapa saat setelah kejadian tabrak lari yang dialami Zehan.


Polisi sendiri telah menangkap pelaku tabrak lari tersebut, setelah melihat CCTV yang berada di lokasi kejadian. Pelaku hanyalah seorang pemuda yang sedang mabuk obat dan tanpa sadar, sudah menerobos lampu merah hingga akhirnya menabrak Zehan.


Zehan dan Alish kini berada tepat didepan rumah mereka, setelah supir kantor William mengantar mereka pulang. Rumah yang sudah sangat mereka rindukan. Alish sendiri jarang pulang kerumah, karena menunggu dirumah sakit.


Dengan tangan yang sedikit bergetar,, Zehan membuka kunci pintu. Perlahan,, pintu itu terbuka, dan memperlihatkan ruang tamu yang sedikit berdebu, karena tidak tersentuh selama beberapa hari.


Zehan masuk diikuti oleh Alish. Tangan Alish meraih tangan Zehan dan menggenggam nya erat.


" Kamu merindukan nya, Hubby,,? " Zehan langsung mengangguk.


" Terutama dirimu, sayang. Aku benar-benar manusia paling beruntung. Dua kali kecelakaan,, dan selama dua kali itu pula aku koma. Jiwaku bahkan pergi berkelana dan kemarin,, aku bertemu dengan calon anak-anakku. Mereka juga yang membawaku kembali padamu. "


" Terimakasih,,, sudah mau menungguku kembali, sayang. I love you,,, " jawab Zehan seraya memeluk Alish dari belakang.


" Love you too,, Hubby. "


Zehan mengecup lembut pipi Alish, dan mengeratkan pelukannya. Tangannya mengusap perut Alish yang sudah menonjol.


" Terimakasih untuk anak-anak Ayah. Kalian berdua anak yang pintar dan penyayang. Ayah bangga pada kalian. "


" Hubby maunya di panggil Ayah,,? " tanya Alish sambil memiringkan wajahnya agar bisa menatap wajah sang suami.

__ADS_1


" Mereka yang memanggilku Ayah, dan aku lebih menyukainya. " jawab Zehan seraya mengecup singkat bibir Alish.


Bibir mungil dan kenyal yang sudah beberapa hari tidak dijamah nya. Membuat Zehan ingin segera mencium dan ******* nya.


" Kita bersih-bersih rumah dulu,, atau Hubby mau istirahat sebentar,,? " tanya Alish sambil menatap seisi rumahnya.


" Kita istirahat sebentar lalu makan siang baru kemudian kita mulai membersihkan rumah. "


Zehan berjalan sambil tetap memeluk Alish dari belakang. Perlahan, mereka naik keatas,, sambil sesekali tertawa kecil. Zehan yang tak mau melepaskan pelukan nya,, membuat mereka sedikit kesulitan untuk berjalan saat menaiki tangga.


Alish membuka pintu kamar dan Zehan yang menutupnya dengan menggunakan kakinya. Zehan membalik tubuh Alish kemudian tangannya memegang kedua pinggangnya.


" Sementara aku masih cuti,, aku akan membuat tubuhmu kembali seperti semula. Kamu benar-benar kurus,,, " Zehan mengecup kening Alish, sementara Alish memejamkan matanya.


Merasakan kecupan penuh sayang yang mengalirkan kerinduan. Alish membuka matanya perlahan, saat Zehan melepaskan kecupan nya.


" Kita istirahat. Masih ada waktu untukku melepas rindu, saat malam nanti tiba. Aku tidak mau membuatmu lelah dan melukai kedua anakku. "


Alish tersenyum lalu mengangguk. Mereka pun naik keatas ranjang, dan merebahkan tubuh mereka. Melepaskan rasa lelah dan penat untuk sesaat.


Zehan memeluk tubuh Alish dan memejamkan matanya. Diikuti oleh Alish. Rasa kantuk dan lelah selama menunggu Zehan dirumah sakit,, membuatnya langsung terlelap.


Zehan kembali membuka matanya, saat dengkuran halus mulai terdengar dari mulut Alish. Zehan tersenyum menatap wajah cantik Alish yang sedang tertidur.


" Terimakasih,, sudah hadir didalam hidupku. Terimakasih,, sudah mau menerimaku apa adanya. Terimakasih,, sudah mau menjadi pendamping hidupku. Dan terimakasih,, sudah mau menjadi ibu dari anak-anakku. Aku benar-benar sangat mencintaimu,, Ghaziyah Alishbah. " ucap Zehan pelan, lalu kembali memejamkan matanya.


Menyusul Alish yang sudah masuk kedalam alam mimpi. Mereka tidur saling berpelukan. Dan saling meluapkan kerinduan.


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Maaf cuma sedikit,, mata othor udah sepet banget ini. Dan maaf kalau ada typo,, udah ngantuk berat. Besok othor cek lagi,, biar cepat direvisi kalau ada typo.


Jangan lupa like, vote,, comment dan hadiah kpoi atau bunganya.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**

__ADS_1


***


__ADS_2