
" Kau harus bersabar, Hyeong. Akan datang masanya, dimana kebahagiaan dan kasih sayangmu akan menang melawan keegoisan Papa. " Zehan tersenyum kecut.
" Hahh,,, aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan kakak ipar. Lusa kau harus mengajaknya makan malam dan bertemu denganku. " Zehan baru saja ingin membuka suaranya, namun sudah dihentikan William.
" Aku tidak menerima penolakan. " tegas William.
Zehan mendengus kesal, lalu bangkit dari duduknya.
" Cih,,,. Kau atur saja, dan kirimkan alamat restoran nya. " sahut Zehan sambil berjalan keluar dari ruangan William tanpa pamit lagi, membuat William harus berteriak memanggil namanya.
" Hyeong,,,!!!! ".
Zehan tidak memperdulikan panggilan dari adik sepupunya itu. Sepupu yang sudah di anggap seperti adik kandungnya sendiri. Zehan tersenyum kecil, sambil berlalu menuju lift.
Zehan kembali melihat kearah jam tangannya dan menarik nafas.
" Hah,,, seperti nya aku akan terlambat menjemput Alish. Lebih baik aku menghubungi nya lebih dahulu. Ini semua gara-gara bocah tengil itu, yang memaksaku untuk bercerita. " gerutu Zehan dalam hati.
Zehan segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada sang istri.
[ Sayang,, maaf. Aku agak sedikit terlambat menjemputmu. Bisa kamu menunggu sebentar,,? Aku sedang menuju kesana. ]
Tring,,
Pesan pun terkirim dan langsung centang biru dua. Yang berarti Alish langsung membacanya. Terlihat tulisan Alish sedang mengetik,,,
Tak lama,,
[ Iya, Hubby. Tidak apa-apa, aku akan menunggumu. Hati-hati dijalan dan jangan ngebut. Love you,,, ❤]
Balas Alish dan ikuti dengan emoji berbentuk love. Zehan membacanya langsung tersenyum, lalu memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana.
Zehan kembali memakai masker dan topinya sebelum dia keluar dari dalam lift. Zehan benar-benar ingin menyembunyikan wajah dan statusnya di kantor adik sepupunya itu.
Zehan segera masuk kedalam mobil begitu dia sampai ditempat parkiran. Zehan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali Zehan melirik kearah jam tangannya. Dia sudah telat lima belas menit menjemput Alish. Masih butuh waktu sekitar sepuluh menit lagi untuk sampai di tempat kerja Alish.
Dan benar saja,,, saat Zehan sudah dekat,, terlihat Alish sudah menunggu di bawah pohon, tak jauh dari toko tempatnya bekerja. Zehan pun mendekatkan mobilnya kearah Alish berdiri sambil menikmati angin semilir dibawah pohon.
Tin,, Tin,,
Zehan meng klakson mobilnya, membuat Alish seketika langsung menoleh.
Alish kemudian tersenyum, lalu berjalan mendekat kearah mobil Zehan. Alish segera membuka pintu mobil dan masuk.
" Maafkan aku, sayang. Kamu pasti lama menungguku. " ucap Zehan penuh penyesalan, sambil memasangkan seatbelt.
Alish tetap tersenyum manis, sama sekali tidak memperlihatkan wajah marah, kesal ataupun cemberut. Alish menangkup kan kedua tangannya dipipi Zehan.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, Hubby. Aku juga tadi mengobrol sebentar, baru kemudian keluar untuk menunggu hubby. " jawab Alish, masih dengan senyuman menghiasi bibir mungilnya.
Zehan benar-benar tersentuh melihat ketulusan dan kesabaran Alish.
" Fix,,, aku benar-benar sudah cinta mati pada istriku ini. " batin Zehan.
" Terimakasih atas pengertian mu, sayang. " ucap Zehan dan diangguki oleh Alish.
Zehan pun melajukan mobilnya perlahan. Mereka duduk, menikmati perjalanan dalam diam. Namun tangan kiri Zehan tetap menggenggam tangan kanan Alish. Sesekali mereka saling menatap dan lempar senyuman tanpa bicara.
Alish tidak ingin mengganggu konsentrasi Zehan dalam menyetir. Mereka lebih senang membicarakan sesuatu dirumah. Selain lebih santai, mereka juga bisa mencari jalan keluar, apabila ada masalah dengan lebih leluasa. Tidak takut terjadi perdebatan didalam mobil.
Tidak lama kemudian, mobil mereka pun memasuki lapangan, tempat Zehan memarkirkan mobilnya.
Setelah mengunci mobil dan memasang alarm, Zehan juga menutupi mobilnya dengan kain penutup khusus mobil. Zehan pun menggandeng tangan Alish, dan berjalan beriringan menuju rumah mungil mereka.
Zehan dan Alish pun masuk kedalam rumah mereka, begitu Zehan selesai membuka kunci pintu rumah.
" Aku mandi duluan ya, sayang. " ucap Zehan.
Alish pun mengangguk, Zehan segera naik keatas, menuju kamar tidur mereka. Sementara Zehan mandi, Alish memasak untuk makan malam.
Alish selalu memasak masakan sederhana namun bagi Zehan itu sangat lezat dimulutnya. Maklum,,, bucin akut.....
Selesai mandi, tak lupa juga, Zehan melaksanakan shalat ashar. Cukup telat, karena jam menunjukkan hampir pukul lima sore.
Alish yang sibuk memasak, tidak menyadari kedatangan Zehan. Tiba-tiba saja, Alish merasakan sepasang tangan melingkar di pinggang nya.
Sontak Alish menoleh karena terkejut, membuat Zehan terkekeh lalu mencium pundak Alish dengan lembut.
" Masak apa sayang,,,,? " tanya Zehan, masih dengan tubuh yang menempel pada tubuh Alish.
Alish tersenyum sambil meneruskan memasaknya.
" Hanya tumis brokoli dan ayam kecap, tidak apa-apa kan, hubby,,,? " jawab Alish.
Zehan kembali mengecup bahu Alish sambil menghirup bau keringat yang keluar karena memasak. Bau yang membuatnya candu dengan tubuh Alish.
" Tidak apa-apa, sayang. Semenjak tinggal bersamamu, aku tidak pernah memilih makanan. Apapun yang kamu masak, pasti akan aku makan. " bisik Zehan dengan wajah masih tetap berada diceruk leher Alish.
" Hubby,,, hentikan. Aku geli,,, " Alish bergidik geli, saat hembusan nafas Zehan mengenai leher Alish.
" Hmm,,, sayang. Selesai makan malam, ada yang ingin aku bicarakan. " ucap Zehan lalu melepaskan pelukannya.
Alish mematikan kompornya lalu berbalik menghadap Zehan sambil mengerutkan alisnya.
" Seperti nya penting,,,. Baiklah,,, setelah aku masak, mandi, shalat maghrib lalu kita makan. Kita bicara setelah kita selesai shalat isya, bagaimana,,? " Zehan tersenyum sambil mengangguk.
" Baiklah, sayang. Kamu sudah selesai memasak,,? " tanya Zehan.
__ADS_1
" Sudah,,. Hanya tinggal memindahkannya ke dalam piring. "
" Biar aku saja, sayang. Kamu mandilah,, sebentar lagi sudah mau maghrib. "
Alish tersenyum lalu memeluk Zehan. Alish mengecup pipi Zehan singkat.
" Terimakasih, Hubby. Aku mandi dulu,,,. " seru Alish seraya beranjak dari Zehan yang masih mematung karena tindakan Alish yang mengecup pipinya.
Zehan memegang pipi yang baru saja dikecup Alish. Dia tersenyum, sangat bahagia. Tindakan sepele namun membuat Zehan sangat bahagia.
Sambil terus tersenyum, Zehan membantu Alish memindahkan masakan nya kedalam piring dan mangkuk. Mulutnya bersenandung kecil karena bahagia.
Zehan juga menyiapkan nasi dan air minum diatas meja. Disusun nya masakan Alish, piring, sendok dan gelas. Setelah siap semua, Zehan beranjak menuju kamarnya. Bersiap untuk shalat maghrib.
Zehan membuka pintu kamar, bertepatan dengan Alish yang keluar dari kamar mandi, hanya dengan menggunakan handuk. Membuat sebagian gunung kembar dan bagian pa ha nya terlihat.
Zehan menelan salivanya dengan susah payah. Walaupun mereka sudah dua bulan berumahtangga, namun baru semalam mereka unboxing.
Pemandangan indah didepan mata, membuat Zehan merasa panas dan gerah. Tanpa bicara lagi, Zehan masuk kedalam kamar mandi, membuat Alish terbengong melihatnya.
" Hubby kenapa,,,,? " gumam Alish bingung.
Alish pun tidak ambil pusing. Dia berjalan kearah lemarinya, mengambil piyama dan memakai nya.
Sementara Zehan didalam kamar mandi, hanya bisa pasrah karena harus mandi lagi dengan air dingin. Bukannya dia tidak mau menuntaskan has rat nya, hanya saja, dalam hitungan menit adzan maghrib pasti berkumandang.
Sebagai umat muslim yang beriman, tentu saja dia harus menghormati panggilan shalat daripada has rat naf su nya. Walaupun belum bisa dibilang umat muslim yang soleh, namun setidaknya, Zehan harus belajar menjadi lebih baik.
Setelah merasa sedikit hilang has rat yang timbul karena melihat tubuh Alish, Zehan pun segera berwudhu, lalu keluar dari dalam kamar mandi, bertepatan dengan suara adzan berkumandang.
Zehan segera memakai sarung, baju koko dan tak lupa juga peci/songkok dikepalanya. Alish pun juga sudah siap dengan menggunakan mukenanya. Mereka pun shalat berjamaah.
******
~~**Bersambung ,,,,
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌**
****
__ADS_1