The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 29


__ADS_3

Zehan kembali menghela nafas penuh penyesalan. Zehan kembali mengingat mimpinya selama seminggu ini. Mimpi yang sama dan gadis yang sama.


Semakin lama, wajah gadis itu semakin jelas dalam mimpi Zehan. Hanya saja, sampai sekarang Zehan masih belum bisa mengingat siapa gadis itu.


Sementara itu,, keadaan Alish setelah sepuluh hari ditinggal Zehan pergi, dia berubah menjadi sosok yang pendiam.


Hanya dengan orang tertentu saja, Alish bersikap ramah dan ceria. Salah satunya Bunda dan adik-adik nya di yayasan.


Alish masih tetap melakukan kegiatannya membantu Nenek Iyum, si penjual sayur dan Yoga, siapa anak kecil pemulung. Semua Alish lakukan untuk tetap terus teringat dengan Zehan.


Bahkan teman satu tokonya pun bingung dengan perubahan Alish. Dia tidak akan bicara apabila tidak ditanya. Alish sekarang jarang menggunakan sepedanya. Dia selalu berjalan kaki lalu duduk sebentar di halte, tempat pertama kali Alish bertemu dengan Zehan.


.


.


.


.


Waktu berlalu dengan cepat, dan tak terasa sudah dua bulan berlalu semenjak jiwa Zehan kembali kedalam tubuhnya.


Tubuh Zehan pun sudah benar-benar pulih dan mulai kembali bekerja. Mimpinya tentang gadis itu semakin sering muncul dan hampir setiap malam datang di mimpinya.


Wajah gadis itu sudah jelas tertampak dalam mimpinya. Bahkan Zehan mulai mencari tau, siapa sosok gadis itu yang sebenarnya. Kenapa selalu hadir dalam mimpinya,?.


Saat ini, Zehan dalam perjalanan ke kantornya. Walau sempat terjadi perdebatan dengan kedua orangtuanya, Zehan akhirnya bisa kembali mengendarai mobil sendiri. Tanpa supir lagi.


Zehan mengendarai mobilnya perlahan. Selain masih trauma kecelakaan, kebetulan hari ini cuaca sedikit tidak bersahabat. Hujan gerimis, cukup membuat kondisi jalanan sedikit licin.


Hingga sampailah Zehan di daerah toko Alish bekerja. Zehan sempat menghentikan mobilnya diseberang toko itu.


Zehan sendiri bingung, mengapa hati kecilnya ingin dia berhenti diseberang toko itu. Ditatapnya tajam toko itu.


" Mengapa aku berhenti disini,,? Dan mengapa aku merasa sangat familiar sekali dengan tempat itu,,? Apakah sebelumnya aku pernah ke sini,,? Tapi mengapa aku tidak ingat,,? " batin Zehan.


Tak lama, Zehan kembali melajukan mobilnya. Dan baru beberapa ratus meter mobilnya berjalan, Zehan kembali berhenti. Kali ini Zehan berhenti diseberang halte, yang lagi-lagi terlihat sangat familiar dimata Zehan.


" Kali ini apalagi,,? Mengapa aku sangat ingin duduk disana,,? Ada apa dengan diriku,,? " gumam Zehan bermonolog sambil melihat kearah halte.



Ya,, halte tempat pertama kali Zehan bertemu dengan Alish. Dan tempat Zehan bertemu dengan si Ocong.

__ADS_1


Zehan menghela nafas dan membuangnya kasar. Bersikap seolah tidak peduli, Zehan kembali melajukan mobilnya menuju kantornya, yaitu Lee's Corporation.


Zehan lebih banyak melamun dan tidak fokus dalam bekerja. Selain karena toko dan halte tadi, Zehan juga sedikit kesal. Karena penyelidikan nya mencari gadis dalam mimpinya itu, masih belum ada perkembangan sama sekali, walaupun sudah diselidiki selama satu bulan terakhir.


Lagi-lagi, Zehan menghela nafas panjang. Tiba-tiba saja, Zehan kembali teringat dengan omongan Paman Rahmad saat dirumah sakit dulu.


Zehan segera memanggil sekertaris nya, melalui telepon kantor nya.


" Ya, Tuan. "


" Segera ke ruangan saya. "


" Baik, Tuan. "


Sekertaris Zehan yang bernama Rayhan itu pun segera pergi ke ruangan Zehan.


Tok,, tok,, tok,,


" Masuk,,! " seru Zehan.


Rayhan pun masuk begitu mendapat perintah dari Bos nya.


" Ya, Tuan. "


" Apakah nanti ada jadwal meeting penting,,?? " tanya Zehan.


" Baiklah,,. Setelah makan siang, aku ada perlu diluar. Tolong kau handle semuanya. "


" Baik, Tuan. Apa hal lainnya lagi, Tuan,,? " tanya Rayhan.


" Tidak ada, terimakasih Rayhan. Kau boleh kembali ke ruanganmu. "


" Baik, Tuan. " jawab Rayhan dengan hati yang bertanya-tanya.


" Tuan Zehan kah itu,,? Dia berterimakasih padaku,,? Apakah aku sedang bermimpi,,? " batin Rayhan bingung seraya berjalan keluar dari ruangan Zehan.


Saat jam makan siang, Zehan memutuskan untuk pulang kerumah Rahmad.


Tok,, tok,, tok,,


Zehan mengetuk pintu rumah Rahmad, begitu dia sampai dirumah Rahmad. Tak lama, Rahmad pun membuka pintu.


" Lho,, Ze,,? Kau tidak bekerja, Nak,,? " tanya Rahmad karena terkejut melihat Zehan ada dihadapannya.

__ADS_1


Zehan masuk kedalam dan duduk disofa butut Rahmad. Diikuti oleh Rahmad.


" Kenapa, Nak,,? " tanya Rahmad begitu mereka duduk.


" Paman waktu itu pernah berjanji padaku, apabila Ze sembuh total, Paman akan menceritakan sesuatu. Apa Paman ingat,,? " tanya Zehan to the point.


Rahmad tersentak kaget, karena dia berpikir Zehan telah melupakan perkataan nya. Rahmad terdiam, bingung. Haruskah dia menceritakan tentang Alish, sementara Zehan sendiri tidak ingat siapa Alish,,?.


" Paman,,,,. Paman,,, " panggil Zehan dengan agama kencang, dan menyadarkan Rahmad dari lamunannya.


" Paman kenapa diam,,? Jawab pertanyaan Ze, Paman. " pintar Zehan memohon.


Rahmad menghela nafas pelan. Mau tidak mau, dia harus bercerita juga.


" Baiklah, Nak. Mungkin ini terdengar mustahil dan sangat tidak masuk akal, tapi inilah yang sebenarnya terjadi. "


Rahmad berhenti sejenak, Zehan diam untuk mendengarkan.


" Di suatu malam, tepatnya tiga hari sebelum kau siuman. Datang seorang gadis kerumah Paman. Dia bilang, dia datang karena ingin menyampaikan permintaan maaf darimu. Awalnya Paman tidak percaya, karena Paman tau, kau masih dirumah sakit dalam keadaan koma. Tidak mungkin gadis itu bertemu denganmu. "


Rahmad terdiam sejenak menatap Zehan, sementara Zehan masih dengan setia mendengarkan.


" Tapi ternyata Paman salah. Gadis itu menyebutkan ciri-ciri mu dengan benar bahkan dengan pakaian yang terakhir kali kau gunakan saat kecelakaan. Gadis itu bilang, selama dua bulan, kau tinggal bersamanya dan selama itu kau hilang ingatan siapa dirimu yang sebenarnya. Disaat gadis itu datang, kau baru saja ingat siapa dirimu dan kau menyuruhnya datang kerumah Paman untuk meminta maaf. "


Rahmad menarik nafas sebentar lalu melihat kearah Zehan yang sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Terlihat dengan sangat jelas dari wajahnya. Rahmad pun melanjutkan lagi ceritanya.


" Setelah gadis itu menyampaikan niatnya datang, Paman pun menceritakan keadaan mu yang sebenarnya. Tapi tak lama kemudian, gadis itu mulai menangis dan memohon supaya kau tidak pergi. Saat Paman bertanya, gadis itu bilang, kalau kau akan segera pergi setelah kau meminta maaf dan Paman memaafkanmu. Gadis itu menangis dan berteriak histeris memanggil dan memohon supaya kau tidak pergi. Pada saat itu, Paman sangat panik dan meninggalkannya sendiri disini karena Paman tinggal masuk kedalam untuk menelepon Bibi mu. Paman takut kalau kau benar-benar pergi meninggalkan kami untuk selamanya. "


" Setelah tau keadaan mu sedang ditangani oleh dokter, Paman berniat untuk menyusul kerumah sakit. Paman sempat melupakannya untuk sesaat, tapi begitu Paman ingat lagi, gadis itu sudah pergi. Sebenarnya Paman ingin mencarinya saat itu, tapi Paman pikir, keadaan mu lebih penting. Makanya Paman langsung kerumah sakit tanpa mencarinya. "


****


~~ ****Bersambung


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌******


****


__ADS_2