The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 30


__ADS_3

Rahmad menarik nafas sebentar lalu melihat kearah Zehan yang sedikit tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Terlihat dengan sangat jelas dari wajahnya. Rahmad pun melanjutkan lagi ceritanya.


" Setelah gadis itu menyampaikan niatnya datang, Paman pun menceritakan keadaan mu yang sebenarnya. Tapi tak lama kemudian, gadis itu mulai menangis dan memohon supaya kau tidak pergi. Saat Paman bertanya, gadis itu bilang, kalau kau akan segera pergi setelah kau meminta maaf dan Paman memaafkanmu. Gadis itu menangis dan berteriak histeris memanggil dan memohon supaya kau tidak pergi. Pada saat itu, Paman sangat panik dan meninggalkannya sendiri disini karena Paman tinggal masuk kedalam untuk menelepon Bibi mu. Paman takut kalau kau benar-benar pergi meninggalkan kami untuk selamanya. "


" Setelah tau keadaan mu sedang ditangani oleh dokter, Paman berniat untuk menyusul kerumah sakit. Paman sempat melupakannya untuk sesaat, tapi begitu Paman ingat lagi, gadis itu sudah pergi. Sebenarnya Paman ingin mencarinya saat itu, tapi Paman pikir, keadaan mu lebih penting. Makanya Paman langsung kerumah sakit tanpa mencarinya. "


Seketika Zehan kembali teringat dengan gadis yang ada di mimpinya. Gadis yang menangis dan berteriak memohon untuk dia tidak pergi. Dan gadis itu juga memanggilnya Kakak. Tiba-tiba saja, dadanya terasa sesak, kepalanya terasa nyeri dan sakit. Tapi berusaha untuk menahannya.


" Siapa nama gadis itu Paman,,? " tanya Zehan lirih.


" Nama gadis itu Alish. "


Zehan tersentak mendengar nama gadis itu.


" Alish,,,? Bukankah nama itu yang Mama tanyakan sesaat aku siuman,,? Nama yang pertama kali aku sebut setelah aku sadar,,? Tapi siapa Alish,,? Dan kenapa nama itu terdengar sangat familiar,,? " batin Zehan.


Lagi-lagi rasa sakit dan nyeri dikepalanya kembali datang. Zehan memegangi kepalanya, berharap sakit itu segera menghilang.


" Paman,, apakah gadis itu memanggilku dengan sebutan Kakak,,? " tanya Zehan penasaran dengan sosok gadis yang bernama Alish.


" Benar, Nak. Gadis itu memanggilmu Kakak. " jawab Rahmad sambil menganggukan kepalanya.


Dada Zehan kembali sesak.


" Sama dengan di mimpiku. " batin Zehan.


" Apa Paman masih ingat ciri-ciri gadis itu,,? " tanya Zehan, berusaha untuk meyakinkan, apakah gadis yang ada dimimpinya itu dan gadis yang Rahmad ceritakan adalah gadis yang sama.


" Tentu saja Paman ingat. Dia adalah gadis yang sangat cantik, baik, ramah, senyumnya manis dan tulus. Gadis itu berkulit putih dan pipinya sedikit chubby. Berambut panjang tapi saat datang kesini, rambutnya dikuncir menggulung keatas. Hidung mancung, bibir nya tipis dan matanya sedikit sipit. Dan ya,, gadis itu sangat sopan. " jelas Rahmad dan membuat Zehan semakin yakin, gadis yang ada di mimpinya itu adalah Alish.


" Tapi bagaimana mungkin, Paman,,? Ze masih hidup saat itu, walau dalam keadaan koma, lalu yang bersama gadis itu siapa,,? " Zehan berusaha menyangkal.

__ADS_1


Rahmad menghela nafas.


" Bukankah tadi Paman sudah bilang, ini terdengar mustahil dan tidak masuk akal. Tapi Paman percaya gadis itu tidak berbohong. Dan Paman pun mengambil kesimpulan, yang bersama gadis itu adalah jiwamu. Jiwamu pergi tapi tidak pergi ketempat yang seharusnya, itulah penyebab dirimu koma. Hanya gadis itu yang bisa melihat dirimu, dan berinteraksi denganmu. Dan hanya dialah yang bisa menolongmu datang kerumah Paman dan menyampaikan permintaan maaf darimu. "


Zehan membenarkan ucapan Rahmad walau masih sedikit tidak mempercayai nya. Zehan menarik nafas dan membuangnya kasar.


" Mungkin Paman benar, walau sedikit tidak masuk akal. Karena sejujurnya setelah Ze siuman dari koma, setiap malam Ze selalu bermimpi seorang gadis yang memanggilku Kakak. Dan gadis itu juga menangis dan berteriak memohon supaya Ze tidak pergi. Tapi Ze benar-benar tidak ingat, siapa dia? . Dan saat Ze berusaha untuk mengingatnya, kepala Ze selalu sakit dan nyeri. " ungkap Zehan.


" Kenapa kau tidak bilang, Nak,,? Apakah masih sakit,,? " Rahmad terkejut dan khawatir.


Zehan menggeleng pelan.


" Sudah tidak sakit, Paman. Sakitnya datang saat aku berusaha untuk mengingat siapa gadis yang ada di mimpiku itu. " jawab Zehan jujur.


" Syukurlah,,,. Sudah,, jangan diingat dan dibicarakan lagi. " perintah Rahmad.


" Bahkan sudah satu bulan ini, Ze mencari tau keberadaan gadis itu dan siapa dia yang sebenarnya. " jawab Zehan lirih.


Zehan mengangguk, menyetujui ucapan Rahmad. Zehan menghela nafas dengan kasar. Punggungnya bersandar di sandaran sofa. Diam untuk sesaat.


" Sudahlah,, Nak. Jangan terlalu dipikirkan, nanti kepalamu sakit lagi. " Rahmad mengingatkan.


" Iya, Paman. Terimakasih, untuk perhatian Paman. "


" Kau tahu, Nak,,? Paman sangat senang saat ini. Kau kembali sehat dan berubah menjadi seorang pria yang berpikir dewasa, sabar dan sopan. Teruslah seperti ini, Ze. "


Zehan mengangguk dan merasa terharudengan ucapan Rahmad.


" Ya sudah, Paman. Ze pulang dulu, ingin istirahat. " pamit Zehan seraya beranjak dari duduknya.


" Iya, Nak. Istirahat lah, jangan terlalu lelah. Kau belum pulih seratus persen. "

__ADS_1


" Terimakasih, Paman. Ze pulang. "


Rahmad mengangguk dan mengantar Zehan sampai ke pintu depan. Zehan pun kembali ke rumahnya, yang tepat berada disebelah rumah Rahmad.


Rumah yang terlalu mewah dan besar yang hanya dihuni oleh tiga orang anggota keluarga dan beberapa pelayan serta sopir dan penjaga.



Zehan masuk dengan gontai. Yang didalam pikirannya saat ini, hanyalah sosok seorang gadis yang bernama Alish.


Zehan merebahkan tubuhnya diranjang big size nya. Lengan kanan menutup kedua matanya.


" Harus kucari kemana gadis itu,,? Berikanlah aku sebuah petunjuk, Tuhan. " gumam Zehan.


Karena kondisi yang masih belum pulih seratus persen, Zehan mudah merasa lelah. Tak butuh waktu lama, dia pun mulai terlelap dan melewatkan makan siangnya.


****


~~ ***Bersambung


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌***

__ADS_1


****


__ADS_2