
TGH 20
" Jangan lupa nanti malam. "
Andi kembali mengingatkan sebelum akhirnya masuk kedalam Yayasan. Meninggalkan Zehan seorang diri ditaman itu. Zehan kembali menundukkan kepalanya.
Siapkan dia,, untuk kerumah orang itu,,?. Entahlah,,, yang pasti Zehan kembali kalut, dan kembali memikirkan bagaimana cara mengatakan yang sebenarnya pada Alish.
Zehan masih terdiam di ayunan itu. Lagi-lagi dia meninggalkan makan siangnya seperti terakhir kali waktu dia datang ke yayasan itu.
Alish yang memperhatikan Zehan dari jauh hanya bisa menatapnya. Alish tak pernah habis berpikir, setiap kali bertemu dan bicara dengan Andi, Zehan pasti selalu diam dan melewatkan waktu makannya.
Alish pun mau tidak mau akhirnya datang menghampiri Zehan. Dia pun duduk di ayunan samping Zehan.
" Ehemm,,, "
Alish berdehem, guna menyadarkan Zehan yang masih berbengong ria dan tidak menyadari kedatangan Alish. Zehan tersentak dan seketika menoleh kearah Alish.
" Kakak kenapa lagi,,? Setiap kali Kakak datang kesini dan berbicara dengan Andi, pasti Kakak selalu seperti ini. Diam, melamun dan melewatkan waktu makan. Bisakah Kakak memberitahu ku sedikit saja,,? " suara Alish terdengar lirih, membuat Zehan kembali merasakan sesak di dadanya.
" Maafkan aku,,. " ucap Zehan dengan suara bergetar. Alish menghela nafas panjang dan berniat ingin beranjak pergi.
Tangan Zehan meraih tangan Alish dan mencegahnya untuk pergi.
" Jangan pergi. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. " pinta Zehan sambil menatap Alish sendu.
Lagi-lagi Alish menghela nafas dan membuangnya kasar. Alish kembali duduk di ayunan itu. Zehan terdiam untuk beberapa saat, hingga akhirnya dia pun mulai bicara.
" Aku sudah mengingat siapa aku yang sebenarnya. Sebentar lagi aku akan segera pergi. Dan itu dapat terjadi apabila kau mau menolongku. "
" Menolong apa,,? " tanya Alish singkat.
" Bantu aku dengan mendatangi rumah Paman Rahmad. Beliau adalah orang mengasuh ku. Bantu aku dengan menyampaikan permohonan maafku padanya. "
" Maaf untuk apa,,? "
" Maaf karena aku dengan tanpa sengaja telah berbuat kasar padanya dan ternyata itu sangat melukai hatinya. Mungkin ini juga yang menghambat ku untuk pergi. "
__ADS_1
" Kakak yakin,, ? "
Zehan mengangguk, sementara Alish kembali menghela nafas.
" Baiklah, akan aku bantu. Tapi benarkah setelah ini, Kakak akan benar-benar pergi,,? tanya Alish, suaranya mulai tercekat.
Zehan mengangguk, membuat dada Alish terasa sesak.
" Tidak akan kembali lagi,,? "
Zehan menggeleng, semakin membuat dada Alish semakin sesak.
" Apa kau baik-baik saja,,? " tanya Zehan.
Alish tersenyum kecut dengan sangat terpaksa. Dia mengangguk pelan. Wajahnya menunduk dalam, hampir menempel dengan dadanya.
" Aku tidak apa-apa. " suara Alish mulai tak terdengar.
" Apakah kau akan melupakan ku bila aku pergi nanti,,? " Zehan pun ikut menundukkan wajahnya.
Alish menggeleng pelan. Air mata yang sedari tadi berusaha Alish tahan supaya tidak jatuh, akhirnya menetes juga. Alish menarik nafas, berusaha menetralkan suaranya.
Mata Zehan pun mulai berkabut. Benar-benar terasa sangat menyesakkan. Zehan mengadahkan kepalanya, berusaha menahan agar airmatanya tidak jatuh. Dikedip-kedip kan matanya, berusaha untuk tidak menangis.
"Kemana kita akan pergi,,? Dan kapan,,? " suara Alish kembali terdengar.
" Kita bisa pergi setelah pulang dari sini. Nanti aku yang akan memberitahukan arahnya padamu saat kita dimobil. " sahut Zehan setelah dapat menetralkan suara dan perasaannya.
" Baiklah,,. Aku akan bersiap, dan aku akan kedalam sebentar. " Alish beranjak pergi masih dengan menundukkan kepalanya.
Dengan setengah berlari, Alish masuk kedalam Yayasan dan pergi ke kamar mandi. Alish menangis dengan sepuasnya di sana.
Sesak,, terasa sangat menyesakkan. Sakit,, benar-benar sangat menyakitkan. Alish memegang dadanya dan menepuknya perlahan.
Alish yang sudah mulai terbiasa dengan dengan kehadiran Zehan, merasa sangat berat bila harus berpisah lagi. Alish sendiri masih belum bisa memahami perasaannya yang sebenarnya. Karena selama ini Alish belum pernah dekat dengan pria, kecuali Zehan walaupun dia berbeda alam.
Alish membasuh wajahnya setelah puas menangis. Dia menarik nafas panjang lalu membuangnya. Alish melakukannya dengan berulang, hingga merasa sedikit lebih lega.
__ADS_1
Sementara itu ditempat Zehan berada, Zehan tidak bisa lagi dapat mencegah airmatanya jatuh, setelah Alish pergi dari tempat itu. Zehan menutup wajahnya dan meluapkan rasa sesak didadanya dengan menangis.
Zehan bingung sendiri dengan perasaan nya. Mengapa dia bisa begitu bergantung pada Alish,,? Mengapa dia bisa begitu merasa nyaman dan senang berada disamping Alish,,?.
" Mengapa dadaku terasa sangat sesak dan sakit,,? Rasa apakah ini yang aku rasakan pada Alish,,? Tidak mungkin kan kalau aku sudah jatuh cinta padanya,,? Ya Tuhan,, jangan biarkan aku melupakan nya setelah aku sadar nanti. Ijinkan aku bisa kembali bersamanya. " batin Zehan sedih.
Saat hari menjelang sore, Alish keluar menghampiri Zehan dan mengajaknya pergi ketempat Paman Rahmad. Sebelumnya Alish sudah berpamitan pada Bunda Ani dan Adik-adiknya.
Andi pun sempat berbisik pada Alish, saat Alish memeluknya tadi didalam.
" Bantu Kakak itu. Hanya Kak Alish yang dapat membantunya. Kakak boleh sedih tapi berusaha lah untuk tetap ikhlas. "
Alish melepaskan pelukannya dan mengangguk. Lalu pergi sambil melambaikan tangan pada semua
" Ayo, Kak. Kita pergi sekarang. " ajak Alish begitu dia sampai didepan Zehan.
Zehan mengangkat wajahnya dan menatap Alish sendu. Zehan mengangguk lalu beranjak dari duduknya.
Mereka pun pergi menggunakan taxi online yang sudah dipesan Alish dan sudah menunggunya di depan gerbang Yayasan. Selama perjalanan, mereka hanya terdiam tanpa ada yang bicara satupun.
****
~~ **Bersambung,,,
Maaf,, ga bisa tiap hari up,, lagi fokus bikin kue kering buat jualan. 🙏🙏🙏
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor, karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌**
__ADS_1
*****