The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
Seasons 2 : Cowok Narsis dan Gadis Bar-bar # bab : 6


__ADS_3

Selesai makan malam, Zehan dan William bersama Papa Zehan yaitu Mark, masuk kedalam ruang kerja Mark.


Mark duduk di kursi kebesarannya, sementara Zehan dan William duduk dihadapan Mark. Mata Mark menatap kedua anak lelaki yang berada didepannya.


" Sebenarnya ada apa, sampai kalian harus menarik Papa kesini,,? " tanya Mark membuka pembicaraan.


" Willi ingin meminta bantuan Papa. " jawab Zehan membuat William melotot kearahnya. Sementara Zehan hanya cuek masa bodo.


Mark menatap William tajam membuatnya menelan salivanya dengan kasar.


" Apa ini penting, Will,,,? " tanya Mark dan William langsung mengangguk cepat.


" Apa,,? " Mark bersandar dikursinya.


William menyenggol lengan Zehan membuat Zehan menghela nafas. Dengan setengah terpaksa, Zehan mulai bercerita tentang awal mula William bertemu dengan Fatimah.


Zehan juga bercerita tentang keluarga Fatimah. Mark hanya diam dan mendengarkan dengan seksama.


" Smith,,,? " tanya Mark, Zehan dan William mengangguk kompak.


" Mereka memang salah satu keluarga terkaya. Dan Papa juga mempunyai saham di perusahaan nya. Tapi apa kau yakin, Will,,, kalau mereka adalah keluarga yang menabrak Kakak dan Kakak ipar dari wanita yang sudah menolongmu,,? "


" William memang belum yakin sepenuhnya, Pa. Karena semua bukti CCTV menghilang dan para saksi kejadian pun tiba-tiba pergi tanpa ada yang tahu. Kalau bukan orang ber-uang, siapa lagi yang bisa, Pah,,? "


Mark diam lalu berpikir sejenak, karena apa yang diucapkan William ada benarnya. Hanya orang yang berkuasa yang bisa melakukan itu semua. Mark kemudian menarik nafas panjang.


" Sepertinya Papa harus menghubungi seseorang. " Mark mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menghubungi seseorang.


" Siapa, Pa,,? " tanya William.


" Sstt,,, " Mark menyuruh mereka berdua untuk diam, sementara dia sedang menunggu panggilan teleponnya diangkat.


Hingga tak lama, panggilan telepon itu tersambung. Zehan dan William hanya bisa menatap Papa Mark yang sedang serius berbicara dengan seseorang. Zehan dan William saling tatap lalu Zehan mengangkat bahunya sambil menggeleng.


Cukup lama, Mark berbicara dengan seseorang di seberang telepon sana. Pembicaraan yang benar-benar serius. Papa Mark mengakhiri panggilan telepon nya setelah dia mengucapkan terimakasih.


" Pa,,,. " panggil Zehan dan Mark hanya menatapnya.


" Siapa,,? " tanya Zehan dan Papa Mark tersenyum.


" Orang kepercayaan, Papa. Sekaligus sahabat lama, Papa. "


" Apa Ze kenal,,? " tanya Zehan lagi.


" Kenal mungkin tidak, tapi kau pasti pernah mendengar namanya. "


" Siapa,,? " lagi-lagi Zehan bertanya karena penasaran.


" Tanaka. "


Seketika mata Zehan dan William membulat karena terkejut.


" Tu,, Tuan Tanaka,,? " William memastikan kalau pendengaran nya tidak salah. Mark mengangguk.


" Tuan Tanaka, hacker yang sedang diincar oleh kepolisian Jepang dan Korea, serta para mafia disana,,,? " lagi-lagi Papa Mark mengangguk sambil mengulum senyumnya.

__ADS_1


" Papa serius kenal dengannya,,? " tanya William dengan setengah tidak percaya.


" Sangat kenal,,, Bahkan Papa juga kenal dengan anak dan istrinya. Anaknya pun kalian kenal. " ucapan Papa Mark, lagi-lagi membuat mata Zehan dan William membulat.


" Kami kenal anaknya,,? " ulang Zehan dan Papa Mark mengangguk.


" Siapa, Pa,,? " tanya William. Papa Mark semakin mengulum senyumnya.


" Kalian hampir setiap hari bertemu dengannya. Bahkan kalian rekan kerja. " jawaban Papa Mark semakin misterius.


Zehan dan William terdiam sambil berpikir, berusaha menebak-nebak.


" Ray,,,? " tanya Zehan ragu, dan senyum Papa Mark semakin lebar, membuat Zehan yakin kalau tebakannya itu benar.


Braakk,,,


William menggebrak meja membuat Papa Mark dan Zehan terkejut, bahkan sampai sedikit loncat dari duduknya.


Papa Mark melempar sebuah bolpoin kearah William dengan kesal. Jantungnya hampir copot karena saking terkejutnya.


" Si*alan,,!! Kau bocah,,,. " gerutu Papa Mark membuat William cengengesan.


" Mian,, mian,, Pa. " William mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


" Tapi,,, bagaimana bisa, Pa,,? " tanya Zehan serius, membuat Papa Mark menghela nafas panjang.


" Sejak dulu, Tanaka memang anak yang super jenius. Papa bertemu dengannya saat di Korea dulu. Dan kami pun mulai berteman dan bersahabat dekat. "


" Saat dia menikah pun, Papa hadir. Istrinya memang asli orang Indonesia. Dulu dia kuliah di Korea dan mereka bertemu tanpa disengaja. Hingga akhirnya dekat lalu menikah. "


" Tapi kerena profesinya itu, membuatnya menjadi incaran pihak kepolisian maupun para Mafia. Karena takut terjadi sesuatu pada anak dan istrinya, Tanaka pun memutuskan mengirim mereka untuk kembali ke Indonesia, sementara dia bersembunyi karena menjadi incaran. "


" Dialah Rayhan, Rayhan Putra Tanaka nama aslinya. Namun untuk keamanannya, Tanaka terpaksa menyembunyikan nama belakang Rayhan. "


" Apa Rayhan tahu,,,? " tanya Zehan dan Papa Mark mengangguk.


" Tentu saja. Memang pada awalnya dia sempat marah pada Ayahnya karena merasa kalau Ayahnya itu tega meninggalkan istri dan anaknya, namun setelah Papa menceritakan yang terjadi sebenarnya dan berusaha untuk membujuknya, akhirnya dia mengerti. "


" Papa menyekolahkannya dan berusaha mendekatkan kalian. Kalian sekolah, kuliah dan bekerja ditempat yang sama, memang Papa sengaja. Agar dia tidak merasakan kesepian. "


Zehan dan William hanya mengangguk-angguk saat Papa Mark bercerita.


" Pantas saja, selama ini Ray dengan mudahnya menyelidiki sesuatu hal yang terjadi. Ternyata ada seseorang di belakangnya. " Zehan setengah menggerutu, membuat Papa Mark terkekeh.


" Jadi,, bagaimana selanjutnya, Pa,,? " William kembali ke topik awal pembicaraan.


Papa Mark dan Zehan pun tersadar akan tujuan awal mereka. Papa Mark berdeham dan kembali bersikap serius.


" Beri Papa dan Tanaka waktu. Saat semua bukti terungkap, kita bisa segera ambil tindakan. Tapi ada satu hal yang menjadi pertanyaan dalam hati Papa. "


" Apa itu, Pa,,? " tanya Zehan.


Bukannya menjawab, Papa Mark mendekatkan wajahnya ke William dan menatapnya tajam.


" Apa yang membuatmu berusaha keras untuk menolong gadis itu,,,? Kalau hanya sekedar balas budi, itu terlalu berlebihan. " William menelan salivanya yang terasa tercekat.

__ADS_1


Zehan tertawa kecil membuat Papa Mark beralih menatap Zehan.


" Ayolah, Pa. Bukannya Papa juga pernah muda,,? " sindir Zehan dan membuat Papa Mark mengerti tujuan lain William.


" Hahh,, ternyata ponakan kesayangan Papa ini sedang jatuh cinta. Apa Mommy mu sudah tahu,,? " Papa Mark terkekeh sementara William langsung menggeleng cepat.


" Papa jangan bilang Mommy. " ucap William memohon.


" Wae,,, ? " tanya Papa Mark. William menghela nafas dengan lirih.


" Will tidak yakin Mommy mau menerima keadaan Gadis itu, Pa. Dia hanya gadis yatim-piatu dan seorang pengamen jalanan. Bahkan dia masih mempunyai dua orang anak kecil yaitu adik dan keponakan nya sebagai tanggungan. "


" Apalagi, gadis itu sangat membenci orang kaya, semenjak kejadian yang menimpa Kakak dan Kakak iparnya. Will ingin membuktikan padanya, kalau tidak semua orang kaya itu jahat dan kejam. Oleh karena itu, Will ingin segera mencari bukti dari kejadian penabrakan satu tahun yang lalu. "


" Benarkah ada unsur kesengajaan atau hanya kecelakaan biasa namun si pelaku tidak mau bertanggungjawab,,? " jelas William dengan sendu.


Wajah Papa Mark berubah serius sekaligus sedih melihat kisah cinta keponakan nya itu.


" Baiklah,, Papa akan berusaha yang terbaik. Dan semoga semua bukti bisa cepat didapatkan. " William tersenyum mendengar ucapan Papa Mark.


" Dan semoga gadis itu benar-benar menjadi jodohmu. Masalah Sarah,, haish,, sepertinya kau tidak begitu mengenal Mommy mu, Will. " lanjut Papa Mark.


" Baiklah,,,. Semua sudah selesai,, aku harus segera kembali ke kamar. Alish pasti sedang menungguku. " ucap Zehan seraya berdiri dari duduknya.


" Cih,,, dasar Bucin. " umpat William.


Zehan memukul kepala William pelan.


" Aaww,,, Hyeong,,,!!! " pekik William sambil memegangi kepalanya yang dipukul Zehan.


" Tidak usah mengumpat ku,,,. Bukankah kau sendiri sekarang sudah mulai Bucin pada gadis itu,,,? Bahkan sampai rela menyelidiki kejadian satu tahun yang lalu. " sindir Zehan membuat William cengengesan.


Papa Mark hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, melihat dua pria dewasa yang bertingkah seperti anak kecil.


Zehan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan kerja Papa Mark. Papa Mark pun ikut berdiri dan menghampiri William.


" Berjuang lah, Nak. Kejarlah cintamu sebelum janur kuning menghiasi rumah gadis itu. " ucap Papa Mark sambil menepuk bahu William.


Papa Mark berjalan keluar, setelah mengucapkan kata itu, membuat William sedikit kesal.


" Pa,,,,!! " pekik William lalu ikut beranjak dari duduknya dan keluar mengikuti Papa Mark.


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Dan mohon maaf,, othor baru sempet up lagi.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤✌✌**


***


__ADS_2