The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 39


__ADS_3

" Mama harus janji sama Ze, kalau Mama akan datang saat pernikahan Ze nanti. Bisa Ma,,? " Sabilla tersenyum.


" Tentu saja, sayang. Mama pasti akan datang bersama Paman Rahmad dan Bi Minah mu. " jawab Sabilla membuat Zehan tersenyum dan menarik nafas lega.


" Sekali lagi, terimakasih Ma. " ucap Zehan seraya memeluk erat sang Mama.


Mereka terharu untuk beberapa saat dan menangis bersama. Berat rasanya harus berpisah dari orang yang berarti untuk kita.


" Ze harus segera pergi, Ma. " ucap Zehan seraya melepaskan pelukannya.


" Haruskah kau pergi sekarang, Nak,,? " tanya Sabilla dengan lemah.


" Ini sudah kehendak Papa, Ma. Ze pergi, Ma. Love you,,. " Zehan mengecup kening dan pipi sang Mama dengan lembut, membuat Sabilla kembali terisak.


Zehan beranjak keluar dari kamarnya, dia sempat berhenti didepan pintu kamar. Zehan lagi kamarnya untuk yang terakhir kalinya. Zehan menghela nafas panjang.


Zehan melanjutkan langkahnya dan turun diikuti oleh Sabilla. Zehan berjalan menuju dapur untuk menemui Bi Minah.


" Bi,,. " panggil Zehan lembut.


Bi Minah menoleh dan terkejut melihat Zehan berdiri dibelakangnya dengan membawa dua koper besar.


" Ze,,,. Kau mau kemana, Nak,,? " tanya Bi Minah seraya menghampiri Zehan.


" Ze harus pergi, Bi. Ze titip Mama. " ucap Zehan lirih seraya memeluk Bi Minah.


" Kau mau kemana, sayang,,? " tanya Bi Minah lagi dengan suara parau menahan tangis.


Zehan melepaskan pelukannya. Dan tersenyum kecil.


" Ze harus memulai hidup Ze yang baru, Bi. Tolong restui Ze dan tolong jaga Mama. Temani Mama dan dukung Mama. " jawab Zehan sambil menggenggam tangan Bi Minah.


Bi Minah hanya mengangguk, dan airmatanya lolos begitu saja, turun dari pelupuk matanya.


" Hati-hati, Nak. Dimana pun kau berada, semoga kau selalu sehat, dan bahagia. " do'a Bi Minah tulus


Zehan tersenyum dengan mata yang sudah mulai berkabut. Zehan mengangguk.


" Ze pergi, Bi. " pamit Zehan lalu melepas genggaman tangannya.


Zehan berbalik dan melihat sang Mama masih menatapnya dengan sendu.


" Ze pergi, Ma. "


Tanpa bicara apa-apa lagi, Zehan langsung keluar dari rumah itu dan menuju garasi untuk mengambil mobilnya sekaligus menemui Paman Rahmad.


Sementara Bi Minah menghampiri Sabilla yang kembali menangisi kepergian Zehan. Bi Minah memeluk Sabilla dan mengelus bahu Sabilla lembut.


" Sabar, Nyonya. Kita do'akan saja yang terbaik untuk Tuan Muda Zehan. " ucap Bi Minah dan diangguki oleh Sabilla.


Paman Rahmad melihat Zehan keluar dari rumah dan sedikit terkejut melihat Zehan datang dengan membawa dua koper besar dan menghampiri mobil merahnya jarang dipakai.


" Kau mau kemana Nak,,? " tanya Rahmad seraya menghampiri Zehan.

__ADS_1


Zehan menaikan kopernya kedalam bagasi, lalu menoleh kearah Paman Rahmad dan tersenyum padanya.


" Paman,, Ze pamit. Ze ingin belajar hidup mandiri. Ze titip Mama. Tolong restui Ze dan dukung apapun yang akan Ze lakukan." ucap Zehan lembut seraya meraih tangan Paman Rahmad dan mengecup punggung tangannya.


Paman Rahmad tersenyum dan mengusap pelan kepala Zehan.


" Apapun itu,, selama kau berada dijalan yang benar dan kau merasa bahagia, Paman akan selalu merestui mu. " jawab Paman Rahmad.


" Terimakasih, Paman. Ze pergi sekarang. " pamit Zehan dan diangguki oleh Paman Rahmad.


Zehan berdiri disamping pintu mobilnya. Zehan kembali menatap rumahnya, rumah yang dia tinggali sejak kecil. Rumah penuh dengan kenangan.


Zehan menghela nafas lalu membalik badannya dan membuka pintu mobil. Zehan masuk dan duduk di kursi pengemudi. Dia mulai menyalakan mobilnya dan menjalankannya keluar dari halaman rumah itu.


Zehan melajukan mobilnya menuju toko tempat Alish bekerja. Walaupun hatinya tengah gundah tetapi Zehan tetap memfokuskan dirinya dalam berkendara.


Tak lama kemudian, Zehan tiba didepan toko dan memarkirkan mobilnya. Zehan mengatur nafasnya, berusaha mengatur rasa gundahnya. Dan memantapkan hatinya untuk terus bersama Alish.


Zehan menghubungi asistennya dikantor.


Drrtt,, Drrttt,, Drrttt,,,


📞 Rayhan : " Ya Tuan,,? "


📞 Zehan : " Aku ingin minta tolong padamu untuk mengurus surat-surat pernikahan ku secepatnya. "


📞 Rayhan : " Me, menikah Tuan,,? Dengan siapa,,? "


📞 Rayhan : " Baik Tuan. Ada lagi, Tuan,,? "


📞 Zehan : " Oh iya, satu lagi. Mulai besok aku sudah tidak bekerja lagi disana. Anggap saja perintahku ini adalah perintah terakhir dariku."


📞 Rayhan : " Yang benar, Tuan.. ? "


📞 Zehan : " Ya,, itu benar. Terimakasih, selama ini kau berkerja dengan baik selama mengikuti ku. Kau sudah banyak membantuku. Dan aku mohon, tolong urus perusahaan ku untuk sementara. Jangan lupa, urus juga surat-surat pernikahan ku dengan cepat. "


📞 Rayhan : " Baik Tuan, dan itu sudah menjadi tugas saya. Jaga diri Tuan baik-baik. "


📞 Zehan : " Terimakasih,,. "


Zehan segera mematikan panggilan telepon nya. Zehan menarik nafas panjang.


Zehan menunggu waktu kepulangan Alish yang masih setengah jam lagi. Zehan turun dari mobil dan masuk kedalam toko untuk membeli minuman ringan.


Zehan mengambil beberapa makanan ringan dan minuman. Zehan juga membeli keperluannya untuk mandi.


Zehan membayar dikasir tanpa mencari Alish karena dia tau Alish pasti sedang bersiap untuk pulang.


" Maaf,,, Mas yang tadi mencari Alish kan ya,,? " tanya kasir itu.


" Ya. " jawab Zehan singkat.


Setelah membayar, Zehan memutuskan untuk menunggu Alish diluar. Dia duduk di kursi kemudi dengan kaki masih berada di luar.

__ADS_1


Zehan meminum minumannya dan tak berapa lama kemudian Alish keluar. Zehan keluar dari mobilnya dan menghampiri Alish.


Alish terkejut melihat Zehan yang sedang berdiri dihadapannya sambil tersenyum.


" Kakak,,? Kenapa disini,,? " tanya Alish.


" Aku menunggumu. Ayo kita pulang. " jawab Zehan seraya meraih tangan Alish dan membawanya masuk kedalam mobil.


" Ini mobil siapa lagi,,? " tanya Alish sebelum masuk kedalam mobil.


Zehan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi tanpa menjawab pertanyaan Alish. Alish berdecak kesal dan masuk dengan terpaksa. Alish memasang wajah cemberutnya.


" Ini mobilku,, sementara yang tadi mobil keluarga ku. Jangan lupa, pasang seatbelt nya. " ujar Zehan.


Alish pun memasang seatbelt nya tanpa bicara apa-apa lagi. Zehan menyalakan mobilnya dan memundurkan mobilnya perlahan, keluar dari tempat parkir.


Zehan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Alish. Tak berapa lama kemudian, mereka sudah sampai dilapangan dekat rumah Alish.


Zehan memarkirkan mobilnya, tak lupa juga dia menurunkan dua koper besarnya.


" Kak,,ini,,? " Alish bingung melihat Zehan membawa koper.


" Mulai hari ini, aku akan tinggal disini, bersamamu. " jawab Zehan santai tapi tidak dengan Alish. Dia benar-benar terkejut.


" Tapi Kak, kita kan belum..."


" Aku tahu. Dan aku sedang mengurusnya, sebentar lagi kita akan menikah. " Zehan memotong omongan Alish.


" Menikah,,?" tanya Alish. Zehan mengangguk.


" Ya. Dan sekarang aku juga butuh data-data mu agar asistenku bisa segera mengurusnya. " jawab Zehan.


" Tapi nanti kalau ditanya Pak Rt, kita bilang apa,,?" tanya Alish.


" Kita bisa menikah secara agama dulu, supaya tidak menjadi fitnah. Setelah ini kita kerumah Pak RT dan meminta tolong padanya untuk menikahkan kita. " jawab Zehan membuat Alish terdiam melongo.


******


~~ **Bersambung lagi ye,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**


****

__ADS_1


__ADS_2