The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 49


__ADS_3

" Mas Bejo atur saja deh, saya sih tidak begitu paham masalah begituan. Mas juga nanti sebutkan saja bahan-bahan nya saat kita tiba di matrial. Sekalian nanti Mas juga jangan lupa bilang sama teman-teman Mas, untuk kerja disini mulai besok. Bisa kan Mas, kalau dimulai besok,,? " ujar Zehan sambil bertanya kemudian.


" Bisa, Mas. Sepulangnya saya dari sini, saya pasti langsung datangi satu persatu rumah mereka. " jawab Bejo dengan semangat.


" Oke. Kalau begitu, kita langsung pergi ke toko matrial. Sekarang saja bagaimana, Mas,,? " Bejo sedikit terkejut.


" Sekarang, Mas,,? Saat ini juga,,? " tanya Bejo dan diangguki oleh Zehan, membuat Bejo menganga.


Zehan berjalan keluar dari dalam rumah dan diikuti oleh Bejo, yang masih dalam kekagetannya.


" Ayo, Mas Bejo. Kita jalan. " ujar Zehan setelah dia mengunci pintu. Ucapan Zehan membuat Bejo tersadar dari kagetnya.


" I, iya, Mas. " jawab Bejo, lalu kembali mengikuti Zehan masih dengan kebingungan nya. Tak lama,,,,


" Mari masuk, Mas. "


Lagi-lagi Bejo dibuat terpana dengan mut menganga lebar, karena diajak naik mobil mewah.



" Ki,, kita naik ini, Mas,,? " tanya Bejo tergagap karena kaget. Zehan hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Zehan membantu membukakan pintu mobil.


" Ini beneran Mas, saya naik mobil ini,,? Nanti kursi mobilnya kotor. " Bejo masih ragu untuk masuk kedalam mobil.


Zehan yang geregetan, mendorong pelan tubuh Bejo hingga masuk dan duduk didalam mobil, tanpa menjawab pertanyaan Bejo.


Zehan pun ikut masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Zehan juga membantu Bejo memasang seatbelt. Zehan melajukan mobilnya perlahan keluar dari lapangan itu.


" Toko bahan bangunannya dimana ya, Mas? saya masih kurang begitu paham daerah sini. " tanya Zehan memecah kesunyian.


" O, oh iya, Mas. Nanti kita ke kanan aja terus lurus. Ga begitu jauh kok, Mas kalau naik mobil. " jawab Bejo dengan polosnya.


Zehan hanya tersenyum tipis melihat Bejo yang terlihat sangat mengagumi mobilnya. Sepuluh menit kemudian, sebuah toko bahan bangunan terlihat diseberang sebelah kanan, dan Zehan segera membawa masuk mobilnya kedalam toko matrial itu.


Zehan turun dari dalam mobil diikuti oleh Bejo, begitu dia memarkirkan mobilnya. Mereka berdua masuk kedalam toko matrial tersebut dan menemui si empu toko.


" Permisi, Koh,,. " sapa Bejo yang rupanya sudah kenal dengan si pemilik toko yang menjual bahan bagunan tersebut.


" Eh,, elu, Jo. Udah lama Lu kagak kemari, lagi ada proyek baru ya,,? " tanya si Engkoh, begitulah panggilan si pemilik toko.


" Iya nih, Koh. Ini tetangga saya mau renovasi rumah nya, mau sekalian di tingkat katanya. Barang-barang komplit kan, Koh,,? " jelas Bejo.


" Oh,, ada,, ada,,. Emang elu perlu apaan aja,,? " tanya Engkoh lagi.


Bejo menyebutkan bahan bangunan yang diperlukan satu persatu dan si Engkoh mulai mencatatnya.


" Itu udah semuanya, Mas Bejo,,? " tanya Zehan.

__ADS_1


" Udah, Mas Zehan. Lagian kalau ada yang kurang gampang, tinggal telepon si Engkoh. " jawab Bejo dan diangguki oleh Zehan.


" Ya sudah, kalau begitu. Koh,, bisa di total semuanya berapa,,? " tanya Zehan pada Engkoh.


" Bentar ya, Owe itung dulu. " si Engkoh pun mulai menghitung semua belanjaan yang tadi disebutkan Bejo.


" Nih totalnya.. " si Engkoh memperlihatkan sebuah nota tertulis yang sudah dihitung. Zehan melihatnya dan hanya mengangguk.


" Bisa gesek kan, Koh,,? " tanya Zehan lagi.


" Bisa,, bisa,, " jawab si Engkoh sambil menganggukan kepalanya.


Zehan pun mengeluarkan dompetnya dan mengambil salah satu kartu ATM miliknya, dan menyerahkan nya pada si Engkoh.


" Ini, Koh. " si Engkoh mengambil kartu tersebut dan mulai menggesekkan kartu tersebut dan memencet nominal yang sudah dihitung nya tadi.


" Pin nya,,. " Zehan pun menekan beberapa tombol nomer pin dari kartu ATM nya tersebut.


Tak berapa lama, secarik kertas struk keluar dan diberikannya pada Zehan beserta kartu ATM nya. Zehan menerimanya dan kembali memasukkan ya kedalam dompet.


" Dikirimnya besok pagi aja, bisa kan Koh,,?. Soalnya baru pada mulai kerjanya besok. " ucapan Zehan.


" Oke,, oke. Besok langsung Owe kirim pagi-pagi. Elu tulis aja alamatnya disini. " Zehan segera menuliskan alamat rumah Alish dibawah nota tadi.


" Sudah lunas ya, Koh. Kalau nanti ada yang kurang, urusannya sama Mas Bejo aja. " ujar Zehan dan diangguki oleh si Engkoh.


Ya,, siapa yang ga girang, hari masih belum terlalu siang, tapi tokonya udah ketiban rezeki nomplok. Banyak lagi borongnya,, sampai puluhan juta.


" Ya udah, Koh. Kalau begitu saya permisi dulu. " pamit Zehan.


" Saya juga pamit ya, Koh. " ucap Bejo tidak mau ketinggalan.


" Oke,, oke. Besok Owe kirim barangnya. " sahut si Engkoh, Zehan dan Bejo mengangguk.


Zehan dan Bejo kembali naik kedalam mobil dan memasang seatbelt nya masing-masing.


" Saya ke ATM dulu ya, Mas. " ucap Zehan begitu dia mulai melakukan mobilnya.


" Iya, Mas. Ga pa-pa. " jawab Bejo.


" Temennya Mas Bejo tadi totalnya ada berapa orang,,? " tanya Zehan.


" Temen saya ada lima orang. Jadi kalau sama saya, jadi berenam besok yang kerja. " jawab Bejo.


" Hmm,, Ok. Untuk pembayarannya, Mas dan kawan-kawan mau harian atau borongan aja nih,,? " tanya Zehan lagi.


" Kalau itu, terserah Mas Zehan saja. " jawab Bejo.

__ADS_1


" Emm,, kalau saya bayarnya mingguan aja gimana, Mas,,? " tanya Zehan.


" Boleh Mas,, boleh. Ga pa-pa, saya malah alhamdulillah,,,. " jawab Bejo semangat.


Zehan tersenyum sambil memarkirkan mobilnya di sebuah tempat yang terdapat mesin ATM, salah satu Bank dari dua ATM yang ada didompet nya. Zehan pun dan masuk kedalam sementara Bejo menunggu didalam mobil.


Tidak berapa lama kemudian, Zehan keluar sambil membawa sebuah amplop coklat yang lumayan tebal. Zehan kembali masuk kedalam mobil.


" Ini bayaran untuk seminggu kedepan untuk Mas dan kawan-kawan. Kalau kurang, tolong bilang sama saya. " ucap Zehan sambil menyerahkan uang sepuluh juta ke Bejo.


Bejo yang memang pada dasarnya tidak pernah memegang uang banyak, menerima uang begitu banyak dari Zehan membuatnya gemetaran.


" I,, ini,, ga salah Mas Zehan,,? Banyak banget kalau buat seminggu. " Bejo tergagap memegang uang yang begitu banyak menurutnya.


Zehan hanya tersenyum sebagai jawaban. Zehan pun mulai melakukan mobilnya kembali kerumah Aliah.


" Sudah,, Terima aja, itu rezeki untuk istri dan calon anaknya Mas Bejo. " jawab Zehan tulus membuat Bejo terharu.


" Terimakasih, Mas. " ucap Bejo dengan suara sedikit bergetar. Zehan hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Jangan lupa, bilang ke temen-temen nya Mas Bejo, besok pagi sudah mulai kerja. Saya akan mulai memindahkan barang-barang saya kerumah kontrakan. " Bejo mengangguk.


" Perlu bantuan, Mas,,? " tanya Bejo.


" Emm,, boleh kalau Mas Bejo lagi ga ada kerjaan. " jawab Zehan.


" Ya sudah, Mas. Nanti saya juga bakalan ajak temen-temen saya buat bantuin, biar sekalian kenal sama Mas Zehan. " ujar Bejo semangat.


" Oke kalau begitu. Nanti saya tunggu dirumah, kalau bisa habis shalat dzuhur saja. Soalnya saya mau nganterin makan siang dulu buat Alish. "


" Siap, Mas. Sekalian saya juga mau bilang ke istri saya dulu. Dia pasti seneng banget, Mas. Akhirnya bisa beli beras lagi. " sahut Bejo ynag kembali membuat Zehan merasa miris dengan keadaan keluarga Bejo.


******


~~ **Bersambung lagi,,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**

__ADS_1


****


__ADS_2