
Zehan menghela nafas panjang.
" Seandainya aku masih hidup, aku pasti akan membantumu. " gumam Zehan lirih tetapi masih dapat didengar oleh Alish.
Alish tertawa mendengar gumaman Zehan, membuat Zehan mengerutkan dahinya.
" Kenapa kamu tertawa,,? " tanya Zehan bingung.
" Kakak lucu. " jawab Alish singkat.
" Lucu,,? " ulang Zehan.
Alish mengangguk dan masih tertawa kecil.
" Iya,, lucu. Kalau Kakak masih hidup, Kakak ga mungkin bisa ketemu dan kenal sama orang rendahan macam aku ini. Pasti Kakak sibuk dengan urusan dan pekerjaan Kakak, iya kan,,? " jelas Alish.
Zehan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sambil nyengir dan menganggukan kepalanya.
" Iya ya,, Kau benar. Tapi aku jujur,, aku benar-benar salut dan kagum padamu. " ungkap Zehan tulus.
Alish tersenyum kecut dan melanjutkan makannya.
" Tidak ada yang harus dikagumi dari orang seperti ku. Aku masih punya banyak kekurangan. Lagipula aku hanya ingin membalas budi pada Bunda yang sudah berbaik hati merawat dan menyekolahkan ku. " sahut Alish lirih.
Zehan terdiam dan melanjutkan makannya. Zehan benar-benar merasa geram karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama, mereka pun telah menghabiskan makan dan minumnya.
" Hah,, kenapa aku harus sudah meninggal,,? dan kenapa juga aku bisa tidak mengingat apa-apa selain namaku,,? " keluh Zehan dalam hati.
__ADS_1
" Setelah ini, Kakak akan kemana,,? " tanya Alish tiba-tiba sambil membereskan mangkuk dan gelas bekas mereka makan dan minum.
" Tentu saja tidur disini. Memangnya aku bisa kemana lagi,,? " sahut Zehan dengan entengnya seraya merebahkan tubuhnya di lantai.
Alish meletakkan wadah bekas makannya di meja dapur. Alish mengerutkan keningnya dan menoleh kearah Zehan.
" Kakak mau tidur,,? Memang hantu tidur juga ya,,? " Alish balik bertanya.
Zehan mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya.
" Aku sendiri tidak tahu, mengapa aku bisa berbeda dengan hantu yang lain,,? Yang jelas saat ini, aku akan tidur disini. " jawab Zehan enteng.
" Lalu aku tidur dimana,,? " tanya Alish.
" Kau tidur dikasur mu, aku bisa tidur disini dilantai. " sahut Zehan.
" Jangan, dingin. Emm,, sebentar.. " Alish membuka lemarinya dan mengeluarkan selimut yang agak tebal.
Zehan menggeser tubuhnya naik keatas kasur lantai milik Alish, sementara Alish menggelar selimut tebal itu dilantai dekat dengan lemarinya. Agak jauh sedikit dari kasur lantainya.
" Kakak bisa tidur disini, tapi ingat jangan macam-macam. " ancam Alish.
Zehan pindah dari kasur Alish dan merebahkan tubuhnya diatas selimut yang baru saja digelar Alish. Zehan terkekeh mendengar ancaman Alish.
" Kau pikir hantu seperti ku bisa berbuat apa padamu,,? " tanya Zehan dan mulai memejamkan matanya. Tangan kirinya dia gunakan sebagai bantal.
" Siapa tahu,,,? Buktinya saja Kakak tadi bisa menyentuh kepalaku, bahkan Kakak juga bisa makan dan tidur. Aku kan tidak tahu, Kakak bisa berbuat apa lagi,,? " Alish mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
Zehan terdiam dan hanya berdecak kecil.
" Sudahlah,, aku ingin tidur. Selamat malam.. " ucap Zehan dan memiringkan badannya, membelakangi Alish. Kedua tangannya mendekap didadanya. Kakinya sedikit menekuk.
Alish menarik nafas dan membuangnya kasar. Dia pun merebahkan tubuhnya diatas kasur lantainya. Matanya pun mulai terpejam karena lelah dan perutnya yang kenyang. Nafas nya mulai terdengar teratur yang menandakan Alish susah tertidur pulas.
Zehan membalik posisi tidurnya dan menghadap kearah Alish. Zehan membuka matanya, karena tadi dia hanya pura-pura tertidur.
Zehan mendekat kearah Alish dan duduk tepat disamping Alish yang tertidur pulas dengan posisi tidur miring sambil memeluk bantal gulingnya.
Tangan Zehan membelai lembut pipi Alish. Zehan melakukannya dengan perlahan karena dia tidak mau kalau sampai Alish terbangun karena sentuhannya.
" Kau cantik bukan hanya diwajahmu, tapi hatimu juga sangat cantik. Kau malaikat berwujud manusia. Aku sangat berharap bisa hidup kembali dan mendampingi mu melewati hari bersama. Membantumu menghadapi kejamnya dunia ini. Secepat ini kau bisa masuk kedalam sudut hatiku yang terdalam. Andai aku bukan hantu,,,. " ujar Zehan dalam hati.
****
~~ Bersambung,,
Jangan lupa untuk like, vote, comment and hadiah nya ya.
Ditunggu dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya othor karena othor masih punya hati.
Salam love and peace dari othor,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌
******