The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 53


__ADS_3

*اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*


*Dengan segala kerendahan hati dan mengharap keridhaan Allah*, saya mengucapkan:


*تَقَبَّلَ اللّهُ مِناَّ وَ مِنْكُمْ صِيَامَنَا وَ صِيَامَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ*


*Taqobbalallahu Minna wa Minkum*


*Shiyaamanaa*


*wa Shiyaamakum*


*Kullu 'aamin wa antum bi khoirin*


*Selamat hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H*


_Mohon Maaf Lahir & Bathin_


*وَاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*


Ullzhang,,,


*****


" Kamu sudah berjanji padaku kan, apabila rumah kita telah selesai diperbaiki, kamu akan segera melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri, dengan memberikan nafkah batin untukku. " bisik Zehan lagi, membuat wajah Alish semakin memerah seperti tomat.


Hanya masih terdiam dan semakin menundukkan kepalanya. Alish hanya mengangguk sebagai jawaban untuk Zehan.


Seketika wajah Zehan menjadi cerah dan sumringah. Zehan segera membawa Alish kedalam pelukannya, dan tersenyum


" Terimakasih,,,. " ucap Zehan pelan.


" Ayo kita masuk,,. " ajak Zehan sambil menarik tangan Alish dan mengajaknya masuk kedalam rumah mereka.


Alish mengangguk dan mengikuti langkah Zehan masuk kedalam rumah. Beberapa barang masih berceceran, belum sempat dirapikan saat mereka memindahkan nya tadi.


" Kita rapikan ini dulu ya. " ucap Zehan dan diangguki oleh Alish.


Mereka pun merapikan bersama, dan menatanya supaya terlihat rapi. Satu jam kemudian,, semua sudah selesai dan barang-barang itu sudah ada pada tempatnya.


" Kakak mandi saja dulu, aku mau masak untuk makan malam. " Alish ingin beranjak pergi kedapur tapi dicegah oleh Zehan.


" Tidak usah, aku sudah memesan makanan untuk kita. Lagipula, kita belum sempat belanja untuk keperluan dapur. " cegah Zehan.


Alish menghela nafas dan kembali duduk disamping Zehan.

__ADS_1


" Ya sudah. Tapi Kakak mandi duluan sana, lalu kita shalat. Karena sebentar lagi maghrib. " ucap Alish dan membuat Zehan tersenyum.


" Siap,, istriku sayang. Aku mandi duluan lalu kamu menyusul. Atau kita mandi bareng aja, gimana?? " tanya Zehan sambil menaik turunkan alisnya, menggoda Alish.


" Ish,, Kakak mesum. " sungut Alish lalu beranjak dari duduknya lalu pergi kekamar yang berada di lantai atas dan diikuti oleh Zehan.


Zehan memang menata semua kamar ada diatas. Sementara dibawah hanya ada satu kamar tamu apabila ada teman atau kerabat mereka yang datang menginap.


Kamar yang berada dilantai atas, khusus Zehan buat untuk anggota keluarganya saja. Kamar pribadi Alish dan Zehan serta dua kamar kosong untuk calon anak mereka nanti.


Zehan membuka pintu kamar, dan melihat Alish tengah merapikan baju mereka dan memasukan nya kedalam lemari. Zehan mendekat dan mengecup singkat pucuk kepala Alish lalu masuk kedalam kamar mandi.


Meninggalkan Alish yang wajahnya memerah karena tindakan Zehan barusan. Alish kembali melanjutkan pekerjaan nya, berusaha melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


Zehan keluar dari kamar mandi bertepatan dengan suara adzan maghrib berkumandang.


" Kita shalat dulu, baru setelah itu kamu mandi. " ucap Zehan, Alish mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi dan berwudhu.


Zehan menggelar sajadah untuknya dan untuk Alish, sambil menunggu Alish selesai berwudhu. Zehan memakai sarung dan baju koko nya, tak lupa juga peci atau kopiah untuk melengkapinya.


Setelah Alish keluar dari kamar mandi dan menggunakan mukenah nya, Zehan segera memimpin shalatnya.


Alish meraih tangan Zehan dan mengecup punggung tangannya. Zehan membalas dengan mengecup pucuk kepala Alish.


" Kamu mandi saja, biar aku yang membukakan pintu. " Alish mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi sementara Zehan turun ke bawah.


Zehan membuka pintu, dan ternyata seorang kurir yang mengantar pesanan nya. Setelah Zehan membayar, dia pun mulai menyiapkan makanan untuk mereka makan malam.


Sambil menunggu Alish, Zehan menata makanan yang tadi dipesannya diatas piting dan mangkuk. Tak lupa juga, Zehan menyiapkan air putih untuk mereka minum nanti.


Alish turun disaat Zehan sedang merapikan bungkusan bekas makanan mereka dan membuangnya ketempat sampah.


" Kita makan dulu, ya. Aku sudah sangat lapar. " ucap Alish sambil mengelus perut rata nya.Dia pun lalu duduk di kursinya.


" Baiklah,, setelah ini, kita pergi belanja sebentar. Karena besok kamu harus kembali bekerja. " jawab Zehan seraya duduk berhadapan dengan Alish.


Alish hanya bisa menganggukkan kepalanya, tangannya sibuk meletakkan berbagai macam lauk karena memang sudah sangat lapar.


Zehan hanya tersenyum sambil memperhatikan porsi makan Alish. Zehan benar-benar sama sekali tidak menyangka, kalau istri kecilnya itu ternyata hanya tubuhnya saja yang kecil, tapi naf*su makannya besar. Zehan menggelengkan kepalanya perlahan, masih terus memperhatikan Alish yang sedang makan.


Melihat sang istri makan begitu banyak, membuat Zehan merasa bersalah, apabila dia mengingat, betapa istri kecilnya itu dulu sangat hidup berhemat dan bekerja keras hanya sekedar untuk bisa makan dan memberikan sedikit rezeki untuk Bunda.


Zehan makan sambil terus memandangi wajah Alish. Dalam hati, Zehan selalu merasa dirinya begitu beruntung karena diberikan kehidupan kedua dan dapat bersatu dengan Alish.


Wanita yang sudah merubah semua sifat dan tindakan buruk nya. Wanita yang sederhana, sabar dan penuh kasih dan kelembutan. Wanita rajin dan pekerja keras, tidak mau bergantung dengan kekayaan suaminya. Wanita yang tetap hidup sederhana walupun tahu kalau suaminya itu kaya, tapi wanita itu tidak pernah memanfaatkan kekayaan nya.

__ADS_1


" Di wajahku ada yang salah ya, Kak,,? " tanya Alish membuyarkan lamunan Zehan.


Zehan tersenyum dan menggeleng pelan.


" Lalu kenapa sejak tadi, Kakak selalu menatap kearahku,,? " tanya Alish lagi.


" Karena kamu cantik. Dan aku sangat beruntung bisa menjadi suamimu. Kamu adalah cahaya penerang dalam kegelapan ku. I Love You,,,. " jawab Zehan.


Blush,,,


Wajah Alish memerah, karena malu. Merasa ucapan Zehan begitu mendadak. Mereka memang sudah menikah, tapi masih tetap merasa canggung satu dengan yang lain.


" Kakak jangan bercanda,,. " ucap Alish pelan sambil menunduk.


Zehan kembali tersenyum dan meraih tangan Alish yang masih memegang sendok. Diletakkan nya sendok itu, dan Zehan menggenggam tangan Alish dengan lembut.


" Apakah kamu melihat wajahku sedang bercanda,,? " tanya Zehan.


Alish mengangkat wajahnya seketika dan menatap wajah Zehan. Netra mereka bertemu, dan saling terpana.


" Sejak awal aku bertemu denganmu, saat masih dalam bentuk jiwa ataupun raga, hatiku sudah terpaut padamu. Namamu sudah terpatri disini dan wajahmu selalu ada disini. " ucap Zehan sambil menunjukkan ke dada dan kepalanya.


" Saat ini, aku benar-benar ingin kita menjalani kehidupan rumah tangga kita dengan sebagaimana semestinya. Seperti pasangan suami istri lainnya. Maukah kamu menghabiskan sisa hidupmu bersamaku,,? " jelas Zehan lalu bertanya pada Alish.


Alish terdiam untuk sesaat dan terus dengan menatap Zehan lekat. Dilihat keseriusan dalam tatapan maupun ucapan Zehan. Tanpa ragu lagi, Alish mengangguk lalu tersenyum.


" Aku mau. "


******


~~ ********Bersambung lagi,,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌********


****

__ADS_1


__ADS_2