The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 41


__ADS_3

" Aku akui, aku sempat salah pergaulan. Karena kekecewaan ku pada Papa dan Mama yang tega meninggalkan ku selama bertahun-tahun. Aku menjadi nakal dan mengenal dunia malam. Tapi aku bukan pemain perempuan. "


" Sifatku berubah, menjadi arogan, pemarah dan sulit diatur. Sering pergi ke bar dan pulang dalam keadaan mabuk. Membantah setiap nasihat yang keluar dari Paman ataupun Bibi. Dan puncaknya, saat Mama dan Papaku kembali ke sini, aku bertengkar dengan Mama. Hingga kecelakaan itu pun terjadi. " cerita Zehan panjang lebar.


" Kau yang menyadarkanku saat jiwaku terombang-ambing. Kau menyadarkan ku, dan mengajari kasih sayang, saling menolong, bersikap sabar dan ikhlas. Aku beruntung, Tuhan masih memberikan kesempatan kedua untukku. Aku ingin belajar lagi, menjadi muslim yang lebih baik. " lanjut Zehan. Alish mendengarkan dengan mata yang sudah berkabut.


Zehan selesai bercerita bertepatan dengan suara adzan.


" Kau shalatlah lebih dulu, aku akan mandi baru kemudian shalat. " Alish mengangguk.


Alish masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu, sementara Zehan menyiapkan pakaian ganti, handuk dan peralatan mandi yang tadi sudah dibelinya di toko tempat Alish bekerja.


Begitu Alish keluar dari kamar mandi, Zehan pun segera masuk untuk mandi dan berwudhu. Alish pun menunaikan ibadah nya. Selang lima belas menit kemudian, gantian Zehan yang menunaikan ibadah nya.


" Kau sudah siap,,? " tanya Zehan pada Alish begitu Zehan selesai shalat. Alish mengangguk.


" Tunggu sebentar. " Zehan menghampiri kopernya dan membukanya, mencari sesuatu.


" Sudah,,. Ayo berangkat. " ajak Zehan. Alish sekilas melirik saat Zehan memasukkan sesuatu kedalam kantong celananya.


Alish keluar dari rumah diikuti oleh Zehan. Tak lupa, Zehan mengunci pintu rumah itu.


" Sepertinya pintu ini juga harus diganti. Kuncinya mudah sekali untuk dicongkel. Mudah sekali pencuri untuk masuk. " ucap Zehan dalam hati.


Zehan mengikuti Alish menuju rumah Pak RT. Ternyata rumah Pak RT dekat dengan lapangan.


" Assalamu'alaikum,, " ucap Alish begitu sampai didepan pintu rumah Pak RT.


" Wa'alaikumsalam,,. " sahut seseorang didalam rumah.


Pintu rumah pun dibuka, dan ternyata yang membuka pintu adalah Bu RT.


" Eh,, Alish. Ada apa,,? " tanya Bu RT ramah.


" Maaf kalau saya mengganggu. Pak RT nya ada, Bu,,? " tanya Alish sopan.


" Bapak ada, mari masuk Lish. " Bu RT masuk diikuti oleh Alish dan Zehan.


" Silakan duduk, Lish. Ibu panggil Bapak dulu. "

__ADS_1


" Baik, Bu. Terimakasih,,. " sahut Alish.


Alish duduk, begitu juga dengan Zehan. Dapat Zehan lihat, kalau Alish terlihat sangat gugup, karena kedua tangannya saling meremas. Zehan tersenyum kecil.


" Lish,,. Kata Ibu, kamu mencari Bapak. Ada perlu apa,,? " tanya Pak RT sambil duduk. Alish melirik Zehan, dan Zehan mengerti itu.


" Maaf, Pak. Yang ada perlu disini adalah saya. Perkenalkan nama saya Zehan, saya calon suaminya Alish. " Pak RT terkejut saat Zehan memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Alish.


Bagaimana tidak terkejut, selama ini yang dia tahu, Alish itu hidup sendiri dan setiap harinya hanya bekerja dan mencari uang.


" Yang benar, Lish,,? " tanya Pak RT. Alish hanya mengangguk.


" Lalu Nak Zehan ini, ada perlu apa sama saya,,? " tanya Pak RT lagi.


" Begini, Pak. Maaf sebelumnya, kalau ini terdengar mendadak. Tetapi saya benar-benar serius saat ini. " jawab Zehan.


" Memang ada apa, Nak,,? Sepertinya penting sekali. "


" Benar, Pak. Saya ingin meminta tolong pada Bapak, untuk mencarikan seseorang yang dapat menikahkan saya dengan Alish malam ini juga. Atau paling telat, besok pagi. " jelas Zehan yang membuat Pak RT semakin terkejut.


" Apa kalian sudah melakukan hal yang salah,,? " tanya Pak RT sedikit curiga, karena ini terlalu sangat mendadak, membuat Zehan tersenyum tipis.


" Saya ingin menikahi Alish dan Papa saya tidak setuju, sehingga beliau mengusir saya. Saya akan tinggal dirumah Alish mulai malam ini. Saya takut terjadi fitnah, oleh karena itu saya ingin minta tolong pada Bapak, untuk segera membantu kami mencari seseorang yang bisa menikahkan kami secara agama. Setelah semua suratnya selesai, baru kami mengurus surat nikah secara resmi. " jelas Zehan panjang lebar, Pak RT hanya manggut-manggut.


" Baiklah, Bapak mengerti. Tapi apa Nak Zehan ini sudah menyiapkan mas kawinnya,,? " tanya Pak RT.


" Sudah, Pak. " jawab Zehan sementara Alish hanya bisa diam saja. Dia benar-benar takut sekaligus gugup.


" Sekarang sebaiknya Nak Zehan dan Nak Alish pulang lebih dahulu. Selepas ba'da Isya nanti, kalian datang lagi. Bapak akan meminta tolong pada Pak Kyai, teman Bapak. " ujar Pak RT.


Alish akhirnya mengangkat wajahnya dan tersenyum lega. Begitu juga dengan Zehan. Akhirnya, keinginan nya untuk menikah dengan Alish akan segera tercapai.


" Selain mas kawin, apakah ada syarat lain nya, Pak,,? " tanya Zehan.


" Berhubung Nak Alish ini anak yatim piatu, dan keluarga yang lainnya juga tidak kami ketahui, maka nanti Pak Kyai yang akan menjadi wali nikahnya. Dan untuk saksi, apa Nak Zehan sudah menyiapkan,,? " jelas Pak RT sekaligus bertanya.


" Apakah Paman saya bisa,,? " Zehan balik bertanya.


" Tentu saja bisa. Dan saksi satu lagi biar Bapak saja. " Zehan menarik nafas lega.

__ADS_1


" Baiklah, Pak. Nanti saya akan segera menghubungi Paman saya, untuk segera datang. Kalau begitu, kami permisi dulu, Pak. " pamit Zehan.


" Silahkan, Nak Zehan. "


" Kami permisi, Pak. Dan terimakasih, maaf kalau sudah merepotkan. " pamit Alish.


" Sama-sama, Nak Alish. Bapak tidak merasa direpotkan. " jawab Pak RT sambil tersenyum.


" Oh iya, Pak. Saya hampir lupa. Di lapangan itu ada mobil saya, selain dilapangan, apakah ada tempat lain untuk saya bisa memarkirkan mobil saya,,? " tanya Zehan membalik badannya saat kakinya akan melangkah keluar.


" Wah,, tidak ada lahan kosong lagi selain disitu, Nak. Tidak apa-apa, parkir disitu, disini aman kok, asal tidak lupa dikunci ganda saja. " jawab Pak RT.


" Baiklah, Pak. Kami permisi. " Pak RT mengangguk.


Zehan dan Alish pun pergi dari rumah Pak RT. Zehan pun tak lupa, menghubungi Paman Rahmad, memintanya untuk datang ketempat Alish. Zehan juga mengirimkan share lock pada Paman Rahmad.


" Kita ke butik sebentar lalu mampir ke salon. Walaupun hanya nikah secara agama, tapi aku mau kau tetap terlihat cantik seperti para pengantin lainnya. "


Alish hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Alish masih terlalu terkejut, karena sebentar lagi, dia akan segera menikah.


" Apa kau tidak ingin memberitahu Bunda,,? " tanya Zehan membuat Alish menepuk pelan dahinya. Zehan terkekeh melihatnya.


Alish segera menghubungi Bunda Ani dan memintanya untuk segera datang. Karena memang jarak yang agak lumayan jauh kalau dari Yayasan kerumah Alish.


******


~~ **Bersambung lagi ya, guy's,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌****

__ADS_1


****


__ADS_2