The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 59


__ADS_3

****


Assalamu'alaikum dan selamat sore reader's,,,


Maaf banget,,🙏🙏🙏. Othor baru sempet up lagi. Selain karena efek lagi hamil, selama 3 hari kemarin, othor ada urusan keluarga, yang bikin othor sibuk banget, sampe kurang tidur. Selain itu,,othot juga baru aja namatin karya othor yang lain,, makanya itu, baru sempat up sore ini.


Oke deh,,


Happy reading aja eperibadeh,,,


****


William menarik nafas, dan mulai menjelaskan kerjasama perusahaan nya dengan perusahaan keluarga Lee. Sesekali, Rayhan ikut berbicara mewakili perusahaan nya, sementara Zehan hanya mendengarkan dan sesekali bertanya.


Hingga tak terasa, mereka berbicara lumayan cukup lama, hampir dua jam. William juga memberitahu perihal dirinya yang harus segera kembali ke Korea.


Disaat Zehan masih fokus mendengarkan penjelasan William, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Zehan melihat sekilas ke layar ponselnya, seketika bibirnya tersenyum. Zehan mengangkat tangannya, kode untuk William supaya menghentikan penjelasan nya.


" **Assalamu'alaikum, sayang,,, " sapa Zehan dengan lembut.


" Wa'alaikumsalam,, hubby. Hubby masih sibuk,,? " tanya Alish diseberang sana.


" Waktu ku hanya untukmu, sayang. Ada apa, sayang,,,? " Zehan balik bertanya.


William mengernyitkan dahinya sambil terus melihat kearah Zehan. Begitu juga dengan Rayhan yang cukup kaget mendengar kata-kata dari bos nya yang terdengar sangat bucin.


William menatap Zehan tajam, sambil terus mendengarkan pembicaraan Zehan dengan seseorang yang dipanggilnya dengan sangat mesra. William melipat tangan didadanya sambil bersandar di kursi.



" **Tidak ada apa-apa, hubby. Apa hubby sudah makan,,? " tanya Alish.


" Sudah sejak tadi, sayang. Dan kamu,,, apa sudah makan,,? " Zehan kembali balik bertanya. Bibirnya terus tersenyum, mendengar suara sang istri.


" Ini aku baru saja selesai makan hubby. "


" Jam segini kamu baru makan, sayang,,? " tanya Zehan sambil melihat jam tangannya.


" Kan kami bergantian istirahat nya, hubby. " jelas Alish.


" Hufftt,,, baiklah. Nanti sore aku jemput. "


" Iya hubby,,,. Sampai jumpa nanti sore. Assalamu'alaikum,,, "


" Wa'alaikumsalam,,, "


Zehan pun menutup panggilan teleponnya, masih dengan bibir yang tersenyum, membuat William mendengus kesal.


" Ray,,, benarkah yang ada dihadapanku ini adalah Hyeong-ku,,,? " tanya William pada Rayhan.


" Entahlah, Tuan. Saya pun merasa sudah tidak mengenalinya lagi. " sahut Rayhan sedikit terperangah dengan perubahan sikap Zehan.

__ADS_1


" Cckkk,,, sudahlah. Berhenti menyindirku,,,. Beginilah aku saat ini,, pria arogan dan kejam yang bucin dengan istrinya. " Zehan menyahut sambil berdecak kesal.


William tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya. Dia pun memajukan badannya sedikit lebih dekat ke Zehan.


" Apakah wanita itu menggunakan pelet pada kakak,,,? " tanya William.


plakk,,,


Dengan kesal, Zehan mengeplak kepala William sedikit kencang, membuat William mengaduh kesakitan sambil mengusap kepalanya yang di keplak Zehan.


" Auww,, sakit, Kak !!! " William meringis, sementara Rayhan sibuk memperhatikan kedua saudara yang sedang ribut itu.


" Jangan kurang ajar. Disini yang mengejarnya itu aku,, bukan istriku. " tegas Zehan, yang lagi-lagi membuat William dan Rayhan terperangah tidak percaya.


" Wah,, wah,, wah,,. Aku benar-benar sangat penasaran dengan kakak ipar, yang bisa membuat gunung es seperti kakak bisa meleleh dan mencair. Dia benar-benar wanita hebat,,, " Zehan tersenyum mendengar pujian untuk sang istri yang keluar dari mulut William.


" Anak pintar,,. " ucap Zehan sambil tersenyum puas.


" Apa bisa kita lanjutkan, Tuan,,? " pertanyaan Rayhan membuat Zehan dan William menepuk dahinya.


" Baiklah,, kita lanjutkan. Tapi sebelum jam empat sore, aku sudah harus pulang. " ucap Zehan sambil melirik kearah jam tangannya.


" Cih,,, dasar bucin. " sindir William.


Zehan tidak memperdulikan ucapan yang keluar dari mulut William. Zehan menatap berkas-berkas yang ada di atas meja. Kembali mempelajari nya satu persatu sambil dijelaskan oleh Rayhan.


Hingga tak terasa, setelah satu jam, pembicaraan mereka pun selesain. Zehan kurang lebih tertarik dengan kerjasama itu, namun hatinya sedikit bimbang, mengingat perusahaan yang satunya lagi adalah perusahaan sang Papa.


" Kau bisa masuk kedalam perusahaan ku, Hyeong. Jadi Papa tidak bisa berbuat macam-macam. " usul William.


" Tentu saja, Tuan. Dari perusahaan Papa Tuan, saya lah yang diberi kepercayaan. Jadi Papa Tuan tidak curiga sedikitpun. " Zehan menarik nafas panjang.


" Bisakah kau memberikan ku satu hari untuk berpikir, Will,,,? Aku juga harus membicarakan hal ini pada istriku. Karena mau tidak mau, aku pasti sering meninggalkan nya sendiri dirumah ataupun bekerja. " pinta Zehan.


William menarik nafas mendengar permintaan yang terlontar dari mulut Zehan.


" Oh,, baiklah,, Hyeong. Aku memberimu waktu sampai besok siang. Bagaimana,,,? " Zehan mengangguk dengan terpaksa.


" Nanti malam harus bisa membicarakan nya dengan Alish. Semoga saja dia mau mengerti,,, " batin Zehan lirih.


" Baiklah, Tuan. Karena hari sudah mulai petang, saya permisi. " pamit Rayhan.


" Silahkan, Ray. Aku masih ingin disini sebentar. " jawab Zehan.


" Saya permisi, Tuan Choi. "


" Baiklah, Ray. Semoga saja kakakku ini setuju dengan kerjasama kita. " sahut William.


Rayhan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia pun segera keluar dari ruangan itu. William menatap tajam Zehan.


" Bisa kau jelaskan sekarang, Hyeong,,? " Zehan menghela nafas sebelum menjawab.

__ADS_1


" Wanita itu adalah malaikat penolongku, Will. "


" Bagaimana bisa,,? Bukankah selama dua bulan lebih, Kakak koma dirumah sakit,,? Aku bahkan harus beberapa kali bolak-balik hanya untuk melihat perkembangan mu saat itu. " William sedikit bingung dengan ucapan Zehan.


Zehan pun mulai menceritakan semua dari awal. Dari mulai pertengkaran dengan sang Mama, kecelakaan, koma, hingga jiwanya yang berkelana sampai akhirnya bertemu dengan Alih.


William mendengarkan dengan seksama, dan sesekali dia merasa tidak percaya dengan yang dialami oleh Zehan. Sesuatu hal yang sangat misterius baginya.


Sesekali William bertanya pada Zehan, dan Zehan pun menjawab nya. William tidak habis pikir dengan suara aneh yang didengar Zehan dan dengan sosok bocah kecil bernama Andi.


Menurut William, dia adalah bocah ajaib. William sangat penasaran dan ingin bertemu dengan Andi ataupun Alish.


" Kau tau, Hyeong. Kisahmu ini bisa dijadikan bahan untuk membuat novel misteri. " gurau William membuat Zehan melotot kearahnya.


William terkekeh lalu bangkit dari duduknya dan pindah kesamping Zehan duduk.


" Jadi,,, Mama sudah merestui karena istrimu itu anak dari sahabat Mama yang sudah meninggal,,? " Zehan mengangguk.


" Dan Papa mengusirmu karena tidak setuju dengan pernikahanmu karena dia sudah punya rencana sendiri untuk menjodohkanmu,,? " lagi-lagi Zehan mengangguk.


William menarik nafas panjang.


" Ternyata Papa masih sangat kolot. Masih sangat mementingkan status sosial daripada cinta dan kasih sayang. Materi dan derajat yang tinggi masih menjadi prioritas nya. Padahal harta dan perusahaan Papa sudah sangat banyak dan tidak akan habis selama tujuh turunan. " Zehan terdiam.


William menepuk pelan bahu Zehan. Berusaha memberinya semangat.


" Kau harus bersabar, Hyeong. Akan datang masanya, dimana kebahagiaan dan kasih sayangmu akan menang melawan keegoisan Papa. " Zehan tersenyum kecut.


" Hahh,,, aku benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan kakak ipar. Lusa kau harus mengajaknya makan malam dan bertemu denganku. " Zehan baru saja ingin membuka suaranya, namun sudah dihentikan William.


" Aku tidak menerima penolakan. " tegas William.


Zehan mendengus kesal, lalu bangkit dari duduknya.


" Cih,,,. Kau atur saja, dan kirimkan alamat restoran nya. " sahut Zehan sambil berjalan keluar dari ruangan William tanpa pamit lagi, membuat William harus berteriak memanggil namanya.


" Hyeong,,,!!!! ".


******


~~***Bersambung ,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌***


****


__ADS_2