
Zehan kemudian berdiri tegak didepan rumah Alish dan menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Rumah yang selalu hadir dalam mimpinya. Rumah yang ditempati nya beberapa bulan lalu saat jiwanya masih berkelana. Rumah yang sangat dirindukan nya.
Dengan tidak sabar, Zehan mengetuk pintu rumah Alish. Setelah menunggu beberapa saat, pintu masih tidak terbuka, yang menandakan tidak ada orang dirumah itu.
Zehan bergegas pergi, menuju toko tempat Alish bekerja. Toko yang pernah dilewatinya beberapa waktu lalu dan menatapnya saat dia berhenti di depan toko itu.
Zehan melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi, karena tidak sabar untuk bertemu dengan Alish.
Zehan berhenti tepat didepan toko Alish dan menitipkan mobilnya pada tukang parkir. Dengan tergesa-gesa, Zehan masuk kedalam toko.
Begitu Zehan masuk, beberapa pengunjung dan pegawai toko itu saling berbisik karena kagum dengan ketampanan Zehan.
Mata Zehan mencari sosok yang sangat dirindukan nya. Hingga sebuah suara menarik perhatiannya.
" Lish,, Lish,,,. Coba loe lihat deh, ada cogan masuk ke toko ini. " seru seorang pegawai wanita yang sedang berdiri dibelekang Alish, sambil menepuk-nepuk bahu Alish.
Alish yang sedang fokus merapikan barang, hanya tersenyum kecut tanpa mengalihkan pandangannya.
Zehan mendekat kearah suara pegawai wanita itu, membuat pegawai itu semakin histeris.
" Ya ampun,, Lish..!!! Dia mendekat kesini. " pekik pegawai itu.
" Iya, Kak. Sudah jangan ganggu Alish,, lagi sibuk nih. Nanti kalau berantakan, Alish akan kena teguran. " jawab Alish masih tetap menata barang-barang.
Zehan yang mendengar suara Alish, semakin mempercepat langkahnya. Matanya mulai berkabut karena tidak dapat menahan rasa rindu yang menyesakkan dada.
Zehan berhenti dan berdiri tepat disamping Alish, membuat Alish menghentikan kegiatannya. Pegawai wanita teman Alish itu, semakin terpana melihat ketampanan Zehan dari dekat.
" Lish,,,!! " panggil Zehan dengan suara tercekat.
Deg,,,
Seketika tubuh Alish seakan membeku. Dengan perlahan Alish mengangkat wajahnya dan menoleh kearah Zehan.
Alish terdiam sesaat, hanya airmata yang menggenang di pelupuk matanya. Teman Alish yang berada dekat Alish hanya bisa terkejut.
" Lish,,,! " panggil Zehan lagi, kali ini lebih lembut.
Zehan menatap lekat Alish dengan mata yang berkaca-kaca. Perlahan Alish berdiri dari posisi jongkoknya. Alish kembali menatap Zehan yang juga menatapnya penuh kerinduan sambil tersenyum lembut.
Zehan langsung memeluk Alish tanpa bicara apa-apa, membuat teman Alish melongo dengan mulut terbuka.
Zehan semakin mempererat pelukannya, membuat Alish tersadar. Alish menepuk pelan bahu Zehan.
Zehan dengan terpaksa melepaskan pelukannya. Ditatapnya Alish dengan penuh pertanyaan.
" Kak Zehan,, " panggil Alish pelan.
__ADS_1
Zehan tersenyum dan mengangguk.
" Ini benar Kakak,,? " tanya Alish dan Zehan kembali mengangguk.
Alish menangkupkan kedua tangannya dipipi Zehan. Tangan Alish sedikit bergetar. Alish mengelus pelan pipi Zehan dengan ibu jarinya, seakan ingin membuktikan, bahwa yang ada dihadapannya ini adalah nyata.
" Kakak masih hidup,,,? " tanya Alish dengan suara parau. Air matanya sudah mengalir mulus di pipinya.
Zehan meletakkan kedua tangannya diatas tangan Alish yang masih menempel di pipinya. Zehan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Airmatanya lolos begitu saja dari matanya yang sejak tadi menggenang.
" Aku tidak lagi bermimpi kan,,? " tanya Alish lagi. Zehan menggeleng.
" Aku merindukan Kakak. Aku sangat kesepian. " tangis Alish, sontak Zehan langsung memeluk Alish lagi.
" Aku juga merindukanmu,, sangat,, sangat merindukanmu. " ucap Zehan.
Teman Alish, beberapa pegawai toko dan para pengunjung melihat Zehan dan Alish tanpa berkedip. Mereka terpana, seakan melihat adegan sinetron ikan terbang.
" Ehem,, ehem,, " teman Alish berdeham hingga menyadarkan Alish dan Zehan.
Seketika Alish melepaskan pelukannya dengan wajah memerah karena tersipu malu, sudah berpelukan di tempat umum.
" Maaf,,. " cicit Alish sambil menunduk malu.
Zehan menoleh kearah teman Alish.
" Oh,, boleh. Silahkan. Alish,, kamu bisa istirahat makan siang lebih dulu. " jawab teman Alish.
Alish tersenyum lalu mengangguk.
" Terimakasih, Kak. " ucap Alish.
" Iya,,. udah sana. Satu jam lagi kamu harus udah balik ya.. " sahut teman Alish.
" Iya, Kak. Sekali lagi, terimakasih. "
Zehandan Alish pamit lalu Zehan meraih tangan Alish dan menggenggam nya erat. Membawa Alish keluar dari toko menuju mobilnya. Zehan membukakan pintu mobil untuk Alish.
" Ayo masuk.!! " ucap Zehan karena Alish hanya berdiri diam, mematung. Alish menoleh kearah Zehan.
" Kita naik ini,,? " tanya Alish.
Zehan yang geregetan, mendorong pelan Alish hingga terduduk. Dan Zehan langsung menutup pintu mobilnya. Dengan setengah berlari, Zehan memutar dan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi.
Zehan memasangkan seatbelt Alish karena Alish masih diam terpaku. Zehan pun juga memasang seatbelt nya. Zehan mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan nya perlahan.
Zehan membawa Alish kesebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari tempat Alish bekerja.
Zehan kembali membukakan pintu mobil agar Alish bisa turun, begitu mereka sampai didepan cafe. Alish keluar dan Zehan segera meraih tangannya setelah dia menutup pintu mobil.
__ADS_1
Sementara tangan kirinya memencet tombol kunci otomatis yang ada ditangannya. Digenggamnya erat tangan Alish dengan tangan kanannya.
" Kau mau pesan apa,,? " tanya Zehan, begitu mereka duduk disalah satu kursi yang berada agak memojok.
Alish meraih daftar menu, dan seketika mata terbelalak kaget. Melihat daftar harga yang membuat Alish harus menelan salivanya.
" Kak,, kita pindah aja yuk. " ucap Alish berbisik.
" Kenapa,,? " tanya Zehan sambil mengerutkan dahinya.
" Harganya mahal-mahal, Kak. Jiwa miskin aku meronta-ronta. " jawab Alish masih dengan berbisik tapi justru membuat Zehan tertawa terbahak.
" Sudah,,. Biar aku aja yang pesan makanan dan minumannya. Mba...! " seru Zehan memanggil pelayan cafe.
" Selamat siang. Mau pesan apa, Kak,,? " tanya pelayan itu.
" Mba,, saya mau pesan nasi goreng seafood nya satu, soto lamongan dengan nasi satu, lalu minumannya es teh manis sama orange juice."
" Baik Kak. Tunggu sebentar ya. " ucap pelayang itu seraya beranjak pergi.
Zehan dan Alish mengangguk. Zehan kemudian menatap Alish dan kembali meraih tangan Alish dan menggenggam nya.
" Maafkan aku,,. Karena butuh waktu lama untuk mengingatmu dan mencarimu. " Zehan membuka pembicaraan.
" Jadi Kakak benar-benar masih hidup saat itu,,? " tanya Alish.
Zehan mengangguk lalu mulai menceritakan awal kejadian begitu dia bangun dari komanya.
" Begitu aku menghilang saat dirumah Paman Rahmad, aku sempat berada di sebuah ruangan yang semuanya berwarna putih. Tanpa jendela ataupun pintu. Entah sudah berapa lama aku berada disana hingga sebuah suara terdengar. Suara itu mengatakan, kalau aku akan segera kembali ketubuh asliku. Dengan catatan, aku akan melupakan semua ingatan, kejadian dan kenangan selama aku jiwaku berkelana. " Zehan berhenti sesaat dan kembali menatap Alish.
" Saat itu, aku sempat merasa ragu. Aku harus kembali tapi aku akan lupa padamu. Bila aku tidak kembali, aku akan terus menjadi jiwa yang melayang tanpa tentu arah. Aku bingung, lalu tiba-tiba saja, pandanganku gelap dan dunia seakan berputar-putar. Dan saat itulah, aku kembali ke tubuhku. " lagi-lagi Zehan berhenti sejenak.
****
~~ ********Bersambung dulu ye,,
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌********
****
__ADS_1