
Zehan mendekatkan bibirnya perlahan kearah bibir Alish. Dikecupnya bibir Alish dengan lembut dan singkat. Zehan tersenyum,,
" Manis,," gumam Zehan seraya mengelus bibirnya yang baru saja mengecup bibir Alish.
Zehan masih terus memandangi wajah cantik Alish sambil melamun, hingga Alish merubah posisi tidurnya membuyarkan lamunan Zehan.
Zehan menghela nafas panjang dan beranjak dari duduknya, kembali ketempat Alish menggelar selimut. Zehan kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi tangan yang berada dibawah kepalanya.
Pikirannya menerawang entah kemana, hingga lambat laun matanya pun terpejam.
***
Keesokan harinya,,,
Zehan bangun dari tidur nya karena mengendus harum bau masakan yang membuatnya merasa lapar.
Zehan beranjak dari tidurnya dan mendekat kearah Alish yang sedang memasak.
" Kakak sudah bangun,,? " sapa Alish yang masih sibuk mengaduk masakannya.
" Kau masak apa,,? " tanya Zehan seraya duduk di kursi dekat dapur.
Di dapur itu hanya terdapat meja kecil dengan dua buah kursi, meja tempat Alish menaruh lauk dan makan. Kompornya pun hanya kompor gas biasa tungku satu. Itupun sudah agak usang, tapi masih bisa dipakai.
" Aku cuma masak nasi goreng,, tidak apa-apa kan,,? " sahut Alish balik bertanya.
Zehan hanya menganggukkan kepalanya.
" Dan ini apa,,? " tanya Zehan lagi melihat sayuran dan telur yang ada diatas meja.
Alish menoleh sekilas tanpa menjawab lalu kembali fokus mengaduk masakannya. Tak lama, nasi goreng itu pun siap. Alish memasukkannya dalam mangkuk besar dan meletakkan nya di meja tepat didepan Zehan duduk.
" Itu aku hanya ingin membuat nasi omlet untuk bekal nanti siang. " jawab Alish.
Alish kembali sibuk memilih sayuran untuk bahan membuat omlet.
" Kakak makan saja duluan. " ujar Alish seraya meletakkan piring dan sendok untuk Zehan. Tak lupa segelas air putih untuk minum.
" Kau tidak makan,,? " tanya Zehan sambil menyendok nasi goreng dan menaruhnya dipiring.
__ADS_1
" Sebentar. Setelah aku mencuci dan merajang sayuran ini. " sahut Alish.
" Oke.. " Zehan pun mulai makan.
Alish mulai mencuci dan merajang sayuran itu. Lalu meletakkan nya disamping kompor. Alish kemudian duduk berhadapan dengan Zehan dan mulai makan nasi goreng buatannya sendiri.
" Kamu nanti bekerja,, ? tanya Zehan di sela-sela makannya.
Alish mengangguk.
" Nanti aku masuk siang dan besok aku libur. " jawab Alish lalu melanjutkan makannya.
" Masuk jam berapa,,? " tanya Zehan lagi.
" Masuk jam dua siang dan pulang jam sepuluh malam. Tapi jam dua belas, aku sudah berangkat. " sahut Alish.
" Kenapa,,? " tanya Zehan sambil mengerutkan dahinya.
Alish terkekeh.
" Nanti Kakak juga akan tahu. Nanti Kakak mau kemana saat aku bekerja,,? " Alish balik bertanya.
" Kakak kan hantu, bagaimana bisa menjagaku,,? " Alish masih terkekeh.
" Setidaknya aku bisa menjagamu dari para hantu lain yang ingin menganggu mu. " sahut Zehan enteng.
Kali ini Alish tertawa membuat Zehan merengut.
" Tidak usah tertawa, aku hanya tidak ingin mati bosan karena menunggu mu sendirian disini. " sungut Zehan.
Tertawa Alish makin kencang membuat Zehan makin cemberut.
" Tapi Kakak kan memang sudah mati, bagaimana bisa mati lagi,,? " ledek Alish.
" Diam kau,,,!! " sahut Zehan ketus.
" Maaf,, maaf,,,. Susah kubilang, jangan sering marah-marah. Ketampanan mu bisa hilang nanti. " ucap Alish.
Zehan diam karena masih kesal walau hatinya berbunga-bunga karena dibilang tampan.
__ADS_1
Alish beranjak dari duduknya karena sudah selesai makan. Dia pun membereskan piring bekas makannya dan membawanya ke wastafel. Alish mulai mencuci piringnya.
"Tadi kau bilang, kau besok libur kerja. Biasanya kalau kau libur, kau kemana,,? " tanya Zehan mengalihkan kekesalan nya.
" Sebulan sekali setelah aku menerima gaji dan saat aku libur, aku akan pergi ke yayasan tempat Bunda. " jawab Alish.
" Jadi besok kau akan kesana,,? " tanya Zehan lagi.
Alish menggeleng.
" Tidak,, karena aku belum gajian. Lagipula besok aku ada pekerjaan tambahan, lumayan bisa buat tambahan beli snack untuk adik-adik di yayasan. " jelas Alish.
" Pekerjaan tambahan apa,,? " Zehan bertanya lagi.
Alish tersenyum tanpa menjawab. Alish mengeringkan tangannya yang basah karena baru selesai mencuci piring.
" Besok Kakak juga akan tahu. " jawab Alish.
" Ckk,, sejak tadi kau selalu menjawab seperti itu. " Zehan berdecak kesal.
Lagi-lagi Alish tersenyum dan mulai membersihkan rumah kecilnya.
****
~~ **Bersambung,,
Jangan lupa untuk like, vote, comment and hadiahnya ya,,
Ditunggu dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya dan pemikiran othor,,,
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌**
****
__ADS_1