The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
Seasons 2 : Cowok Narsis dan Gadis Bar-bar # Bab 12


__ADS_3

" Boleh saya tanya sesuatu, Tuan,,? " tanya Fatimah memecah kesunyian diantara mereka.


" Panggil saja aku Willi, seperti Ali dan Alif memanggilku. " sahut William.


" Tapi,,, "


" Aku tidak terima penolakan. " potong William cepat.


" Dan bicaralah dengan biasa,, tidak usah terlalu formal. " lanjut William. Fatimah menghela nafas.


" Baiklah, Will. " William tersenyum.


" Boleh aku bertanya,,? " William mengangguk.


Pandangannya masih fokus menatap jalanan, namun telinganya masih mendengarkan.


" Kenapa kau melakukan semua ini,,? " tanya Fatimah. William diam.


" Tidak mungkin kalau hanya sekedar misi kemanusiaan saja kan,,? " lanjut Fatimah.


William menghela nafas panjang dan perlahan mengurangi kecepatan laju mobilnya.


" Itu salah satunya. " jawab William berusaha santai.


" Selain itu,,? " tanya Fatimah lagi.


" Apa kau percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama,,? " William balik bertanya dan Fatimah justru terkekeh mendengarnya. Dia menggelengkan kepalanya.


" Jangan bercanda, Will. Itu hanya ada dicerita novel dan sinetron. "


" Tapi aku serius, Fatimah. " tegas William membuat Fatimah terdiam.


" Jangan berlebihan, Will. Aku tidak pantas. " lirih Fatimah sambil menundukkan kepalanya.


" Kenapa,,? " tanya William. Sesekali dia menoleh menatap Fatimah, lalu kembali fokus pada kemudi.


" Kenapa harus ditanyakan lagi,,? Bukankah semua sudah jelas. Kau siapa dan aku siapa. "


" Boleh aku bertanya,,? " tanya William, Fatimah mengangguk.


" Kau manusia,,? " Fatimah langsung mengangkat wajah dan menatap William sambil mengernyitkan dahinya.


" Tentu saja. " jawab Fatimah, walaupun masih belum mengerti apa hubungannya dengan pembicaraan mereka tadi.


" Begitu pun denganku,, aku juga manusia. Apa kau muslim,,,? " tanya William lagi.


" Ya, aku muslim. "


" Dan seharusnya kau tahu, kalau dimata Allah, semua manusia itu SAMA. Bukankah begitu,,? " Fatimah tersentak kaget lalu terdiam.


" Begitupun dengan diriku dan dirimu. Lalu dimana tidak pantasnya,,? "


" Kita memang sama dimata Allah,, tapi berbeda jauh dimata manusia. Lidah tak bertulang,, dan mulut manusia itu ibaratkan api,, yang mudah menyambar, dari mulut satu ke mulut yang lain hanya dalam sekejap mata. "


" Kau berasal dari keluarga terpandang,, sementara aku hanya anak yatim-piatu yang mengurus dua bocah laki-laki yang masih kecil. Kau seorang pengusaha sementara aku hanya seorang gadis pengamen jalanan yang hidupnya bergantung dari belas kasih orang. " ujar Fatimah dengan lirih.


" Bagiku tidak masalah. " ucap William dengan santai, membuat Fatimah menatap William penuh tanda tanya.


William menepikan mobilnya di sebuah jalan yang cukup sepi, namun mereka tetap berada didalam mobil. William membuka seatbelt nya lalu duduk menghadap Fatimah.


" Dengarkan aku dan lihat wajahku. " tegas William. Fatimah menatap wajah William yang terlihat sangat serius.


" Aku tidak pernah peduli dengan yang orang lain ucapkan. Yang penting bagiku, aku merasa nyaman dengan orang itu. Dan aku bahagia, itu sudah cukup bagiku. "


" Aku akui, aku baru dua minggu menjadi mualaf. Aku masih harus belajar banyak tentang Agama-ku. Namun aku bersedia untuk belajar dan berubah menjadi seorang muslim yang baik agar bisa menjadi imam untukmu. "

__ADS_1


" Pada awalnya, orangtuaku kaget saat aku memutuskan untuk pindah keyakinan. Namun mereka tidak melarang, karena bagi mereka aku sudah dewasa. Dan sudah bisa menentukan mana yang terbaik untukku. "


" Saat pertama kali aku melihatmu, aku langsung merasa kagum akan sosokmu yang tangguh. Ditambah lagi setelah aku mengetahui semua tentangmu, membuatku semakin yakin kalau aku sudah jatuh cinta pada orang yang tepat yaitu dirimu. Dan aku selalu berdoa, semoga kaulah jodoh yang Allah ciptakan untukku. " jelas William panjang lebar.


Fatimah masih diam dan menatap William. Kemudian dia menghela nafas panjang.


" Oke,, mungkin bagimu semua itu tidak masalah. Lalu bagaimana dengan keluarga besarmu,,? Apakah mereka akan mengerti keadaanku,,? Apakah mereka mau menerima gadis jalanan yang bar-bar dan hanya seorang yatim-piatu,,? " Kali ini William yang terdiam.


" Pikirkan lagi, Will. Pernikahan itu sakral,, dan bukanlah sekedar mainan. Restu keluarga itu penting, apalagi restu kedua orangtua, itu lebih penting. Karena rumah tangga itu tidak hanya berjalan satu atau dua tahun, tapi untuk selamanya. "


" Dan aku tidak mau menikah tanpa restu orang-tua dan keluarga mu. Karena Ridho Allah ada di ridho orangtua. " ujar Fatimah dengan bijaknya.


" Lalu,,, apakah kau akan menerimaku bila kedua orangtua dan seluruh keluargaku merestui hubungan kita,,? " tanya William tiba-tiba, membuat Fatimah tersentak kaget.


" Itu,,, emm,,, itu,,, " Fatimah merasa gugup dan mendadak bibirnya kelu.


" Oke,, aku anggap itu iya. " ucap William sambil tersenyum lalu kembali memasang seatbelt nya.


Fatimah diam membisu, William kembali melajukan mobilnya dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


" Tunggulah kedatangan keluargaku ke rumahmu. Dan persiapkan dirimu. " ucap William dengan serius, walau dalam hati dia sendiripun merasa ragu, apakah Mommy dan Daddy nya mau menerima Fatimah dan kedua bocah laki-laki itu.


Fatimah hanya diam, matanya hanya menatap lurus kedepan. Tentu saja, dengan jantung yang berdebar kencang dan pikiran yang melayang entah kemana.


Mereka berdua kembali diam membisu sepanjang perjalanan pulang kerumah Fatimah. Sesampainya dirumah, Fatimah langsung turun. Begitupun dengan William.


" Sampaikan salamku untuk Ali dan Alif. Maaf,, aku harus segera kembali ke kantor. " ucap William saat Fatimah akan melangkah menjauh.


Fatimah langsung berhenti dan berbalik menatap William.


" Kau langsung pergi,,? " tanya Fatimah.


" Ya,,. Aku ada meeting di kantor. Maaf, aku tidak bisa mampir. " jawab William.


" Baiklah. Nanti akan aku sampaikan pada Ali dan Alif. " William mengangguk.


William masuk kedalam mobil, sementara Fatimah tetap diam ditempatnya berdiri. Dia menatap mobil William yang kian menjauh pergi. Fatimah menghela nafas panjang, lalu berbalik dan melangkahkan kakinya kerumahnya.


Fatimah yang awalnya ingin pergi mengamen,, mendadak menjadi tidak semangat setelah pembicaraannya dengan William tadi dimobil.


Siapkah dia untuk menikah,,,? Seriuskah ucapan William yang mengatakan cinta padanya dan berniat untuk menikah,,? Akankah keluarga besar dan kedua orangtua William akan merestui mereka menikah,,?


Semua pertanyaan itu bermunculan didalam pikiran Fatimah. Semuanya serba mendadak dan semuanya seperti tidak masuk akal baginya.


*


*


*


Sementara itu,,


William tidak kekantor seperti ucapannya tadi pada Fatimah. Namun dia justru pergi ke kantor Zehan. Dia ingin meminta pendapat pada Hyeong nya dan juga sahabatnya yaitu Rayhan.


Saat memutuskan untuk pindah keyakinan, William memang sudah membicarakannya dengan kedua orangtua nya. Dan mereka setuju, selama itu pilihan yang terbaik untuk William.


Mommy Sarah dan Daddy Jho juga tidak keberatan, karena keponakan kesayangan mereka yaitu Zehan juga seorang Muslim.


William langsung masuk kedalam ruangan Zehan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah dia sampai diperusahaan Zehan.


Zehan memperlihatkan wajah kesalnya saat melihat siapa yang masuk. Kebetulan juga, Rayhan sedang berada di ruangan itu karena mereka sedang membahas pekerjaan.


" Hyeong,,,. " panggil William sambil memasang wajah memelasnya. Dia pun duduk di kursi samping Rayhan duduk.


" Wae,,,? " jawab Zehan dengan malas.

__ADS_1


" Tolong aku,,. " rengek William.


" Cih,,,. Menghilang selama dua minggu, lalu tiba-tiba datang langsung meminta tolong. " sindir Zehan membuat William merengut.


" Ada apa lagi,,,? Kau membuat masalah,,? " William menggeleng.


" Lalu,,,? Dan kemana kau selama dua minggu menghilang,,? " tanya Zehan.


" Aku,,,. Emm,, aku,,, "


" Aku,, aku,,,. Aku apa,,? " bentak Zehan kesal.


" Setelah kejadian Tuan Kevin Smith,, aku memutuskan menjadi mualaf. Dan kenapa aku menghilang selama dua minggu,, itu karena,,, "


William terdiam sesaat, lalu menarik nafas panjang. Zehan dan Rayhan menatap tajam William.


" Itu karena aku dikhitan. " lanjut William pelan namun membuat Zehan dan Rayhan saling pandang lalu tertawa terbahak.


William kembali memasang wajah cemberut dan kesal. Membuat tawa Zehan dan Rayhan semakin kencang.


" Apakah sakit,,,? " tanya Zehan masih tetap tertawa.


" Jangan ditanya,, dan berhenti tertawa. " seru William dengan kesal.


" Bagaimana bisa,,? " tanya Rayhan.


" Setelah acara tujuh bulanan Kakak ipar, dan aku terus memikirkan kata-kata Hyeong tentang masalah perbedaan agama diantara aku dan Fatimah, aku memutuskan untuk mencari tahu tentang Agama Islam. "


" Bahkan aku justru bertanya pada salah satu Ustadz didekat rumahku. Aku belajar darinya dan mendapatkan banyak nasihat dan ilmu. Hingga akhirnya aku memantapkan hatiku untuk pindah keyakinan. "


" Aku juga sudah bicara dengan Mommy and Daddy, mereka tidak melarang. Mereka mendukung selama itu baik untukku. "


" Dan setelah masalah keluarga Smith selesai, aku memutuskan untuk dikhitan. Aku dirawat dirumah sakit selama beberapa hari untuk pemulihan. Dan rasanya,,, beuhhh,,, tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. " cerita William dengan panjang lebar.


Zehan dan Rayhan mendengarkan dan sesekali cekikikan saat dirasa lucu oleh mereka berdua. Namun dibalik itu, mereka berdua merasa salut karena William benar-benar yakin dengan keputusannya.


" Syukur Alhamdulillah,,,. Aku akan mendukungmu selama itu baik untukmu. " ucap Zehan tulus.


" Ya,,,. Aku juga akan selalu mendukungmu. Aku salut padamu yang berani dikhitan saat usiamu sudah bangkotan seperti ini. " Rayhan terkekeh.


" Lalu kau ingin minta tolong apa padaku,,,?" tanya Zehan.


William diam untuk sesaat. Dia merasa ragu untuk bicara. Namun kalau bukan Hyeong nya yang menolongnya, lalu siapa lagi,,?.


" Aku,,,. Aku ingin minta tolong supaya Hyeong bicara dan membujuk Mommy. "


" Untuk,,,? " tanya Zehan, membuat William menarik nafas sambil menunduk.


" Untuk datang kesini dan segera melamar Fatimah. " ucap William pelan.


" APAAA,,,!!!?? "


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Maaf,, baru sempet up lagi. HP othor udah error,, dipencet apa yang nongol apa. Jadi agak ribet,, pas ngetiknya. Sering dihapus dan diulang lagi.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤✌✌**


***


__ADS_2