The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 67


__ADS_3

" Baiklah, Ray. Sampai jumpa hari senin. " sahut Zehan.


" Oke, Ray. Senin kita kumpul disini lagi. " ucap William.


" Baik, Tuan. Saya permisi,, " Rayhan beranjak dari duduknya,, William dan Zehan hanya mengangguk. Rayhan pun keluar dari ruangan William.


Zehan melirik jam tangannya,, lalu beranjak dari duduknya. Sontak William ikut berdiri.


" Mau kemana, Hyeong,,? " tanya William.


" Tentu saja menjemput istriku tercinta. " sahut Zehan.


" Cih,,,. Dasar bucin,, " ejek William.


" Bye,, tampan tapi jomblo,,!! " pamit Zehan sambil beranjak pergi dan meledek William.


" Hyeong,,,,,,!!! "


Zehan terkekeh seraya pergi keluar dari ruangan William tanpa memperdulikan teriakannya.


Dengan tersenyum cerah, Zehan pergi meninggalkan perusahaan keluarga Choi, dan menjemput istri tercinta nya.


*


*


Sesampainya nya didepan toko,, ternyata Alish belum ada disana menunggunya.


" Mungkin Alish sedang bersiap-siap,, " pikir Zehan.


Zehan pun keluar dari mobil lalu berdiri didepan toko, dengan kedua tangan masuk kedalam saku celananya. Zehan menunduk sambil memainkan kakinya.


Hingga tak lama kemudian,, Alish keluar lalu tersenyum melihat mobil Zehan yang terparkir. Alish mendekat kearah mobil itu tanpa melihat Zehan yang berdiri sambil memandangi nya.


Rupanya Alish tidak mengenali Zehan karena menggunakan jas,, terlebih lagi Zehan berdiri membelakangi Alish.


Alish mengintip dari kaca mobil,, namun ternyata kosong. Alish mengerutkan dahinya, bingung.


Tiba-tiba saja, sepasang tangan melingkar dipinggang Alish dan memeluknya dari belakang. Orang itupun mencium leher Alish dengan lembut.


" Baru pulang, sayang,,? " tanya orang itu yang ternyata Zehan.


Alish tersenyum lalu membalik badannya. Namun kemudian, dahinya kembali berkerut, karena kaget melihat pakaian Zehan.


" Hubby,,? " Zehan mengangguk.


" Ini,,,? " Alish menatap Zehan dari atas sampai bawah, Zehan pun tersenyum.


" Willi tadi mengajak ku bermain basket, sayang. Dan bajuku basah semua karena keringat, lalu Willi meminjamkan pakaiannya padaku. " jelas Zehan.


" Oohh,,, " Alish hanya bisa ber-O ria.

__ADS_1


" Aku kira tadi siapa,,? Berdiri didepan toko, dengan menggunakan pakaian formal para CEO muda. Aku kira ada CEO nyasar disini.. " ucap Alish mengejek, sambil nyengir.


Zehan mencubit hidung Alish gemas, tanpa merasa marah atau tersinggung dengan ejekan Alish.


" Aww,, sakit, Hubby. " Alish mengusap hidungnya yang memerah.


" Ayo kita pulang. " Zehan merangkul Alish lalu membukakan pintu mobil untuknya.


Kemudian Zehan pun menyusul masuk kedalam mobil, dan mulai menyalakan mobilnya. Zehan melajukan mobilnya, menuju rumah mungil mereka.


*


*


Sesampainya dirumah,, Alish segera bersiap memasak untuk makan malam sementara Zehan memutuskan untuk mandi lalu shalat ashar.


Alish hanya memasak udang asam manis dan capcay. Selama ini, Alish memang hanya memasak masakan yang simple, untuk mereka makan.


Lagipula, Zehan tidak pernah menuntut masakan mewah untuk makanannya. Walaupun hanya makan sederhana, namun Zehan selalu menikmati nya dan bersyukur.


Karena Zehan selalu mengingat kisahnya saat jiwanya berkelana menjadi hantu. Hantu lain tidak makan, namun dia bisa makan. Dan dia hanya bisa mencurinya, hanya sekedar untuk makan walaupun hanya sekali sehari.


Oleh karena itu, Zehan merasa beruntung dapat bertemu dengan Alish dan selalu memberinya makan walaupun hanya makanan sederhana, daripada dia mencuri seperti dulu lagi.


Zehan turun disaat Alish telah selesai memasak dan sedang meletakkan nya diatas meja. Dia tersenyum melihat Alish yang sibuk dengan kegiatannya, tanpa menyadari kedatangan Zehan.


" Mandilah dulu, sayang. Biar aku yang meneruskan nya. Sebentar lagi maghrib,, kita shalat berjama'ah. " ucap Zehan lalu mengecup pipi Alish dengan lembut.


" Baiklah, Hubby. " Alish mengangguk sambil tersenyum.


Setelah selesai, Zehan mengunci pintu depan dan menyalakan lampu luar maupun dalam karena beberapa saat lagi akan terdengar suara adzan maghrib berkumandang.


Zehan segera menyusul Alish masuk kedalam kamar, begitu semua telah selesai. Zehan masuk disaat Alish sedang memakai pakaiannya. Zehan tersenyum lalu menghampiri Alish dan mengecup keningnya.


Zehan masuk kedalam kamar mandi lalu berwudhu kembali. Sementara Alish segera menyiapkan sarung dan baju koko untuk Zehan.


Tak lupa juga Alish menggelar dua buah sajadah untuk mereka shalat. Adzan terdengar disaat Alish sedang memakai mukena nya. Zehan keluar dari kamar mandi dan memakai baju koko yang sudah disiapkan Alish.


Seperti kemarin,, mereka shalat maghrib berjama'ah dan diteruskan membaca Al-Quran sambil menunggu adzan isya. Setiap hari selalu seperti itu, kecuali saat Alish sedang datang tamu bulanan. Zehan akan memilih shalat berjama'ah di masjid.


*


*


Selesai shalat isya,, mereka pun makan malam bersama. Tanpa ada pembicaraan,, hanya suara denting piring dan sendok. Dan sama seperti sebelumnya, mereka bekerja sama membersihkan meja makan dan mencuci piring.


Mereka segera masuk kembali kedalam kamar, begitu Zehan mematikan semua lampu dilantai bawah, kecuali kamar mandi dan teras.


Alish duduk bersandar diatas ranjang dan diikuti oleh Zehan. Mereka biasa mengobrol sebentar sebelum tidur.


" Yang,,. " panggil Zehan.

__ADS_1


" Hmm,, " Alish menyandarkan kepalanya dibahu Zehan.


" Aku tadi bertemu Mama, saat aku dan Willi sedang makan siang. "


" Oh ya,,? Kebetulan sekali,,. "


" Bukan kebetulan, Yang. Tapi memang Willi yang sengaja memberitahu Mama kalau kami akan makan siang bersama. Kami tau, Yang,, aku sangat senang akhirnya bisa bertemu Mama. "


Alish mendengarnya menunduk sedih, dan Zehan menyadari itu. Zehan membelai pipi Alish dan menatapnya dengan lembut.


" Maafkan Mama, sayang. Bukan maksud Mama tidak ingin menemuimu, hanya saja saat ini Mama sedang diawasi Papa karena mengetahui kalau Mama sudah merestui pernikahan kita. Papa sangat marah pada Mama, dan kemarin Papa memberi ijin karena dia hanya tahu kalau Willi yang mengajaknya bertemu. Maafkan kami, Sayang. " jelas Zehan lirih.


Alish tersenyum kecil, dan mengangguk sambil mengusap lengan Zehan.


" Aku mengerti, Hubby. Aku hanya sedih,, sampai kapan kita seperti ini,,? Kapan Papamu bisa merestui pernikahan kita,,? dan mau menerimaku sebagai menantunya,,? Kamu tahu sendiri, Bby,, kalau aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain Bunda Ani." ujar Alish pilu.


Zehan merasa dadanya terasa nyeri, hatinya seakan teriris pisau. Zehan menangkup kan kedua tangannya dipipi Alish. Dia mengecup kedua mata Alish dengan lembut.


" Hei,,, kamu masih ada aku, masih ada Mama. Kamu sudah tidak sendiri lagi. Aku akan selalu bersamamu disaat susah ataupun senang. Jangan bersedih,, dan jangan pernah menangis lagi. Hatiku sakit melihat airmatamu, dan dadaku terasa sesak mendengar isak tangismu. Berjanjilah untuk selalu tersenyum,, oke,,? ".ucap Zehan dengan lembut.


Alish hanya tersenyum lalu mengangguk. Tanpa banyak bicara lagi, Zehan menempelkan bibirnya di bibir Alish. Mencintai*um nya dan melu*matnya dengan lembut.


Lidah mereka saling bertaut dan saling bertukar saliva. Tangan Zehan menahan tengkuk leher Alish, sementara tangan Alish melingkar dileher Zehan. Mata mereka berdua terpejam, menikmati ciu*man panas mereka.


Entah siapa yang memulainya, kedua tubuh mereka sudah polos tanpa ada satupun benang yang melekat. Tangan Zehan sudah berkelana menelusuri tubuh Alish, dengan bibir mereka yang masih bertaut.


Hingga akhirnya, penyatuan tubuh dua insan manusia yang sudah terikat pernikahan pun terjadi lagi malam itu.


Keringat sudah membasahi tubuh mereka. Suara erangan dan desa*han terdengar memenuhi kamar itu. Suhu di kamar itu tiba-tiba saja terasa panas, dinginnya pendingin udara tidak mengurangi kegiatan panas penyatuan tubuh mereka.


Hingga akhirnya, suara erangan panjang terdengar, yang menandakan keduanya sudah mencapai puncak pelepasan masing-masing.


Dada mereka naik turun dan nafas mereka memburu. Zehan menjatuhkan tubuhnya disamping Alish.


* Terimakasih, sayang. " ucap Zehan dengan nafas masih memburu. Alish henya mengangguk sambil mengatur nafasnya.


Mereka pun kembali berpelukan, hingga akhirnya mereka pun tertidur setelah pertarungan diatas ranjang tadi, yang hanya berlangsung dua ronde.


*


*


*


~~ ***Bersambung,,


Jangan lupa mainkan jari kalian,, biar othor makin semangat up nya.


Ditunggu, like,, vote, comment dan kopinya.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌***



__ADS_2