The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH BonChap 1


__ADS_3

Dua minggu kemudian,,


Pesta resepsi pernikahan Zehan dan Alish pun akhirnya tiba. Papa Zehan benar-benar melakukan semuanya, Zehan dan Alish hanya terima beres.


Mereka hanya pergi saat fitting baju pengantin,, dan selebihnya Papa dan Mama Zehan yang mengurus semuanya. Tentu saja dibantu oleh Paman Rahmad dan Bi Minah.


Alish bahkan tidak di perbolehkan membantu walau hanya sedikit. Mama dan Papa Zehan melarang keras karena takut menantu nya mereka itu kecapean.


Mereka juga takut akan terjadi sesuatu kalau Alish nekat untuk membantu. Mereka benar-benar memanjakan Alish. Apalagi Zehan, dia sangat protektif dalam menjaga kehamilan Alish.


Kadang Alish menjadi tidak enak sendiri. Namun dia sadar dan ingat, kalau keluarga suaminya itu benar-benar sangat keras kepala, dan tidak mau mendengar kata penolakan.


Zehan pun sudah kembali ke perusahan sang Papa. Kembali menempati posisi lamanya sebagai wakil Presdir. Dan tentu saja, Rayhan kembali menjadi asisten pribadinya.


Zehan menyerahkan urusan pembangunan proyek pada Rayhan. Dia hanya datang sesekali untuk memantau. Zehan tidak mau pulang telat hanya untuk menjemput Alish dirumah Mama dan Papa nya.


Dan saat ini,, Alish sudah selesai dirias. Dia ditemani oleh Bunda Ani dan Andi. (kalian masih ingat dengan Andi kan,,? Bocah ajaib yang membantu jiwa Zehan kembali ketubuhnya.)


" Anak Bunda benar-benar cantik. Benar kan Andi,,? " puji Bunda Ani lalu menoleh kearah Andi yang berada disampingnya.


" Sejak dulu, Kak Alish memang sudah cantik, Bunda. " jawab Andi dengan wajah datarnya.


Sejak pertama masuk Yayasan, Andi memang jarang tersenyum atau pun mengobrol panjang lebar. Wajahnya selalu datar dan sikapnya cuek.


" Terimakasih,,, " wajah Alish tersipu malu mendengar pujian yang keluar dari mulut Bunda Ani dan Andi.


" Wajah Nona memang sudah cantik pada dasarnya. Kami hanya memolesnya sedikit saja supaya terlihat semakin cantik. " ucap salah seorang perias yang sedang merapikan rambut Alish.


Tak lama kemudian,,,


*Tok,,


Tok,,


Tok*,,


Bi Minah masuk kedalam dan memberitahu kalau acara akan segera dimulai. Alish menggenggam tangan Bunda Ani.


" Alish gugup, Bun. " tangan Alish sudah berkeringat dingin.


Bunda Ani hanya tersenyum lembut lalu menepuk-nepuk pelan tangan Alish. Andi pun meraih tangan Alish yang satu lagi.


" Ayo kita keluar, Kak. " ajak Andi.


Alish menarik nafas panjang untuk sesaat lalu mengangguk. Mereka pun keluar dari kamar itu dan berjalan keluar menuju ke halaman belakang.


Papa Zehan memang memilih outdoor untuk acara resepsi pernikahan anak semata wayangnya itu. Halaman Mansionnya yang luas, diubah dengan sangat luar biasa menakjubkan.


Alish berjalan sambil terkesima melihatnya. Mertuanya itu benar-benar menepati janjinya untuk membuatkan pesta yang besar untuk nya dan Zehan.


" Alish,,, "


Alish yang tengah mengagumi dekorasi pestanya, langsung menoleh saat namanya dipanggil. Dia pun tersenyum saat melihat siapa yang memanggilnya.


__ADS_1


Zehan terpana untuk sesaat melihat wajah cantik sang istri. Saat tersadar, dia pun berjalan mendekati Alish lalu mengulurkan tangannya. Alish pun meraihnya.


Mereka berdua berjalan kearah panggung. Terdapat kursi disana,, yang dihias dengan sangat cantiknya. Mereka akan duduk disana dan menjadi Raja dan Ratu sehari.


Mama Zehan memang sengaja meletakkan kursi, supaya menantunya itu bisa duduk saat dirinya sudah merasa lelah.


Papa Zehan mengundang seluruh karyawan yang bekerja di perusahaannya. Dia juga turut mengundang rekan bisnis dan relasi.


Papa Zehan juga meminta Bunda Ani dan anak-anak yang lain untuk datang ke acara pesta tersebut. Bagaimana pun juga, Bunda Ani salah satu orang yang berjasa karena sudah mengurus Alish, saat kedua orangtuanya meninggal.


Keluarga Choi, yang terdiri dari Jonathan, Sarah dan William pun ikut hadir dipesta tersebut. Mommy Sarah sangat senang karena Oppa nya sudah mau menerima Alish.


Begitu pun dengan William,, dia sangat senang sekaligus bahagia karena Hyeong nya bisa kembali kerumah keluarga Lee,, beserta dengan istrinya.


William menatap dari kejauhan pasangan suami istri itu. Wajah keduanya terlihat berbinar bahagia. William tersenyum kecil, penuh kelegaan.


" Semoga Tuan Muda dan Nona Alish selalu bahagia seperti ini ya, Tuan muda Choi,,. " do'a Rayhan yang kini berada disamping William.


" Ya,, kita do'a kan saja yang terbaik untuk mereka. Kapanpun dan dimanapun selalu bersama dan bahagia. " ucap William.


" Aaminn,,, " sahut Rayhan dan seorang anak kecil.


William dan Rayhan sontak menoleh kearah bocah tersebut. Lalu Rayhan dan William saling lempar pandang. William menatap Rayhan seakan bertanya, siapa bocah ini,,?. Rayhan hanya bisa mengangkat bahunya.


" Kau siapa,,? " ketus William pada bocah tersebut, yang ternyata adalah Andi.


" Kalian berdua pasti sahabat Kak Zehan yang jomblo akut. " sinis Andi, membuat William dan Rayhan sontak melotot.


" Cih,,, siapa bocah ini,,? Songong benar sudah berani menghina seorang William. "


" Kalian berdua tenang saja. Jodoh kalian akan segera datang. Hanya saja, jodoh Kakak ini sedikit sulit untuk ditaklukkan. Dan dia juga agak bar-bar. " Andi menunjuk William dengan dagunya.


" Dan untuk Kakak yang ini,, jangan terlalu jual mahal. Walaupun sedikit agresif, namun jodoh Kakak itu baik dan mandiri. Jangan sampai dia menjauh dan Kakak hanya bisa menyesal setelah nya. " Andi melihat kearah Rayhan.


Lagi-lagi, Rayhan dan William saling tatap. Mereka seakan bicara dengan bahasa kalbu.


" *Kau percaya,,? "


" Tidak,,!! Tuan,,? "


" Tentu saja tidak. Aku bukan orang bodoh*. "


" Tidak usah membicarakan ku dalam hati. Karena apa yang aku ucapkan tadi, akan segera terjadi. Persiapkan hati kalian. "


Setelah berkata seperti itu, Andi pun meninggalkan mereka berdua yang masih bengong dengan ucapan bocah kecil itu.


" Sebenarnya,, siapa bocah itu,,? " Rayhan lagi-lagi mengangkat bahunya.


" Akan kutanya Hyeong. Kau tunggu sini. " Rayhan mengangguk.


William pun pergi menghampiri Zehan yang sedang menemui beberapa kliennya, sementara Alish sedang dikuasai oleh Mama Zehan. Mereka datang untuk memberikan selamat pada Zehan dan istrinya.


" Hyeong,,, "


Zehan pun menoleh, lalu pamit pada para klien nya tersebut. Zehan pun mendekat.

__ADS_1


" Ada apa,,,? " tanya Zehan.


William bukannya menjawab, dia justru melihat sekeliling, hingga matanya tertuju pada sosok bocah kecil yang sedang mengambil minuman.


" Hyeong kenal bocah kecil itu,,,? " William menunjuk kearah Andi.


Pandangan Zehan mengikuti arah yang ditunjuk William. Zehan tersenyum kecil saat melihat siapa yang dimaksud William.


" Memangnya kenapa,,? " Zehan balik bertanya.


William pun menceritakannya pada Zehan. Semua yang diucapkan Andi padanya dan juga Rayhan.


Zehan terkekeh mendengarnya, bahkan hampir tertawa. Membuat William menjadi geram.


" Apa kau masih ingat, aku dulu pernah cerita saat aku koma dan jiwaku melayang,,? " William mengangguk.


" Dan kau ingat dengan bocah laki-laki yang kuceritakan, dan kau bilang kalau dia adalah bocah ajaib,,? " lagi-lagi William mengangguk.


Dan sesaat kemudian, matanya membulat lalu menatap Zehan.


" Jangan bilang, kalau dia adalah bocah ajaib itu,,?" Zehan pun menganggukan kepalanya.


Mata William semakin membulat, dan mulutnya sedikit terbuka. Dia tidak percaya kalau bocah tadi adalah bocah ajaib yang pernah Zehan ceritakan.


" Aigoo,,, "


Zehan menepuk pelan bahu William. Dan tersenyum.


" Terserah padamu, kau mau percaya atau tidak. Hanya saja,, aku pribadi pernah mengalami apa yang dia ucapkan itu benar-benar terjadi. "


Zehan pun beranjak pergi meninggalkan William yang masih mematung karena terkejut. William tersadar, saat ada tangan yang menepuk bahunya, dan dia adalah Rayhan.


" Bagaimana, Tuan,,? "


William menghela nafas panjang, lalu menjawab pertanyaan Rayhan. Sama dengan apa yang diucapkan oleh Zehan.


Rayhan pun ikut menganga. Dia tidak percaya kalau bocah tadi adalah bocah ajaib yang pernah menolong Tuan Muda nya.


" Lalu bagaimana selanjutnya, Tuan,,? "


" Entahlah,,, aku bingung dan pusing. Aku makan saja. "


William pun beranjak meninggalkan Rayhan. Dan tak lama, Rayhan pun mengikuti William untuk makan.


*


*


*


**Untuk kisah William dan Rayhan, othor masih bingung. Mau lanjut disini atau bikin lapak baru. Ditunggu komen nya ya,,


~~ Bersambung,, ( untuk bonchap nya)


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌**


__ADS_2