The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 03


__ADS_3

Lelaki itu berdiri dan berjalan menghampiri Alish, membuat badan Alish bergetar karena takut.


" Kenapa,,? Sekarang mulai takut sama aku, hem,, ? " tanya lelaki itu setengah berbisik tepat disamping telinga Alish, membuat Alish merinding.


" Ka,, Kakak sebenarnya siapa,,? Kenapa Kakak tadi tidak melihat Kakak,,? " tanya Alish dengan suara bergetar.


Lelaki itu menegakkan tubuhnya dan lagi-lagi tersenyum, membuat wajahnya semakin tampan walau agak pucat.


" Kalau aku bilang, kalau aku itu hantu, apa kamu percaya,,? " lelaki itu balik bertanya.


Badan Alish semakin bergetar hebat, efek ketakutan mendengar kata ' hantu '.


" Kakak jangan bercanda,,. " ucap Alish dengan tersenyum getir.


Lelaki itu menghela nafas dan membuangnya kasar.


" Siapa yang bercanda,,? Buktinya sudah jelas kan, orang tadi tidak bisa melihat aku. Makanya tadi aku bertanya, kamu serius bisa lihat aku,,? Dan kamu bilang bisa, bahkan kamu bisa menyebutkan pakaian yang aku gunakan. " jelas lelaki itu.


Alish mundur selangkah, membuat lelaki itu kembali tersenyum.


" Bukannya tadi kamu bilang, kalau kamu ga takut sama aku karena aku ganteng. Apa tadi kamu bilang,, emm,, oh iya, Cogan. Kamu bilang kalau aku Cogan, kan,,? " lelaki itu mendekat kearah Alish berdiri.


" Tapi Kakak,, seriusan kalau Kakak itu hantu,,? " tanya Alish pelan, takut lelaki itu tersinggung.


Lagi-lagi lelaki itu menghela nafas dan berjalan menjauh dari Alish. Lelaki itu kembali duduk.


" Aku sudah dua tahun menjadi hantu. Tapi aku tidak ingat, bagaimana kejadiannya aku bisa menjadi hantu,,? Baru kali ada yang seseorang yang bisa melihat aku dan itu kamu. " jelas lelaki itu lirih.


Mendengar suara lirih lelaki itu, membuat ketakutan Alish berkurang. Alish mendekat kearah lelaki itu dan duduk disampingnya.

__ADS_1


" Maafkan aku, Kak. Tadi memang aku sempat takut, saat Kakak bilang kalau Kakak itu hantu. Tapi melihat wajah Kakak, kok aku ga yakin ya kalau Kakak itu hantu,,? " ungkap Alish dengan polosnya membuat lelaki itu tertawa.


Lelaki itu mengusap rambut Alish lembut membuat Alish terkejut.


" Kakak bisa pegang aku,,? Bukannya kalau hantu itu ga bisa megang apa-apa ya,,? " lagi-lagi pertanyaan polos dari Alish.


Lelaki itu kembali tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Alish.


" Hujannya sudah mulai reda. Dan hari semakin larut. Sebaiknya kita pulang. " ujar lelaki itu seraya berdiri dari duduknya.


Dan lagi-lagi kata-kata nya membuat Alish terkejut.


" Kita,,? Pulang,,? Kemana,,? " tanya Alish.


" Iya,, kita. Aku ikut pulang kerumahmu, karena aku lapar. Dan karena kamu satu-satunya yang bisa melihat aku. " jawab lelaki itu.


" Sudah, cepat. " lelaki itu memotong ucapan Alish dan mendorong Alish ke sepedanya.


Dan dengan santainya lelaki itu duduk di bangku belakang sepeda, dengan tersenyum.


Alish menghela nafas dan mau tidak mau dia menaiki sepedanya dan mulai mengayuh, pulang kerumah kontrakan nya.


" Sampai,,. " ucap Alish begitu mereka sampai di sebuah rumah petakan kecil yang teramat sangat sederhana.


Lelaki itu mengerutkan dahinya.


" Kamu tinggal ditempat kecil seperti ini,? " tanya lelaki itu.


Alish mengangguk seraya mendorong sepedanya dan meletakkan nya diteras rumah itu. Tak lupa, Alish mengunci sepeda itu dengan rantai dan gembok.

__ADS_1


Alish membuka kunci pintu rumahnya.


" Mari masuk, Kak. Maaf,, rumahku kecil dan jelek. " ucap Alish seraya masuk kedalam diikuti oleh lelaki itu.


" Oh iya,, nama Kakak siapa,,? Kakak ga lupa nama Kakak kan,,? " tanya Alish sambil meletakkan tas slempang nya diatas meja kecil yang ada samping kasur lantai.


Lelaki itu duduk dikasur lantai itu. Kasur busa yang sudah mulai menipis.


" Namaku Zehan. Kamu disini tinggal sendiri,,? " lelaki itu mulai meneliti sekeliling ruangan kecil itu.


" Iya, Kak. Maaf, Kak. Aku mau mandi dulu ya. Sebentar aja, soalnya udah malam. Kalau ga dimandiin, takut pusing karena tadi kena air hujan. " pamit Alish seraya masuk kedalam kamar mandi dengan membawa baju ganti.


Zehan hanya mengangguk dan merebahkan tubuhnya diatas kasur lantai itu. Zehan menghela nafas. Dia sama sekali tidak menduga, kalau ada seseorang yang bisa melihatnya.


****


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**


****

__ADS_1


__ADS_2