The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 32


__ADS_3

Dan untung saja, jalanan mulai lancar. Rahmad pun mulai menaikkan laju mobilnya. Tak butuh waktu lama, sekitar dua puluh menit, mereka pun sampai dirumah mewah milik keluarga Lee.


" Terimakasih, Paman. " ucap Zehan lalu keluar dari dalam mobil.


Rahmad hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Ze kecilku benar-benar sudah berubah. Terimakasih, Tuhan. " ucap Rahmad bermonolog.


Rahmad pun ikut keluar dan mulai membersihkan mobil yang habis dipakai nya mengantar Zehan.


Sementara itu didalam Yayasan Kasih Bunda,,


Alish sedang membantu Bunda Ani membersihkan Yayasan. Tangannya memang bekerja, tapi pikirannya melayang.


Pikiran dan hatinya sedang dipenuhi bayangan Zehan, sehingga membuatnya terlihat sedikit tidak bersemangat.


" Kak,,,!! " panggil seorang anak yang bernama Andi (anak kecil indigo, yang dulu bicara dengan jiwa nya Zehan.)


Alish tersadar dari lamunannya dan menoleh kearah Andi sambil tersenyum tipis.


" Kenapa, Ndi,,? Kamu lapar,,? " tanya Alish seraya menghampiri Andi.


Andi menggeleng dan menatap tajam ke Alish.


" Andi ingin bicara dengan Kak Alish, bisa,,? " Andi balik bertanya.


Alish tersentak dan terdiam sejenak. Lalu tersenyum kembali dan mengangguk.


" Bisa. Mau bicara dimana,,? " tanya Alish lagi.


" Kita bicara dikamar Andi aja, Kak. "


" Ya sudah. Kamu duluan aja, Kakak mau taruh ini dulu. " jawab Alish sambil mengangkat sebuah lap dan cairan pembersih untuk kaca dan perabotan.


Andi mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Alish menghela nafas, dan membawa peralatan pembersih tadi beserta sapu ke belakang. Alish segera menuju kekamar Andi begitu dia meletakkan peralatan tadi di tempatnya.


" Mau bicara apa, Ndi,,? " tanya Alish begitu sampai dikamar Andi.


Alish duduk dipinggir ranjang samping Andi duduk.


" Kak Alish jujur sama Andi. Kak Alish sejak tadi tidak fokus karena sedang memikirkan Kakak laki-laki yang waktu itu kan,,? " tanya Andi to the point.

__ADS_1


Alish terkejut mendengar pertanyaan Andi. Alish terdiam dan hanya menatap Andi.


" Kak Alish lupa kalau Andi itu 'istimewa',,? Andi tau apa yang Kak Alish pikirkan,,? " lanjut Andi, membuat Alish menarik nafas dan membuangnya kasar.


" Iya, Ndi. Entah kenapa, sudah beberapa hari ini, Kakak selalu keingetan sama Kakak itu,,? Padahal kan sudah dua bulan lebih, Kakak itu pergi. " jawab Alish jujur.


" Kalau suatu hari nanti Kak Alish bertemu lagi dengan Kakak itu, apa Kak Alish akan siap,,? " tanya Andi, membuat Alish tersenyum kecut.


" Itu ga mungkin, Ndi. Kakak itu sudah pergi ketempat yang seharusnya. Kakak hanya rindu saja. Biasanya Kakak ada yang menemani, tapi sekarang, dirumah terasa sunyi dan Kakak kesepian. " ujar Alish lirih.


Andi memasang wajah datarnya. Memang itu anak, jarang bisa tersenyum. Selalu berwajah datar dan bersikap cuek.


" Kalau Andi bilang yang sebenarnya, apa Kak Alish akan sanggup untuk mendengarnya,,? " tanya Andi lagi dengan sikap misterius nya.


Alish mengernyitkan dahinya hingga kedua alis nya menyatu.


" Maksud Andi,,? " Alish balik bertanya karena bingung.


" Maksud Andi, kalau Andi mengatakan hal yang sebenarnya tentang Kakak itu, apa Kak Alish sanggup untuk mendengarnya,,? " Andi mengulang pertanyaannya.


" Kamu jangan nakut-nakutin Kakak dong, Ndi. Memangnya apa yang sebenarnya terjadi pada Kakak itu,,? " lagi-lagi Alish balik bertanya dengan memasang wajah sedikit takut.


Andi tersenyum tipis membuat Alish kian takut dan sedikit merinding.


Alish tersenyum kecut. Sebenarnya dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Zehan, tapi dia juga takut akan kenyataan yang sebenarnya.


" Sebenarnya,, Kakak ingin tahu, tapi lebih baik tidak usah. Biarkan semua berjalan dengan apa adanya dan sesuai dengan jalannya. Bagi Kakak, bisa tahu kalau keadaan Kakak itu baik-baik saja ditempat yang seharusnya, itu sudah cukup. " jawab Alish jujur.


" Kak Alish yakin,,? " tanya Andi. Alish mengangguk pasti.


" Baiklah kalau begitu, Andi tidak akan memaksa. Tapi satu hal yang harus Kak Alish tahu, Kakak itu baik-baik saja. Dan tidak lama lagi, Kak Alish juga akan tahu maksud Andi tadi tentang keadaan Kakak itu yang sebenarnya. " lanjut Andi membuat Alish tersenyum tulus.


" Terimakasih sudah memberitahu Kakak, dan itu sedikit membuat Kakak lebih tenang. " sahut Alish seraya mengacak-acak rambut Andi.


Andi merengut karena perbuatan Alish barusan. Wajahnya kembali datar dan cuek seperti biasa.


" Ishh,, Kak Alish nyebelin. Kayak anak kecil. " sungut Andi lalu pergi meninggalkan Alish yang sedang tertawa melihat tingkah Andi yang menggemaskan. Anak kecil yang dewasa sebelum waktunya.


Alish terdiam setelah puas tertawa. Masih duduk dipinggiran ranjang tempat Andi tidur, Alish menghela nafas lega.


" Syukurlah kalau Kakak baik-baik saja. Aku sedikit lebih tenang. Semoga Kakak bahagia ditempat Kakak saat ini. Entah rasa apa yang saat ini aku rasakan, tapi aku benar-benar rindu pada Kakak. " gumam Alish bermonolog.

__ADS_1


Dadanya terasa sesak dan terdapat kesedihan yang teramat sangat. Entahlah,, sudah beberapa hari ini, Alish sedikit merasa tidak nyaman dengan perasaan nya.


Setelah merenung beberapa saat, Alish keluar dari kamar Andi dan meneruskan perkerjaan nya tadi tertunda.


****


Kita kembali ke Zehan,,,


Zehan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang big sizenya. Hati dan tubuhnya terasa sangat lelah. Perasaan aneh yang selama beberapa hari ini menghantui nya.


Seperti perasaan rindu tapi entah ditujukan untuk siapa. Pikirannya selalu dipenuhi oleh wajah seorang gadis yang bernama Alish.


Gadis yang selalu hadir dalam mimpinya semenjak beberapa bulan lalu, saat dia baru sadar dari koma nya. Gadis yang Zehan rasa tidak pernah mengenalnya tapi selalu bayangannya selalu datang menganggunya. Baik dalam mimpi maupun dalam keseharian nya.


Kadang Zehan merasa kesal sendiri, tapi apa daya dia, wajah gadis dengan senyum manisnya itu, sukses membuat harinya sedikit kacau.


" Sejujurnya, aku sangat berharap dapat bertemu dengan mu, gadis dalam mimpi. Tapi aku harus mencarimu kemana,,? Aku ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada diriku disaat aku koma dulu,,? Benarkah hanya dirimu yang mengetahui nya, wahai gadis dalam mimpi,,? " gumam Zehan bermonolog.


Hingga akhirnya Zehan kembali masuk kedalam dunia mimpi. Dia tertidur setelah lama bergumam dan melamun sendiri.


***


Sabar ye,, Zehan,,. Bentar lagi kok,, ente bakalan ketemu sama gadis dalam mimpi yang ente maksud. Siap-siap ye,,, 😁😁😁


Othor mau lanjut menghalu, berpikir enaknya dengan kejadian apa ya, ente ketemu sama gadis itu. 🤔🤔🤔


****


~~ *****Bersambung


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌******

__ADS_1


****


__ADS_2