The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 61


__ADS_3

**Assalamu'alaikum,,, reader's.


Mohon maaf,,, othor jarang up. Efek hamil,, jadi bawaannya malas. Terus juga kalo udah morning sickness,, malah jadi pusing and lemes. Harap maklum ya reader's ku tercinta,,,


Happy reading,,,


*****


Skip,,, Skip,,, adegan 21+


BOCIL minggir,, yang punya pasangan segera merapat**.


***


Selesai shalat maghrib,, Alish dan Zehan tidak beranjak dari duduknya. Mereka bersama membaca Al-Quran, guna menunggu adzan isya.


Zehan berusaha menjadi muslim yang baik. Selama ini, dia menjadi muslim, banyak shalat dan puasa yang masih bolong-bolong.


Zehan juga selama ini,, menjadi muslim karena mengikuti agama Paman Rahmad. Sopir sekaligus pengasuhnya sejak kecil.


Saat ini, Zehan bertekad untuk menjadi muslim sekaligus imam yang baik untuk istri dan keluarga kecilnya nanti. Zehan pun tidak masalah bila harus hidup sederhana dengan istrinya itu, asalkan mereka selalu bersama.


Zehan tidak memperdulikan, entah dia mendapat warisan dari sang Papa atau tidak. Semenjak dia tahu, kalau harta itu tidak dibawa mati.


Zehan justru merasa bahagia semenjak mengenal Alish. Baik itu saat masih menjadi roh ataupun saat ini. Tetap bersama dan saling mencintai walau harus hidup sederhana dan apa adanya.


Tak lama kemudian,, adzan isya pun berkumandang. Zehan dan Alish menghentikan bacaan Al-Quran nya. Zehan menatap Alish dengan hangat. Bibirnya tersenyum tulus. Hatinya merasa damai dan bahagia.


Zehan dan Alish bersiap untuk shalat isya. Zehan menjadi imam. Walaupun bacaan surat-surat pendeknya masih terbatas, namun tidak menyurutkan niatnya untuk menjadi imam untuk sang istri tercinta.


Selesai shalat isya,, Alish merapikan mukena dan sajadah nya, sementara Zehan melipat sajadah dan menggantung baju koko dan sarungnya.


Mereka berjalan berdampingan keluar dari kamar untuk makan malam. Walaupun lauk dan sayurnya sudah agak dingin,, namun Zehan tidak masalah. Selama itu masih masakan istri tercintanya.


" Tadi hubby bilang, katanya mau bicara. Bicarakan apa,,? " tanya Alish sambil mengambilkan nasi berserta lauk dan sayurnya untuk Zehan.


" Nanti saja, Sayang. Sekarang kita makan malam dulu, oke,,? " jawab Zehan dengan suara lembut dan dengan bibir yang tersenyum.


Benar-benar sangat berbeda dengan Zehan yang dahulu. Sosok yang dingin,, arogan, sombong dan kejam.


" Baiklah,, Hubby. "


Alish meletakkan piring yang berisikan makanan dihadapan Zehan. Tak lupa juga, dia menyiapkan segelas air untuk minum suaminya itu.


Alish juga mengambil nasi dan lauk untuknya makan. Mereka mulai makan dalam diam. Zehan sangat menikmati makan malamnya yang sangat sederhana itu.


Zehan mengucapkan syukur dalam hati. Karena Allah masih sangat baik padanya, dengan memberikan nya kehidupan kedua. Dan memberikan nya seorang istri yang lembut dan penyayang.


Zehan membantu Alish merapikan meja makan dan mencuci piring, setelah mereka selesai makan. Walaupun Alish sudah melarang, namun Zehan tetap bersikeras untuk membantu.


Zehan memeriksa kunci pintu dan jendela disaat Alish sedang mengerikan piring dan gelas. Zehan naik keatas menuju kamar diikuti oleh Alish.

__ADS_1


Zehan naik keatas ranjangnya dan duduk bersandar di dashboard ranjang. Alish pun duduk disamping Zehan dan menghadap kearah Zehan.


" Sekarang hubby bisa bicara, apa yang mau dibicarakan. " ucap Alish.


Zehan membelai surai panjang istrinya itu lalu menyelipkan nya dibelakang telinga. Zehan mendekatkan wajahnya ke telinga Alish.


" Nanti saja. Sekarang kamu harus bertanggung jawab karena perbuatan mu tadi. " bisiknya dengan suara serak.


Alish mengernyitkan dahinya, sambil tetap menatap Zehan.


" Perbuatan ku yang mana, Hubby,,? " Alish bingung.


" Perbuatan mu saat tadi sore keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk. Kamu tahu,, betapa sulitnya bagiku menahannya,,? " jawab Zehan dengan mata yang berkabut has rat.


Blush,,,


Wajah Alish memerah, karena malu dengan jawaban Zehan. Alish hanya bisa terdiam.


Zehan menempelkan dahinya dengan dahi Alish. Nafasnya memburu karena menahan has rat nya sejak tadi. Perlahan,, bibir Zehan mengecup bibir Alish lembut.


Kecupan itu berubah menjadi cium an. Zehan melu mat bibir Alish, bergantian atas dan bawah. Lidahnya masuk kedalam rongga mulut Alish dan mulai menyusuri bagian dalam mulut Alish.


Lidah mereka saling melu mat dan membelit. Saling bertukar saliva. Ciuman yang awalnya lembut, semakin lama semakin berubah ganas.


Bibir Zehan turun perlahan ke leher Alish dan membuat kissmark disana.


" Aahhh,,, " seketika desa han keluar dari mulut Alish, membuat Zehan semakin ber gai rah.


Tangan Alish meremas rambut Zehan. Jari Zehan mulai membuka kancing piyama Alish satu persatu. Tak butuh waktu lama, baju dan celana piyama Alish sudah terbuka.


Alish hanya menggunakan underwear nya. Tangan Zehan kembali mencari pengait b*a milik Alish, dengan bibir yang kembali mengecap di bibir Alish.


Zehan segera membuang b*a tersebut begitu dia berhasil melepasnya. Dan dua bukit kembar itu terpampang dengan jelas dihadapan Zehan.


Seperti bayi, mulut Zehan mengisap pu*ing Alish yang berwarna pink kecoklatan. Sementara tangannya meremas bagian bukit yang satunya.


" Sshhh,,, " Alish kembali mende sah,, membuat gai rah Zehan semakin meningkat.


Tangan Zehan turun perlahan dari bukit milik Alish, ke bagian perut. Lalu turun lagi kebagian inti Alish yang masih tertutup segitiga pengaman.


Zehan segera membuka penutup itu lalu membuangnya sembarang arah. Jari Zehan mengelus bagian inti Alish, membuat Alish kembali mengeluarkan suara lak nat nya.


" Sshh,,, aahh,,,. Hub,, bby,,. "


Satu jari Zehan mulai masuk kedalam goa yang ditanami sedikit rumput liar itu. Dan mulai memainkan jarinya, keluar masuk. Yang lagi-lagi membuat Alish mengeluarkan suara desa han itu.


Tangan Alish memeluk kepala Zehan dan sedikit meremas rambutnya, yang masih setia berada di bukit Alish. Masih mengisap seperti bayi yang kehausan.


Jari Zehan masih bermain dibawah sana, semakin lama semakin cepat, membuat tubuh Alish menegang, dan da ada nya membusung kedepan saat Alish mendapatkan pelepasan pertamanya.


" Aahhhh,,, hubby. "

__ADS_1


Zehan tersenyum puas dan menarik keluar jarinya. Bibirnya pun terlepas dari pu*ing Alish.


" Kamu sudah basah, sayang. Kita mulai,,, " Alish yang masih mengatur nafasnya, hanya bisa mengangguk.


Zehan merebahkan tubuh Alish dan mulai mengukungnya. Milik Zehan sudah berada didepan goa milik Alish yang sudah basah.


Dengan perlahan, Zehan mulai memasukkan miliknya kedalam goa milik Alish yang masih terasa sangat sempit.


Alish sedikit meringis karena masih terasa sakit saat milik Zehan mulai memasukinya. Dan dengan hentakan yang sedikit kencang, milik Zehan pun akhirnya masuk sepenuhnya didalam goa Alish.


" Sshh,, Aahh,,,, "


Zehan mendiamkan miliknya untuk sesaat didalam sana, dan merasakan miliknya dicengkram kuat oleh milik Alish yang sempit.


Zehan men cium bibir Alish dan **********. Tangan Alish melingkar di tengkuk leher Zehan.


Dengan perlahan, Zehan mulai menggoyang kan pinggul nya maju mundur.


Semakin lama, goyangan itu semakin kencang. Keringat mulai membasahi tubuh keduanya. Dinginnya malam,, dan sejuknya pendingin udara didalam kamar itu, tidak mengurangi aktifitas panas yang sedang berlangsung.


Penyatuan tubuh dua insan manusia yang terikat dalam sebuah ikatan pernikahan, melengkapi ibadah mereka. Suara erangan dan desa han, terdengar memenuhi kamar itu.


" Bby,,, aa,, ku,, hh.. " suara Alish yang mende sah,, karena akan mendapatkan pelepasan nya yang kedua.


" Ber,,sa,,ma, sa,,yang,, " Zehan mempercepat goyangannya, hingga akhirnya,,,


" Aaahhh,,,, " lahar panas milik Zehan keluar memenuhi rahim sangat istri. Begitu pun dengan Alish, yang kembali mendapat pelepasan nya.


Zehan membiarkan miliknya itu didalam sana, sampai semua benihnya keluar. Zehan sangat berharap, benihnya itu segera berkembang menjadi janin didalam rahim Alish.


Zehan mengeluarkan miliknya dan menjatuhkan tubuh nya disamping tubuh Alish. Nafas mereka masih memburu,, dan keringat mereka masih membasahi tubuh keduanya.


" Terimakasih, sayang. " ucap Zehan. Alish hanya mengangguk sambil mengatur nafasnya.


******


~~**Bersambung ,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌**


*****

__ADS_1


__ADS_2