The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
Seasons 2 : Cowok Narsis dan Gadis Bar-bar # bab 7


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Rayhan pergi ke ruangan Zehan setelah beberapa saat yang lalu, Zehan sampai di kantor. Sebenarnya dalam hati, Rayhan sedikit merasa bingung, ada urusan apa Bos mudanya itu memanggil.


Tok,, tok,, tok,,


Rayhan mengetuk pintu ruangan Zehan saat dia sudah sampai didepan ruangan Zehan.


" Masuk,,. "


Rayhan pun masuk setelah mendengar suaran Zehan yang menyuruhnya masuk.


" Kau memanggilku, Bos,,? " tanya Rayhan setelah dia duduk berhadapan dengan Zehan.


" Haish,,,,. Hentikan panggilan konyol mu itu. Kita hanya berdua, jangan terlalu formal. Atau apa kau sudah lupa, kalau kita berteman,,,? " sindir Zehan membuat Rayhan menggaruk tengkuk lehernya.


" Kenapa kau tiba-tiba menjadi sensitif, Ze,,? Apa kau sedang datang bulan,,? " Rayhan balik menyindir, membuat Zehan melempar sebuah bolpoin pada Rayhan.


" Teman macam apa kau,,? Bisa-bisanya merahasiakan hal sepenting itu padaku. " ketus Zehan membuat Rayhan mengernyitkan dahinya seketika.


" Maksudmu,,,? " tanya Rayhan bingung.


" Cih,,,. Kura kura dalam perahu,, Pura-pura tidak tahu. " sindir Zehan lagi.


" Hei,,,. Aku benar-benar tidak tahu maksudmu. " tegas Rayhan.


" Benarkah begitu, Tuan Muda Tanaka,,? "


Mata Rayhan membulat seketika. Kemudian dia pun menghela nafas panjang. Akhirnya dia mengerti maksud ucapan Zehan tadi.


" Sorry, Ze. " ucap Rayhan pelan dan lirih.


" Selama ini aku sering bingung dan berpikir, bagaimana bisa kau dengan sangat mudah dan cepatnya mengetahui hal-hal yang sangat ingin aku ketahui. Ternyata,, Cckk,, cckk,,. " Zehan tersenyum sinis.


" Sorry, Ze. Bukan maksud ku untuk berbohong atau merahasiakannya padamu. Papamu pasti sudah menjelaskan semua padamu kan, apa alasanku. Kuharap kau mengerti. " jelas Rayhan, dengan sedikit merasa tidak enak.


Zehan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursinya. Dia menghela nafas panjang sambil terus menatap Rayhan yang memasang wajah penuh penyesalan.


" Setidaknya kau bisa menceritakan sedikit padaku. Kau anggap aku teman yang seperti apa memangnya, hingga kau merahasiakannya padaku,,? " ucap Zehan masih sedikit kesal pada Rayhan.


" Maafkan aku,,. Kau adalah teman, sahabat sekaligus atasan yang sangat baik bagiku. Tapi aku juga harus memikirkan nasib Ibu dan Ayahku. Aku tidak mau mengambil resiko. "


Zehan tahu dan paham maksud Rayhan, hanya saja, dia masih sedikit kesal padanya. Zehan kembali menghela nafas.


" Baiklah,, aku mengerti. Dan kuharap, ini rahasia terakhir yang kau sembunyikan dariku. Kau paham,,? " tegas Zehan.


Rayhan mengangguk lalu tersenyum.


" Terimakasih, Ze. "


" Baiklah,,. Aku dan Willi sedang menyelidiki sebuah keluarga. Dan Papaku meminta bantuan Ayahmu. Bila kau mendapatkan kabar darinya, segera beritahu aku. "


" Baiklah. Tapi kalau aku boleh tahu,, siapa keluarga itu,,? " tanya Rayhan.


" Keluarga Smith. " jawab Zehan singkat.


" Memangnya ada apa dengan keluarga itu,,? " tanya Rayhan lagi.


Zehan pun mulai menceritakan siapa keluarga Smith dan apa yang terjadi pada keluarga Fatimah, serta kejadian yang menimpa William.


" Hahh,,,. Willi sudah menemukan cintanya, lalu aku kapan,,? " keluh Rayhan pelan namun masih dapat didengar Zehan.


Zehan tergelak mendengar keluhan Rayhan, membuat Rayhan melotot kearah Zehan.


" Dasar,,,. Bos sekaligus teman yang tidak punya akhlak. " gerutu Rayhan, membuat tawa Zehan semakin kencang.


" Sabar dan banyaklah berdo'a, Ray. Siapa tahu saja jodohmu juga sudah dekat, seperti ucapan Andi waktu itu. Apa kau masih ingat,,? "


Rayhan terdiam sesaat lalu mengangguk. Dia teringat akan ucapan Andi, si bocah ajaib dari Yayasan Bunda Ani.

__ADS_1


" ***Kalian berdua tenang saja. Jodoh kalian akan segera datang. Hanya saja, jodoh Kakak ini sedikit sulit untuk ditaklukkan. Dan dia juga agak bar-bar. " Andi menunjuk William dengan dagunya.


" Dan untuk Kakak yang ini,, jangan terlalu jual mahal. Walaupun sedikit agresif, namun jodoh Kakak itu baik dan mandiri. Jangan sampai dia menjauh dan Kakak hanya bisa menyesal setelah nya. " Andi melihat kearahnya***.


" Ehemm,,, "


Zehan berdeham, membuat Rayhan tersadar. Rayhan sedikit gelagapan.


" Semoga saja, Ze. " ucapnya lemas. Zehan tersenyum.


" Oh,, Ayolah Ray,, jangan pesimis. Kau harus yakin kalau jodohmu tidak jauh lagi. Dan aku juga yakin,, dia pasti datang. " Zehan memberi semangat. Rayhan tersenyum kecut.


" Dan ingat,, saat dia datang, jangan terlalu cuek dan dingin. Atau nanti dia akan kabur lagi. " Zehan sedikit mengingatkan teman sekaligus bawahannya itu.


" Haish,,. Kenapa kau sekarang jadi cerewet sekali. " gerutu Rayhan, membuat Zehan tertawa.


" Sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, kan,,? " Zehan menggeleng.


" Baiklah,,. Aku pergi dulu, aku ingin membuat kopi. Kepalaku pusing mendengar ocehanmu. " ujar Rayhan lalu beranjak dari duduknya.


" Bukankah ada OB,,? " tanya Zehan pada Rayhan yang beranjak keluar.


" Tidak ada yang bisa membuat kopi sesuai seleraku. " sahut Rayhan sedikit acuh dan tanpa menoleh lagi, dia pun keluar dari ruangan Zehan.


Zehan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, menatap punggung Rayhan yang mulai menjauh.


*


*


*


Braakk,,,


" Dasar OB bo*doh,,,!!! " maki salah seorang karyawan wanita dengan pakaian sek*si dan sedikit basah di bagian depannya.


Seorang OB wanita berdiri dihadapan karyawan itu sambil menunduk dan terus meminta maaf.


Padahal kejadian yang sebenarnya adalah karyawan wanita itu yang salah. Dia berjalan sambil bermain ponsel dan tidak melihat arah jalannya.


Karyawan wanita itu menabrak seorang OB yang sedang membawa minuman pesanan salah satu karyawan lain. Hingga kemeja ketat bagian depannya basah karena minuman tersebut.


Namun karena posisi pekerjaan yang rendah, karyawan wanita itu justru menyalahkan OB tersebut.


Rayhan yang sedang berjalan kearah pantry, melihat kejadian itu. Dia pun mendekat.


" Ada apa ini,,? " tanya Rayhan dengan suara yang tegas, menegur dua wanita tersebut.


Kedua wanita itu tersentak kaget, karena orang kepercayaan dari pemilik perusahaan itu tiba-tiba saja datang. Mereka tidak menyadari, saat Rayhan datang.


" Selamat pagi, Tuan Rayhan. " sapa karyawan wanita itu, sementara si OB masih terus menunduk bahkan semakin menundukkan kepalanya.


Rayhan menatap iba OB tersebut yang tubuhnya sedikit bergetar karena takut. Dia tahu dengan sangat, pasti saat ini OB tersebut ingin menangis namun ditahannya.


" Ada apa,,? " Rayhan mengulang pertanyaannya tanpa menjawab sapaan karyawan wanita itu.


" OB bo*doh ini tidak becus bekerja, Tuan. Dia menabrak saya, dan lihat,, membuat baju saya basah. " jawab karyawan wanita tersebut dengan suara yang dibuat mendayu-dayu, membuat Rayhan menatap jijik padanya.


" Benarkah,,? " karyawan wanita itu memasang wajah memelas dan menganggukkan kepalanya.


" Kau tahu siapa aku,,? " tanya Rayhan pada karyawan wanita itu.


" Tentu saja. Anda adalah asisten sekaligus orang kepercayaan dari pemilik perusahaan ini, Tuan. " jawab karyawan itu sambil mengangguk.


" Dan kau tentu tahu, apa konsekuensi nya kalau berbohong padaku,,? " Rayhan menatap tajam karyawan itu, sementara karyawan wanita itu menelan salivanya dengan tercekat.


Dan dia pun mengangguk pelan. Rayhan melihat kearah OB wanita yang masih terus menunduk. Lalu kembali menatap tajam karyawan itu.


" Kau,,!! Aku memberi peringatan pertama padamu. Kau juga hanya karyawan biasa, jadi berhentilah bersikap sombong. Apa kau mengerti,,,? "

__ADS_1


" Me,,, mengerti, Tuan. "


" Sekarang pergilah. "


Karyawan itu mengangguk lalu beranjak pergi. Namun langkahnya terhenti, karena Rayhan memanggilnya kembali. Karyawan itu pun berbalik.


" Lain kali pakailah baju yang lebih sopan. Ini kantor, bukan club. " tegas Rayhan.


" Ba,, baik, Tuan. "


" Pergi,,,!! " Tanpa berpikir panjang, karyawan itu pergi, meninggalkan Rayhan dan OB itu.


" Kau,,,!! Angkat kepalamu, aku ingin wajahmu. " perintah Rayhan pada OB wanita itu.


Perlahan, OB wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap Rayhan.


Degg,,,,


Tiba-tiba saja, jantung Rayhan berdetak kencang saat melihat wajah OB wanita itu. Rayhan terpana dengan wajah sendu dan mata bulat yang mulai memerah dan berkabut.


OB wanita itu berwajah cukup cantik dan terlihat manis. Mata bulat yang indah dengan bulu mata yang lentik. Bibir tipis berwarna pink muda dan pipi yang sedikit chubby. Rayhan terdiam untuk beberapa saat, karena menatap wajah cantik itu.


" Tu,, Tuan,,,. " panggil OB wanita itu pelan dan sedikit bergetar menyadarkan lamunan Rayhan.


" Ya,,? " Rayhan sedikit gugup.


" Maafkan saya, atas kekacauan yang telah terjadi. " ucap OB itu penuh sesal.


" Bukan salahmu,, karena aku melihat semuanya tadi. " Lagi-lagi Rayhan dibuat gugup karena OB itu menatap Rayhan penuh tanya.


" Benarkah, Tuan,,? "


" Y,, Ya. "


" Haish,,, ada apa dengan diriku,,? Hanya ditatap dan ditanya saja, sudah membuatku gugup. " rutuk Rayhan dalam hati.


" Terimakasih, Tuan. " ucap OB itu dengan wajah berbinar senang dan tersenyum, membuat Rayhan kembali terpana.


" Si,, Siapa namamu,,,? " tanya Rayhan berusaha mengalihkan kegugupannya.


" Nama saya Dewi, Tuan. Dan saya OB baru disini. "


" Baiklah. Bisa kau buatkan aku kopi,,? " tanya Rayhan.


" Bisa, Tuan. Akan segera saya buatkan. "


OB itu pun membereskan bekas kekacauan tadi lalu pamit ke pantry.


" Bawa keruangan ku segera. "


" Baik, Tuan. " OB itu pun segera ke pantry dan membuatkan kopi untuk Rayhan. Sementara Rayhan kembali keruangannya sambil memegang dadanya.


" Jantungku kenapa berdetak lebih kencang,,? Apakah aku terkena sakit jantung tiba-tiba,,? " batin Rayhan.


OB itu membersihkan bekas air yang tertumpah tadi sebelum dia mengantarkan kopi pesanan Rayhan. Hatinya merasa lega, dia pikir dia akan dipecat gara-gara kejadian tadi.


*


*


*


~~ ***Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Salam love and peace dari othor,


❤❤✌✌***

__ADS_1


***


__ADS_2