The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
Seasons 2 : Cowok Narsis dan Gadis Bar-bar # bab 13


__ADS_3

William diam untuk sesaat. Dia merasa ragu untuk bicara. Namun kalau bukan Hyeong nya yang menolongnya, lalu siapa lagi,,?.


" Aku,,,. Aku ingin minta tolong supaya Hyeong bicara dan membujuk Mommy. "


" Untuk,,,? " tanya Zehan, membuat William menarik nafas sambil menunduk.


" Untuk datang kesini dan segera melamar Fatimah. " ucap William pelan.


" APAAA,,,!!!?? "


Zehan dan Rayhan sontak berteriak karena terkejut dengan pernyataan William. Sementara William memundurkan kursinya karena kaget dengan teriakan kedua pria yang ada di samping dan dihadapannya.


" Cckk,,,. Kenapa harus berteriak,,? " gerutu William sambil berdecak kesal.


" Kau bilang apa tadi,,,? " Zehan ingin memastikan kalau pendengarannya tidak salah, membuat William menarik nafas panjang.


" Hubungi Mommy agar datang kesini segera dan bujuk dia supaya mau melamar Fatimah untukku. " ulang William.


" Kau yakin, Will,,,? " tanya Rayhan, yang juga masih tidak percaya dengan ucapan William barusan. William mengangguk dengan pasti.


" Walaupun aku sedikit ragu, Mommy and Daddy mau menerima Fatimah dan Adik serta keponakannya. " ucap William dengan lesu.


Zehan menarik nafas panjang saat melihat wajah lesu William. Bagaimana pun juga, Zehan pernah berada diposisi yang sama seperti William.


Zehan segera meraih ponselnya dan menekan nomer telepon Mommy Sarah. Zehan terdiam sesaat saat panggilan tersambung. Setelah terdengar tiga nada panggilan, Mommy Sarah mengangkat teleponnya.


πŸ“± Zehan : " Mom,,, "


William melotot kearah Zehan karena Zehan langsung menghubungi Mommy nya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. William menunggu dengan jantung yang berdebar kencang.


πŸ“± Sarah : " Ze anak Mommy,,. Ada apa sayang,,,? "


πŸ“± Zehan : " Bisa Mommy datang kesini secepatnya,,? "


πŸ“± Sarah : " Memangnya ada apa, Ze,,? Apa cucu Mommy sudah mau lahir,,? "


πŸ“± Zehan : " Bukan Mom. Cucu Mommy masih sekitar empat sampai lima minggu lagi launching ke dunia. "


πŸ“± Sarah : " Lalu,,? "


πŸ“± Zehan : " Ini mengenai anak Mommy. "


πŸ“± Sarah : " William,,? Memangnya ada dengannya,,? Apa dia membuat masalah,,? "


πŸ“± Zehan : " Bukan, Mom. Tapi yang jelas, ini akan membuat Mommy terkejut sekaligus senang. "


πŸ“± Sarah : " Oh ya,,? Cepat katakan, Ze. Jangan buat Mommy penasaran. "


πŸ“± Zehan : " Ok. Mommy siap-siap, jaga jantung Mommy. "


πŸ“± Sarah : " Haisshh,,,. Anak ini minta telinganya ditarik rupanya. "


πŸ“± Zehan : " Willi mau Mommy datang kesini secepatnya untuk melamar seorang gadis yang sudah dikejarnya selama tiga bulan terakhir. "


Zehan terkekeh sementara William melotot kearahnya.


πŸ“± Sarah : " Mwo,,?? " ( Apa,,?? )


πŸ“±Zehan : " Anak Mommy pengen kawin. "


Zehan dan Rayhan terbahak sementara William cemberut sambil mengembungkan pipinya.


πŸ“± Sarah : " APPAA,,,??!! "

__ADS_1


tut,, tut,, tut,,


Mommy Sarah langsung mematikan panggilan teleponnya sepihak, sementara Zehan dan Rayhan masih tertawa. Zehan sudah dapat menebak kalau Mommy Sarah pasti akan langsung menelepon William.


Dan benar saja,,. Tidak sampai lima detik, ponsel William berbunyi nyaring, membuat tawa Zehan semakin kencang.


William membulatkan matanya saat melihat sebuah nama yang tertera di layar ponselnya. William menelan salivanya dengan kasar.


" Hyeong,,,!!! "


William langsung meletakkan ponselnya dihadapan Zehan, membuat si empu ruangan semakin tertawa lebar.


" Mwo,,? " Zehan terkekeh.


" Angkat telepon nya. " pintar William.


Zehan tidak mengambil ponsel milik William, melainkan menekan tombol berwarna hijau, dengan loudspeaker.


πŸ“± Sarah : " WILLIAM,,,,!!! "


Zehan, Rayhan dan William sontak menutup telinga mereka saat suara Mommy Sarah menggelegar memanggil nama William.


Zehan dan Rayhan cekikikan sementara wajah William pucat seketika.


πŸ“± Zehan : " Willi kabur, Mom. "


πŸ“± Sarah : " Anak itu benar-benar,,,. Membuat Mommy hampir terkena serangan jantung mendadak. "


πŸ“± Zehan : " Bukankah tadi Ze sudah bilang,, supaya Mommy siap-siap,, jaga jantung Mommy. "


πŸ“± Sarah : " Diam kau,,!!!. Katakan pada anak nakal itu,, Mommy dan Daddy akan berangkat malam ini juga. Dan mendengar penjelasannya. Suruh dia persiapkan telinganya, untuk Mommy tarik. "


tut,, tut, tut,,,


Mommy Sarah langsung memutuskan panggilan teleponnya sebelum Zehan sempat menjawab. Sementara William sontak langsung memegang telinganya.


" Haishh,,,. Hyeong,, kenapa kau langsung menelepon Mommy,,,? " gerutu William kesal.


Dia tidak dapat membayangkan saat Mommy dan Daddy nya datang nanti. Bisa habis perut dan telinganya yang akan menjadi sasaran cubitan dan jeweran dari sang Mommy.


" Kenapa kau jadi menyalahkan aku,,? Bukankah tadi kau yang bilang sendiri agar aku segera menghubungi Mommy dan memintanya untuk segera datang kesini secepatnya. Apa aku salah, Ray,,? " Zehan meminta dukungan pada Rayhan.


" Tidak,,, kau tidak salah, Ze. Memang tadi Willi yang bilang begitu. " ucap Rayhan membuat William bertambah kesal.


" Dasar kalian Kakak dan sahabat tidak punya akhlak. " Zehan dan Rayhan kembali tertawa mendengar gerutuan yang keluar dari mulut William.


" Persiapkan dirimu, Will. " ledek Zehan.


" Aku akan menginap dirumah Mama Billa dan Papa Mark. Aku akan meminta dukungan dari mereka. Papa dan Mama pasti akan mendukungku. " sahut William.


" Cih,,,. Beraninya bicara pada Papa dan Mama,, sementara bicara dengan Mommy nyalimu ciut. " ejek Zehan sambil berdecih.


" Terserah,,,. Wwee,,,!!! "


Rayhan tertawa melihat tingkah William yang seperti anak kecil.


" Jangan tertawa,,!! Kau sendiri bagaimana,,? " tanya Zehan pada Rayhan.


" Aku,,? Aku kenapa,,? " Rayhan balik bertanya dengan dahi yang berkerut.


" Cih,,, berlagak pura-pura. Aku do'akan semoga Dewi diambil orang. " sungut Zehan.


" Jangan,,,!!! Tarik lagi ucapanmu. " ucap Rayhan dengan cepat.

__ADS_1


" Tidak bisa. "


" Dewi,,,? Siapa,,,? " tanya William yang memang belum tahu siapa Dewi.


" Gebetan si Ray. Tapi sayang,, cemen. Dia cuma bisa melihat dari jauh dan pura-pura meminta dibuatkan kopi. " jawab Zehan sambil menyindir sang asisten.


" Oh ya,,,? Apakah dia cantik,,,? Tapi kenapa harus pura-pura meminta dibuatkan kopi segala,,? Memang dia karyawan di sini juga,,,? " tanya William penasaran. Zehan mengangguk.


" Cantik atau tidaknya, aku tidak tahu. Tapi dia memang karyawan sini. Dan dia OB. " jawab Zehan. Sementara Rayhan hanya diam.


" Jinjja,,,? " Zehan mengangguk.


" Wow,,,. " William tersenyum meledek kearah Rayhan.


" Mwo,,,? " tanya Rayhan saat melihat William menggelengkan kepalanya.


" Ckk,, ckk,,. Tidak kusangka dan tidak kuduga,, ternyata kau diam-diam,,, " ledek William.


" Bukankah kau juga sama,,,? " sindir Zehan.


" Aku kenapa,,? " William balik bertanya.


" Apa kalian sudah lupa, dengan apa yang diucapkan oleh Andi, si bocah ajaib,,? " William dan Rayhan saling pandang saat mendengar ucapan Zehan.


Mereka terdiam dan kembali mengingat-ingat. Mereka sama-sama membulatkan mata saat mereka kembali mengingatnya.


" Astaga,,,!! " ucap William reflex. Zehan menoyor kepala William.


" Ucapkan yang benar,,. " tegas Zehan, William menepuk dahinya sambil cengengesan.


" Astagfirullahalazim,,,, " ralat William.


" Anak itu benar-benar ajaib. Dia benar,, kita berdua jatuh cinta disaat yang hampir bersamaan. " ucap Rayhan. William mengangguk.


" Dan seperti ucapannya,, gadisku memang sedikit bar-bar. Banyak kendala dan masalah yang menghalangi hubungan kami. " sahut William.


" Kau bagaimana, Ray,,,? " lanjut William bertanya pada Rayhan.


" Aku masih belum tahu. Aku masih belum yakin dengan perasaanku sendiri. " jawab Rayhan pelan.


" Semoga saja apa yang diucapkan Hyeong tadi menjadi kenyataan,, karena kau yang terlalu lama mengambil tindakan. " ucap William sambil meledek Rayhan.


" Memang dasar kalian,, sahabat yang tidak ada akhlak. " gerutu Rayhan kesal.


" Mau sampai kapan kau butuh kepastian dengan perasaanmu sendiri, Ray,,? Jangan sampai kau kalah cepat dengan yang lain. Rasanya sakit, Ray. " nasihat Zehan bijak. Rayhan kembali terdiam.


" Sudahlah,,. Kita lanjutkan pekerjaan kita yang tadi,,, . Tertunda hanya karena Tuan Muda Choi yang Narsis ini. " Rayhan berusaha mengailhkan pembicaraan.


" Cih,,,. Kenapa jadi aku,,,? " gerutu William. Sementara Zehan hanya menghela nafas panjang.


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Maaf,, cuma sedikit. Lagi gabut,,


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❀❀✌✌*


*


__ADS_2