The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 48


__ADS_3

" Maaf Pak RT,, bisa kita pergi sekarang untuk menemui tukang bangunan itu,,? " tanya Zehan beralih ke Pak RT.


" Bisa, Nak. Ayo kita pergi. "


" Baiklah. Kalau begitu kami permisi dulu, Bu. " pamit Zehan sopan.


" Mari,,, mari.. " sahut Ibu itu.


Zehan pun pergi dari rumah pemilik kontrakan itu lalu mengikuti langkah Pak RT, menuju rumah salah satu tukang bangunan yang sedang diperlukan oleh Zehan.


Tak berapa lama kemudian, Pak RT berhenti didepan sebuah rumah yang keadaannya tidak beda jauh dengan rumah Alish. Diikuti oleh Zehan, yang menatap rumah itu dengan miris.


" Ternyata rumahnya tidak beda jauh dengan rumah Alish. Semoga seluruh keluarga ini dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiinn,,, " ucap Zehan dalam hati.


" Assalamu'alaikum,,,. " ucap Pak RT dan Zehan berbarengan.


" Wa'alaikumsalam,,, " sahut seorang wanita dari dalam rumah.


Tak lama keluar seorang wanita yang sedang hamil cukup besar. Dia berjalan sambil mengelus perut buncit nya.


" Eh,, ada Pak RT. Ada perlu apa ya, Pak,,? " tanya wanita itu.


" Suami mu ada, Mar,,? " Pak RT balik bertanya.


" Ada, Pak. Sebentar saya panggilkan dulu. " wanita itu kembali masuk kedalam rumah sementara Zehan dan Pak RT berdiri, menunggu didepan pintu.


Tak lama, seorang pria muda bertubuh sedikit kekar dan berkulit gelap, keluar dari rumah itu.


" Maaf menunggu lama, ada apa ya Pak,,? " tanya pria itu dengan logat Jawa yang cukup kental.


" Begini, Jo. Kamu kenal sama Alish, kan,,? " Pak RT balik bertanya. Pria yang dipanggil Jo itu mengernyitkan dahinya.


" Alish,,? Alish anaknya Pak Dul,,,? " Pak RT mengangguk.


" Memangnya ada apa dengan si Alish, Pak,,? " tanya pria itu lagi.


Pak RT tersenyum dan sedikit memiringkan tubuh nya, agar Zehan dapat sedikit maju.


" Kenalin,, ini Nak Zehan, suaminya Alish. Dan Nak Zehan, ini namanya Bejo. " Pak RT memperkenalkan Zehan dan pria itu yang ternyata bernama Bejo.


{ Kirain namanya Joshua atau Jhonatan makanya dipanggil Jo,, ternyata,, oh,, ternyata,, 😅😅😅 }.

__ADS_1


Zehan dan Bejo saling berjabat tangan dan tersenyum.


" Zehan,, ."


" Bejo,, ".


" Nak Zehan ini ada perlu sama kamu, Jo. " Bejo sedikit tersentak mendengar ucapan Pak RT.


" Ada apa ya, Mas Zehan mencari saya,,? " tanya Bejo dengan suara yang sedikit bergetar karena takut. Zehan tersenyum.


" Begini, Pak Bejo. "


" Mas Bejo aja,, " potong Bejo membuat Zehan mengulum senyumnya.


" Begini, Mas Bejo. Saya datang kesini karena mau minta tolong sama Mas Bejo. " Zehan memulai pembicaraannya.


" Minta tolong apa ya, Mas,,? " tanya Bejo.


" Saya ingin merenovasi rumah Alish. Dan saya ingin Mas dan teman-teman Mas membantu saya untuk merenovasi rumah tersebut. Apa Mas Bejo bisa,,,? " penjelasan Zehan membuat raut wajah Bejo berubah sumringah.


" Bisa, Mas. Bisa. Alhamdulillah,, Ya Allah,,,. " seru Bejo penuh haru.


" Kalau Mas memang bisa, saya ingin mengajak Mas sekarang, untuk melihat keadaan rumah Alish, kira-kira perlu bahan matrial apa saja yang diperlukan. " jelas Zehan lagi.


" Siap, Mas. Saya ganti baju dulu, Mas, sekalian pamit ke istri saya. " pamit Bejo.


" Silahkan. "


Bejo pun masuk kedalam dan Zehan memang ada yang ingin ditanyakan pada Pak RT.


" Maaf, Pak. Kelihatan sekali tadi Mas Bejo ini begitu bahagia dan semangat begitu saya menyampaikan niat saya. Memang Mas Bejo ini sedang tidak berkerja atau bagaimana, Pak,,? " tanya Zehan penasaran.


" Yah,, begitulah Nak Zehan. Untuk tukang bagunan seperti Bejo dan temannya, saat ini memang sedang sepi orderan. Ditambah lagi istrinya saat ini sedang hamil besar, tentu saja Bejo sangat senang mendapatkan tawaran pekerjaan dari Nak Zehan. Mungkin di pikirnya ada rezeki untuk biaya bersalin anaknya nanti. " penjelasan Pak RT membuat Zehan merasa prihatin, sambil menerawang jauh.


" Ya Allah,, betapa kasihannya mereka. Selama ini aku hidup serba berlebihan, sementara ternyata disini masih banyak yang hidup serba kekurangan. Bahkan untuk biaya bersalin dan untuk makan sehari-hari saja mereka begitu sangat memprihatinkan. Ya Allah,, maafkan hamba-Mu ini,,, yang selama ini menutup mata dengan keadaan sekitar. " ucap Zehan dalam hati.


" Mari, Mas,, Pak RT. " suara Bejo menyadarkan lamunan Zehan.


" Mari,, " jawab Zehan.


" Emm,, Nak Zehan. Bapak minta maaf karena tidak bisa ikut, karena sebentar lagi Bapak ada rapat di sekretariat RW. " Pak RT sedikit merasa tidak enak pada Zehan.

__ADS_1


" Ohh,, tidak apa-apa, Pak. Saya yang harusnya minta maaf karena sudah menganggu waktu Bapak. " ucap Zehan yang juga merasa tidak enak pada Pak RT.


" Sudah Bapak bilang, Nak Zehan tidak mengganggu. Kalau begitu, Bapak permisi pulang duluan. " pamit Pak RT.


" Mari, Pak. Sekali lagi terimakasih. " sahut Zehan dan Pak RT hanya mengangguk sambil tersenyum.


Pak RT pulang kembali ke rumahnya sementara Zehan dan Bejo pergi kerumah Alish. Zehan juga bertanya, berapa banyak teman seprofesi Bejo yang saat ini sedang tidak ada proyek atau pekerjaan.


" Semenjak pandemi ini, saya dan teman-teman memang sangat jarang menerima pekerjaan, Mas. Mungkin bagi sebagian orang, mencukupi kebutuhan sehari-hari lebih diutamakan daripada sekedar membangun atau merenovasi rumah. Saya dan teman-teman disini ada enam orang yang satu profesi dan kami semua saat ini sedang menganggur, Mas. " jelas Bejo yang lagi-lagi membuat hati Zehan terenyuh.


" Silahkan dilihat dulu, Mas Bejo. Kira-kira perlu bahan apa saja dan perlu waktu berapa lama untuk bisa merenovasi rumah ini,,? " tanya Zehan begitu mereka sampai didepan rumah Alish.


Zehan pun membuka pintu rumah supaya Bejo bisa masuk dan melihat-lihat. Bejo masuk dan meneliti keadaan rumah Alish.


" Mau dirapikan saja atau mau ditingkat sekalian, Mas,,? " tanya Bejo beberapa saat kemudian.


" Kalau saya mau di tingkat, apa bisa Mas,,? " Zehan balik bertanya.


" Bisa Mas, tapi kami harus menambahkan besi cakar yaitu besi yang bentuknya seperti cakar ayam, gunanya untuk memperkuat pondasi supaya bisa ditingkat lantainya. " jawab Bejo sedikit menjelaskan, tapi tidak dimengerti sedikit pun oleh Zehan.


" Mas Bejo atur saja deh, saya sih tidak begitu paham masalah begituan. Mas juga nanti sebutkan saja bahan-bahan nya saat kita tiba di matrial. Sekalian nanti Mas juga jangan lupa bilang sama teman-teman Mas, untuk kerja disini mulai besok. Bisa kan Mas, kalau dimulai besok,,? " ujar Zehan sambil bertanya kemudian.


" Bisa, Mas. Sepulangnya saya dari sini, saya pasti langsung datangi satu persatu rumah mereka. " jawab Bejo dengan semangat.


" Oke. Kalau begitu, kita langsung pergi ke toko matrial. Sekarang saja bagaimana, Mas,,? " Bejo sedikit terkejut.


" Sekarang, Mas,,? Saat ini juga,,? " tanya Bejo dan diangguki oleh Zehan, membuat Bejo menganga.


******


~~ **Bersambung lagi,,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌**


****


__ADS_2