
" Den Zehan pergi dalam keadaan marah dan membawa mobilnya dengan kencang. Lalu terjadilah kecelakaan itu. Mobilnya menerobos lampu merah dan tertabrak truk besar hingga mobilnya berguling-guling. Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, ternyata rem mobil Den Zehan blong. Ada yang menyabotase mobilnya. Dan setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata orang yang membuatnya celaka adalah orang terdekatnya sendiri. Sahabat, sekaligus sepupunya Den Zehan sendiri. "
Alish semakin terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa, seorang sahabat sekaligus saudara bisa begitu jahat,,?
" Maaf sebelumnya, Paman. Bagaimana bisa seorang sahabat sekaligus saudara bisa berbuat jahat begitu terhadap sahabatnya sendiri,,? ". Alish sampai tidak habis pikir, kenapa orang itu bisa sangat jahat.
" Kalau menurut Paman sendiri, itu karena dendam pribadi. " Alish mengernyitkan dahinya.
" Maksudnya dendam pribadi apa, Paman,,? "
Rahmad menghela nafas.
" Mungkin karena cinta segitiga. "
" Saya semakin bingung, Paman. "
" Den Zehan itu bersahabat sejak kecil dengan saudara sepupunya sendiri yang bernama Den Alex dan dengan seorang wanita yang bernama Non Bella. Mereka sangat akrab dan selalu bersekolah ditempat yang sama. Dari SD sampai mereka kuliah, selalu bersama. Bahkan mereka juga satu tempat kerja, yaitu bekerja di perusahaan Lee's Corporation. Alish tau perusahaan itu kan,,? " Alish mengangguk.
" Siapa yang tidak mengetahui perusahaan besar dan terkenal itu, Paman,,? Siapa pun pasti tahu perusahaan itu. " jawab Alish, terdengar sangat mengagumi perusahaan Lee's Corporation tersebut.
Rahmad tersenyum kecut mendengarnya.
" Sedikit yang Paman tahu, sejak mereka kuliah, Non Bella selalu mengejar cinta Den Zehan. Akan tetapi Den Zehan sama sekali tidak pernah menggubris nya. Den Zehan memang nakal dan arogan, selalu pergi ke club malam dan pulang dalam keadaan mabuk, akan tetapi Den Zehan tidak pernah bermain perempuan. Sementara itu, Den Alex ternyata sejak mereka SMA sudah mencintai Non Bella. "
Rahmad berhenti sebentar lalu menatap kursi kosong sebelah Alish, seakan bisa melihat Zehan.
" Den Zehan menjadi nakal, arogan dan bersikap kejam semenjak dia memendam kekecewaan yang mendalam terhadap kedua orangtua nya. Dia dtinggal pergi ke oleh kedua orangtua nya ke Korea.Paman dan Istri Paman lah yang selama ini mengurus Den Zehan. Paman sudah menikah sangat lama, tapi sampai sekarang kami masih belum diberi kepercayaan untuk mempunyai anak. Oleh karena itu, kami sangat menyayangi Den Zehan dan sudah menganggapnya seperti anak kandung kami sendiri. Sikap kejam itu semakin menjadi saat dia bekerja di perusahaan milik keluarganya itu. " tiba-tiba Alish memotong penjelasan Rahmad.
" Tunggu sebentar, Paman. Maksud Paman, Kak Zehan bekerja di perusahaan milik keluarganya,,? Berarti Kak Zehan itu keturunan dari keluarga Lee,,? "
Rahmad mengangguk dan membuat Alish menoleh kearah Zehan seketika. Zehan menatap Alish dan ikut mengangguk. Alish memejamkan matanya, menekan rasa keterkejutan nya. Alish kembali melihat kearah Rahmad.
" Saya benar-benar sama sekali tidak menyangka, kalau Kak Zehan itu keturunan keluarga Sultan. " ujar Alish lirih.
" Maaf,, " ucap Zehan pelan.
__ADS_1
" Lalu apalagi, Paman,,? "
" Den Zehan tidak pernah bisa mentolerir suatu kesalahan kecil sedikit pun. Dia pasti tidak segan-segan untuk memarahi, menampar, menghukum bahkan memecat mereka tanpa hormat. Oleh karena itu, banyak yang tidak suka dan sakit hati, bahkan tidak sedikit yang ingin membalas dendam termasuk Den Alex. Dia marah dan dendam karena Den Zehan menolak cinta Non Bella, dan bukan hanya itu, Den Zehan juga membentak Non Bella didepan para karyawan yang lain dan memecatnya secara tidak hormat. Membuat Non Bella merasa malu dan bunuh diri. Kecewa karena cintanya ditolak dan dipermalukan."
Lagi-lagi Alish menoleh kearah Zehan dan menatapnya tajam.
" Den Alex sangat marah. Dan beberapa hari kemudian, kecelakaan Den Zehan pun terjadi. Den Alex yang menyabotase mobil Den Zehan, membuat rem mobilnya blong. Dan saat ini, Den Alex sudah ditangkap oleh polisi dan dipenjara selama dua belas tahun karena dakwaan pembunuhan berencana. "
Alish melihat raut wajah Zehan sedikit terkejut mendengar siapa yang berniat ingin membunuh nya. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena tak lama kemudian, raut wajah Zehan pun berubah. Menjadi wajah yang penuh dengan penyesalan.
" Jadi karena kecelakaan itu yang membuat Kak Zehan meninggal,,? " Rahmad menggeleng.
" Sampai dengan saat ini, Den Zehan masih hidup. Hanya saja, dalam keadaan koma. Makanya itu tadi Paman sangat terkejut, saat Alish bilang kalau Alish itu teman Den Zehan dan ingin menyampaikan pesan maaf darinya. "
Alish tersentak, lalu menoleh lagi kearah Zehan.
" Tidak mungkin,,? Jadi Kak Zehan masih hidup. Lalu yang ada disampingku ini siapa,,? " Alish bertanya-tanya dalam hati.
" Kalau Kak Zehan ternyata masih hidup, lalu yang saat ini berada disamping saya siapa,,,? "
" Mungkin itu arwah atau jiwa dari Den Zehan. "
" Ini adalah jiwaku yang mencari pembenaran diri. Mencari seseorang yang dapat menolong ku untuk bisa mengingat siapa diriku dan membantu menghilangkan sifat kejamku. Belajar menjadi lebih baik dalam bersikap dan sabar menghadapi semua masalah. Dan orang itu adalah kau, Alish. " jelas Zehan.
Alish menggeleng tidak percaya. Dan Zehan pun kembali mengangguk.
" Dan setelah ini, aku akan segera pergi. Maafkan aku,,. " lanjut Zehan pelan.
" Kakak akan pergi,,? " Zehan mengangguk lagi.
" Apa maksud Alish,,? Den Zehan akan pergi,,? " seru Rahmad kaget.
Alish langsung menoleh kearah Rahmad.
" Baru saja Kak Zehan sendiri yang bilang, Paman. Setelah ini, Kak Zehan akan pergi. "
__ADS_1
" Tidak,,!! Den Zehan jangan pergi. Kasihan Tuan dan Nyonya. Mereka sudah pindah kesini dan selalu menunggu Aden dia rumah sakit. Mereka selalu berdo'a dan berharap, Aden kembali sehat seperti dulu. Mereka sudah menyesal dan tidak akan pergi ke Korea lagi. Paman mohon, Aden jangan sampai pergi meninggalkan kami semua. " pintar Rahmad dengan mata yang mulai berkabut.
Mata Zehan pun basah mendengar ucapan Rahmad yang mengatakan keadaan orangtuanya.
" Sampaikan maafku pada Paman Rahmad untuk kedua orangtua ku. Dan sampaikan juga maafku padanya. Terimakasih karena telah menyayangiku selama ini. "
" Paman,, Kak Zehan minta maaf pada Paman dan terimakasih karena sudah menyayanginya. Dan Kak Zehan ingin Paman menyampaikan kata maaf untuk kedua orangtua nya. " suara Alish mulai tercekat. Dadanya terasa sesak.
Rahmad menangis sambil menggelengkan kepalanya. Alish menoleh kearah Zehan. Dan Zehan tersenyum. Alish melihat melihat Zehan sudah mulai menghilang.
" Terimakasih,, untuk semuanya. Aku pergi,, dan aku mohon,, jangan lupakan aku. " ucap Zehan parau dan perlahan menghilang.
Sontak Alish langsung menjerit,,
" Tidaakkk,,!! Kakak jangan pergi. "
Zehan masih tersenyum, semakin lama dirinya semakin menghilang.
" Maafkan aku,,. Dan terimakasih,, aku menyayangimu. " Dan Zehan pun menghilang.
" Tidaakkk,,,!! " Alish menangis, begitu juga dengan Rahmad.
****
~~ **Bersambung
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌**
****