
Zehan masih duduk dikursinya sambil memandangi Alish yang mulai membersihkan rumahnya. Dari mulai menyapu, mengepel hingga mencuci pakaiannya.
" Lish,, aku keluar dulu ya. " pamit Zehan.
" Kakak mau kemana,,? " tanya Alish.
" Keluar sebentar. Lihat-lihat lingkungan sekitar sini aja. Ga apa kan,,? " jelas Zehan lalu balik bertanya.
Alish tersenyum membuat hati Zehan makin tidak karuan.
" Si*l,,,!!! " maki Zehan dalam hati.
" Tentu saja ga apa, Kak. Alish juga sebentar lagi mau mandi dan siap-siap. " jawab Alish.
Zehan keluar dari dalam rumah Alish tanpa bicara lagi. Zehan sibuk mengatur getaran aneh dalam hatinya. Getaran yang selama ini belum pernah dia rasakan.
" Ada apa ini,,? Mengapa hatiku bergetar aneh,,? Tidak mungkin aku jatuh cinta padanya, kan,,?, " gumam Zehan seraya pergi dari rumah itu.
Zehan berjalan tanpa tau arah, masih dengan pemikiran anehnya.
" Dasar bod*h,,,.Kau ini hantu dan dia manusia. Kalian dari dunia yang berbeda. Hilangkan pemikiran bod*hmu, Zhe.." bisik relung hati Zehan.
Tak jauh dari rumah Alish, ada sebuah lapangan yang sedang dihias, tampak sedang mempersiapkan dekorasi untuk pernikahan. Terlihat dengan jelas, banyak kursi untuk tamu undangan, meja, peralatan catering hingga kursi pelaminan penuh dengan bunga.
Zehan berhenti sejenak, memperhatikan kegiatan orang-orang itu. Tak lama Zehan kembali berjalan, dan tanpa dia sadari, Zehan masuk dedalam sebuah tanah kosong yang ditumbuhi banyak pepohonan besar sekilas mirip dengan hutan.
Zehan melirik dari sudut matanya, melihat sesosok wanita berbaju putih, dan berambut panjang, berdiri dibawah pohon yang cukup besar dan angker.
" Tidak usah melihatku. Aku hantu sama seperti mu. " ucap Zehan ketus.
" Hi,, hi,, hi,,,. Benarkah kau hantu,,? Mengapa kau begitu tampan,,? " tanya wanita itu dengan tawanya yang menyeramkan.
__ADS_1
" Cih,,,. Kalau aku bukan hantu, bagaimana mungkin aku bisa melihat dan berbicara padamu,,? " Zehan berdecih kasar.
" Bisa saja kau manusia yang mempunyai kemampuan melihat mahluk lain sepertiku,,. " sahut wanita itu.
" Kalau aku manusia, untuk apa aku bicara denganmu saat ini,,,? Bukankah hanya membuang waktu saja,,? " ucap Zehan kasar.
" Lalu apa yang kau lakukan disini,,? Kau tinggal dimana,,? " tanya wanita itu lagi.
" Disana,, tak jauh dari sini. Rumah petakan kecil. " sahut Zehan sambil memalingkan wajahnya.
" Benarkah,,? Bukankah di rumah kumuh itu ada manusia yang tinggal disana,,? " tanya wanita itu.
" Ya,, dan manusia itu adalah adikku. Jangan pernah kau mengganggunya. " ancam Zehan.
" Benarkah kau sudah mati,,? " Lagi-lagi wanita itu bertanya.
" Aku sudah mati dua tahun yang lalu. " ucap Zehan masih ketus.
" Ckk,,, kenapa kau cerewet sekali,,? Lebih baik aku pergi. Berisik sekali disini. " Zehan berdecak dan beranjak pergi dari tempat itu.
" Heii,,, kau belum menjawab pertanyaanku,,? " jerit wanita itu, dan itu terdengar sangat mengerikan.
" Berisik kau,,!!! " sahut Zehan kencang dan tegas.
Zehan keluar dari tanah kosong mirip hutan itu dan kembali kerumah Alish dengan perasaan sedikit dongkol akibat ulah hantu wanita itu.
" Si*l,,, ingin mencari ketenangan malah bertemu dengan hantu wanita menyeramkan sekaligus mengesalkan. Benar-benar si*l,,!! " gerutu Zehan dalam hati.
Zehan masuk kedalam rumah Alish masih dengan perasaan kesalnya. Dilihatnya Alish tidak ada didalam.
" Alish,,!!! " panggil Zehan dengan setengah berteriak.
__ADS_1
" Aku didalam kamar mandi, Kak. " sahut Alish kencang.
Zehan menarik nafas panjang dan merebahkan tubuhnya dikasur lantai tempat Alish tidur. Karena selimut yang digelar Alish semalam sudah dibereskan Alish.
" Sebenarnya aku sendiri penasaran,, bagaimana aku bisa mati,,? Ahh,, tidak adakah yang dapat memberitahu ku,,? " gumam Zehan.
Tak lama,, Alish keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi. Dengan senyum menghiasi bibir mungilnya
Zehan bangun dan duduk. Zehan terpana melihat Alish. Walaupun berpakaian sederhana tapi rapi dengan rambut yang dibiarkan terurai. Dan menggunakan tas selempang kecil berwarna hijau muda.
" Cantik.. " puji Zehan dalam hati.
*****
~~ Bersambung,,,
Jangan lupa untuk like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk ynag sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor,, karena othor berpikirnya dengan susah payah dan penuh dengan ke haluan.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌
*****
__ADS_1