
" Kita sudah menikah, dan saat ini, aku hanya ingin tidur dengan memeluk mu. Hanya memeluk,, boleh kan,,? "
Alish berpikir untuk sesaat lalu mengangguk sambil tersenyum. Alish pun berjalan mendekat kearah Zehan. Alish merebahkan tubuhnya disamping Zehan, dengan lengan Zehan sebagai bantalnya.
" Terimakasih,,, " ucap Zehan seraya melingkarkan tangan yang satunya dipinggang Alish.
Wajah Alish berada didada Zehan. Tangannya juga melingkar dipinggang Zehan. Mereka saling memeluk dengan posisi tidur miring. Zehan mengecup lembut pucuk kepala Alish. Dan tak lama kemudian, Zehan pun mulai memejamkan matanya. Mereka sama-sama masuk kedalam dunia mimpi.
***
Keesokan harinya,,,
Alish bangun saat adzan subuh berkumandang. Dengan lembut dan perlahan, Alish membangunkan Zehan.
" Kak,,. Bangun,, sudah subuh, kita shalat dulu. " Alish sedikit menggoyangkan tubuh Zehan.
Zehan membuka matanya perlahan, dan dilihatnya wajah cantik sang istri. Zehan tersenyum, karena melihat bidadari saat pertama kali matanya terbuka.
" Selamat pagi, sayang. " ucap Zehan dengan suara serak khas bangun tidur.
Blush,,,
Wajah Alish memerah seketika saat mendengar Zehan memanggilnya sayang.
" Ayo lekas bangun, kita shalat subuh. " ajak Alish dan Zehan mengangguk.
Alish pertama masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu lalu kemudian disusul Zehan. Dan untuk pertama kalinya, Zehan bertindak sebagai imam untuk istrinya.
Zehan sadar, bahwa selama ini dia memang sering lalai dalam menjalankan ibadahnya. Dan mulai dari hari ini, Zehan berjanji dalam hati, untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
Belajar dalam memperdalam ilmu agamanya. Dia ingin menjadi imam yang baik untuk keluarga kecilnya nanti. Menjadi pemimpin dalam rumah tangga yang soleh, sabar dan bertanggung jawab untuk istri dan calon anaknya kelak.
Selesai shalat, Alish pergi kedapur untuk membuat sarapan sementara Zehan memutuskan untuk mandi. Hari ini dia akan sedikit sibuk.
Dari mulai membeli beberapa barang elektronik untuk melengkapi rumah kecil mereka. Zehan juga ingin sebuah ranjang agar mereka tidak lagi tidur dikasur tipis.
Zehan juga ingin meminta bantuan dari dari Pak RT untuk mencarikannya sebuah rumah kontrakan yang masih berada di sekitar situ, agar mudah mengawasi para pekerja.
Zehan juga ingin meminta bantuan warga sekitar yang kira-kira berprofesi sebagai tukang bagunan untuk merenovasi rumah Alish. Zehan juga harus pergi ke toko matrial untuk membeli beberapa bahan yang diperlukan untuk merenovasi rumahnya.
Alish membuat sarapan hanya berupa nasi goreng dengan telur ceplok. Menu sederhana, yang memang biasa dijadikan menu untuk sarapan.
Saat Alish selesai membuat sarapan, disaat yang sama pula Zehan keluar dari kamar mandi. Zehan segera menghampiri Alish dan memeluknya dari belakang. Tak lupa juga, dia mengecup pipi sang istri.
Alish sedikit terkejut dan malu dengan tindakan romantis Zehan.
" Morning kiss,,,. " bisik Zehan lembut ditelinga Alish, yang membuat pipinya semakin memerah.
__ADS_1
" A, aku mau mandi dulu,,. " Alish mendadak gugup dan segera berkelit, melepaskan pelukan Zehan dan masuk kedalam kamar mandi dengan tergesa.
Zehan tersenyum melihatnya.
" Betapa menggemaskannya dia,,. " gumam Zehan sambil memandang kearah pintu kamar mandi.
Zehan mengambil ponselnya saat dia mendengar ponsel itu berbunyi. Ditatapnya layar kaca ponselnya, dan terdapat nama sangat Mama bertengger disana.
📞 Zehan : " Pagi, Ma,, "
📞 Sabilla : " Pagi, sayang. Bagaimana keadaan mu, Nak,,? "
📞 Zehan : " Ze baik, Ma. Saat ini Ze sedang sarapan. "
📞 Sabilla : " Ternyata dia memang seorang istri yang baik, pagi-pagi sudah membuatkan sarapan untuk suaminya. Lalu bagaimana dengan semalam,, apa kalian sudah 'melakukannya',,? "
📞 Zehan : " Ma,,. Pagi-pagi bicara apa sih,,,? ".
Zehan merasa malu pada sang Mama.
📞 Sabilla : " he,, he,, he,,. Maafkan Mama, sayang. Ya sudah, baik-baiklah kau disana. Jaga menantu Mama. "
📞 Zehan : " Siap, Ma. Love you,, "
📞 Sabilla : " Love you more, son. "
Tak lama kemudian,,
" Kak,,. " panggil Alish.
" Ya,, " sahut Zehan singkat.
" Biskah Kakak keluar sebentar,,? Aku lupa membawa baju ganti. " tanya Alish dengan malu-malu membuat Zehan mengulum senyumnya.
" Ambil saja. Memang kenapa aku harus keluar? Lagipula kamu adalah istriku saat ini, dan sudah halal bagiku untuk melihatmu dalam keadaan apapun. " jawab Zehan yang lagi-lagi membuat wajah Alish menjadi blushing.
Alish menghela nafas, dan dengan menggigit bibir bawahnya, Alish keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melingkar menutupi dada hingga setengah pahanya saja, membuat Zehan harus menelan salivanya dengan kasar.
Matanya menatap Alish tanpa berkedip. Bentuk tubuh yang sempurna dengan kulit yang putih mulus, membuat Zehan terpana untuk sesaat. Dan dengan malu-malu, Alish kembali masuk kedalam kamar mandi setelah mengambil baju gantinya.
Zehan menggelengkan kepala pelan, berusaha menyadarkan otak mesumnya yang tiba-tiba saja berpikir tentang ' hal itu '.
" Ckk,,, ini gara-gara Mama. Mengapa harus membahasnya tadi pagi,,? Membuat otak polos ku jadi tercemar dengan pikiran mesum,,. " gumam Zehan sambil berdecak kesal.
Tak lama kemudian, Alish keluar dari kamar mandi dengan wajah yang blushing. Membuatnya semakin terlihat sangat menggemaskan dimata Zehan.
" Duduklah,, kita sarapan. " Alish mengangguk dan duduk berhadapan dengan Zehan.
__ADS_1
Alish mengambilkan sedikit nasi goreng dan meletakkannya diatas pirirng Zehan. Tak lupa juga, dia menaruh telur ceplok diatasnya.
" Maaf,,. Aku hanya membuat sarapan ini. " ucap Alish merasa tidak enak pada Zehan.
Zehan tersenyum, dan menopang dagu dengan kedua tangannya. Zehan menatap Alish lekat dan hangat.
" Aku bersyukur, apapun yang istriku masakkan untukku, aku pasti akan menyukainya. Nanti sore kita berbelanja bahan-bahan untuk memasak. " jawab Zehan dengan lembut membuat Alish tersenyum tipis dan mengangguk.
Mereka mulai memakan sarapannya dalam diam. Selesai makan, Alish segera membereskan bekas makan mereka dan mencucinya.
" Sudah,,? " tanya Zehan begitu dia melihat Alish sedang mengeringkan tangannya yang basah. Alish mengangguk.
" Kalau sudah, bersiaplah. Aku akan segera mengantarkan mu. Kamu tidak membawa bekal makan siangmu,,? " Alish menggeleng pelan.
" Biar nanti aku membelinya saja. " jawab Alish sambil menundukkan kepalanya. Zehan menghela nafas.
" Tidak usah, biar nanti aku yang akan mengantarkan makan siangmu. Kamu tunggu saja disana. " Alish mengangkat kepala nya dan memandang Zehan dengan bingung.
" Kenapa,,? " tanya Zehan melihat tatapan Alish sedikit membuatnya tidak mengerti.
" Apa aku salah ucap,,? Memang ada yang salah bila seorang suami mengantarkan bekal makan siang untuk istrinya,,? Tidak kan,,? " tanya Zehan lagi.
Alish menggeleng lalu tersenyum lembut.
" Terimakasih,, " ucapnya tulus.
Zehan berdiri dan menghampiri Alish. Tangannya merapikan anak rambut Alish yang sedikit berantakan dan menyelipkan nya dibelakang telinga.
Zehan mengecup kening Alish dengan lembut. Dan membelai pipi mulus Alish yang sedikit chubby. Zehan tersenyum dan menatap Alish dengan hangat.
" Sudah sepantasnya, seorang suami perhatian pada istrinya. Itu salah satu tanggung jawabku sebagai suami. Memastikan kebutuhan pangan mu tercukupi walau hanya dengan menu yang sederhana. " ucap Zehan dengan suara yang sangat lembut. Alish mengangguk dan membalas senyuman Zehan.
******
~~ **Bersambung lagi,,,,,
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤❤✌✌✌****
__ADS_1
****