The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 58


__ADS_3

****


***Mohon maaf,,, Othor jarang Up. Efek hamil,, jadi bawaannya males banget. Kalau lagi mood,, othor pasti Up. Jadi mohon maaf dan harap maklum dengan bumil,,🙏🙏🙏.


Dan selamat membaca***,,,,


*****


Zehan berjalan dengan santainya masuk kedalam perusahaan itu, diikuti oleh Rayhan. Rayhan pun menghampiri sekretaris William dan memberitahu nya kalau mereka susah ada janji.


Sekretaris William mengetuk pintu, dan mengatakan kalau ada tamu yang datang. Rayhan dan Zehan segera masuk setelah mereka mendengar suara William yang mengijinkan mereka untuk masuk.


Zehan masuk terlebih dahulu, diikuti oleh Rayhan. Zehan menundukkan kepalanya, sambil berjalan masuk.



William mengalihkan pandangannya dari laptop nya dan melihat siapa yang datang. William langsung berteriak histeris, begitu dia mengenali sosok dibalik topi dan masker itu.


" Hyeong,,,,!!!! "


Zehan menghela nafas kecewa karena penyamaran nya tidak berhasil. Zehan mengangkat wajahnya dan melihat kearah William.



Dengan terpaksa, Zehan melepas topi dan maskernya. William langsung berlari dan menubruk Zehan. Zehan hampir saja terjatuh karena William yang tiba-tiba saja memeluk Zehan.


Rayhan dan sekretaris William hanya bisa melongo melihat kelakuan dari Bos nya.


Zehan menepuk-nepuk pelan punggung William, masih dengan menghela nafas, menahan kesal karena sikap William yang masih sangat kekanak-kanakan.


" Bagaimana kau bisa mengenaliku,,? " tanya Zehan sambil melepaskan pelukan William.


William hanya nyengir tanpa merasa bersalah sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


" Tentu saja dari wangi parfum dan ciri khasmu yang selalu menggunakan headset atau headphone. " jawab William sambil cengengesan dan jari telunjuk nya mengusap hidungnya.


Lagi-lagi Zehan hanya bisa menghela nafas sambil membodohi dirinya sendiri yang terlalu meremehkan bocah tengil itu.


Dengan santainya, Zehan duduk disofa yang terdapat didalam ruangan William. Rayhan pun mengikuti. William memberi perintah pada sekretaris nya untuk membawakan minuman dan cemilan.


William pun menyusul Zehan duduk disofa tunggal yang berada disamping Zehan.


" Apa kabarmu, Will,,?? " tanya Zehan basa-basi.

__ADS_1


" Ya,,, Kakak bisa lihat sendiri keadaanku yang selalu sehat, tampan dan mempesona. " jawab William sambil merentangkan kedua tangannya dan memuji dirinya sendiri.


Zehan berdecak kesal mendengar jawaban William yang selalu narsis. Sementara Rayhan hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil menahan tawanya.


" Masih seperti dulu, tidak berubah. Narsis, dan tengil. " keluh Zehan membuat William terkekeh geli.


" Lalu bagaimana dengan kabarmu, Kak,,?. Aku masih kesal dan marah karena kau tidak membalas pesanku atau menjawab telepon ku. " gerutu William, membuat Zehan tersenyum.


" Untuk apa,,? Bagiku tidak penting, karena telepon darimu itu, hanya menganggu 'kegiatan malam' ku. " jawab Zehan dengan santainya.


Rayhan sedikit terkejut, sontak menoleh kearah Zehan sambil mengerutkan keningnya. Hal yang sama dilakukan oleh William. Lagi-lagi Zehan berdecak kesal.


" Wajah kalian tidak usah seperti itu. Bukankah itu hal yang wajar dilakukan bila sudah menikah,,? " William memutar matanya dengan malas sementara Rayhan mengelus pelan dadanya, mendengar ucapan Zehan yang sedikit absurd.


" Maaf, Tuan. Tolong hormati saya yang masih jomblo ini. " ucap Rayhan membuat Zehan kembali terkekeh.


William menyadari sesuatu, langsung menepuk keras paha Zehan, membuat Zehan terkejut sekaligus meringis kesakitan.


" Apa yang kau lakukan, Will,,,? " bentak Zehan sambil mengelus-elus pahanya yang terasa panas dan perih.


William memasang wajah serius, dan menatap tajam Zehan, seakan meminta penjelasan atas ucapan Zehan tadi.


" Kakak berhutang penjelasan padaku. Apa maksud Kakak tadi,,? Menikah,,? Siapa yang sudah menikah,,? " berbondong pertanyaan keluar dari mulut William.


Setelah meletakkannya dimeja, sekretaris William segera pamit meninggalkan ruangan Bos nya itu.


Zehan dengan santainya meminum minuman yang tersedia, sementara William masih menunggu penjelasan dari Zehan. Rayhan juga meminum minuman itu, tanpa memperdulikan pembicaraan dari kedua saudara sepupu tersebut.


Zehan melirik dari sudut matanya, sambil minum. Zehan menghela nafas sambil meletakkan minumannya kembali.


" Apa kau belum bertemu Mama,,,? " tanya Zehan.


" Sudah. Tapi Mama dan Papa tidak bicara apa-apa. Mama hanya bilang kalau Kakak sudah tidak tinggal disana lagi. " jawab William membuat Zehan merasa sedikit sesak didada, karena ingat sang Papa yang tidak merestui pernikahannya dengan Alish sampai sekarang.


" Aku memang sudah tidak tinggal disana, karena Papa yang mengusir ku dari rumah itu dan dari perusahaan nya. Karena Papa tidak merestui pernikahan ku dengan wanita yang kucintai, hanya karena status sosial. " jelas Zehan dengan lirih.


" Jadi Kakak benar-benar sudah menikah,,,? " Zehan mengangguk.


" Dengan siapa,,,? Lalu Kakak sekarang tinggal dimana,,,? Kerja apa,,? Siapa nama Kakak ipar ku,,? " Zehan berdecak malas mendengar berbagai pertanyaan keluar dari mulut William.


" Lain kali saja, aku cerita. Sekarang kita bahas masalah kerjasama perusahaan mu dengan perusahaan Papa. Kenapa harus aku,,? " Zehan berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Hyeong,,,,!!!. Kau sungguh menyebalkan,,, " gerutu William.

__ADS_1


" Sudah sejak lama,,. " sahut Zehan santai.


" Ray,,,. Kau masih betah mempunyai Bos seperti Hyeong-ku ini,,,? " tanya William pada Rayhan yang sejak tadi hanya diam.


" Aku sudah bukan Bos-nya lagi. " Zehan yang menyahut dengan datar.


" Sampai saat ini, anda masih Bos saya. Karena sampai dengan saat ini, belum ada yang mengisi jabatan yang sudah anda tinggalkan. Semua dikerjakan oleh Presdir. " jelas Rayhan.


Zehan menundukkan kepalanya sambil menghela nafas panjang.


" Tidak berubah juga,,, dasar orangtua keras kepala dan merepotkan. Selalu memaksakan kehendaknya. " keluh Zehan dalam hati.


" Sudahlah,,,. Sekarang jelaskan saja, apa maksud dari kerjasama mu itu,,,? Dan kenapa harus aku,,,? " Zehan mengulang lagi pertanyaan nyanya tadi.


" Oh,, ayolah, Hyeong. Siapa yang tidak tahu seorang Zehan Lee. Orang yang sangat berdedikasi dalam pekerjaan nya. Walaupun dia sangat terkenal akan ke aroganan nya, sifat dingin dan cueknya, serta kekejamannya. Namun dalam hal pekerjaan, tetap patut diacungi jempol. " puji William.


" Cih,,, kau mengingatkanku akan sifatku yang sangat buruk dulu. Beruntung saat ini aku sudah berubah. Bila tidak, mungkin aku sudah membuatmu menyesali semua perkataan mu. " Zehan berdecih kesal, karena dia harus mengingat sifat buruknya dulu.


William tertawa mendengar ucapan Zehan yang terdengar sangat kesal.


" Oh ya,,? Benarkah kau sudah berubah,,,? Aku benar-benar sangat penasaran dengan Kakak ipar yang sangat dipuja oleh Kakak ku ini. Bagaimana wajah dan penampilan nya,,? " William benar-benar tidak habis pikir dengan perubahan Kakak sepupunya itu.


" Lain kali aku perkenalkan, dan aku ceritakan semua. Sekarang kita bahas masalah pekerjaan. Bisa kau jelaskan,,,? "


William menarik nafas, dan mulai menjelaskan kerjasama perusahaan nya dengan perusahaan keluarga Lee. Sesekali, Rayhan ikut berbicara mewakili perusahaan nya, sementara Zehan hanya mendengarkan dan sesekali bertanya.


Hingga tak terasa, mereka berbicara lumayan cukup lama, hampir dua jam. William juga memberitahu perihal dirinya yang harus segera kembali ke Korea.


******


~~ ***Bersambung ,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌***

__ADS_1


****


__ADS_2