The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 65


__ADS_3

** Assalamu'alaikum,,dan selamat malam.


Mohon maaf,,othor baru bisa up. Sudah beberapa hari ini, othor sedang kurang enak badan. Dan untuk hari ini,,maaf,,cuma bisa up sedikit. Semoga reader's semua memaklumi keadaan othor. 🙏🙏🙏


Happy reading all,,,**


*


*


*


Zehan menatap tempat kenangan saat mereka sering bermain disana.


" Tempat ini masih tidak berubah. " gumam Zehan lalu berjalan masuk kedalam lapangan.


" Kau sudah siap, Hyeong,,? " tanya William sambil memegang bola dengan satu tangannya.



"


Tidak usah banyak bicara, cepat main. " sahut Zehan dengan posisi bersiap.


" Cih,, kau benar-benar menyebalkan. " ejek William.


" Itulah aku. "


Mereka pun memulai permainan. Saling melempar, saling merebut bola. Dan sesekali mereka saling ledek hingga akhirnya tertawa bersama.


Mereka selesai bermain saat waktu hampir jam makan siang. Panasnya terik matahari tidak membuat mereka menghentikan permainan mereka.


" Kita makan siang dulu, Hyeong. " ajak William.


Zehan menganggukkan kepalanya lalu minum air mineral dingin yang baru saja dibeli William. Zehan sedikit menyiram wajahnya dengan air tersebut.


" Aahhh,,,,. Segarrr,,,!!! " ucap Zehan.


" Kita makan dimana, Hyeong,,? " tanya William lagi setelah dia selesai minum air, sama seperti Zehan.


" Hmm,, terserah padamu saja. " jawab Zehan dengan asal.


William terdiam untuk sesaat, berpikir tempat makan yang santai namun makanan nya lezat.


Disaat William sedang berpikir, Zehan justru sibuk dengan ponselnya. Berkirim pesan dengan sang istri tercinta.


William sudah menemukan tempat yang ingin dituju nya. Namun terbesit sebuah ide, dia ingin agar Kakak sepupunya itu bertemu dengan sang Mama.


William sedikit mengetahui,, ternyata semenjak Zehan menikah, dia sama sekali belum pernah lagi bertemu dengan sang Mama. William merasa sedih, karena keegoisan sang Papa, membuat seorang anak harus berpisah dengan wanita yang sudah melahirkannya.


Tanpa sepengetahuan Zehan, William mengirim pesan pada Mama Zehan yaitu Sabilla, untuk segera menemui mereka di restoran XX.


Setelah mendapat balasan dari Mama Zehan sekaligus Tantenya sendiri, William segera mengajak Zehan pergi dari lapangan itu.

__ADS_1


" Let's go, Hyeong. I'm so hungry,,, " ajak William sambil berdiri dari duduknya.


Zehan menoleh sekilas lalu kembali fokus pada ponselnya. Setelah menunggu beberapa saat, Zehan pun bangun dari duduknya, lalu beranjak pergi meninggalkan lapangan tersebut.


William mendengus kesal,, dia sudah menunggu namun justru ditinggal.


" Cihh,,, dasar bucin,,,!!! " gerutu William dalam hati.


William pun mengikuti Zehan kemudian masuk kedalam mobilnya. William terpaksa menyetir karena Zehan dengan santainya, duduk di kursi depan, tanpa berniat menyetir mobilnya sendiri.


William melajukan mobil Zehan dengan kecepatan rendah. William sengaja, agar Tante Sabilla nya, bisa datang tepat waktu. Bersamaan dengan mereka tiba.


Zehan yang merasa lelah, tidak ambil pusing karena William melajukan mobilnya dengan pelan. Toh yang ada dipikiran Zehan, William sedang merasa lelah juga, sama seperti dirinya.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat lambat, mereka pun akhirnya tiba di restoran XX. Mereka pun masuk kedalam dan duduk agak memojok.


William melihat sekeliling,, dan ternyata Tantenya belum sampai. William menarik nafas dan berdo'a dalam hati.


" Semoga saja Tante bisa segera sampai. "


Zehan dan William memesan makanan kesukaan mereka masing-masing. Zehan kembali sibuk dengan ponselnya, sementara William sibuk berdo'a dalam hati.


Tak lama kemudian, senyum menghiasi bibir William. Zehan masih tidak sadar, karena pandangannya masih fokus pada benda pipih yang ada ditangannya.


" Ze,,,. "


Deg,,,


Zehan membatu, mendengar suara itu. Suara dari seorang wanita yang sangat dirindukan nya. Perlahan,, Zehan mengangkat pandangannya dan menatap kearah sosok wanita paruh baya dihadapannya.


Air mata Sabilla sudah mengalir bebas di pipinya. Zehan berdiri dari duduknya, dengan mata yang masih tetap memandang wajah sendu sang Mama.


" Ma,,, " panggil Zehan dengan suara tercekat.


Tanpa banyak bicara, Mama Zehan langsung memeluk erat tubuh sang putra. Melepaskan kerinduan setelah lebih dari dua bulan tidak bertemu.


Air mata yang sejak tadi ditahannya, seketika tumpah, mengalir mulus di pipi Zehan. Sang Ibu dan anak yang saling melepas kerinduan. William menatap mereka dengan haru.


Dia merasa bahagia melihat Tante dan Kakak sepupunya itu akhirnya bisa bertemu kembali. Sedikit rasa kesal dalam hati William,, mengutuk keras sifat egois dari Om nya sendiri, yaitu Papa Zehan.


Zehan dan sang Mama melepaskan pelukannya disaat pesanan mereka datang. Mama Zehan pun ikut memesan makanan, karena dia memang sengaja belum makan siang. Mama Zehan duduk disebelah Zehan.


" Bagaimana Mama bisa ada disini,,? " tanya Zehan.


Mama Zehan hanya tersenyum lalu melirik kearah William, yang sudah mulai memakan makanannya. Zehan mengikuti arah lirikan sang Mama, lalu ikut tersenyum.


" Hei,, bocah tengil. " panggil Zehan, membuat William menghentikan makannya, lalu menatap Zehan, seakan bertanya 'ada apa,,? '.


" Thank's,, " ucap Zehan tulus, membuat William tersenyum puas sambil mengangguk.


" Kau sangat kelaparan, Will,,. Sudah berapa hari kau tidak makan,,,? " ledek Mama Zehan, membuat senyuman di bibir William sirna, berganti dengan bibirnya yang sedikit mengkerut karena cemberut.


" Ma,,,. Will lapar karena baru selesai bermain basket dengan Hyeong. Cukup lama tadi kami bermain, dan sekarang Will sangat lapar. " sahut William sambil meneruskan makannya.

__ADS_1


Mama Zehan hanya tersenyum sementara Zehan tertawa meledek. Walaupun Willam adalah keponakan nya, namun Willam memanggil Mama Zehan dengan sebutan Mama. Zehan belum menyentuh makanannya, karena menunggu pesanan sang Mama. Dia ingin makan bersama Mama tercinta.


Zehan bahkan melupakan kalau dia sedang mengirim dan membalas pesan dengan sang istri. Zehan menyentuh tangan kanan sang Mama dan menggenggam nya.


" Maafkan Ze,,, Ma. Karena Ze tidak pernah menemui Mama. Bahkan Ze juga tidak pernah menghubungi atau mengirim pesan Mama. Bukan maksud Ze untuk melupakan Mama. " ucap Zehan dengan nada menyesal.


Mama Zehan menepuk pelan punggung tangan Zehan dengan tangan kirinya. Bibirnya masih tetap tersenyum, sambil menatap Zehan dengan hangat.


" Mama mengerti, sayang. Tidak usah meminta maaf, semua ini karena keadaan. Semoga saja, hati dan pikiran Papa mu segera terbuka. " jawab Mama Zehan dengan bijak.


" Aaminn,,, " ucap Zehan.


Tak lama kemudian,, pesanan Mama Zehan pun tiba. Zehan pun mulai memakan makanannya bersama sang Mama, sementara William sudah habis setengahnya.


Benar-benar lapar berat ternyata,,,


Selesai makan,, mereka berbincang sebentar, untuk melepas rindu. Zehan menepuk dahinya pelan, disaat sang Mama tiba-tiba menanyakan kabar menantunya.


" Bagaimana kabar menantu Mama, Ze,,,? " tanya Mama Zehan yang seketika membuat Zehan segera mengambil ponselnya.


Beberapa pesan masuk dari sang istri, dan dia melupakannya,,?. Zehan menyesal dalam hati karena tidak menyadari, sejak tadi ponselnya bergetar.


" Kenapa, Ze,,? " tanya Mama Zehan, karena melihat wajah Zehan yang berubah.


" Ze lupa, Ma. Saat Mama tiba tadi, Ze sedang membalas pesan dari Alish, dan ini ada beberapa pesan masuk tanpa Ze sadari. Ze merasa bodoh dan sangat menyesal, Ma. " ucap Zehan dengan lirih.


Mama Zehan kembali tersenyum sambil mengusap pelan punggung Zehan. William menatap Zehan dengan sinis.


" Cihh,,, dasar CEO bucin. " ledek William, yang sontak mendapat tatapan tajam dari Zehan.


Sementara Mama Zehan hanya tertawa kecil mendengar ledekan dari keponakannya itu untuk sang anak.


" Sudah,, sudah,,,. Kalian ini sejak dulu,masih saja tidak berubah. Kau balas saja pesan Alish dulu, Nak. Jelaskan padanya,, Mama yakin kok,, Alish tidak akan marah. " Zehan mengangguk lalu membalas pesan Alish.


Mama Zehan menatap Zehan lalu tersenyum.


" Anakku benar-benar sudah berubah. Terimakasih,, Tuhan. " ucap Mama Zehan dalam hati.


******


~~***Bersambung ,,,,


Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan tombol like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Hargai karya pemikiran othor karena othor berpikir dengan susah payah dan penuh dengan kehaluan.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌✌***

__ADS_1


*****


__ADS_2