The Ghost Handsome

The Ghost Handsome
TGH 69


__ADS_3

Selesai makan, mereka melanjutkan obrolan. Diselingi dengan candaan dan tawa. William tidak membahas masalah orangtua Zehan, karena Mama Zehan sudah menjelaskan pada William.


William diam-diam mengambil foto Alish dan Zehan saat Zehan menyematkan rambut Alish kebelakang telinganya. William ingin menunjukkan nya pada Mommy nya nanti.


Bagi Mommy William, Zehan adalah anak kesayangan nya yang pertama. Dia akan sangat marah apabila tahu perihal kebenaran pernikahan Alish dan Zehan. Dan juga Zehan yang diusir oleh Papa Zehan, Papa kandungnya sendiri.


William memang sengaja ingin menunjukkan foto kebahagiaan Zehan pada sang Mommy, agar Mommy nya bisa segera bertindak untuk menolong Zehan kembali ke rumahnya.


Jam menunjukkan hampir jam sepuluh malam, Zehan memutuskan untuk segera pulang, karena besok pagi Alish akan bekerja, begitu pun juga dengan dirinya.


" Hati-hati, Hyeong. Minggu depan aku akan pulang ke Korea,, aku percayakan proyek itu padamu dan Rayhan. " ucap William, Zehan hanya menganggukkan kepalanya.


" Aku pulang. " pamit Zehan singkat.


" Kami pulang dulu, Will. Selamat malam dan terimakasih untuk makan malamnya. " ucap Alish dengan sopan.


" Sama-sama, Kakak ipar. Lain kali kita akan berjumpa lagi. " sahut William, Alish hanya tersenyum kemudian mengangguk.


Zehan menggandeng tangan Alish keluar dari restoran itu, diikuti oleh William. Mereka pergi ke mobil masing-masing. Alish melambaikan tangannya pada William sebelum masuk kedalam mobil.


William tersenyum sambil membalas lambaian tangan Alish. Dia belum masuk kedalam mobilnya, dia hanya menatap kepergian mobil Zehan yang perlahan meninggalkan restoran itu.


" Semoga kau selalu bahagia, Hyeong. Aku sangat mengetahui seberapa menderitanya dirimu dulu. Semoga ini adalah awal yang indah untukmu. " gumam William bermonolog.


William pun masuk kedalam mobilnya, dan dengan perlahan pergi meninggalkan restoran itu. Restoran yang penuh dengan kenangan masa lalu bersama orang yang pernah mencelakakan Zehan.


*


*


*


Singkat cerita,,


Zehan sudah mulai mengerjakan proyek nya bersama William dan Rayhan. Untuk beberapa hari kedepan, William masih ikut memantau dan mengerjakan proyek tersebut sebelum dia kembali ke negara asalnya.


Zehan benar-benar sibuk,, sampai tidak punya waktu untuk menjemput Alish pulang kerja. Namun Alish sangat memaklumi nya. Zehan selalu menyempatkan untuk sarapan bersama dan mengantar Alish bekerja saat Alish masuk pagi.


Namun apabila Alish masuk siang, Zehan terpaksa tidak bisa mengantar, hanya berusaha untuk menjemput Alish pulang kerja.


Saat Weekend pun,, Zehan tetap sibuk. Dia ingin membuktikan pada sang Papa, kalau dia mampu dan tetap bekerja keras, dalam menyalurkan kecerdasan nya.


Kadang,, saat Zehan harus terpaksa bekerja saat Alish libur kerja, Alish hanya akan pergi ke Yayasan Bunda Ani atau berbelanja keperluan dapur.


*


*


*

__ADS_1


Di lain tempat dan berbeda negara,,


William sedang menikmati waktu santainya di weekend yang cerah. Sang Mommy yang bernama Sarah Choi,, datang menghampiri sang putra yang sedang berjemur dipinggir kolam renang.


Sarah membawa minuman dan buah potong serta makanan ringan untuk William. Sarah meletakkan baki berisi makanan dan minuman itu diatas meja samping William berjemur.


" Son,,, minum dulu. " ucap Sarah menawarkan.


" Thank's, Mom. " William bangun dan duduk dikursinya.


Dia meraih minuman tersebut dan meminumnya hingga habis setengah gelas. Kemudian dia mengambil piring berisi potongan buah apel dan jeruk.


" Bagaimana dengan proyekmu yang baru, Will,,? " tanya Sarah sambil menikmati minumannya. Dia duduk bersandar di kursi.


" Emm,, lancar Mom. Sudah Will serahkan pada Rayhan dan Hyeong. " jawab William dengan santai.


Sarah seketika menghentikan menyedot minumannya, dan menatap tajam penuh tanya kearah William.


" Hyeong,,,? Kau bertemu Zehan,,,? "


William menepuk dahinya, karena sudah melupakan misi nya untuk membuat Zehan kembali kerumah orangtuanya.


" Yes, Mom. I'm sorry,, i'm forget. " ucap William penuh penyesalan.


" Bagaimana kabar anakku itu,,? " William seketika merubah raut wajahnya.


" Hyeong sudah diusir Papa, Mom. " sura William sangat pelan namun terdengar seperti meriam ditelinga Sarah.


Sarah menggebrak meja dengan kencang, membuat William loncat dari duduknya karena terkejut. Tangannya mengusap dadanya yang berdetak kencang saking terkejut nya.


" Bagaimana bisa,,,? Cerita kan pada Mom sekarang juga. " tegas Sarah, membuat William menghela nafas panjang.


William pun perlahan mulai menceritakan. Dari mulai Zehan yang mengalami kecelakaan hingga akhirnya koma selama dua bulan lebih. Dan tentang jiwanya yang berkelana mencari jati diri dan kebenaran.


William pun menceritakan pertemuan Zehan dengan Alish. Masalah Zehan yang sempat melupakan Alish. Hingga akhirnya Zehan mengingat nya dan kemudian mereka menikah.


William juga bercerita tentang rencana Papa Zehan menjodohkan Zehan dengan putri dari salah satu rekan bisnisnya dan menentang pernikahan Zehan dengan Alish. Hingga akhirnya Zehan diusir rumah dan dikeluarkan dari perusahaan dan tinggal dirumah Alish yang sederhana.


Sarah bertambah marah, saat William menceritakan kalau Zehan sempat bekerja sebagai sopir taxi online. Hidup sederhana dan makan apa adanya.


" Benar-benar,, Oppa Mark. Mom harus segera bertindak. Kasihan sekali anakku itu. " Sarah benar-benar marah sekaligus sedih dan prihatin.


" Namun Mom,,, Hyeong saat ini sudah benar-benar bahagia dengan Kakak ipar. " William tersenyum sambil terkenang pertemuan nya dengan Alish.


" Oh,ya,,?? " Wajah Sarah berubah bahagia.


" Benar Mom. Apa Mom tahu,, Hyeong benar-benar sudah berubah. Gunung es itu sudah meleleh dan mencair. " William terkekeh mengingat kebucinan Zehan pada Alish.


" Benarkah,,? Apa kau sudah pernah bertemu dengan istrinya Ze,,? " tanya Sarah penasaran.

__ADS_1


William mengangguk sambil tersenyum lebar. William pun mengambil ponselnya dan membuka galeri fotonya. William pun segera menunjukkan foto tersebut pada sang Mommy.


" Hyeong sekarang sudah bucin, Mom. Kalau Mom melihatnya, Mom pasti tidak akan percaya. " kekeh William sambil menyerahkan ponselnya pada Sarah.


Sarah segera meraih ponsel William. Dia benar-benar dibuat penasaran. Matanya langsung membulat setelah dia melihat foto Zehan. Keningnya berkerut hingga kedua alisnya menyatu.


" Ini bukan editan kan, Will,,? " Sarah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Beberapa foto kemesraan Zehan dan Alish.


" Kakak ipar itu sangat cantik dan manis, Mom. Sikapnya hangat dan tutur katanya lembut. Bahkan sangat terlihat kalau dia itu penyabar dan penuh kasih sayang. Will tidak heran kalau Hyeong bisa sampai bucin pada Kakak ipar. " William dengan santainya meminum kembali minumannya.


Sarah terus saja bolak balik menggeser layar ponsel William dan menatap foto Zehan. Bibir Zehan yang terus tersenyum dan menatap Alish hangat dan penuh cinta.


" Benar-benar tidak bisa dipercaya. " gumam Sarah.


William hanya cuek dan kembali memakan buah potong dari piring. Dia melihat sang Mommy sambil cekikikan. Karena William tahu,, siapa aja yang tahu sifat asli Zehan, pasti tidak akan percaya dengan kelakuan Zehan sekarang.


" Will hanya bisa berdo'a yang terbaik untuk mereka, Mom. Hyeong bilang, walaupun hidup sederhana namun dia sangat bahagia. " ucapan William membuat airmata mengalir dari sudut mata Sarah.


" Kau benar, Son. Mom ikut merasa bahagia kalau anakku itu juga bahagia. Tapi kenapa Eonni tidak mengatakan apa-apa padaku,,? ".


" Mama bahkan merestui mereka dengan diam-diam, Mom. Mama datang ke pernikahan Hyeong hanya bersama Paman Rahmad sebagai saksi dari pihak laki-laki. "


Wajah Sarah sangat sendu. Dia sangat marah sekaligus sedih. William duduk tegak menghadap sang Mommy.


" Mom harus segera bicara dengan Papa. Mom harus berusaha agar Papa menerima pernikahan Hyeong dan membawa kembali Hyeong dan Kakak ipar ke Mansion Papa. " William berubah serius.


" Kau benar. Kapan kau akan kembali ke Indonesia,,? Mom akan ikut, dan bicara dengan Oppa. Berani sekali dia telah mengusir anak kesayangan ku dan membuatnya kembali menderita. Tidak akan Mom biarkan Oppa terus bertindak semaunya sendiri. " tegas Sarah membuat William tersenyum.


" Misi sukses,,,!! " batin William.


*


*


*


***Assalamu'alaikum,,,


Mohon maaf untuk reader othor tercinta,, othor tidak bisa tiap hari up. Dikarenakan karena bawaan hamil, tangan kanan othor sering terasa kram, kebas, nyeri kesemutan. Sakit banget,, apalagi kalau kena air, rasanya,, beuhh,,, cenat cenut.


Jari othor juga sedikit bengkak jadi ga bisa kelamaan ketekuk karena ngetik, jadi terpaksa othor cicil, sedikit demi sedikit. Kalau terasa nyeri, ya othor berhenti ngetik.


Harap readers ku memaklumi keadaan bumil ini.


~~ Bersambung


Jangan lupa like, vote, comment and kopinya.


Salam love and peace dari othor,,

__ADS_1


❤❤✌✌***



__ADS_2