
**
Happy reading,,
*
*
*
" Pa,, " sapa Zehan seraya duduk berhadapan dengan sang Papa.
Papa Zehan, Mark, menatap lekat Zehan, membuat kepala Zehan dipenuhi dengan tanda tanya.
" Ada apa, Pa,,? " tanya Zehan to the point.
Baru saja Mark ingin membuka mulutnya, namun suara Zehan terlebih dahulu terdengar.
" Kalau Papa menemuiku hanya ingin membujuk ku supaya meninggalkan Alish,, maka maaf saja,, pembicaraan ini tidak ada gunanya. "
" Sampai kapan pun, Ze tidak akan pernah meninggalkan Alish. Apalagi sekarang didalam rahim Alish sudah terdapat benih buah cinta kami, jadi walaupun hanya selintas sebuah pemikiran saja, itu tidak akan mungkin. "
" Bagi Ze,, Alish adalah sinar kehidupan dalam hidup Ze. Dan selamanya akan terus bersinar,, tanpa peduli akan tindakan apapun yang akan Papa lakukan, itu tidak akan mengubah keputusan Ze. "
Mark menghela nafas panjang,, saat mendengar penjelasan Zehan. Sebenarnya dalam hati Mark, ada sesuatu yang mengganjal,, dan itu sangat ingin dia tanyakan pada Zehan.
" Papa minta maaf,, kalau selama ini Papa sudah sangat sering menyakitimu dan istrimu. "
Zehan tersentak kaget mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut sang Papa. Namun Zehan memilih untuk diam,, mendengarkan lebih lanjut ucapan Mark.
" Maafkan Papa juga,, yang dulu sangat sering meninggalkan mu dan membuatmu menderita. Bila memang dengannya, kau bahagia,, maka Papa tidak bisa berbuat apa-apa lagi. "
" Kau adalah satu-satunya penerus keluarga Lee,, apa yang akan Papa katakan pada Kakekmu disana, saat Papa mati nanti,,? "
" Kembalilah ke rumah dan ke perusahaan,, tapi,,, "
Mark terdiam untuk sesaat, membuat Zehan menebak sembarangan apa yang akan diteruskan oleh sang Papa.
" Tapi kalau hanya Ze sendiri yang kembali tanpa Alish,, maka maaf saja. Pembicaraan ini selesai,,!! "
Setelah mengucapkan itu,, Zehan beranjak dari duduknya. Namun baru saja Zehan akan melangkahkan kakinya, suara Mark kembali terdengar.
" Tapi bisakah kau menjawab satu pertanyaan dari Papa,,,? "
Zehan kembali menatap tajam kearah sang Papa. Matanya menatap mata Mark,, mencari sesuatu disana,, entah apa itu.
" Apa,,? " Mark menghela nafas panjang dan membuangnya kasar.
" Duduklah dulu. "
Mau tidak mau, Zehan pun kembali duduk. Namun pandangannya masih tetap menatap wajah Mark, yang terlihat sendu. Membuat pikiran tak tentu kembali berkecamuk di kepala Zehan.
" Boleh Papa tahu, siapa nama Ayah dari istri mu itu,,? "
Lagi-lagi Zehan dibuat tersentak oleh ucapan yang keluar dari mulut Mark.
" Untuk apa,,? " Zehan balik bertanya.
__ADS_1
" Jawab saja, Ze. Papa mohon,,, "
Baru kali ini, Zehan mendengar permohonan sang Papa, dan ditambah lagi wajahnya yang memelas, membuat Zehan menjadi sedikit tidak tega.
" Abdullah,,"
Wajah Mark bertambah sendu mendengar jawaban Zehan. Matanya memejam,, berusaha menata hatinya yang berkecamuk,, penuh rasa bersalah dan penyesalan.
" Bisakah Papa bertemu sebentar dengan istrimu,,? "
" Untuk apa, Pa,,? Papa ingin memberinya cek lagi dan menyuruhnya untuk meninggalkan Ze,,? "
Mark tersentak karena Zehan mengetahui tindakannya dulu. Namun sesaat kemudian,, wajahnya kembali berubah sendu dan memelas.
" Papa mohon, Ze. Sebentar saja,,,. Papa hanya ingin bertanya sesuatu padanya. Papa mohon,,," lagi-lagi Zehan menjadi tidak tega melihat wajah memelas sang Papa. Zehan menghela nafas.
" Baiklah,,, tunggu sebentar. "
Zehan pun beranjak dari duduknya lalu keluar menjemput Alish, yang masih menunggunya didalam mobil.
Sesampainya disamping mobil, Zehan langsung membuka pintu mobil, membuat Alish terkejut karenanya.
" Eh,, Hubby. Sudah selesai,,? " Zehan menggeleng.
" Papa ingin bertemu denganmu. "
" Tapi,,, "
" Tidak usah takut,, aku akan selalu berada disampingmu. Lagipula, Papa hanya ingin bertanya sesuatu padamu,, entah apa itu, aku tak tahu. Namun tadi Papa sempat bertanya siapa nama Ayahmu. "
Alish menatap wajah Zehan,, dan Zehan hanya membalasnya dengan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Alish pun tersenyum dan mengangguk.
Mereka menyebrang jalan dengan sangat hati-hati. Alish sangat gugup,, walaupun ini pertemuan mereka yang ketiga,, namun perlakuan dari Papa mertuanya itu tidak pernah baik padanya.
Alish menghela nafas panjang lalu membuangnya,, sesaat sebelum masuk kedalam cafe. Berusaha untuk memenangkan kegugupan nya.
Zehan mengeratkan genggaman nya,, seakan mengalirkan kekuatan untuk Alish. Alish mengangguk, lalu mereka pun masuk kedalam.
" Pa,, " panggil Zehan saat dirinya sudah sampai dimeja sang Papa.
Mark mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk lesu. Ditatap nya wajah Alish dengan lekat. Mata Mark berkabut,, namun tidak dapat mengeluarkan suaranya.
Sebenarnya saat pertama kali bertemu dengan Alish,, Mark sempat menatap wajah Alish dan merasa mengenal wajah itu. Namun ditepisnya,, karena saat itu, dia masih sangat marah dengan pernikahan Zehan tanpa ijin darinya.
Dan saat pertemuan kedua dirumah sakit,, membuatnya kembali merasa teringat akan wajah seseorang. Namun lagi-lagi berusaha ditepis oleh Mark,, karena rasa cemasnya akan keadaan Zehan yang kembali koma.
Namun setelah itu,, wajah Alish selalu terbayang. Mark benar-benar semakin yakin,, kalau wajah Alish mirip dengan seseorang yang sangat penting baginya dimasa lalu.
" Duduklah,,, " suara Mark terdengar serak, seperti menahan tangis.
Zehan pun duduk diikuti oleh Alish. Dan semua itu tak lepas dari tatapan mata Mark. Bukan,,, Mark lebih tepatnya kembali menatap wajah Alish.
" Papa ingin bertanya pada Alish,,, boleh Ze,,? "
Zehan menoleh kearah Alish,, dan Alish pun mengangguk. Zehan kembali menoleh kearah Mark dan kemudian mengangguk.
Mark terdiam, namun tangannya masuk kedalam saku jas dan terlihat mengeluarkan sesuatu. Sebuah foto,,,
__ADS_1
Mark menatap foto tersebut, sesaat sebelum meletakkan nya diatas meja. Pandangan Alish dan Zehan melihat kearah foto tersebut. Foto yang cukup usang.
" Alish,, apa kau mengenal siapa yang ada di foto itu,,? " Alish meraih foto itu supaya lebih jelas terlihat.
" Ini,,,? "
" Siapa, sayang,, ? " tanya Zehan.
" Ini foto Ayah. Walaupun terlihat masih sangat muda,, tapi aku yakin, kalau ini Ayahku, Hubby. " jawab Alish namun membuat Mark justru memejamkan matanya.
Menahan air matanya supaya tidak keluar. Sekaligus berusaha menetralkan hatinya yang penuh rasa penyesalan.
Tanpa Zehan ataupun Alish duga,, Mark beranjak dari duduknya dan tiba-tiba saja berlutut dihadapan Alish, membuat Alish sontak langsung berdiri karena kaget.
" Tuan,,? Apa yang Tuan lakukan,,? Bangunlah Tuan,, saya mohon. Ini tidak pantas,,. " pekik Alish. Zehan pun tak kalah terkejut nya.
Mark menggeleng pelan. Airmatanya tak dapat lagi ditahannya.
" Maafkan Papa, Nak. Ini semua pantas Papa lakukan,, karena Papa sudah sangat bersalah padamu. Maafkan Papa,, Papa menyesal. "
Tangan Alish langsung meraih kedua bahu Mark, dan berusaha untuk membantunya untuk berdiri. Alish menggeleng pelan.
" Tidak,,. Tuan tidak bersalah,, dan Tuan pun tidak pantas untuk bersujud pada saya. Bersujudlah hanya pada Tuhan. "
Zehan hanya diam menyaksikan keduanya. Dia pun sampai tidak habis pikir,, bagaimana bisa seorang Mark Lee,, bersujud pada istrinya yang notabene nya adalah anak yatim piatu yang sederhana.
" Jangan panggil Tuan,, panggil Papa. Sama seperti Ze,,, " ucap Mark masih menunduk sambil menggeleng.
" Tapi,, " Alish menatap Zehan,, dan Zehan pun mengangguk walau semuanya masih terlihat membingungkan.
" Pa,,, "
Mark mengangkat wajahnya,, dan bibir itu tersenyum walau kecil. Matanya sudah memerah karena airmata.
" Terimakasih,, dan maafkan Papa. "
" Duduklah dulu, Pa. Kami masih bingung,,, " ujar Zehan.
Mark pun mengangguk lalu duduk kembali ke tempatnya. Tangannya kembali meraih foto tadi dan menatapnya.
" Maafkan aku,, Ab. " ucapnya pada foto itu.
Zehan dan Alish saling pandang,, dan Zehan hanya bisa mengangkat bahunya. Dia pun bingung,,, dan tak tahu ada apa.
" Pa,,,. Papa kenal dengan Ayah Alish,,,? " tanya Alish kemudian.
Mark menatap Alish dan mengangguk.
" Dia adalah orang yang sangat penting dalam kehidupan Papa dulu. Bahkan Papa berhutang nyawa padanya. "
Mata Zehan Alish membulat sempurna. Mereka benar-benar kaget dengan ucapan Papa Zehan.
~~ **Bersambung...
Jangan lupa untuk like dan vote nya ya, Kakak,,
Salam love and peace dari othor,,
__ADS_1
❤❤✌✌**
**